Sunday, October 18, 2026

Gw Percaya Tuhan

Hi, guys! How yall doin?


In case you don’t know, gw percaya Tuhan. Agama gw masih kadang percaya, kadang nggak. Tapi Tuhan, ga usah lo pertanyakan, gw 100% percaya Tuhan.


Selain karena gw merasa alam semesta ini tidak serta merta muncul begitu saja—pasti ada bigger power yang menciptakannya dan itulah Tuhan, banyak pengalaman hidup yang mengantarkan gw untuk percaya Tuhan itu ada. Di banyak situasi, keberadaan Tuhan itu nyata buat gw. Di postingan ini, gw akan menceritakan 2 contohnya.


Pertama, Tuhan itu nyata buat gw ketika gw berhasil mendapatkan apa yang gw inginkan. Memang proses menuju ke keinginan itu gw dapatkan panjang dan berliku, tapi by the end of the day, gw mendapatkannya. Gw percaya ini andil Tuhan sih. Karena manusia walau udah berusaha sebesar apapun, jika Tuhan belum/tidak berkehendak, ya tidak akan terjadi. 


It’s like everything is written in advance by Him. Ini POV Tuhan versi gw, Tuhan itu writer sekaligus director hidup semua manusia. He wrote and directed it so perfectly, so detailed, sehingga ketika yang kita inginkan itu terjadi, terjadinya itu di waktu yang tepat, di situasi yang tepat, di momen yang tepat, everything leading up to the moment just make sense. Kita ga akan mempertanyakan lagi kenapa kita mendapatkannya. What He has decided meant to be yours, will be yours. 


Di pengalaman gw, ini terjadi di 2 hal. Pertama soal kuliah di luar negeri—yang adalah impian gw sejak kecil. Tapi kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan itu terjadi. But what God did was memperkenalkan entertainment—where I found my passion, dan beasiswa Purpose—yang pada saat itu sangat mendukung pertumbuhan akademisi dan praktisi bidang seni dan budaya. Sisanya ya tinggal gimana gw connecting the dots, mengikuti petunjuk-petunjuk ini, diiringi dengan niat dan usaha untuk mendapatkan yang gw inginkan, and so I got it.


Kedua soal karier. Wah ini lebih crazy lagi. Berkali-kali dikabulkan keinginannya. Masuk industri, masuk OTT, masuk Awe, bahkan to the point apa yang mau gw achieve di kantor aja, tahun ini dikabulkan berkali-kali. 


Awal tahun ini Awe datengin artis Korea untuk fanmeeting. Ini gw excited banget karena pengalaman baru buat gw. Dulu pernah sih datengin Dua Lipa dan Michael Owen. Tapi ga 100% involve di teknis meng-import 2 manusia ini, pun konsep acaranya gimana di luar kontrol gw. Bukan gw yang make the decision for all the technicalities. Jadi involvement gw bisa dibilang sedikitlah. 


Ketika masa persiapan fanmeeting artis Korea itu, gw masih di Awe, jadi masih involve walaupun tipis. Tapi kan gw cabut tuh Januari, jadi ngga bisa ikut sampai habis. A bit sad tbh. It’s a project I’ve been longing for a long time. 


That moment gw berdoa, “Ya Tuhan, aku ingin bikin fanmeeting dimana semua keputusan 100% ada di tanganku!”


Ga pake lama, tahun ini juga langsung dijawab loh sama Tuhan. Nggak cuma 1, langsung 2 fanmeeting sekaligus! Go to the kill!


Satu lagi cerita Tuhan mengabulkan apa yang mau gw achieve di kantor. Tahun lalu ketika di Awe, Awe itu bekerjasama dengan sebuah PH (kita sebut saja DM entertainment (yang gw pengen banget kerja bareng dari sekian lama). But of course, karena line of work saat itu tidak berhubungan dengan konten, gw tidak involve project-project Awe x DM. Setiap warga meeting dengan orang-orang ini, gw hanya bisa menatap nanar. Ketika berkunjung ke kantor merekapun, hanya menjadi plus one-nya warga. Sad.


Itu kejadiannya belum setahun yang lalu, literally minggu ini, QQ establish strategic partnership with DM.


