Showing posts with label share. Show all posts
Showing posts with label share. Show all posts

Sunday, August 23, 2026

Stop Listening

Hi, guys! How yall doing?


Beberapa hari belakangan lagi rame sebuah podcast di-cancel karena host-nya yang mem-branding diri women empowerment berfoto bersama rezim di acara 17-an. Yang dipermasalahkan bukan fotonya, tapi kesadaran mereka untuk datang ke acara tersebut, lalu berfoto bersama rezim dan meng-upload ke social media. Padahal mereka mengklaim diri sebagai representasi perempuan Indonesia, kelompok marginal yang sering didzolimi juga oleh rezim. 


The internet raged. The amount of hate was crazy. Buka X, mereka dihujat. Buka Thread, mereka dihujat. Bahkan di TikTok yang konsep platformnya Happy Go Lucky aja, mereka dihujat~ Buset dah~


Gw sendiri tidak pernah menjadi pendengar mereka. Paling cuma nonton cut clips-nya aja di TikTok, itu juga ga follow. Cuma yang lewat FYP aja.


Ga pernah relate sama apa yang mereka omongin. Kesan yang muncul setelah melihat cut clips-nya adalah “oh podcast tante-tante sosialita metropolitan”—sangat jauh dari kehidupan dan social background gw. Yang dibahas memang isu-isu sosial tapi nggak dalam sih. They definitely don’t have full context and/or full awareness of the stuff they talk about. Rata-rata cuma opini mereka terhadap isu sosial tersebut by bringing their personal stories. When this happened, wah ini bagian paling gengges. NPD semua anjir~ xD


Berbahasa Inggris pula, like why? Itu aja udah menjadikan konten mereka sangat tidak inclusive. Perempuan Indonesia mana yang tante-tante ini wakili dengan berbahasa Inggris?? Ibu-ibu yang jualan di pasar? Mbak-mbak driver gojek? Kakak-kakak kantoran yang tiap hari berangkat jam 4 pagi naik KRL? Teteh-teteh yang livestreaming jualan tengah malem di TikTok?


So yeah, never interested in following them. I know some of my friends are fans of them, tapi ga bikin gw ikut-ikutan. Gw bahkan pernah ketemu salah satunya di acara Awe tahun lalu karena beliau adalah aktris di seriesnya Awe. She is indeed a very nice person to talk with. Tapi ga bikin gw jadi ngefans, she doesn’t have that star aura I think.


Mbak ini juga dulunya jurnalis di Metro TV. She kicked ass back in the day, sering liputan lapangan yang berat-berat. Terlihat sangat tangguh! Ngl, gw sempet bermimpi punya jalur karier yang sama dengan beliau karena buat gw waktu itu beliau sangat inspiring. But again, fakta ini pun tidak membuat gw jadi ngefans sama dia. 


Anyway, bukan itu yang mau gw bahas di sini. Ketika gw melihat fenomena podcast itu viral, my response was… wow yall really still have time and energy and niat to listen to a podcast? Wkwkwk


I mean, my days of listening to podcasts are totally over. Like… sekarang udah terlalu sibuk dan terlalu lelah untuk mendengarkan people talking about shit they claim to care about. 


Gw juga ga pernah menjadi pendengar aktif podcast sih. Paling dengerin/nonton kalo bintang tamunya gw suka aja. Few years ago, I was watching Vindes karena lucu dan cara mereka memilih bintang tamunya bagus—temen2 mereka sendiri. Jadi nonton podcast mereka experiencenya seperti masuk ke tongkrongan mereka dan becanda bareng mereka. 


Few years ago juga, I listened to Raditya Dika karena dia punya approach yang berbeda untuk podcast, misalnya dengan mendatangkan experts dan menanyakan 100 million dollar questions yang semua orang pengen tahu jawabannya. Kalaupun mendatangkan public figure entertainment, Radit kan ga bahas gosip ya, angle yang dia bawa lebih kritis dan intelek, jadi masih ada dagingnya bahasannya. 


But then as time goes by podcast-podcast itu mulai masuk kepentingan-kepentingan seperti sponsor sehingga mau ga mau bahasannya harus leading to what they want, jadi ga berimbang lagi. Kalo di kasus Vindes ga tau kenapa sekarang host-nya rame banget, jadi orisinalitas Vindes yang cuma Vincent & Desta hilang.


