Sunday, October 25, 2026

SAY HELL NAH TO COMFORT ZONE

Hi, guys! How yall doin?


Kali ini mau ngomongin dunia kerja. Nope, bukan tentang kerjaan gw. Tapi tentang fenomena dunia kerja yang sering banget terjadi: comfort zone.


Yeah I know ini udah basi, udah sering dibahas, udah tau comfort zone itu ga bagus. Bener, memang ga bagus. Sekarang gw mau memberikan opini gw, berdasarkan pengalaman gw, yang membenarkan teori itu. 


Gw sudah kerja selama 13 tahun (15 tahun sebenernya, tapi ada sekitar 2 tahun break untuk kuliah S2 dan sabatical journey). Gw udah masuk ke berbagai perusahan, mulai dari lokal sampai multinational, trying out different roles and levels, yada yada yada. Pengalaman kerja gw yang panjang itu indeed mengajarkan gw bahwa comfort zone itu big no. BAHAYA!


Your job isn’t supposed to make you comfortable. Sebagus apapun kantornya, semenggiurkan apapun gaji dan benefitnya, sebaik apapun bos dan colleague-nya, sefleksibel apapun waktu dan kerjanya, the moment you found that comfort, YOU RUN BABE!


Here’s the thing, hubungan lo sama kerjaan itu pure transactional. You work for the money and/or the career ladder, not for the comfort. You work, get paid, go home. 


For the company, you are 200% irreplaceable, jadi elo juga harus menganggap kerjaan lo itu irreplaceable juga. Jangan terlalu attached, jangan bertahan terlalu lama, jangan terlalu mager atau takut untuk looking out for something new, something fresh, something different. Otherwise ketika company memutuskan you’re out, you’re doomed karena elo ga punya apa-apa~ 


Trust me, kenyamanan itu ga memberikan lo apa-apa. Kenyamanan itu juga cuma sementara. Mungkin definisi sementara beda-beda untuk setiap orang, tapi sementara itu nyata. Zaman sekarang bener-bener ga ada yang pasti.


So what should you do? Well, paling bener adalah YOU RUN. Resign, cari kerjaan baru.


Tapi kan in this economy…


Justru karena in this economy elo harus punya Plan B. You should not stick only to your Plan A because it’s comfortable. Liat di luar sana banyak banget perusahaan yang ngelayoff. Bahkan perusahaan2 paling besar dan paling cuan pun tidak luput dari risiko ini. Mereka aja bisa tutup. So you better run before they let you go.


Nah kalo ga bisa “run” gimana? Let’s say kerjaan lo yang comfort zone ini memang merusak elo, secara knowledge dan skill jadi ga berkembang, ngerjain itu-itu aja, dengan cara yang itu-itu aja, dealing with the same shit everyday sampai knowledge dan skill lo tumpul. Tapi lo masih suka kantornya, orang-orangnya, benefitnya, well then, you improvise.


Cari tantangan baru. Pindah tim. Pindah bos. Perkaya knowledge and skill. If you gotta stay in the same company, at least lo peres semua aset mereka. Gunakan semua fasilitas yang mereka punya. Learn from the professionals. Jangan ragu belajar hal baru. Datengin satu2 orang2 ahli di kantor itu. Berteman sama orang2 divisi lain, belajar dari mereka, try to understand their works. Not easy, for sure. But at least you’re benefited from it. 


Don’t just sit there and be comfortable with what you have. Just don’t.


Gw pernah terlalu terlena dengan comfort zone waktu di QQ 1.0. Doing easy things on a daily basis. No challenge, no crisis, no bottleneck, no hassle. Life was very easy.


Eh kena layoff. Gw hancur sehancur-hancurnya. Kayak ga ada harga dirinya. Kayak sepah yang dibuang. Kayak eek yang di-flush di toilet. It was one of the worst feelings I’ve ever had. 


Sekarang udah masuk QQ 2.0, gw ga mau terlalu attached lagi sama company ini. Ga mau masuk comfort zone juga. Jadi otak gw udah jaga-jaga, once merasa nyaman, otak akan kasih sinyal dan gw akan improvise. Entah minta kerjaan tambahan, atau cari-cari apa yang bisa di-improve dari kerjaan yang sekarang, cari data atau sistem atau any way of work yang salah/kurang tepat lalu memperbaikinya, anything, supaya gw tidak merasa nyaman lagi.


