Sunday, September 27, 2026

Planning a Trip in This Economy

Hi, guys! How yall doin?


Gw baru aja checkout e-passport di M-Paspor. Ghileee mahal yee 950k! Ini orang miskin ga boleh ke luar negeri apa gimana sih konsepnya? Udah rupiah lemah, tiket pesawat mahal, bikin international identity yang harusnya gratis kayak KTP juga mahal~ Ga tobat-tobat ni negara.. Heran~


Anyway gw bikin paspor baru karena gw mau planning a trip in November/December. Sebuah keputusan mendadak, padahal setelah menghabiskan sebulan di Bali awal tahun ini, gw bersumpah ga mau liburan “mahal” lagi. Mahal karena harus ke luar negeri. Bosen banget gw di Jakarta~


Tapi in this economy planning a trip bukan sesuatu yang mudah. Dulu ga pake mikir mau kemana, sekarang mikirnya sampe pusing sendiri karena RUPIAH LEMAH BANGET ANJIR~ Moreover, I didn’t gain much this year. Cuma bergantung ke single income. Pake acara “dirampok” negara lagi awal tahun, kena Kurang Bayar pajak gegara resign. Apeslah~


Definitely ga bisa ke Eropa/Amerika karena out of budget, jadi main di Asia aja. Karena alasan budget juga gw mau stick to SEA this time dan konsep liburannya diubah, bukan lagi exploring new places. 


So, mari kita cari konsep liburan lain. Pertama, how about walking down memory lane?


Pada suatu pagi, si Cicik, office manager gw, cerita dia baru balik dari Johor Bahru alias JB. Somewhat this story took me back to 16 years ago when Bone brought me there for the first time. 


How time flies.. Masih mahasiswa lho waktu itu. Gw inget kita mau nonton bioskop, ada diskon student perks dengan menunjukkan kartu mahasiswa—tapi Singaporean & Malaysian campus only. Kartu mahasiswa UI gw kagak berlaku. Syalan! Padahal Bone dan temen2nya mahasiswa kampus swasta ga jelas doang di sana, kampus gw yang bawa nama bangsa ga berlaku??? 


Anyway, I don’t really remember what I did in JB. Yang pasti makan, belanja, dan nonton bioskop. But I did remember one thing: I was happy. It was quite an adventure for 20 y.o me. Hopping onto an inter-country bus, passing through SG-MY border, touching down MY for the first time…



Blast from 2010 (why was I so girly? LOL)



Damn… I want to experience it all again!


So that’s one destination decided.


Kalo ke JB, pasti nginepnya di Singapore dong, alias rumah Bone. Sebagian besar waktu akan dihabiskan di sana. Kalau begitu, mari kita putuskan konsep traveling yang kedua: working in Singapore. 


I know, traveling kok working? Well, I’ve always been wanting to work abroad. Like real work as an employee, ga cuma part-time atau kerja kasar macem di Melbourne waktu itu. Bukan biztrip juga ya, karena kalo biztrip kan udah ada agendanya sendiri tuh. Yang gw mau ya beneran kerjain kerjaan business as usual, tapi dari luar negeri and not gonna lie, Sg has been my top of mind on this. 


Kebetulan saya belum setahun ya di kantor sekarang, cuti masih sedikit. Jadi dengan “working in Singapore”, nggak ngabisin jatah cuti saya walau sambil liburan. Hohoho~


Anyway ada cerita lucu, mungkin ini yang namanya manifestasi juga. Jadi, tahun lalu, gw pernah ke kantornya Awe di Sg, sebelum gw actually jadi karyawan di sana. Sebelum diterima di Awe, kebetulan gw sudah ada plan untuk nonton Wicked di Sg. Jadi ketika akhirnya diterima I was like, “Sekalian aja mampir ke kantor Awe, jadi kalo suatu saat ditugaskan untuk ke sana, gw sudah tau posisinya dimana!”