So I stopped listening. Gw cuma dengerin podcast topik-topik tertentu aja, misalnya One Piece. Hehehe~ Karena tujuan utama dengerin podcast bukan lagi mencari daging, tapi simply pengen dihibur aja. Pengen ketawa. Pengen rehat dari kerjaan dan masalah-masalah duniawi lainnya.


Seriously, sekarang udah terlalu capek listening to other people’s opinion. They are all bulshit anyway. Ngapain sih dengerin opini? Itu kan cuma ramuan konten yang dibuat-buat sama mereka aja demi views dan engagement. Ujung-ujungnya biar cuan~ Opini mereka belum tentu bener, belum tentu jujur, dan kagak ada hubungan/pengaruhnya sama sekali untuk hidup lo. Udahlah ga usah didengerin~


Nowadays, people take other’s opinions too seriously. Once blunder, langsung pada baper, tersinggung, ngehate parah, cancel everything. Yall getting too deep, bro. It’s just opinion~


Dahlah kata gw stop listening. Mending dengerin berita aja. Bencana alam di Sumatra dan NTT, kebakaran hutan, dan evakuasi satwa liar lebih penting untuk kita perhatikan daripada some opinions in a podcast, really. Hidup jadi WNI itu masalahnya udah terlalu banyak. Tiap hari ada aja masalah baru yang harus dipikirin dan dicari solusinya. Jadi, ga usah dengerin other people’s opinion yang malah menuhin-menuhin otak lo. Focus on your life.


Sekian dan terima gaji.


Sunday, June 28, 2026

Me Wassup #120 - Jalan Sehat di CFD, Bapil, Aussie Throwback

Hi, guys! How yall doing?


How’s everyone's weekend? It’s a very busy weekend buat orang-orang Jakarta. Ada perayaan ultah Jakarta di Bunderan HI dan sekitarnya. Jalanan banyak yang ditutup. Tidak recommended untuk dikunjungi… tapi gw tetap ke sana.


LOL. Yupp. Tadi pagi abis CFD, ikutan acara Jalan Sehat Bersama Ibu yang diadakan Leo Pictures untuk promo film Jangan Buang Ibu. Kok tiba-tiba bisa ikutan acara ini??? Ceritanya nyokap gw fomo ketika gw sama ade gw ikut One Piece Run, karena beliau tidak diajak. Monmaap Bu, One Piece Run kan ada batas usianya ya…… Wkwk~ 


Beliau sudah lama request pengen CFD sambil staycation.So ketika Leo Pictures mengumumkan ada acara ini, let’s go-lah kita ajak Bu Endang. Buka kamar di Grand Sahid, hotel orba murmer yang servisnya makin lama makin kacrut, tapi karena lokasinya bagus hotelnya tetep laku. Jam 6 teng keluar buat flag off. Rutenya dari hotel belok kanan sampai Bunderan HI, putbal, jalan menuju Karet, putbal di jembatan Pinisi, balik hotel. Total 5km.





Semuanya jalan, ga lari, so no pressure at all. Menuju garis finish Bu Endang kebelit pipis jadi kita cheating nyebrang lewat terowongan MRT biar lebih cepet sampai ke hotel. Gw pun laper berat sih jadi kudu cepet balik hotel buat breakfast sebelum rombongan besar balik, nanti malah ga dapet tempat di restoran~ 


Overall good experience walaupun karena kita jalur gratis (gw dikasih gratis karena kantor gw lagi kerjasama sama Leo Pictures) sehingga ga dapet medal. But who cares about medal? Medali One Piece Run aja sekarang bingung mau diapain. Ada yang mau? Gw jual 500k. Wkwk~


Acara berlangsung cepat, jam 10 kita udah balik kamar. Masih ada 2 jam sampai check out, sempet mandi, bobo bentar, beberes. Sebelum pulang, menikmati kehangatan hot cacao dark-nya RR Chocolate dulu yang berlokasi di sebelah hotel persis. Mumpung udah di situ kan. 


Ah.. Sungguh nikmat.. Sementara rupiah masih lemah dan kita belum bisa ke LN untuk menikmati Max Brenner, kita tambal dulu kerinduan ini dengan RR Chocolate.