Ketika elo merasa tidak nyaman di pekerjaan lho, gapapa. That’s how it should be. You are on the right track. Selama gaji lo masih bisa compensate ketidaknyamanan lo, you’re all good. Remember, you work, get paid, go home. Nothing else. 


Terima kasih sudah membaca. Mari kita seruput kopi.





Sunday, October 18, 2026

Gw Percaya Tuhan

Hi, guys! How yall doin?


In case you don’t know, gw percaya Tuhan. Agama gw masih kadang percaya, kadang nggak. Tapi Tuhan, ga usah lo pertanyakan, gw 100% percaya Tuhan.


Selain karena gw merasa alam semesta ini tidak serta merta muncul begitu saja—pasti ada bigger power yang menciptakannya dan itulah Tuhan, banyak pengalaman hidup yang mengantarkan gw untuk percaya Tuhan itu ada. Di banyak situasi, keberadaan Tuhan itu nyata buat gw. Di postingan ini, gw akan menceritakan 2 contohnya.


Pertama, Tuhan itu nyata buat gw ketika gw berhasil mendapatkan apa yang gw inginkan. Memang proses menuju ke keinginan itu gw dapatkan panjang dan berliku, tapi by the end of the day, gw mendapatkannya. Gw percaya ini andil Tuhan sih. Karena manusia walau udah berusaha sebesar apapun, jika Tuhan belum/tidak berkehendak, ya tidak akan terjadi. 


It’s like everything is written in advance by Him. Ini POV Tuhan versi gw, Tuhan itu writer sekaligus director hidup semua manusia. He wrote and directed it so perfectly, so detailed, sehingga ketika yang kita inginkan itu terjadi, terjadinya itu di waktu yang tepat, di situasi yang tepat, di momen yang tepat, everything leading up to the moment just make sense. Kita ga akan mempertanyakan lagi kenapa kita mendapatkannya. What He has decided meant to be yours, will be yours. 


Di pengalaman gw, ini terjadi di 2 hal. Pertama soal kuliah di luar negeri—yang adalah impian gw sejak kecil. Tapi kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan itu terjadi. But what God did was memperkenalkan entertainment—where I found my passion, dan beasiswa Purpose—yang pada saat itu sangat mendukung pertumbuhan akademisi dan praktisi bidang seni dan budaya. Sisanya ya tinggal gimana gw connecting the dots, mengikuti petunjuk-petunjuk ini, diiringi dengan niat dan usaha untuk mendapatkan yang gw inginkan, and so I got it.


Kedua soal karier. Wah ini lebih crazy lagi. Berkali-kali dikabulkan keinginannya. Masuk industri, masuk OTT, masuk Awe, bahkan to the point apa yang mau gw achieve di kantor aja, tahun ini dikabulkan berkali-kali. 


Awal tahun ini Awe datengin artis Korea untuk fanmeeting. Ini gw excited banget karena pengalaman baru buat gw. Dulu pernah sih datengin Dua Lipa dan Michael Owen. Tapi ga 100% involve di teknis meng-import 2 manusia ini, pun konsep acaranya gimana di luar kontrol gw. Bukan gw yang make the decision for all the technicalities. Jadi involvement gw bisa dibilang sedikitlah. 


Ketika masa persiapan fanmeeting artis Korea itu, gw masih di Awe, jadi masih involve walaupun tipis. Tapi kan gw cabut tuh Januari, jadi ngga bisa ikut sampai habis. A bit sad tbh. It’s a project I’ve been longing for a long time. 


That moment gw berdoa, “Ya Tuhan, aku ingin bikin fanmeeting dimana semua keputusan 100% ada di tanganku!”


Ga pake lama, tahun ini juga langsung dijawab loh sama Tuhan. Nggak cuma 1, langsung 2 fanmeeting sekaligus! Go to the kill!


Satu lagi cerita Tuhan mengabulkan apa yang mau gw achieve di kantor. Tahun lalu ketika di Awe, Awe itu bekerjasama dengan sebuah PH (kita sebut saja DM entertainment (yang gw pengen banget kerja bareng dari sekian lama). But of course, karena line of work saat itu tidak berhubungan dengan konten, gw tidak involve project-project Awe x DM. Setiap warga meeting dengan orang-orang ini, gw hanya bisa menatap nanar. Ketika berkunjung ke kantor merekapun, hanya menjadi plus one-nya warga. Sad.


