Saturday, February 28, 2026

Bali 2026 Recap - Part 1

Hi, guys! How yall doin?


Akhirnya postingan Bali Usada selesai juga. Buat yang belum baca dan males scroll ke bawah, berikut rangkumannya in order:


Background dan Motivasi

Day 1 & 2

Day 3 & 4

Day 5 & 6

Day 7


Please read them. I’ve worked so hard to remember all the tiny details. :’)


Hit me up kalo mau tanya-tanya soal program dan pengalaman lain yang tidak gw sebutkan ya. :)


Okay now onto the more exciting part of my big 2026 break: B.A.L.I


Oh I always love Bali. Buat gw, Bali is always a good idea. Nggak akan pernah bosen ke Bali. 


I always wanted a big break as well. Not talking about 1-2 weeks abroad, i’m talking months. Jadi ketika dapet kesempatannya, tidak gw sia-siakan. It has to be Bali.


Ok total gw menghabiskan sebulan-kurang-dikit di Bali. Agak menyesal, harusnya 2 bulan full. Tapi gw punya rencana-rencana lain yang harus dilakukan, goals-goals lain yang harus di-achieve. Jadi kita maksimalkan Bali dalam 25 hari. 


Liburan kali ini gw berfokus pada experience, melakukan hal-hal yang belum pernah gw coba sebelumnya, mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah gw kunjungi sebelumnya. Lebih banyak menghabiskan waktu di alam, less city life, more nature. Trying all types of accomodation: hotel, guesthouse, villa. Exploring all parts of Bali, ga cuma daerah hits BaSel (Bali Selatan, rumahnya Kuta, Seminyak, Legian, Canggu, dll), tapi juga daerah-daerah yang tidak mainstream.


So, my itinerary and highlights of the trip are as follow:


18-24 Jan - Forest Island, Tabanan


Staying at: Bali Usada Forest Island Center Samadhiyukti


Story:


As told di 4 postingan blog sebelumnya ya. Wkwk~ Tabanan overall dingin dan waktu kesana bulan Januari hujan masih sering. Sisi buruknya kedinginan, sisi baiknya mandi jadi ga usah sering-sering. Sekali sehari udah cukup. Baju juga ga gampang kotor. Hehehe~

Tidak sempat jalan-jalan karena satu minggu full karantina. In case lo berencana ke Tabanan, konon yang recommended Bali Botanical Garden di Bedugul. Tempat wisata baru di Tabanan ada namanya Nuanu Creative City—isinya semacam Dufan, variasi, banyak “wahana”-nya. Tadinya mau ke sini tapi urung karena menemukan review jelek. Tapi kalo penasaran mah hajar aja, marketingnya lagi kenceng banget. Oiya, Joger juga baru buka cabang di Tabanan. 


Highlights: 


7D6N meditation retreat program





24-26 Jan - FINALLY SANUR


Staying at: Svarna Hotel, Sanur (IDR 400k-ish/night)


Story:


Udah lama banget pengen stay di Sanur, heard so many great stories about it. Si Stephanie, bestie buleku, paling demen ke Sanur kalo ke Bali. 


Jadi setelah turun bertapa di gunung, Sanur jadi pilihan pertama. Didn’t regret a single thing. Love the neighborhood, the vibes, the people.. Ga hingar bingar dan se-hectic Kuta dan Canggu, tapi tetep stylish dan modern. 


Karena ini tujuan pertama setelah turun gunung, gw sampai Sanur bawa laundry banyak banget dan rambut dalam keadaan belum keramas seminggu (Tabanan dingin banget anjay, kalo keramas pasti masuk angin gaes!). Jadi, laundry dan salon jadi prioritas sesampainya di Sanur. Hehe


I also did my nails, cafe hopping, and did some shopping here. Overall good service. 


Highlights: 


- Jalan-jalan sepanjang pantai Sindhu yang masuknya dari dalem Icon Mall Sanur

- Nonton Sunset Sea Fountain Show di Icon Mall juga (cinta banget deh gw sama mall ini! Wkwk~)

- Bengong manja di pantai 

- Cafe and chill di Stuja di Pantai (yes, kafe yang punya mama papanya Sekala) sambil jalan-jalan (again) di pantai Sanur (my favorite beach!! bersih, tenang, ga rame, pasir putih, air laut biru, hangat)

- Spa di The Nest Beachside Spa, pilih Deep Tissue Massage 90 menit (IDR 300k). Mbaknya super stronkkk tiada ampun me likey~

- Ke DD’s Kin Tiew restoran Yaya-nya Kamari (penting! Wkwk). Tapi Yaya lagi pulkam ke Thailand, jadi kita makan + meninggalkan jejak berupa tulisan aja di wall of fame-nya. 