Overall weekend yang menyenangkan yang membuat gw lupa kalo gw lagi sakit. Bapil sejak jumat kemarin. Kecapean + ketularan temen kantor yang duluan sakit. Pileknya sih udah menuju sembuh, tapi batuknya somewhat bertransformasi jadi radang tenggorokan~ 


Sialnya gw sedang kehabisan Ketricin karena udah lama ga radang~ Tapi nyokap gw kemudian memberikan “obat” baru oleh-oleh temennya dari Aussie:





It’s called Propolis & Manuka Honey Spray.


Another amazing product from Aussie! Works like magic! Sorethroat gone in 5s!


Tapi balik lagi sejam kemudian. Hahaha~ Jadi harus rutin semprotnya. Yes, cara pakenya disemprot ke tenggorokan, bukan diminum. Well, ujung-ujungnya keminum juga sih setelah kecampur saliva~


Minggu ini banyak yang bikin gw throwback Aussie. Hari Senin ketemu Acha Septriasa untuk pemotretan next title. Kita mengobrol, ternyata kita punya beberapa kesamaan. Pertama pernah tinggal di Aussie. Beliau Sydneysiders. Sedangkan gw formerly Melbournian. Lalu sama-sama kuliah di Aussie juga. Beliau di Curtin, Perth. Gw di Unimelb, Melbourne. 


Perbedaan kita yang lain, dia udah nonton musical Anastasia, gw belom~ LOL sad~~


Ga terasa tahun ini 10 tahun setelah gw menginjakkan kaki pertama kali di Aussie. 2016-2026. 10 tahun yang lalu, hari gini lagi degdegan counting down meninggalkan Indonesia. Seperti apa hidup baru yang menyambut gw di down under? Is it going to be friendly to me? Am I gonna make friends? Am I gonna do well in school?


Aah.. Nostalgic. Yang mau mengikuti perjalanan gw di Aussie bisa baca arsip blog 2016 (start Juni)-2017 ya.


Ooh the amazing June is about to end~ I don’t have anything to look forward to in July.. No events, no concerts, no reunion.. Ngapain ya biar semangat?


Butuh liburaaaann.. Naik pesawaaaattt.. Get the F out Konohaaaa~~~


Ah bikin Indomie dulu deh biar ga bete~ Fufufufu


See ya~


Sunday, June 14, 2026

The Lion King Live Concert Review

 Hi, guys! How yall doing?


Just a quick post to review The Lion King Live Concert which I just watched yesterday. 


Gw penggemar berat The Lion King sejak umur 6 tahun. It’s still my favorite Disney IP until now. I’ve seen TLK in all art forms:

- Original Film

- Live Action

- Broadway/Musical

- Festival (in Disneyland, seasonal)

- 30th Anniversary Concert at the Hollywood Bowl (on Disney+)


I believe TLK is the first film I watched in cinema in 1994–tapi nyokap gw bilang bukan. “Ga mungkin kamu pertama kali ke bioskop umur 6 tahun, orang umur 3 tahun aja udah diajak~” Tapi pas diminta mengingat film apa yang Seeta kecil 3 tahun nonton, beliau ga ingat~ Hadeh padahal kan itu milestone penting ya, especially now knowing I grew up being part of/dedicating my life to that industry. :D


Alhamdulillah berkesempatan menonton TLK Live Concert kemarin, menambah panjang daftar koleksi experience art form TLK. :D





TLK Live Concert itu… mahal. LOL~


I mean compared to Disney Renaissance Trust Orchestra April lalu, harga tiketnya termurahnya cuma 300k. TLK Live Concert termurah 900k~


Gw hampirrr ga jadi beli, tapi kok ya ga rela.. I mean kalo ini IP lain biarin deh, tapi ini TLK.. Karya-karya Hans Zimmer dan Elton John.. The best music ever composed for a Disney movie. Ah fuck it! Beli aja deh~~


Ternyata ga nyesel kok. Worth every weak Rupiah. I got chills the entire time. The most important soundtrack and scoring in my life just came to life! 


Konsepnya nonton film dengan live scoring/music, jarang-jarang kan punya experience begini.


