Sunday, May 3, 2026

Hi, May!

Hi, guys! How yall doin?


May is here! It’s MY month! :D


Tidak terasa sudah bulan Mei dan sebentar lagi gw ulang tahun ke-37. 


Somehow ultah kali ini gw tidak merasa degdegan, biasanya setiap pergantian umur gw kena mild depression thinking how I’m so old tapi banyak milestone kehidupan yang belum achieve. 


This year kayaknya chill aja tuh. Mungkin salah satunya karena sejak awal tahun gw sudah menanamkan di otak gw bahwa gw sudah 37 tahun. Setiap ditanya orang umur berapa, jawaban gw selalu “This year I will be 37.” Saking seringnya ditanya, semakin sering pula gw menjawab. Secara tidak langsung gw telah mempersiapkan mental untuk menyambut 37 sejak lama, sehingga ketika akhirnya beneran mencapai 37, I don’t feel anything anymore, I am ready to be 37!


Does that make sense? :D


Anyway, it feels so good to get a long weekend after a super hectic post-Lebaran grind. Luckily, hari buruh ini berlaku internasional, kolik seberang lautan sana juga pada libur jadi group chat bener-bener quiet and peaceful.


Gw? Tanpa ragu langsung memanfaatkan momen untuk self-care tentu saja. Kemarin gw nail art di langganan gw, Unna Nails di Revo Mall. Udah seminggu ini gengges banget liat kuku gw yang pucet dan tak bernyawa ini. Tangan gw kan kurus dan kecil ya, jadi kalo ga ada warnanya tuh kayak tangan mayat gitu, pucet. That’s why gw harus selalu nail art, supaya keliatan berwarna dan bernyawa dikitlah ni tangan. Hari Minggu besok mau nonton konser Naykilla pun, biar lebih berkonsep looks gw. 


Abis nail art, meluncur ke Pakuwon Mall buat nonton The Devil Wears Prada 2. Sekuel salah satu film favorit gw 20 tahun kemudian, yang mau tau seberapa ngefans gw sama TDWP, bisa baca di sini.


A lot of things came to mind ketika dan setelah menonton. Pertama tentu saya elemen nostalgianya ya, the casts, the fashion, the sassiness, the vibe, semuanya comeback. The 4 main casts… ISTG they look so damn good, they’re aging like fine wines, 20 years means nothing to them, wtf?




Gw nonton TDWP 2 tanpa ekspektasi apa-apa. Ga baca sinopsis, ga buka sosmed, ga nontonin content marketing-nya. Gw pengen rasa dan opini yang keluar setelah menontonnya se-organik mungkin, tanpa dipengaruhi faktor eksternal apapun. 


I didn’t regret my decision. It was raw. 


Ga nyangka banget mereka bakal bawa isu print media dying ke sini. I mean, I thought Vogue ga terdampak isu ini, majalah dan brand sebesar itu.. Ga kebayang aja Anna Wintour stres mikirin besok bikin konten apa buat IG Vogue karena majalahnya udah ga laku~


Miranda Priestly diceritakan tidak se-powerful dulu. Banyak kepentingan yang harus dijembatani olehnya dan Runway di era sekarang ini. Harus nurut sama pengiklan walaupun rikuesnya segambreng dan bisa mengancam integritas jurnalisme majalah—otherwise majalahnya makin tipis karena investor pada kabur kalo Runway ga cuan~ Kadang harus Miranda sendiri yang jemput bola, nyamperin pengiklan/investor in person buat minta sponsor~ Man… Such a harsh truth. Tapi ini realistis sekali. 


Our heroine, Andy Sachs, Thank God udah ga se-red flag dulu ya. Oh yea I think Andy is red flag ya, alasannya gw tulis di sini. 20 tahun kemudian Andy udah lebih dewasa. Part of it karena dia living the life she always wanted, jadi jurnalis feature yang sukses. But again reality hit her hard juga, tiba-tiba kena layoff, butuh duit, jadi mau ga mau nerima kerjaan di Runway lagi. Andy juga sekarang sudah menganut pasal “kerja ya kerja aja, ga usah pake drama”. Sering dikasih liat lembur buat ngejar deadline, socialize with people even if she doesn’t want to, tidak mengeluh ketika dikasih tugas aneh-aneh. Good job, Andy!


My fave, Emily Charlton. OMG! I literally screamed when she appeared. That grand appearance in Dior HQ, karena Emily diceritakan sudah menjadi bos di Dior. Later we know Miranda yang got her the job, karena mau menyingkirkan Emily dari Runway, karena dia terlalu ambisius, tapi ga punya visi. Ooohh!! So epic and again, realistis. Forbes 40 Under 40 peeps, I am looking at you. LOL


I really enjoyed the movie, walaupun tidak 100% sempurna ya. Writing di bagian konflik dan conflict resolution-nya kurang smooth. Sampai sekarang kalo ditanya jadi masalah utamanya TDWP 2 apa, gw masih bingung. Runway butuh duitkah? Runway mau dijual ke investor misteriuskah? Miranda mau cabut/dipecat dari Runwaykah? Atau semua itu benar dan berkaitan? 


