Hi, guys! How yall doin?
Gw baru aja checkout e-passport di M-Paspor. Ghileee mahal yee 950k! Ini orang miskin ga boleh ke luar negeri apa gimana sih konsepnya? Udah rupiah lemah, tiket pesawat mahal, bikin international identity yang harusnya gratis kayak KTP juga mahal~ Ga tobat-tobat ni negara.. Heran~
Anyway gw bikin paspor baru karena gw mau planning a trip in November/December. Sebuah keputusan mendadak, padahal setelah menghabiskan sebulan di Bali awal tahun ini, gw bersumpah ga mau liburan “mahal” lagi. Mahal karena harus ke luar negeri. Bosen banget gw di Jakarta~
Tapi in this economy planning a trip bukan sesuatu yang mudah. Dulu ga pake mikir mau kemana, sekarang mikirnya sampe pusing sendiri karena RUPIAH LEMAH BANGET ANJIR~ Moreover, I didn’t gain much this year. Cuma bergantung ke single income. Pake acara “dirampok” negara lagi awal tahun, kena Kurang Bayar pajak gegara resign. Apeslah~
Definitely ga bisa ke Eropa/Amerika karena out of budget, jadi main di Asia aja. Karena alasan budget juga gw mau stick to SEA this time dan konsep liburannya diubah, bukan lagi exploring new places.
So, mari kita cari konsep liburan lain. Pertama, how about walking down memory lane?
Pada suatu pagi, si Cicik, office manager gw, cerita dia baru balik dari Johor Bahru alias JB. Somewhat this story took me back to 16 years ago when Bone brought me there for the first time.
How time flies.. Masih mahasiswa lho waktu itu. Gw inget kita mau nonton bioskop, ada diskon student perks dengan menunjukkan kartu mahasiswa—tapi Singaporean & Malaysian campus only. Kartu mahasiswa UI gw kagak berlaku. Syalan! Padahal Bone dan temen2nya mahasiswa kampus swasta ga jelas doang di sana, kampus gw yang bawa nama bangsa ga berlaku???
Anyway, I don’t really remember what I did in JB. Yang pasti makan, belanja, dan nonton bioskop. But I did remember one thing: I was happy. It was quite an adventure for 20 y.o me. Hopping onto an inter-country bus, passing through SG-MY border, touching down MY for the first time…
![]() |
| Blast from 2010 (why was I so girly? LOL) |
Damn… I want to experience it all again!
So that’s one destination decided.
Kalo ke JB, pasti nginepnya di Singapore dong, alias rumah Bone. Sebagian besar waktu akan dihabiskan di sana. Kalau begitu, mari kita putuskan konsep traveling yang kedua: working in Singapore.
I know, traveling kok working? Well, I’ve always been wanting to work abroad. Like real work as an employee, ga cuma part-time atau kerja kasar macem di Melbourne waktu itu. Bukan biztrip juga ya, karena kalo biztrip kan udah ada agendanya sendiri tuh. Yang gw mau ya beneran kerjain kerjaan business as usual, tapi dari luar negeri and not gonna lie, Sg has been my top of mind on this.
Kebetulan saya belum setahun ya di kantor sekarang, cuti masih sedikit. Jadi dengan “working in Singapore”, nggak ngabisin jatah cuti saya walau sambil liburan. Hohoho~
Anyway ada cerita lucu, mungkin ini yang namanya manifestasi juga. Jadi, tahun lalu, gw pernah ke kantornya Awe di Sg, sebelum gw actually jadi karyawan di sana. Sebelum diterima di Awe, kebetulan gw sudah ada plan untuk nonton Wicked di Sg. Jadi ketika akhirnya diterima I was like, “Sekalian aja mampir ke kantor Awe, jadi kalo suatu saat ditugaskan untuk ke sana, gw sudah tau posisinya dimana!”
It never happened of course. LOL
Tapi gw indeed udah ke kantor Awe (cerita dan fotonya di sini), ditemenin sama Bone yang kantornya kebetulan juga di sana. Terlalu banyak kebetulan di dunia ini. Wkwk~
So yeah, I visited Marina One. Such a cool building, bisa ada hutan tropis buatan lengkap dengan hujan buatan di tengah-tengah perkantoran gitu. Alas, belum berjodoh sama kantor yang berlokasi di West Tower itu. Tapi Allah Maha Baik, gw dikasih jodoh kantor lain yang juga punya cabang di Singapore. So I will be visiting that. Tidak se-fancy Marina One, but more than enough for me to scratch “working in Singapore” off my bucket list. See you soon, 71 Robinson Road! <3
Last but not least, kalo ke Sg ga ngejar event tuh kayaknya belum afdol ya. Ternyata ada Cats musical bulan Oktober-November! Wah pas tuh! Gw belum pernah nonton Cats juga! Lezgoooo~~~
So yeah, mari kita habiskan rupiah lemah ini di negara dunia pertama segede upil itu. Gapapa. Tahun ini kita humble dulu aja liburannya, ga usah terlalu ambi. Semoga Indonesia membaik sehingga tahun depan bisa liburan yang lebih ambi. Bone’s idea on Africa is really tempting tbh! Wkwk
Byeee~~


