Showing posts with label holiday. Show all posts
Showing posts with label holiday. Show all posts

Thursday, March 19, 2026

Bali 2026 Recap - Part 2 [END]

 Hi, guys! How yall doin?


Let’s get this shit done so we can move on to more interesting parts of my life. Wkwk


1-5 Feb - Legian Bound


Staying at: This Airbnb


Story:


Wanted to try Airbnb so I think the safest bet yang rumahnya nggak zonk di Legian, daerah yang udah rame dari sananya, they won’t play around with the service. Found that villa, not bad, cuma kecil aja. Tapi nyokap gw sih suka karena konsepnya open space gitu, mataharinya banyak. 


Kalo gw sih, setelah merasakan Airbnb, kesimpulannya tetep next time hotel aja. Wkwk~ Ada beberapa kondisi Airbnb yang ga bisa gw terima, misalnya house cleaning 2 hari sekali. Lokasinya juga ajaib, aduh kalo lo book Airbnb siap-siap deh masuk ke gang kecil yang bahkan mobil aja susah~


Highlights:


Ketika stay di Legian, wisatanya ga jauh-jauh dari Kuta. Double Six so far masih menjadi pantai favorit kami, lumayan deket, cuma 1 km dari Airbnb. Restoran lumayan variasi, dari western Brunch Club (yang isinya bule semua) hingga lokal Nasi Tempong Indra (judulnya doang tempong, harganya minimal 60k seporsi)~


Satu hari di Legian, gw dan ade gw manfaatkan untuk canyoning di Git Git, itu lho turun tebing tapi di air terjun. Ambil paket ini yang include hotel transfer, breakfast, makan siang, dll. Pro tips: mereka bisa ditawar! Gw dapet IDR 2,5jt dari normal price 3,4jt! Pengalaman yang luar biasa, dapetnya banyak, tapi pengorbanannya juga banyak. Badan biru-biru dan super capek. So, cukup sekali ajah~





Legian deket kemana-mana, satu hari yang lain kita ke Sanur, ke DD’s Kin Tiew restoran Yayanya Kamari. :D Lalu mantai lagi di Sanur Beach + nongkrong di kafe Stuja Di Pantai punyanya Sakala “kita nggak rich kan?” LOL. Ya, selera traveling gw emang receh banget guys.





Notable mention: The Nest Beachside Spa, Sanur. Gw kunjungi untuk pijet karena badan babak belur paska canyoning di Git Git. Gw pilih deep tissue massage—jenis massage yang pijetnya nggak pake tangan, tapi pake sikut dan dengkul. Hard core.


Tapi gapapa, karena badan gw emang seremuk itu. Mbaknya nanya “pressure-nya mau segimana kak?” Pro tips kalo ditanya kayak gini, always ask for the strongest pressure ya guys, karena percayalah itu yang paling enak dan paling efektif. Toh kalo terlalu strong you can always ask to soften it. Tapi at the beginning, best to ask for FULL POWER!


”Kak, tahan sedikit ya, saya harus tekan kencang supaya otot-otot yang kaku lemes lagi. Supaya lebih cepat pemulihannya.” kata mbaknya. Gas, Mbak!


Dua jam massage sama mbak Dinda was truly healing. Badan sih masih biru-biru, but at least lebih enteng sekarang. <3



5-7 Feb - Up Up Up We’re Going Up to Kintamani


Staying at: This Airbnb


Story: 


Elia came. Nyokap pulang ke Jakarta. Adik sama temennya. The rest of Bali gw habiskan bersama Elia.


Tujuan pertama kita adalah Desa Wisata Panglipuran.





Lalu kita menuju ke Kintamani. Ini adalah ide gw yang di-approve oleh Elia. Gw udah pernah ke Kintamani sebelumnya tapi cuma ke kafe doang, belum pernah nginep. Jadi pengen coba nginep. 


Lagi-lagi book Airbnb (karena jarang ada hotel di Kintamani) dan lagi-lagi menyesal. Wkwk~ Lokasi sih paling absurd, si paling paham medan, pilih lokasi yang paling deket sama Mount Batur karena rencana awal Kintamani adalah ngejar sunrise di sana. In reality, batal. Hahaha~


Pertama kita bicara medan dulu nih. Jalanan di sekitar Batur banyak yang masih tanah, bukan aspal. Mobil biasa akan struggling di sana, harus pake jeep dan harus ngebut. I can’t do this. Pasti muntah. Kedua, kita harus berangkat beyond subuh, jam 3 pagi. My eyes can’t do this. So skip.