Dari yang gw perhatikan kemarin, orkestranya lebih banyak mainin part Zimmer alias part scoring. Part soundtrack dimainin tapi ga full satu lagu gitu. Kayak cuma reff-nya, atau bagian-bagian klimaks dari lagu itu. Mungkin supaya ga overshadow suara nyanyinya. Padahal mah overshadow aja gapapa, it’s not like we haven’t watched the movie. Saiia sudah hapal semua adegan dan script TLK sejak umur 6 tahun nih kebetulan. Wkwkwk~


Live concert pengalamannya unik sih. Sambil nonton film ada sekelompok orang yang kerja di depan muka lo gitu. Agak susah fokus. Kebetulan gw duduk paling depan jadi bisa liat dengan sangat jelas orang-orang ini bekerja. Terus jadi paham di lagu/scoring apa, instrumen apa yang paling bekerja keras. Kayak pas Stampede, double bass main udah kayak jungkir balik. 


Jadi mengenal tipe-tipe sound di sebuah lagu/scoring juga. Oh ini biola, oh ini cello—yang ternyata beda sama double bass (catet!), oh ini perkusi—yang ada drum, timpani, dll,oh ini bassoon—instrumen yang dikuasai Stephanie, bestie gw di Melb who’s part of an orchestra as well. Mayanlah belajar biar lebih kalcer. 


But of course kita tidak boleh melupakan elemen filmnya ya. TLK ditonton 30 tahun kemudian tentu feel-nya berbeda. Semakin tua, gw semakin mengapresiasi musiknya. Betapa nge-blend musiknya dengan adegan dan emosi karakternya. Walau sudah 30 tahun, musik ini tetap ga ngebosenin. Timeless banget, Hans Zimmer & Elton John sungguh sangat visioner. Gokil!


Elemen film lainnya yang berkesan buat gw adalah… the one and only:





Gw udah berulang kali mention bahwa Timon is my favorite Disney character of all time. Di sini, sini, dan sini.


Timon is another timeless masterpiece from TLK. Semakin tua, karakter Timon semakin lucu dinikmati. Gila. Padahal the same script, the same scene, the same expression, tetep lucu njir! Kok bisa ya???


Anyway paling itu aja yang bisa gw ceritain. So happy to get the opportunity to enjoy yet another art form of TLK. Next-nya apa? Pergi langsung ke safari Masai Mara di Kenyakah untuk ketemu Simba in person? Hehehe


Byeee~~


Saturday, May 30, 2026

Me Wassup #119 - Wrapping Up May

Hi, guys! How yall doing?


Tak terasa bulan Mei yang sibuk ini sudah mau berakhir. Selamat tinggal, bulan baik. Bulan ini banyak senengnya, banyak belajarnya, banyak re-connect sama temen2 lama, kenalan sama temen2 baru, baik di internet maupun dunia nyata. Walaupun ada kejutan-kejutan “manis” di pekerjaan, first big event, first drama, and everything else in between, tapi overall tetap bulan yang baik. 


Update sedikit dari postingan sebelumnya, hari Minggu kemarin gw menjalani treatment kedua as birthday perks dari BCA. Kali ini di Menard Shop & Spa dengan treatment Embellir Whitening Pack senilai 1,7 juta. Konon ini adalah treatment anti-aging termasuk kerutan, kering, kusam, dan tekstur kasar. Cucooookkk! Wkwk~~






Tempatnya Japan vibe gitu kayak Kokuo. Menard ini emang asal Jepang. Service-nya 5-star juga kayak Tosca. Tapi pas nunggu ga dikasih cemilan. :p


But it’s okay, the treatment itself 90 menit, termasuk facial dan shiatsu back massage. Facialnya termasuk cleansing, serum, masker (2 jenis, but again, ingatan gw seperti kura-kura, lupa aja aja), dan suncreen.


Hasilnya? Wow. Ini hari ke-6 sejak treatment, gw ga pake skincare apa-apa karena kulit gw masih halus dan kenyal banget guysss~~


Makasih ya BCA!!! <3


Anywaayy.. Gw ga jadi nonton F4 karena satu dan lain hal. But believe it or not, gw ga merasa FOMO pas ngeliat fancam orang-orang. Mungkin benar gw hanya menyukai IP-nya, Meteor Garden dan Hana Yori Dango. Elemen-elemen pendukung di dalamnya seperti F4, biasa aja. It feels good to see Jerry (my first love) and Vic (my gege) in good health and good shape though. They look happy with this concert. That’s enough for me.