It never happened of course. LOL


Tapi gw indeed udah ke kantor Awe (cerita dan fotonya di sini), ditemenin sama Bone yang kantornya kebetulan juga di sana. Terlalu banyak kebetulan di dunia ini. Wkwk~


So yeah, I visited Marina One. Such a cool building, bisa ada hutan tropis buatan lengkap dengan hujan buatan di tengah-tengah perkantoran gitu. Alas, belum berjodoh sama kantor yang berlokasi di West Tower itu. Tapi Allah Maha Baik, gw dikasih jodoh kantor lain yang juga punya cabang di Singapore. So I will be visiting that. Tidak se-fancy Marina One, but more than enough for me to scratch “working in Singapore” off my bucket list.  See you soon, 71 Robinson Road! <3


Last but not least, kalo ke Sg ga ngejar event tuh kayaknya belum afdol ya. Ternyata ada Cats musical bulan Oktober-November! Wah pas tuh! Gw belum pernah nonton Cats juga! Lezgoooo~~~


So yeah, mari kita habiskan rupiah lemah ini di negara dunia pertama segede upil itu. Gapapa. Tahun ini kita humble dulu aja liburannya, ga usah terlalu ambi. Semoga Indonesia membaik sehingga tahun depan bisa liburan yang lebih ambi. Bone’s idea on Africa is really tempting tbh! Wkwk


Byeee~~


Sunday, September 20, 2026

Me Wassup #124: Si Tone Deaf (lagi), Main ke Galeri, Prime Video, Reaktif

Hi, guys! How yall doin?


Memasuki wilayah waktu Indonesia bagian bengong paska event. You know that kind of jetlag yang biasanya lo sibuk banget sekarang tiba-tiba ga ngapa-ngapain? Yha sekarang lagi di fase itu.


A lot has happened sejak postingan terakhir. Abu vulkanik alhamdulillah sudah hilang, gunung Anak Krakatau udah ga batuk-batuk lagi, transportasi darat, laut, dan udara sudah beroperasi normal lagi. 


Seorang aktris/penyanyi/influencer baru kena cancel. Wkwk~ Yang ini epic banget sih, ga ada angin ga ada hujan (well ada gunung meletus dan karhutla sih) blunder sendiri akibat being a tone deaf. Sindrom “rich gurl can’t just shut up” padahal hidupnya dia paling ga berdampak dan paling adem ayem di tengah carut marut Konoha. Tapi ya namanya orang NPD pasti selalu cari perhatian, eh blunder, kena cancel deh. LOL


It’s about time sih orang ini kena cancel, tone deaf dari dulu. Toxic sampai ke akar-akarnya akibat didikan emaknya yang mamah artis ambi mentok. Wah, Kris Jenner salim sama dia sih. Dianya ga kesampean jadi artis, jadi channeling NPD ke anaknya. Merasa anaknya ter-the bezt. Well yeah, I knew a thing or two about this family, warisan gosip/fakta yang tertunda dari majalah XXXXX. Saksi bisu kegilaan keluarga itu in the past. Nyehehehe~


Well, let’s not talk further about her, ga worth it. Intinya seneng dia kena cancel, memang sudah waktunya. Investasi bodong pemrentah yang kagak ada kontribusi apa-apa buat negara. Byeeee~~~


Minggu ini juga reconnect dengan Auwri. Curhat sampe bego sambil makan soto gebrak di Setiabudi. Thanks for listening to my story, bestie. <3


Kemarin reconnect juga sama Iip. Kita ke galeri di Lebak Bulus bernama Semesta Gallery, temuan fyp Tiktok-nya Iip. Kirain gallery apaan, ternyata lukisan karya seorang mas-mas skena yang terinspirasi dari musik. Jadi lukisannya itu semacam versi visual dari lagu yang sedang beliau dengarkan. Ada keterangannya karya X itu dibuat ketika mendengarkan lagu Y. Yaa okelah, lumayan edgy konsepnya. 





Sayang galerinya terbuka sehingga panas, kalo dateng siang-siang pasti bersimbah keringat. Gw sama Iip semacam mengulang adegan Cirebon 2026. Keluar dari sana baju basah kuyup~


Kemudian kita ke Urban Forest Cipete, first time for me. Oh begini toh isinya. Karena datengnya siang-siang, masih sepi. Katanya kalo sore suka ada pertunjukan musik atau bazaar. Yha next time-lah ke sini lagi. 


