Saturday, October 29, 2011

Lots of Thoughts


Hai! Apa kabar?

Uhm..

Tar dulu, AC gw dingin banget, berapa derajat ini ya?

Hanjirrr 20ÂșC~

Masukin gw ke freezer aja sekalian~

Anyway, belakangan ini gw banyak pikiran. Banyak banget sampe gw ngerasa otak gw siap meledak kapan aja. Sadly, bukan pikiran-pikiran bagus kayak ‘weekend ini mau ngapain ya’ atau ‘jalan-jalan kemana ya liburan’, tapi lebih pikiran2 yang menyangkut... masa depan.

Gw benci banget kalo lagi mikirin hal itu. Ga abis-abis dan ga pernah nemuin solusi. Stuck. Rasanya semua permasalahan yang ada di dunia nyangkut di kepala gw dan menginvasi segala hal berguna yang seharusnya gw pikirkan. Wasting time. Capek otak. Capek hati.

Gw butuh sarana untuk melampiaskan apapun yang lagi gw pikirkan kalau lagi banyak pikiran. Sarana paling masuk akal ya blog ini. Tapi gw takut apa yang gw pikirkan malah terlalu... ‘wild’, terlalu jahat, kalau langsung gw translate literally pake bahasa emosi. Yang ada blog ini jadi kontroversial, jadi negatif, penuh makian dan celaan. I don’t want that to happen.

Gw cerita ke beberapa orang tentang hal ini dan respon mereka rata-rata sama: "Ga usah dipikirinlah. Pikirin yang lain aja." Seriously, how the hell is 'ga usah dipikirin'?! Gimana caranya bikin otak berhenti berpikir? Sama ga mungkinnya sama nyuruh hidung berhenti bernapas~ "Alihkan pikiran lo ke hal-hal yang lebih menyenangkan." Ya gampang ngomong gitu, tapi tetep aja pasti kepikiran lagi obstacle2-nya.

Kayaknya gw butuh semacam motivator. Kena karma deh gw soalnya selama ini gw menganggap motivator adalah kerjaan paling bullshit di dunia. Kayak si MT itu, dan kata-katanya yang katanya ‘super’, how could you be so sure it wasn’t scripted? How can a motivator change YOU?! Dia bahkan ga tau permasalahan lo apa, dia cuma bisa berkoar-koar dan setelah tayangannya abis pun lo dihadapkan kembali ke realita toh?

Okay, scratch that, kayaknya gw butuh psikiater, someone who’ll listen and give solution. Kayaknya masalah gw lebih ke psikis sih karena cuma berpusar di otak gw doang. Tapi konon katanya biaya konsultasi ke psikiater bisa sampe 100rb/jam. Orang gila, mendingan gw nonton bioskop.

*sigh*

Maybe i just need my friends. 
 

Tuesday, October 25, 2011

Japan


My mom just got back from Japan yesterday and she brought the tastiest seaweed i’ve ever tried. By the time that seaweed touched my tongue, i felt really really content. I love seaweed! God bless the person who swam down into the sea, saw the plant, pulled it out, dried it, ate it, and told the world that it was good!

But no picture since i’m still camera-less... :(

Anyway i was kinda hoping my mom would buy me the original Uniqlo, but she didn’t. She said it was too expensive and she told me it’s cheaper to buy in Singapore.

Japan is a very expensive country indeed.

Once my dad was assigned to go there by his former company. He told me that he had to spend around 7 million (rupiah) for a single dinner with his business partners. What-the-capital F, huh?

Although it’s only cost around a hundred Rupiah for one Yen, doesn’t mean it would be cheaper in everything, ‘cause Japanese pricing also got lots of zeros, not much different like Rupiah here. 

I think it's not worth to spend your money in Japan. I mean, in my humble opinion, Japan is not that attractive. The scenery and vibe are just like HongKong or Singapore. The transportation is very expensive and unreachable. The people are chauvinist and bad-spoken English. The tourism spots are so so..