Itu kejadiannya belum setahun yang lalu, literally minggu ini, QQ establish strategic partnership with DM.


CRAAAYYYZEHHHHH~~~


Suddenly I was there shaking hands with the top brass, bukan plus one lagi…


God is real, guys. Wkwk~~


Balik lagi ke bukti Tuhan itu ada. Alasan kedua gw percaya demikian, adalah ketika keinginan gw tidak terkabul! Ini menarik, because He works differently from when He makes my dream come true. 


Ketika keinginan tidak terkabul, Tuhan itu juga memberikan notifikasi. Wkwk~ 


Nggak didiemin aja gitu loh. Notifikasinya ini berupa petunjuk/signs yang bisa dilihat, dirasa, dicium, didengar, dicerna, apapunlah secara langsung ataupun ga langsung. Kadang instan, kadang berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun kemudian baru lo dapatkan. Tapi ketika mendapatkannya, lo jadi sadar kalo keinginan tidak terkabul ini adalah jalan yang terbaik buat lo. Anjay~


Contoh fenomena ini paling sering gw denger di konsep jodoh ya, atau konsep investasi juga sering. There’s a lot of signs that he/she’s not meant for you, or it’s not a good investment for you. Then you walk away, kecewa, ga rela, banyak pertanyaan. Tapi kemudian seiring berjalannya waktu, pertanyaan-pertanyaan itu terjawab, dan akhirnya, lo mencapai tahap ikhlas. 


Gw ada pengalaman lucu nih soal ini, HAHAHA! Jadi kan gw main CMB (heuuuuu~~) for the first time ever. Yeah, late, I know. There’s a lot of time I’m kinda allergic to dating apps. Jadi sekalinya main lagi tuh pasti pas lagi bosen banget aja. 


Anywayyy, so I found this guy. Very interesting. My type dari segi apapun. Kayak ga ada kurangnya. Gw juga tau this guy in real life (wkwk~). Nggak kenal, tapi persona dia lumayan terkenal. Di beberapa waktu in the past sebenernya ada kesempatan buat kenalan dan kerja bareng. But I didn’t do it for some reason. Udah lupalah kenapa, for a lot of reasons I guess, such as I wanna keep the relationship professional, ga mau ganggu kerjaan, perbedaan dunia, etc.


Now that I saw him again in a totally different setting, I was like okay this might be the chance, so let’s swipe right!


Eh bejir CMB ga ada swipe right or left~~ x__x


Kalo mau send likes/send flowers, HARUS BAYAR! Wtf?!


Aduh sorry banget nih, ini cuma kegiatan waktu luang yang gw lakukan karena lagi bosen banget aja. Kalo disuruh bayar sih no no, ya~


But then ternyata gw punya beans (currency mereka gitu, kalo mau send like ada harganya sekian beans) gratis, kayak complimentary for 1st time user. Tapi emang ga banyak. Jadi kesimpulannya, use your beans wisely. Selayaknya menghabiskan duit, menghabiskan beans juga harus sebijak mungkin.


Huff. Repot.


Harus bener-bener hati-hati nih. Only use your beans for those you’re 100% yakin dia bakal like you back, otherwise, jadi investasi bodong kannn~~ 


But I really like this guy, so fuck it, I spent my previous beans on him. 


……………..


It’s been 3 days. No sign of like back. :”


Investasi bodong anjir~ LOL


Well, it’s not like God never gave me clues. Wkwk~


Mungkin kalo yang sekarang gw harus melihatnya sebagai notifikasi dari Tuhan kalo dia emang bukan jodoh gw. Dipertemukan 2x tapi 22nya ga progressing, ya udah cukup jelas ya. Fyne~


Hihihi… Lucu ya.


Postingan ini bukan mau mengajak elo untuk percaya Tuhan ya. Cuma mau sharing aja. 100% opinion. Tidak membenarkan atau menyalahkan apapun. Kalo membuat lo jadi mau percaya juga, proceed at your own risk. Hehe


Okay that’s it for today. Bonus this cute and bloody delicious avocado chocolate dessert yang di-serve oleh DM untuk QQ setelah resmi strategic partnership. 





Enjoy the rest of the weekend~~