On more personal notes, gw lagi mengalami dilemma. So the last couple of months gw merasakan perubahan yang cukup nyata di tubuh gw. Beberapa bulan terakhir, gw kalo mens ga sakit atau sakitnya minimalis dan bisa ditahan. Ini aneh, karena biasanya gw bisa bener-bener lumpuh di hari pertama dan kedua mens sampai harus minum all sorts of medicine. 


Mungkin kedengerannya bagus, but I feel something weird. Kalo mens ga sakit, itu biasanya karena gw sedang menjalani pola hidup sehat. Rajin olahraga, jaga makan, rajin minum vitamin, dll. Ini tuh nggak. Gw udah berbulan-bulan ga olahraga, makan pun sembarangan. Jadi ketika mens ga sakit, ini aneh.


Gw juga notice durasi mens semakin sedikit. Biasanya 7 hari, sekarang 4-5 hari aja udah kelar. Mungkin bagus, irit softex. But on the other side, ini berarti jumlah sel telur gw berkurang~


I’m doing the math and something strikes me: am I experiencing pre-menopause???


So I look it up, ask people around. 


Untuk urusan mens jadi ga sakit, menurut Elia yang adalah sarjana sains, itu karena di atas umur 35 ada hormon yang berkurang/hilang di tubuh perempuan. Estrogen or progesteron or something. Ini make sense, karena bertahun-tahun yang lalu ketika gw ke ginekolog untuk masalah mens sakit ini, dokter bilang ini karena hormon gw tidak seimbang. Now that the hormon is (slowly) gone, the pain is gone as well. 


And yes, another sign of it is volume haid fluktuasi (bisa berkurang atau berlebih), in my case, berkurang karena sekarang durasi haid cuma 4-5 hari. 


Tbh, idk how I should feel about it. Harusnya bagus ya kalo ga sakit kan ga ganggu kegiatan sehari-hari. Bagus juga kalo mens lebih cepet, so I’m getting better sooner as well. But somehow I also feel… at loss~ Like a part of me is gone and will never come back~


Terus sedih beb~ :”(


Damn it, hormones!!!


Ternyata bener tubuh perempuan itu ada waktunya. I mean, I’ve known this fact for a long time, but I never thought it would strike me this hard right after I turn 37.


Panik. Panik. Panik.


In a couple of years, gw harus menerima fakta kalau gw ga akan bisa hamil dan punya anak~ 


C.R.A.Z.Y.


I do want to have kids. I do want to experience pregnancy and motherhood. 


………


So i’m thinking of plan B and remember… Luna Maya.


I’ve learned the procedure, it looks scary as fuck. But hey, tahun ini belum ada kegilaan yang di-checklist kan? Nyehehehe~


So, bismillah Q4 2026. Ngumpulin duit dan nyali dulu!


Speaking of nyali… I’ve just signed up for a marathon event!


Tuhan itu emang maha baik ya. Gw ga dapet F4, langsung dikasih gantinya yang ga kalah seru:




Yupp! I’ll be joining the fun next week! Sekarang statusnya lagi checkout kacamata Doflamingo di Shopee. Wkwkwk~~


Emang bangke nih One Piece~ Makin hari bikin gw makin cinta~


Dulu pas awal-awal suka janjinya kan cuma nonton animenya aja, ga sampe tahap spending money. Sekarang terhitung udah 2x ke One Piece Cafe dengan ARPU minimal 500k dan udah punya topi jerami, topinya Ace, dan upcoming kacamatanya Doffy~ 


Casetify collab juga udah di keranjang kuning tuh dari berbulan-bulan yang lalu. Tinggal nunggu khilaf aja terus checkout~


Gw abis nonton podcast ini:





.. and I thought, ih seru juga ya main tebak-tebakan karakter gitu!


But I have no one to play with so guess what I do!


Merapat ke ChatGPT! LOL!


Bisa guys main sama mba GPT! Seru juga walaupun doski no emotion, just bot. LOL!!!


Dah ah, mau ke salon, abis itu ke kondangan. Byeeee