26-28 Jan - CHILLIN IN JIMBARAN


Staying at: Le Meridien Jimbaran (IDR 2,5m/night)


Story:


Belum pernah stay di Jimbaran dan pengen pakai poin/privilege member Marriott Bonvoy. Nyokap dan ade gw dateng di tanggal ini jadi kita pilih hotel yang kamarnya lebih besar. Selalu suka service dan vibes-nya LeMer, so here we are. Sedih ga dapet kamar with pool access, tapi gapapa, overall stay experience tetep menyenangkan. 


Tiga hari di Jimbaran, mau kemana-mana mager karena hotel kita sudah memuaskan sekali. Makanpun room service aja. Paling cuma keluar sesekali buat liat pantai Jimbaran, cuma 60m dari hotel. Selebihnya berenang, ngonten, bobo, berendem air panas, nonton aja di kamar. 


Highlights:


- The Lagoon Pool @ Le Meridien. Konsepnya kayak menjelajah grand line, bercabang-cabang. Katanya sih airnya saltwater, tapi gw lupa-lupa inget asin atau ngga. Wkwk

- Bamboo Chic @ Le Meridien. Restoran tempat breakfast yang menyediakan Indomie Station. Best!





28-30 Jan - OCEAN AND AMED 


Staying at: Ocean Resort Amed (IDR 400k/night)


Story:


Kunjungan ke Amed ini sebenarnya asbun, “Ke Bali timur yuk!” dan menyesal. Wkwk~

Ngga deng, hepi-hepi aja kok. Paling perjalanannya aja yang cukup melelahkan, dari Jimbaran men~ Salah satu yang gw kurang riset soal Bali ini adalah kondisi jalanan. 


Nggak semua jalanan di Bali itu udah bagus dan mengakomodasi turis ygy. Medan-medan Bali yang penuh gunung dan bukit juga mempersulit akses ke beberapa lokasi, termasuk Amed. 


Kalo liat di peta, Amed itu Sanur lurus aja ke atas menyusuri pantai—sounds fun and easy, right? Ternyata nggak, perjalanannya sungguh berliku, naik turun gunung berkali-kali. Mana ujan lagi~ Total 4 jam perjalanan dari Jimbaran ke Amed.


Amed bisa dibilang lumayan secluded. Once you’re there, you have nowhere to go. Sehari-hari ya menyusuri pantai dari ujung ke ujung aja. Ciri khas pantai di Amed: pasirnya hitam, black sand. Berbatu juga jadi better pakai terus sendal jepit. Tapi tetap indah kok, dan pastinya jauh lebih bersih dari pantai-pantai mainstream.


Kita ga menemukan satupun turis lokal di Amed, semua tempat yang kita datangi turisnya bule. Wajar, bule emang tempat buat surfing, diving, snorkeling, dan olahraga-olahraga laut lainnya yang lebih menarik perhatian bule maupun lokal. 


Untuk makanan, kita kombinasi. Ada yang dari hotel (breakfast included) ada yang room service, tapi ya rasanya seadanya ya, jangan expect rasa restoran hotel pada umumnya. Tapi kita explore juga warung dan restoran setempat. Dua yang rekomended: Catch & Grill (specialty: grill mahi-mahi dan grill barracuda!) dan restoran Italia Gusto Resto & Cafe.


Highlights:


Thank God hari itu ga hujan, kita snorkeling di Pantai Jemeluk. Lupa nama tempat diving yang kita sewa apa. Harganya 1,2 juta (including hotel transfer, kapal, gear/equipment rent, guide, dan yang paling penting: KONTEN! Wkwk) untuk 4 orang untuk 2-3 jam snorkeling di beberapa titik: coral reef, turtle spot, dan underwater temple. Semuanya indah-indah banget omg. Dari semua snorkeling yang pernah gw cobain di Indonesia, this one is the best. Udah gw kontenin di sini.





31 Jan-2 Feb: FROM UBUD WITH LOVE


Staying at: AnandaDara Ubud Resort & Spa (1,6 juta/night)


Story:


Ke Bali ga mungkin ga ke Ubud dong. Menurut gw Ubud itu ibukota Bali sih. Nyehehehe~

Ubud sudah banyak berubah sejak 4 tahun lalu gw ke sini. Ubud Market sekarang udah modern, lebih nyaman buat belanja. I really love going itu gang-gang sempit di Ubud karena banyak surprise di sana, either coffeeshop kecil yang gemes atau toko-toko yang jual barang-barang unik.


Tapi ya downside-nya Ubud adalah MACET. Pas pandemi aja udah macet apalagi sekarang. Huff~ Tapi gapapa, Ubud selalu menyenangkan. I don’t mind spending a little more for Ubud’s hotel karena service-nya worth it. I don’t mind jalan kaki dari dan ke Ubud Center karena sambil windowshopping dan storehopping. I don’t mind spending a little more for food as well. Makanan ga ada yang mengecewakan. Cafe dimana-mana dan semuanya menawarkan konsep yang unik. Seniman is a must!