I’m kinda amazed of how my mom spent her ‘pocket money’ in Japan. She only brought about 2-3 millions, but she managed to buy many things. When i asked her how did she do that, she just said: “Planning, my dear. Planning and some tricky strategies.”

It’s easy for her to say, she spent almost half of her lifetime dealing with marketing and business~ As a budget traveler myself, i don’t put Japan as my travel plan priority. Japan is far far under... USA (:-P) My Asia priority still goes to Korea, Taiwan, and India. After that, i wanna try Australia or Europe (Netherland or Greece), and then America, Middle East, and finally Japan. 

Whoa! Dream big, yo bitch!

Haha~

Nope.

I’m on my way.

:)

Sunday, October 23, 2011

Me What’s Up #8


Whaddup y’all?

It’s a super duper sunny Sunday, eh? I don’t feel like going out today, so i just stay home and blog. 

Actually i don’t even know what i wanna blog ‘cause nothing particular happened to me this week, except that i finally got a job and still tried so hard to ‘kill’ it. Haha~

So, there will be no more Unemployment Rant in this blog, at least for the next couple months. :P 

Maybe i won't be able to post anything here as much as before, so please be advised.

But i do learn couple things from this new routines though, and now that i wanna maintain my image as a nice girl, i’d like to share with y’all :)  

when you’ve committed to something there’s always something you have to sacrifice.

you can’t always say NO to the things you hate, sometimes life just doesn’t give you a choice.

there’s no reason for you to keep defending yourself ‘cause this is not about you.

everytime you got lost, just ask, ask, and ask. don’t be afraid to ask ‘cause it’s all for your own good.

when you face difficulties on the way, just sit back and think: this isn’t really that bad, trust me, chill is the very best way.

I’m not trying to be wise or anything, ‘cause by saying those things above, doesn’t mean i have done those too~ :p

I’m still trying to bear with everything in the new circumstance i just entered indeed.

In fact i’m trying really really hard that i feel like losing myself.

So... wish me luck, will ya?

:)

and for those unemployments out there, enjoy your time, you will miss it badly once you're employed~ :P

nah~ i'm kidding, just get your ass to apply, man! 'cause the whole process of recruitment is freakin' long as shit! 

bye!

have a nice Sunday, people!

Friday, October 21, 2011

New Record

It's a new record! 
It's not even a week, but i've already felt like losing myself.
Congratulation!
Now you know how it feels living in a jungle, Mess.

Sunday, October 16, 2011

4 Sehat 5 Sempurna


-Based on True Story-

 

Dulu pas jaman SD, pernah ga sih lo disuruh guru lo buat bawa makanan 4 sehat 5 sempurna ke sekolah?

Gw pernah.

Sekali setiap tahun.

And gotta tell you, it was a horrible horrible experience~

Simply because, gw (waktu itu) ga suka makan. Susah makan. Ga suka makan sayur, buah, apalagi minum susu. Yes i was that kid who always got my mom so much pains in the ass when i came to the term ‘eating’. 

Makanan gw sehari-hari adalah nasi, roti, kentang goreng, dan chicken nugget. Well, diselingi McD dan Kentucky kalo lagi jalan-jalan, indomie seminggu sekali (or more kalo ga ketauan), dan beberapa cemilan sehat (dan tidak sehat kalo ga ketauan beli Chiki dan Anak Mas). 


Anak Mas kesukaankyuuu~ Sekarang masih ada ga sih? :(


Anyway back to 4 Sehat 5 Sempurna, gw selalu tersiksa setiap kali disuruh bawa makanan 4 Sehat 5 Sempurna full team: nasi, sayur, lauk, buah, susu. Gimana ga tersiksa?! 3 dari 5 personilnya gw ga suka! Ini malah disuruh bawa, makan di kelas, dan yang paling parah: DINILAI!

Kampret!

Kalo makanannya lengkap dan diabisin sampe ga bersisa pas penilaian, dapet A, or 100, ah lupa spesifiknya, tapi pokonya dapet nilai paling bagus. Kalo makanannya ga lengkap tapi abis atau ga abis tapi lengkap, maybe around 60-80. Tapi kalo udah ga lengkap terus ga abis pula, wah itu bisa 50 ke bawah.