Tapi the nostalgia, the characters, the comedy, the attitude, the fashion, the glam, the dialogues, the fan service, the callbacks, it’s just everything. Nonton ini rasanya seperti ngobrol sama sahabat lama, hangat dan jujur, tanpa harus menutupi apapun. Thank you Anne, Meryl, Emily, Stanley, 20th Century Fox for this 20 year time skip done right. <3


Anyway okay back to me. :D


Dua minggu terakhir cukup menyenangkan buat gw karena ada event yang membuat gw looking forward to weekend. Weekend minggu lalu nonton Trust Orchestra sama Elia. Walau beli tiket paling murah, experience tetap maksimal karena ini cuma orkestra. Indera yang harus bekerja hanya telinga saja, visual ga ngaruh. Jadi gapapa duduk sejajar sama lampu pun. 






Trust Orchestra membawakan lagu-lagu Disney. Mostly bukan versi originalnya, tapi versi cover. Kayaknya sih karena mereka ga beli full rights/full license. Dari key art-nya pun bukan versi official, kayak ilustrasi aja gitu. Well, yaudahlah ya. Tetep bagus kok. Tetep sing along, maaf ya mba-mba sebelahku yang mungkin keberisikan. Aku tuh secinta itu sama lagu-lagu Disney soalnya, udah ada di core memory-ku sejak 30 tahun yang lalu. <3


Paling geter di Circle of Life dan Colors of The Wind. The latter gw bener-bener nangis, udah lama banget ga dengerin soalnya, ini lagu liriknya bener-bagus bagus, real dan poetic. Oh Pocahontas, our Miss Environment International… Terima kasih telah mengajarkan kita mencintai lingkungan layaknya keluarga sendiri. 


Circle of Life ga usah ditanya, The Lion King memang superior musiknya. Kasta OST dan scoring paling tinggi se-Disney Raya. Period.


Mau ada lagi tuh live orchestra-nya bulan Juni. Satu movie full. Crazy. 


Pengen banget nonton tapi mahal banget tiketnya… I hate that I can’t afford shit in this economy.. :’(


Gila ulang tahun gw tahun ini dibanding tahun lalu… menyedihkan. Tahun lalu capcus nonton konser Lady Gaga di Singapore ga pake mikir. This year I can’t even buy something nice for myself karena harus berhemat~ Bensin naik, sembako naik, dollar naik, oh the life of generasi sandwich who can’t even afford a bloody sandwich~ #sad


Ade gw menghibur dengan nobar The Lion King 30th Anniversary at the Hollywood Bowl di Disney+. Ya mayan sih, tapi kan tetep aja ga live langsung di sana, AKU KAN MAUNYA LIVE ORCHESTRA DENGAN MATAKU SENDIRI!!!


Okay this topic is getting too miserable, let’s move on, besok mau nonton konser Naykilla sama Auwri. Yeay!


Oh yea I like hipdut, I like ANTI NRML. I think they are cool. I know yall secretly like So Asu, don’t lie to my face~


It’s gonna be fun. I might write about it next week so stay tuned!


Laters!


Monday, April 20, 2026

Bieberchella & ✨ Manifesting ✨

Hi, guys! How yall doin?


Let’s use the last one hour of this week talking about one of my favorite things on earth: JUSTIN DREW BIEBER.


Oh my God where should I start?


Let me just start with a fact: gw sudah jadi Belieber sejak 2008–sejak JB debut. Momen ngefans sama JB pertama kali gw abadikan di sini. Beberapa kali juga gw cerita soal JB di blog ini. Ada di sini dan sini


Kenapa gw suka JB simply karena lagu-lagunya. ISTG almost all songs di My World, My World 2.0, Believe, Purpose, and Justice have so much impact on me. Lagu-lagu di album-album awal menemani masa-masa kuliah di Depok yang berat. Purpose punya tempat spesial di hati karena dirilis bertepatan dengan momen gw mencari “purpose” dalam hidup gw. Beberapa kali gw refer beasiswa LPDP itu beasiswa Purpose di blog ini. Yha, gw segitunya sama JB, guys. 


I love his songs and I love him for his musicality, his talent, and a little bit of his personality—naaahhh HE’S SO CHARMING! ><


Gw termasuk Belieber yang beruntung, pernah berkesempatan untuk menonton langsung JB di konser Purpose World Tour Melbourne tahun 2017. Sebuah momen sakral yang sayangnya tidak ada dokumentasinya, karena gw sangat khusyuk menonton beliau, ga sempet foto-foto, cuma ada satu di sini


Dua minggu ini semesta memberikan gw such awesome weekends dengan BIEBERCHELLA


Awalnya ogah-ogahan nonton karena sungguh perjalanan fangirling JB ini lumayan up and down buat gw. Kadang kalo lagi suka, suka banget. Tapi kalo lagi bosen ya, sama sekali ga peduli gitu.