CRAAAYYYZEHHHHH~~~


Suddenly I was there shaking hands with the top brass, bukan plus one lagi…


God is real, guys. Wkwk~~


Balik lagi ke bukti Tuhan itu ada. Alasan kedua gw percaya demikian, adalah ketika keinginan gw tidak terkabul! Ini menarik, because He works differently from when He makes my dream come true. 


Ketika keinginan tidak terkabul, Tuhan itu juga memberikan notifikasi. Wkwk~ 


Nggak didiemin aja gitu loh. Notifikasinya ini berupa petunjuk/signs yang bisa dilihat, dirasa, dicium, didengar, dicerna, apapunlah secara langsung ataupun ga langsung. Kadang instan, kadang berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun kemudian baru lo dapatkan. Tapi ketika mendapatkannya, lo jadi sadar kalo keinginan tidak terkabul ini adalah jalan yang terbaik buat lo. Anjay~


Contoh fenomena ini paling sering gw denger di konsep jodoh ya, atau konsep investasi juga sering. There’s a lot of signs that he/she’s not meant for you, or it’s not a good investment for you. Then you walk away, kecewa, ga rela, banyak pertanyaan. Tapi kemudian seiring berjalannya waktu, pertanyaan-pertanyaan itu terjawab, dan akhirnya, lo mencapai tahap ikhlas. 


Gw ada pengalaman lucu nih soal ini, HAHAHA! Jadi kan gw main CMB (heuuuuu~~) for the first time ever. Yeah, late, I know. There’s a lot of time I’m kinda allergic to dating apps. Jadi sekalinya main lagi tuh pasti pas lagi bosen banget aja. 


Anywayyy, so I found this guy. Very interesting. My type dari segi apapun. Kayak ga ada kurangnya. Gw juga tau this guy in real life (wkwk~). Nggak kenal, tapi persona dia lumayan terkenal. Di beberapa waktu in the past sebenernya ada kesempatan buat kenalan dan kerja bareng. But I didn’t do it for some reason. Udah lupalah kenapa, for a lot of reasons I guess, such as I wanna keep the relationship professional, ga mau ganggu kerjaan, perbedaan dunia, etc.


Now that I saw him again in a totally different setting, I was like okay this might be the chance, so let’s swipe right!


Eh bejir CMB ga ada swipe right or left~~ x__x


Kalo mau send likes/send flowers, HARUS BAYAR! Wtf?!


Aduh sorry banget nih, ini cuma kegiatan waktu luang yang gw lakukan karena lagi bosen banget aja. Kalo disuruh bayar sih no no, ya~


But then ternyata gw punya beans (currency mereka gitu, kalo mau send like ada harganya sekian beans) gratis, kayak complimentary for 1st time user. Tapi emang ga banyak. Jadi kesimpulannya, use your beans wisely. Selayaknya menghabiskan duit, menghabiskan beans juga harus sebijak mungkin.


Huff. Repot.


Harus bener-bener hati-hati nih. Only use your beans for those you’re 100% yakin dia bakal like you back, otherwise, jadi investasi bodong kannn~~ 


But I really like this guy, so fuck it, I spent my previous beans on him. 


……………..


It’s been 3 days. No sign of like back. :”


Investasi bodong anjir~ LOL


Well, it’s not like God never gave me clues. Wkwk~


Mungkin kalo yang sekarang gw harus melihatnya sebagai notifikasi dari Tuhan kalo dia emang bukan jodoh gw. Dipertemukan 2x tapi 22nya ga progressing, ya udah cukup jelas ya. Fyne~


Hihihi… Lucu ya.


Postingan ini bukan mau mengajak elo untuk percaya Tuhan ya. Cuma mau sharing aja. 100% opinion. Tidak membenarkan atau menyalahkan apapun. Kalo membuat lo jadi mau percaya juga, proceed at your own risk. Hehe


Okay that’s it for today. Bonus this cute and bloody delicious avocado chocolate dessert yang di-serve oleh DM untuk QQ setelah resmi strategic partnership. 





Enjoy the rest of the weekend~~

 

Monday, October 5, 2026

Fun Day at Comic Con

Hi, guys! How yall doin?


Lagi cuti nich! Hari Senin lagi! Best! Tidak ada cuti yang lebih memuaskan selain cuti di hari Senin!