Nyokap gw, ga mau melewatkan kesempatan untuk memberi makan gw dengan asupan gizi yang lengkap dan porsi yang banyak (karena dia tau gw pasti bakal makan banyak kalo di depan temen2 dan guru), memanfaatkan tugas sekolah 4 Sehat 5 Sempurna ini dengan sangat maksimal. Pagi2 buta beliau udah masak, nyiapin segala makanan luar biasa yang cuma ada di restoran2 lengkap sama Tupperware paling oke buat naro itu semua. Alhasil, 4 Sehat 5 Sempurna gw selalu end up paling wow di antara yang lain.

Tapi semua itu bukan berarti membuat gw jadi semangat makan. Kalo udah ga suka sih, tetep aja ga suka. Maybe buat sayur2 gw masih bisa maksain makan, ya karena sayur yang dibikin nyokap gw masih fresh dan lumayan enak. Buah pun begitu, karena instead of dibawain jeruk atau pisang kaya anak2 lain, nyokap gw bawain gw pear, anggur, peach, plum (seriously! Who would ever think of that, huh?).

Tapi yang paling ga bisa gw maafkan dan ga bisa gw terima adalah: S.U.S.U!!!!!!!!!!

Demi apapun gw (waktu itu) benci banget minum susu. Dulu sih suka, pas bayi sampe TK, gw selalu minum susu pake botol (ngedot, istilah nyokap). Tapi sejak masuk SD, nyokap ga ngebolehin gw minum susu pake botol lagi dan mulai membiasakan minum susu pake gelas.

THAT’S WHEN THINGS WENT BAD!

Rasa susu Klim gw jadi beribu kali lebih ga enak kalo diminum pake gelas!

I started to hate milk, you know, like really hate it~ Setiap pagi sebelum brangkat sekolah dan setiap malem sebelum tidur jadi saat2 paling menyeramkan dalam hidup gw, karena pada saat2 itu gw disuruh minum susu! Kalo malem, gw bisa mengelak dengan pura2 tidur (trust me, it works!). Tapi kalo pagi, wanjir, kalo ga minum susu gw ga dianter sekolah!!!

Tapi terus ya mau gimana, kalo udah ga suka ya ga suka. Dipaksa minum ya gw muntah. Literally. Gw muntah as soon as susu itu masuk lambung gw. Kadang-kadang di sekolah, kadang-kadang di rumah. Kalo pagi2 ada anak di kelas suka ijin ke WC buat pipis, gw ijin ke WC buat muntah. Ini beneran terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Gile berarti sejak SD gw udah bisa mempraktekan gejala-gejala orang anoreksia! :p

Anywaaaayyy *ah OOT mulu nih*. Jadinya gw selalu was-was cemas kalo disuruh bawa 4 Sehat 5 Sempurna karena gw ga bakal bisa abisin susu-nya~ :((

Tapi untungnya gw cukup pintar waktu itu (pintar atau licik ya? Ya beda2 dikitlah, sama2 Slytherin :p), jadi gw selalu think fast mencari cara gimana ngabisin itu susu. Berikut cara-cara yang gw lakukan:

(1) Menyelundupkan susu itu keluar kelas (entah diapain dan pake apa gw lupa) dan langsung buang ke tempat sampah, got, atau WC terdekat.

(2) Nyuruh temen gw ngabisin kalo guru lagi ga liat (credits to Aldi, or Kaleb, siapapun yang pernah gw suruh (dengan paksa) buat ngabisin susu gw dengan iming2 gw kasih gopek)!

(3) Tuang susunya ke tempat minum satu lagi yg untuk aer putih (isinya tentunya sudah dibuang sebelom pelajaran berlangsung), buang pas istirahat.

Bagaimana?

Cukup pintar dan licik bukan?