JB as an idol juga ga selalu bersikap layak untuk diidolakan. Sejak dulu banyak banget skandalnya, ya DUI-lah, melihara monyet terus di-abandon-lah, ribut sama paparazzilah, nabrak oranglah, masuk penjaralah, jadi playboy-lah, drugs-lah, berantemlah, kena sue-lah, dirumorkan ngehamilin banyak ceweklah, dll. 


Seriously, if you asked me, I haven’t seen him in good shape for years… Setiap liat berita, kondisinya menyedihkan gitu, kayak ga terawat, ga sehat, ga bahagia~ Ga tega banget ngeliatnya~


I also heard that he has sold all of his older records sehingga dia technically tidak punya hak lagi untuk membawakan lagu-lagu tersebut di panggung kecuali dia mau bayar royalti. Gw tidak mendengarkan Swag & Swag II pula karena he was in a very weird place ketika merilis 2 album itu, so I didn’t feel like supporting him~


I couldn’t care less about Coachella until social media told me he did something groundbreaking: a freaking YouTube karaoke on his fan-favorite bangers!


I was like… WHAT? 


THE AUDACITY!


KOK BISA???


So I watched it.


And I cried.





I mean, you guys don’t understand, YouTube is where he started it all. He’s THE KING OF YOUTUBE. He will forever be a YouTube success story. 


And now he’s out there bringing us back to where it all started???


Words can’t contain how I feel, man. Oh my God… I can’t…


It was so meaningful. 


I really don’t give a fuck, orang bilang stage-nya JB itu males, less effort, budget, SHUT THE HELL UP YALL JUST DON’T GET IT! Cuma Belieber yang paham!


The first half of his set, I couldn’t care less, wasn’t too familiar. But the second half, bro? Crazyyyy~~~ 


Week 1: Baby, Favorite Girl, That Should Be Me, Beauty and A Beat, Never Say Never, Confident, All That Matters, With You, So Sick, Sorry, Where Are U Now


Week 2: One Time, U Smile, Up, Baby, One Less Lonely Girl, As Long As You Love Me, No Pressure, Cry Me a River


Ambyar semua ambyaaaaarrrrr~~~


Nangis, beb.. T.T


Nangis bahagiaaaaaa~~~ :”””))))))


I mean… Man… As a Belieber, gw tuh ga expect banyak… Gw cuma mau JB sober,  sembuh, sehat, bahagia, punya kehidupan normal bersama orang-orang tersayangnya. Gw udah sangat sedih denger kabar dia jadi korban child grooming You-Know-Who berinisial PD. Berkali-kali gw menyaksikan sendiri JB diberitakan aneh-aneh, kena kasus sana sini, skandal sana sini, goodness… this man has suffered so much.


Jadi ketika denger dia di Coachella, my initial thought was… oh God please don’t put another pressure on him.. Dia aja belum tentu bisa sober.. Dia cancel world tour tahun 2022 karena mental health issue.. How sure are we that he could pull off a Coachella? How come we expect him to go on stage again in front of millions of people? Please I just don’t want him to suffer again.. 


Tapi Justin berdiri di sana… Di panggung Coachella… Panggung terbesar yang pernah ada.. 


He was standing there strong, looking very healthy, his voice was clear and charming—just like how we know it, and there he was… FLYING.


The moment he showed up we all knew, HE’S BACK. The way he commanded the stage… nothing else matters. No backup dancers, no outfit changes, no flashy stage lights, no pyrotechnics during most of the set like his Melbourne concert 9 years ago, didn’t matter. He just wanna be PRESENT for his beloved fans. T.T


Thank you JB for these two wonderful weekends. I will always be a Belieber. 18 years and counting. Always. <3


~~Bonus Skit~~


Now that yall know how much impact JB has in me, allow me to manifest 2 things:


1. This one is for my besties, whoever reads it. If I ever get married someday, I’ll throw a bachelorette party in a 5-stars hotel and I want us to create that viral Beauty and A Beat TikTok trend, okayyy??? It’s been on my mind for quite a while and I’ve been really longing to do it, tapi gw tahan, because it has to be in the right moment, and that moment will be my bachelorette party. Period!


2. OLLG—Oh my Gosh.. How should I put it? The impact of this song on me, man… Denger intronya aja gw bisa nangis, lho.. Universe, please hear me.. Please let me be an OLLG just for once in my life. So, this will also be in the scenario if I ever get married, this song must be INVOLVED! Idk how, but it must be. Non-negotiable. Ini pesan buat siapa? Siapa aja deh yang baca. Take notes, okayyy??? NO OLLG, NO WEDDING! 





That’s it. Thank you for reading. Make sure you watch BIEBERCHELLA!