Gw tidak menyentuh kerjaan sama sekali hari ini. Not planning to. I deserve this break. 


Sekarang mau cerita pengalaman pergi ke Indonesia Comic Con kemarin!


Comic Con! Been a while! Kayaknya ke sana terakhir tahun 2015. Waktu itu masih di JCC lokasinya, ke sana bareng Kak Acu. 


More than 10 years have flown. Banyak banget yang berubah. Pertama venue-nya. Jadi jauh banget ya sekarang di JIEXPO. Venue berubah vibe otomatis ikutan berubah. Kalo di JIEXPO itu lebih kayak bazaar gitu? Di JCC lebih berasa vibe festival dan komunitasnya.


10 tahun yang lalu Comic Con rasanya lebih “amerika”. Waktu itu Marvel masih berjaya dengan Avengers-nya, DC dengan Justice League-nya. I remember Game of Thrones juga masih berjaya, sampe ada instalasi kursi kerajaannya yang dari pedang/pisau itu (apa sih namanya? Maap gw ga pernah masuk ke universe GoT. Wkwk) yang bikin orang-orang sampe ngantri buat foto.


Cosplayers juga banyakan karakter-karakter komik Amerika. Gw cuma mengenali karakter Marvel dan DC tentu saja, itu aja udah banyak banget. Yang banyak lagi: Star Wars. Kayaknya bisa 1 menit sekali papasan sama Stormtrooper atau Dark Vader waktu itu. Spider-Man juga banyak, tapi ga sevariasi sekarang. Belum ada tuh Scarlett Spider, Spider-Noir, Black Spider, Spider-Gwen, Spidey Miles Morales, etc.


Comic Con tahun ini rasanya lebih “jepang” ya. Idk ini karena gw sudah familiar dengan One Piece sedangkan 10 tahun yang lalu belum or gimana, tapi banyak banget warga Grand Line. Paling banyak di antara IP yang lain. IP Jepang lain banyak sih, Spy Family, Naruto, Attack on Titan, Jujutsu Kaisen, and some game characters I’m not familiar with but I know for sure they are wibu stuffs (wkwk).


Justru IP Amerika nih yang sepi. Paling Spidey aja yang rame, kayak yang tadi gw bilang. Spidey dateng-dateng langsung sekampung mewakili multiverse. Selebihnya sih, sejauh mata memandang, wibu semua. Wkwk~


Yha IP Amerika udah lewat sih momennya. Belum ada yang gede banget lagi. I’m a bit surprised Disney ga buka booth, padahal dia bisa jualan Marvel, Star Wars, etc. DC yang masih buka booth dan lumayan niat, ada booth jualan merch, booth engagement yang selalu ada MC bagi-bagi hadiah sehingga selalu rame, booth foto, instalasi, dll. Good job, DC!







Aigoo.. Bener-bener nostalgia pas gw menjadi DC gurl, sekitar 2016-2017 itulah. Cegil Joker kelas berat. Setiap pulang kuliah kerjaannya rewatch Gotham series. Pernah gw ceritain di sini. 


Tujuan utama ke Movie World di Gold Coast juga untuk celebrating DC. Pokoknya sebagai DC gurl gw mah udah naik haji istilahnya mah. Ceritanya di sini. 


GOOD TIMES!


Anyway, Toei/Shueisha juga ga buka booth. Bukannya gw greedy ya pengen One Piece punya dedicated booth sendiri on top of semua merchant lain udah pasti jualan One Piece. Namun alangkah baiknya kalo ada yang official, toh?


Tapi cukup terwakili dengan adanya booth fanbase opfc_indonesia yang literally jadi basecamp semua warga grand line. Diem 5 menit aja depan booth-nya, ntar muncul sichibukai satu-satu. Wkwk


Anyway, nggak cuma gw doang yang have fun di Comic Con, ade gw juga. It’s her 1st Comic Con. Dia malah niat banget dandan ala Buggy The Clown versi Impel Down. Walaupun ada drama sebelum berangkat, perkara pilok biru yang dia beli biar rambutnya mirip Buggy ternyata tidak meng-cover seluruh rambutnya, sempet mental breakdown sebelum berangkat. Tapi euforia Comic Con berhasil menyembuhkan. Heboh sendiri dia pas ketemu karakter-karakter One Piece. Gongnya adalah ketika Buggy ketemu Mihawk dan Crocodile—lah malah jadi Cross Guild. LOL





Keriaan Comic Con 2026 juga belum afdol kalo belum bahas… Mackenyu. Masya Allah Tabarakallah, Nippon Cahaya Asia. Seganteng itu guys… Literally yang di layar muncul depan mata, ga dikurang-kurangin/tambah-tambahin. 