:D

4 Sehat 5 Sempurna pun kutakhlukkan, nilai A pun kudapat.

Bonus Cerita

Gw kepikiran bikin postingan ini karena baru kemaren (yes kemaren banget) ade gw yang notabene bersekolah di sekolah gw dulu, bernasib sama kaya gw: disuruh bawa 4 Sehat 5 Sempurna juga. Dan dia, punya eating issue yang lebih parah dari gw. FYI, ade gw tuh kalo ga diingetin makan dia ga akan makan dan dia seneng kalo ga dikasih makan~ Ampyun dah~

Kemaren subuh, gw liat di dapur nyokap gw lagi masak. Tapi yang dimasak bukan nasi, bukan sayur, bukan lauk, bukan buah, ataupun susu. Yang dimasak >> PUDING!

Wow bikin puding! Aku mau ya! Kalo udah jadi panggil aku!

Jangan! Ini buat ade bawa ke sekolah!

Hah? Ngapain bawa puding ke sekolah?

Kan disuruh bawa 4 Sehat 5 Sempurna.

SEJAK KAPAN 4 SEHAT 5 SEMPURNA PAKE PUDING???????!!!!!!!

Ya gapapa, dessert. Lagian biar ade kamu makan banyak, kan kalo ada temen2nya dia mau makan banyak.


Ternyata intention nyokap gw belom berubah dari dulu sampe sekarang...

(-__-“)


Saturday, October 8, 2011

RIP My Camera


Saturday, October 8th 2011, 07.30 PM, Lescha Mayseeta Caesariany officially states that her pocket camera is broken.

Fvck!

Uweeeeeeeeeeeee gw sedih banget~~

Ga punya digicam lagiiihhh... T_T

Sebenernya ga rusak-rusak amat sih, masih bisa dipake, cuma nanti hasil fotonya ada garis-garisnya gitu. And then something wrong with the blitz, kalo foto pake Blitz gambarnya jadi terang ga wajar kaya foto dengan background matahari~

Tanda Kiamat No. 1, notice the super thin lines?

Tanda Kiamat No. 2, kaya mau crossover :p

Di saat kebutuhan untuk camwhoring lagi tinggi2nya, eh kamera gw malah rusak. Rusaknya baru gw sadari H-2 wisuda bahkan. Waktu lebaran dipake foto2 keluarga masih ga apa2 kog... huhuhu..

Kamera ini udah setia nemenin gw selama hampir 4 taun.. FYI, ini kamera gw beli pas mau kuliah DDF (Dasar-dasar Fotografi), terus terang ini kamera dengan harga paling murah yang bisa gw afford saat itu. Gw sama sekali ga berharap banyak sama kamera ini karena saat itu gw cuma pengen punya kamera yang bisa gw pake di kelas DDF, karena kamera bokap kadang-kadang dibawa kerja sama beliau, jadi ga selalu avaiable.

Eh ternyata kamera ini berjasa lebih besar dari sekedar lulus kelas DDF. Dia udah jadi saksi sejarah gw yang nekat ke luar negeri sendirian, ke pedalaman antah berantah sendirian, not to mention pas jaman gw magang n ngerjain tugas2 kuliah, jadi paparazzi dadakan, meng-capture momen2 bersama orang2 yang gw sayang, gila2an, hedon2an, meng-capture pose2 anonoh gw...

Dan kamera ini, udah mengalami hal-hal luar biasa yang belom tentu dialami kamera lain. Dia udah 1000x lebih jatoh, tapi ga rusak. Yang paling parah waktu kunjungan ke Universal Studio terakhir, dalam usaha gw untuk merekam ekspresi saat maen Accelelator, dia jatoh dan kelempar keluar dari cup exactly when the thing started spinning. Ajaibnya masih ga rusak!