Bosen makanan Indonesia, kita makan burger di Ayoo-Ayoo Burgers and Kebabs. Restorannya terbuka, menghadap langsung ke Jl. Monkey Forest.  A bit pricey tapi enak dan porsi bule. Cobain magic sauce jalapeno-nya deh! Mantap!


Highlights:


Always wanted to hike in Campuhan Ridge Walk, tercapai kemarin. Woohooo!! Such a good hike! Sweaty as hell, tapi seger karena udaranya dingin. Buat yang belum tahu, Campuhan itu nature trail yang menyuguhkan pemandangan bukit dan sawah di Ubud yang sangat indah. Jarak tempuhnya sekitar 3km menanjak (clearly not for everyone ini ya!). Pintu masuknya ada 2: pintu selatan yang masuk dari Jl. Raya Ubud dan pintu utara yang masuk dari Jl. Bangkang Sidem. 


Jalanannya udah dilapis ubin batu rata jadi lebih gampang. Ada beberapa lookout point untuk berhenti sebentar ambil napas. Gw masuk dari pintu selatan dan berakhir di Jl. Bangkang Sidem, langsung ketemu banyak cafem, art gallery, dan minimarket. Thank God, ga bawa minum soalnya~


You can always choose round trip atau one way di Campuhan. Gw sih anti round trip jadi emang berencana gojek pulang aja nanti di ujung. But guess what, OJOL NOT ALLOWED! Harus pake ojek lokal yang sejauh mata memandang sih gw nggak nemu ya~ 


Sebenernya bisa sih ojol, tapi harus jalan sekitar 1km lagi lepas dari area Campuhan ke titik aman penjemputan. Ya nasib, tapi yaudahlah daripada ga pulang~ Untung abangnya baik, mau nungguin gw jalan. Makasih bang!




Udah kepanjangan, nyambung Part 2 ya: Legian, Kintamani, and Pererenan!


Tuesday, February 17, 2026

Noble Silence Journey in Bali Usada - Last Day

Hi guys! How y’all doing?


Akhirnya sampai di postingan terakhir Bali Usada.


~~Day 7: The Inauguration of UTB English 1019~~


Hari dimulai dengan normal. Bangun subuh, meditasi pagi, sarapan buah, exercise, sarapan berat, lalu break. Bedanya Forest Island hari ini lebih ramai aja karena semua orang udah bisa ngomong. 


Setelah break, we were doing the final meditation of the retreat: meditation by the Bodhi Tree. Alhamdulillah cuaca mendukung, kita semua bertolak keluar untuk meditasi di bawah pohon Bodhi, dipimpin oleh Pak Merta. 







Serius amat ya muka w kalo lagi meditating. Wkwk~


But seriously guys, meditasi itu walaupun cuma duduk doang, membutuhkan energi yang besar lho. Shutting and emptying your mind aren’t that easy. 


Setelah itu retreat pun resmi berakhir. Kita berfoto bersama di depan Joglo Meditasi sebelum lanjut ke acara terakhir: sharing session.




Kita masuk lagi ke joglo meditasi untuk… berkenalan. Ya, finally, berkenalan secara resmi, karena kan selama ini nggak ngomong. Hehehe


Kita diminta memperkenalkan diri: nama, asal, pekerjaan/aktivitas sehari-hari. Di sinilah gw baru mengenal rekan-rekan sejawat. Walaupun gw ikut program English, yang bener-bener foreigner cuma sedikit, paling 10 orang. Campuran dari Jerman, UK, Australia, Singapore, Taiwan, dan China. Lumayan banyak orang Indo asli Medan tapi mereka tinggal di Singapore. Orang Jakarta bisa dibilang minoritas, tapi orang South Tangerang alias Tangsel banyak. Wkwkwk~ 


Ternyata ada beberapa mutual friends. Temennya temen, atau kenalannya temen. 


Lima orang diminta menjadi volunteer untuk menceritakan kisah mereka. Lima orang luar biasa kuat karena kisah hidupnya menyedihkan sekaligus mengharukan sekali, so having the courage to tell people about it is just… wow! You guys are incredibly strong!


Setelah sharing session, Pak Merta resmi menutup retreat dan kita semua lanjut makan siang terakhir. 


Nah di sini lumayan gedabak gedubuk tuh, karena at the same time kita harus:

- packing/beres-beres kamar

- tukeran kontak (nomer/IG/email/dll)

- foto-foto/ngonten

- beli souvenir 

- donasi

- taro koper di mobil

- checkout


Jam 2 tepat sudah harus meninggalkan Forest Island karena panitia mau mempersiapkan tempat untuk kloter retreat berikutnya. 