Sebenernya tuh gw sama ade gw dapet posisi uenak buat ngeliat doski… kalo duduk. Kita literally udah duduk manis pinggir panggung buat nonton Mackenyu sambil duduk. Eh, pas mau mulai, orang-orang pada berdiri~ Dorong-dorongan deh, duh nggak banget. Udah pengalaman kegencet sana sini sampe badan memar & luka-luka, nggak lagi-lagi. Gw bukan pejuang konten, ga perlu berlebihanlah, akhirnya kita melipir ke pinggir. 


Gapapa, mau diliat dari sisi manapun, kehalang tangan dan hape warga pun, Mackenyu tetep ganteng. 





Makasih Zoro udah dateng walaupun cuma 15 menit di panggung. Kamu BU ya? Mau aja ke Indo~ Wkwk


eLo nGgAk fOTo sAmA zOrO, tA??


Kagak. Wkwk~ Monmaap nih 1,2 juta buat selfie doang, no thanks. Pertama, in this economy. Kedua, meet & greet-nya cuma sepersekian detik. Gw denger testimony orang-orang yang bilang cuma 1 detik jepret ga bisa diulang, ga boleh ajak ngomong, ga boleh ini, ga boleh itu. Yaelaaahh.. 


Minimal banget tanda tanganlah~


Beberapa tahun yang lalu pas bintang tamunya bule ameriki macem Chuck Bass, Cobie Smulders, Karen “Daredevil”, itu mereka oke-oke aja diajak ngomong. Malah bisa sampe salaman/pelukan. Mackenyu ni Asia ribet. Untung cakep lu bang~ Wkwk


Seneng bisa ketemu temen-temen sesama Nakama, juga comic fangirl dan fanboy. Seneng bisa memasuki “alam lain” yang isinya hampir ga ada normies, semuanya “outcast”—the cool ones! Semua aneh, eksentrik, tapi ya cuek aja, emang itu habitatnya. It’s their home. Seneng melihat karya-karya fanmade seperti visual arts, crafts, keychain, apparel, etc. Duh kalo gw punya uang lebih pengen banget beli untuk dukung, but alas in this economy pengeluaran harus considerate banget.


Katanya Comic Con Day 1 itu sepi, terus analisis orang karena banyak event sejenis dalam waktu dekat yang lebih murah bahkan cenderung gratis dan in this economy orang ga bisa afford pergi ke multiple event, harus pilih 1. Harga tiket Comic Con tahun ini cenderung mahal, 130k per hari untuk tenant, event, exhibitor yang ga segitu banyaknya.  Zaman di JCC, itu sampe bingung mau kemana duluan saking banyaknya, di setiap booth/sudut pasti ada keramaian. Comic Con zaman dulu ga cukup sehari, makanya orang pada milih 2-day pass.


Day 2 lebih rame karena ada Mackenyu. Dia berhasil bawa warga karena dia ganteng. Jadi yang ga tau One Piece pun tetep punya alasan untuk dateng. 


Anyway, Comic Con walaupun rame gw merasa safe, ga takut kecopetan atau apa, karena gw tau semua yang dateng ke sana respectful. Paling sedikit kritik buat F&B-nya, tenant-nya dikit banget dan panitia ga menyediakan antrean yang proper, jadi numpuk. Beberapa tenant juga ga siap dengan cash padahal acara rame gitu pasti sinyal eror. Qris dan CC ga bisa dipake, pilihannya cuma cash. Tapi mereka ga sediain kembalian~ Repot deh~


Oiya sinyal Telkomsel kacrut banget bye~ Yang masih jalan tuh XL. Mau transaksi ribet banget harus cash out dulu. Mana di Jiexpo ATM pada abis lagi cash-nya~ 


Next Comic Con balikin ke JCC pleaseeee~~


Okay that’s all. Byeeee