Dia pernah hampir kelelep di Danau Toba T__T karena kedodolan gw yang kelewat excited pengen nyemplung, ga sadar masih megang kamera~ gw loncat begitu saja dari darat ke danau! in the end gw masih sempet ngerem pendaratan loncatan sih, tapi batu2an di dasar danau ternyata licin, akhirnya gw tetep jatoh walopun dalam usaha terakhir tangan gw yang megang kamera tetep mengacung ke atas, jadi paling si kamera cuma kecipratan doang~

Dia ga pernah gw kasih case, kalo gw bawa, selalu gw taro gitu aja di tas, nyampur sama barang2 lain. Padahal tas gw itu sering banget basah karena ujan atau aer minum tumpah. Ajaibnya, masih ga rusak!

Dia sosok kamera yang tangguh dan pemberani. Semua bocel-bocel di badannya membuktikan itu. Ibarat jagoan di Harry Potter, kamera gw tuh kaya Mad Eye Moody, hebat pada jamannya, badannya penuh luka2 sisa pertempuran yang dimenangkannya. 

Tapi yaa.. mungkin setelah 3 taun lebih.. udah waktunya kamera gw untuk beristirahat, dalam artian membuat pemiliknya membebastugaskan kamera itu dari kenarsisan yang tiada habisnya.

Gw tau ini pasti bisa dibetulin, tapi berdasarkan pengalaman, harga reparasinya lebih mahal daripada beli baru, jadi yah, gw memang udah berencana beli kamera baru as soon as gw dapet kerjaan. Kamera yang lebih bagus pastinya, dengan resolusi lebih besar dan kualitas gambar lebih bagus. Nope, gw ga mau beli SLR, just a normal pocket camera like the old one.

So it leaves me a question: what do i supposed to do with it?

Buang? Kemana?

Jual? Berapa?

Giveaway? Siapa yang mau?

*sigh*

Well, whatever happens i know it will be the best. Gw yakin Tuhan menakdirkan kamera gw rusak bukan tanpa alasan. Gw yakin ini sebenernya pelajaran buat gw untuk lebih menghargai barang-barang gw dan merawatnya dengan benar. Juga supaya gw nantinya giat bekerja biar bisa beli kamera baru. Lagipula, kamera ini juga udah ketinggalan jaman. Rusak atau ngga pun pada akhirnya gw akan menggantinya dengan yang baru. Jadi daripada nantinya tetep gw abandon juga, mending rusak aja toh, so it wouldn’t be that hard for me to.. you know.. letting go.. 

*What’s ‘abandon’ in Indonesian?*

So, yeah, my no-name camera (biasanya gw ngasih nama buat barang2 gw, tapi kenapa gw ga kasih nama kamera ini ya?), i hope you Rest in Peace. You’re great, you know? Genius, like Steve Jobs, you two have a lot things in common, you know, like he also passed away this week..

I’m soooo... grateful for every moment i spent with you, from zero to hero, from Bekasi to Hong Kong, you did best, i love you so much. I hope your replacer would be as great as you, ‘coz you’re an icon, and will be, forever..


Almarhumah Canon PowerShot A470

Goodbye.

:)


Friday, October 7, 2011

Jadwal Ngeblog


Entah ada yang merhatiin apa ngga, blog gw lebih sering di-update di tanggal-tanggal awal bulan sampe tengah bulan, ya sekitar tanggal 1-15 setiap bulannya-lah. Nah tanggal-tanggal ini bukan cuma kebetulan lho pemirsah! Pada kenyataannya, tanggal 1-15 adalah rentang waktu yang di dalamnya berisi jadwal gw... dapet.

Kenapa ya mood nulis gw lancar banget kalo lagi dapet atau menjelang dapet. Kaya sekarang ini, ini postingan kedua yang lagi gw ketik di Microsoft Word untuk di-publish besok. Upcoming-nya masih ada 3 tulisan lagi yang idenya uda ngantri buat diketik. Ini kayak ‘gift’ sih, tapi kog ya aneh gift’nya? Hahaha!

Gw jadi inget percakapan sama si Bone,

Lo kog jarang ngeblog lagi, Bon?

Males ah, ga lagi dapet.

Hah? Maksudnya?

Ya gw tuh ngeblog kalo lagi dapet aja, kan sering bete tuh, males pergi-pergi, di rumah aja ya daripada nganggur gw ngeblog.