Lalu kita meluncur ke PI menghadiri premiere film Ibu Bagaimana Aku Tanpamu? produksi Falcon. Yang main Marsha Timothy, aktris Chungmuro kebanggaan tanah air. Tidak usah diragukan lagi aktingnya. Itu film alurnya sebenernya sangat sederhana, tentang bagaimana seorang ibu yang sakit menghabiskan sisa-sisa hidupnya. Adegan-adegannya juga ga berlebihan atau gimana, tapi berhasil bikin gw ngembeng berkali-kali. The power of good writing.


Beda sama film bertema ibu yang dirilis beberapa bulan lalu. Cast-nya udah heboh banget, adegan-adegannya banyak yang lebay, marketing lebih ambi daripada kampanye presiden, tapi filmnya hampir ga berasa buat gw. Cuma “oh yaudah kehidupan ibu dari muda sampai tua” aja. Prostetik ibunya jelek. Wkwk


Anyway, gw sekarang lagi jadi penonton Prime Video. Alhamdulillah dapet “keluarga” di sini, dipungut sama Opiq yang punya paket family. Hahahaha~~ 


Penasaran pengen nonton Reacher karena Agnez Mo. Pas nonton eh ternyata season 4 yang ada dia justru yang paling b aja dibanding yang lain. Season 1-3 better. Nonton in one seating ga berenti~ Tapi Agnez okelah aktingnya, keliatan kurang latihan aja. Terakhir akting kan Pernikahan Dini ya? Wkwk


Lalu nonton Off Campus yang udah dijual Iip dari berbulan-bulan yang lalu. Bagus juga. Cast-nya cakep2 amat woy. Kagak ada yang gagal itu face card. Nemu dimana sih Prime remaja-remaja good looking ini?


Off Campus konon dibikin pake budget minimalis tapi jadi series remaja/coming of age paling laku di Prime. Mantap! 


Last but not least, belakangan ini gw notice kalo gw reaktif banget guys. Kayak bom. Especially when dealing with crisis yang gw belum pernah punya pengalaman sebelumnya. Hadeuh. The panicking is all over the roof and the next thing I know, langsung meledak~ Otak tidak bisa berpikir jernih, just want to get things solved quickly~ Kayak pemadam kebakaran, ga pikir panjang langsung siram~ 


This is not good.


Dulu pas kerja di Errthing banyak orang-orang yang hobinya panicking over things gini. I’m proud I was never one of them. Lha sekarang gw jadi one of them?! Fuck this shit!


Definitely ga boleh dibiasain. Separah apapun krisisnya, harus tetap inget untuk berpikir jernih. Inget sekarang posisinya udah bukan warga, tapi leader. Ga bisa reaktif-reaktif gini, harus tetep pikirin bibit bebet bobotnya. Every decision has risks, but you can minimize them. Caranya gimana ya dengan tetap berpikir jernih apapun situasinya. 


Yang perlu dilatih adalah kecepatan berpikirnya. Ini tentunya adalah skill yang harus di-practice. Karena practice makes perfect. Cara practice-nya gimana? Ya kasih aja crisis terus-terusan. Lama-lama juga belajar. Wkwk amit-amit~


Any better methods? Let me know!


Byeeeee


Monday, September 7, 2026

Bertubi-tubiii

Oh man, I can't believe how relieved I was when I closed my laptop earlier today.


Gila cobaan kerjaan bertubi-tubi~ Everything everywhere all at once~


Jumat kemarin padahal kita baru technical meeting dan semuanya lancar jaya sentosa. We had a peaceful weekend thinking everything’s gonna be okay.


But then, gunung meletus. Duaaaarrrrrr~~


Penerbangan berhenti. Bandara ditutup. Acara terancam batal.


Belum sempat mencerna apa yang terjadi, duaaarrr acara yang lain harus ganti venue~~~


Belum sempat mencerna apa yang terjadi untuk kedua kalinya, duaaarrr tanggal acara ketiga harus diganti~~~


What the fuck is going on???


Universe is pranking us in every way possible~ Goddamnit~


I don’t usually like year-end but seriously can we skip to December please?





Random Luffy quotes to remind me what I sign up for.