Gw sendiri memprioritaskan konten dan tukeran kontak. Karena sungguh warga sini tuh keren-keren dan baik-baik banget. Kalo bisa sih ketemu lagi ya in the future. Keep in touch-lah minimal.


Gw ngonten lumayan lama karena pengen mengabadikan semua momen di Forest Island. Postingannya udah gw post di sini


Gw termasuk salah satu orang yang paling terakhir checkout. Tenang aja, ditungguin kok sama mobilnya. Mobil yang akan membawa kita kembali ke Sanur. Mobilnya keren-keren btw, minimal Innova. Satu mobil juga ga diisi penuh. Perjalanan balik gw cuma bertiga semobil, bersama Cik Yenny dan Cik Melanie—dua warga Medan yang sudah menjadi Singaporean. 


Keduanya teman perjalanan yang asyik karena pada suka cerita. Cik Melanie nekat meditasi padahal lagi hamil 5 bulan. Cik Yenny world traveler, udah pernah ke Machu Picchu. Keren!!! Terima kasih cicik-cicik seru dan baik hati yang membuat perjalanan pulangku tidak membosankan. <3


1,5 jam kemudian kita berpisah di Sanur. Sampai ketemu lagi, orang-orang baik. <3


Alright! Gw akan menutup postingan Bali Usada dengan FAQs!


Gimana cara daftar Bali Usada?

Kontak aja Whatsapp-nya di IG @baliusada. Nanti dikasih petunjuk sama adminnya.


Berapa biayanya?

Usada Tapa Brata 1 - English, biayanya Rp 6,500,000,- untuk program 7 hari 6 malam.


Gimana rasanya hidup tanpa gadget?

Damai. Tenang. Organik. Tidak ada distraksi. Tidak ada deadline. Hari terasa sangat panjang. Panca indra beristirahat. Gw sih suka ya. 


Gimana rasanya jadi vegetarian?

Hhhh. I mean, kalo makanannya lagi enak sih gw hepi-hepi aja. But for this life, I’m still gonna be a carnivore. Thanks. Wkwk~


Kenapa ambil yang English?

Supaya classmates-nya bule. Suudzon gw kala itu sih, kalo isinya orang Indo semua takut pada ga taat peraturan~ Kan males ya kalo tiba-tiba diajak ngomong, orang Indo kan suka gitu ya~ Slacking off~ Bule lebih taat aturan in general, so I chose the English one. I didn’t regret it. 


Apa yang dikangenin selama retreat?

Pertama, yang paling dikangenin adalah real interaction with people. Ngobrol tuh ngangenin lho ternyata. Apalagi kalo sekitar lo orang-orang asyik semua. Kedua, kangen makan daging—say no more! Ketiga, kangen dengerin musik. 


Bisa sholat nggak?

Bisa, tapi di kamar masing-masing ya, karena ga ada masjid/mushola. Ada break 15 menit di antara setiap kegiatan yang bisa dipakai untuk sholat. 


Apa yang dirasakan setelah “lulus”?

Yang gw rasakan, badan tuh rasanya sehat banget. Mungkin efek dari makanan vegetarian atau udara Tabanan yang bersih sekali atau pola hidup sehat dan olahraga atau pikiran yang clear karena meditasi intensif... Keluar dari sana tuh badan gw rasanya enak banget, ga ada pegel-pegel apapun. 

Gw juga mendapat banyak ilmu, baik ilmu meditasi, kesehatan, science, dll. Otak tersubsidi juga. Belajar lagi. Membuka wawasan dan perspektif baru. Jadi setelah lulus sensasinya kayak lulus sekolah/kuliah, ada bangganya gitulah.

Terus dapet banyak temen baru juga. Lumayan untuk networking dan nambah-nambahin temen di IG. Hehe


Would you recommend Bali Usada?

Yeah of course. Untuk yang punya masalah kesehatan, ada teknik-teknik meditasi yang bisa menyembuhkan. Untuk yang punya masalah hidup, ini bisa jadi semacam sabbatical journey untuk self-discovery, figure out what next, atau mencari akar masalah untuk mengatasi masalah yang ada. 

Tapi inget ya, don’t expect a quick fix for your problem dengan dateng ke sini. Jangan harap semua masalah lo langsung selesai di sini. No.

Yang mereka berikan itu teknik-teknik meditasi yang sudah berhasil sebelumnya. They give us tools, it depends on us to use them wisely to get better. 

Also, siapin mental kalo mau ikutan. Meditasi tidak untuk semua orang. Ada efek sampingnya. Pastikan elo siap untuk itu. 


Okieee~~ That’s the end of my healing journey. Thank you sooo much for reading. <3