Gw semakin menunjukan kecenderungan kaya gitu nih, kalo lagi badmood ada aja hal-hal aneh yang kepikiran trus berpotensi buat jadi postingan blog. Kenapa ya? Kayanya ada hormon something dalam diri gw yang bereaksi menstimulasi kinerja otak kanan gw di tanggal-tanggal PMS sampe dapet.

Otak kanan gw jadi kreatif banget, jadi pinter banget, jadi freak banget, at the same time gw merasakan antusiasme yang berlebihan, segala hal jadi masuk akal, segala hal jadi mungkin.. Makanya kalo lo baca tulisan di blog ini suka aneh-aneh, itu pasti pas otak kanan gw lagi nge-freak.

Terus gw jadi inget interview Trans TV minggu lalu, saat si HRD nanya:

“Kamu kreatif ga orangnya? Apa hal paling kreatif yang pernah kamu lakukan?”

Gw jawab dengan segala shitty shits yang berhubungan sama TKA.

Sebenernya hal paling kreatif yang pernah gw lakukan yaaa... berpikir! Haha~ Berpikir waktu PMS dan dapet, coz my brain got a whole sucker punched thing at that time. :)

Anyway, speaking of dapet, berhubung gw lagi PMS, gw sekalian berdoa supaya ntar pas dapet ga penuh konflik kaya bulan lalu, yes, the one when my V was acting like Lord Voldemort with his most powerful Cruciatus Curse and made me throw up in Busway Shelter~

Gw mau mulai nyoba minum Kiranti deh yang katanya manjur mengatasi semua rasa sakit. Padahal dulu gw anti banget minum Kiranti. Di mata gw Kiranti tuh minuman mbak-mbak Jawa yang lugu, lelet, dan... stupid! Hahaha~ Gila ya bahkan saat gw sakit pun gw rasis. *ya abis gimana, namanya aja Kiranti~ gimana gw ga rasis?!*

Ini gw kemakan iklannya sih, inget ga sih iklan Kiranti yang jaman dulu, yang ceritanya ada mbak-mbak masuk supermarket sambil kesakitan megangin perutnya, terus pas dia nyari obat tiba-tiba ada ibu-ibu Jawa pake kebaya plus konde gede (mirip sinden!) muncul dari entah mana sambil bilang: “Ga usah takut, kan ada Kiranti, jamu khusus datang bulan!” Terus itu mbak-mbak langsung borong Kiranti banyak2.

Nah gw ilfil sama Kiranti karena gw ngebayangin si ibu-ibu Jawa yang bikin Kiranti, home-made pake tumbuh2an dari kebonnya sendiri, dimasak pake alat-alat tradisional, pake tungku, diaduk dalam gerakan slow motion dan... sambil nyinden. Kesannya tuh Kiranti dikasih doa-doa sinting Bahasa Jawa sebelom dipasarin.

Oh well, itu mungkin cuma kesalahan kecil agensi iklan Kiranti jaman dulu. Sekarang alhamdulillah iklan Kiranti udah mengalami banyak improvisasi sesuai perkembangan jaman.





Malah jadi semakin kreatif!





Terlalu kreatif dan di luar akal sehat!




Pasti itu copywriter-nya kaya gw, kalo lagi dapet jadi super-kreatif! :D


PS: Waktu postingan ini dibuat, gw belom pernah minum Kiranti. Barusan gw baru nyobain, ternyata rasanya (yang gw kira bakal mirip2 Pocari Sweat atau Gatorade) jamu bangettt! Tepatnya rasa temulawak! Yikes! Yaaahh.. What do you expect from natural ingredients, huh? Like my momma always said: Pilih ga enak apa sakit?!

Well...

Okay i’ll drink the rest of it.

Gw jadi nostalgia ke jaman SD saat gw dijejelin temulawak asli sama oma gw karena ga mau makan. Sekarang oma pasti bangga ngeliat gw udah punya kesadaran minum temulawak sendiri. Fufufu~