Lalu Airbnb kita itu sebelahan sama perkebunan bawang sehingga banyak banget lalat. Ew. We can’t really open our villa’s door karena lalat pasti masuk. Makan apapun di villa ga tenang karena pasti disamperin lalat.


Kintamani dingin banget, 18 derajat di siang hari dan sering hujan. Jadi kita jarang banget mandi. Kita juga baru tau air mandi kita itu adalah air hujan yang ditampung lalu dipurifikasi, karena di gunung ga ada mata air. Gotta tell you, ga enak banget mandi di sana, aneh aja sensasi airnya nyentuh kulit, kayak banyak chemicals ikut nempel gitu. Mata kita pun perih kalo mandi. Horrible situation.


Regardless, Kintamani is still beautiful and all. The views of three mountains (Batur, Agung, Abang) kita dapet semua dan very breathtaking! Apalagi ketika cerah, gunung yang tadinya ketutup awan perlahan-lahan memunculkan dirinya. Very dramatic.




Next time mau aja ke sini tapi one day trip aja ya, ga usah nginep. Hehehe~


Highlights:


Melihat secuil sirip lumba-lumba di Lovina. Haha~




Kalo lihat di peta, Kintamani-Lovina itu ga jauh……….. YEAH RIGHT. LOL


Seeta kata gw mah stop being that clueless Jakarta bitch yang menebak-nebak random jarak medan yang lu ga paham~ Wkwk


Well, the trip is booked via Paon Happy Dolphin dan untungnya mereka ga komplen sih jarak Kintamani-Lovina. Kita berangkat jam 4 pagi (harusnya jam 3, driver telat sejam!). Berharap bisa tidur di mobil, tapi driver menyetir ugal-ugalan di jalanan yang tidak manusiawi juga, jadilah itu 3 jam rollercoaster ride. Mabok dan pusing mampus.


Seriously Paon Dolphin, sebenernya overall pengalaman sama mereka oke-oke aja, walaupun ga maksimal liat lumba-lumba. Cuma perjalanan dari dan ke Lovina with that particular driver kinda ruined everything~ Akibatnya ya bad mood. Mood baru membaik di perjalanan pulang kita dibolehin mampir ke cafe edgy di Kintamani. Dua jam bengong + foto-foto + ngemil di sana. Baru pulang.



7-10 Feb - Lovely Pererenan


Staying at: This Lovely Airbnb


Story:


Yes, hands down the best we’ve booked throughout the whole trip. Kamarnya tidak besar tapi karena masih baru dan modern (konon desain interiornya copy paste Four Seasons karena owner-nya ex karyawan sana) feels premium!


Pererenan adalah rekomendasi temen gw yang Canggu-addict. Katanya pewe dan homie, tidak hingar bingar. Setelah ke sana, setuju banget sih. Love Pererenan! Pantainya juga bagus, ombaknya besar tapi tidak membahayakan dan aesthetic.





Jarang liat turis lokal di sini, 80% bule, setidaknya di tempat-tempat yang gw kunjungi. Toko-toko kecil modern minimalis dimana-mana. Sungguh memanjakan diriku yang hobi store-hopping. <3


Highlights:


- La Brisa Sunday market





Best of bests!! Udah lama banget ga ke Sunday market dan La Brisa offers everything I love about Sunday market. The hospitality, the goods, the food, the vibes, the colors, the people. Fucking love it!


- Nusa Penida


We spent our last day trip ke Penida. Dijemput jam 6 langsung ke Sanur Harbour untuk naik boat ke Penida. Prosesnya cepat, tidak pakai antre karena low season. Di Penida kami sudah sewa private car dan memilih paket ke Kelingking Beach, Angel’s Billabong, Broken Beach, Paluang Cliff, dan Crystal Bay. 


Penida was breathtaking as well. We had fun, except for the time we visit Kelingking, sumpah banyak banget orang (padahal low season), untuk dapat foto berlatar pantai dinosaurus itu aja harus berantem dulu sama turis lain (tour guide-nya sih yang berantem, gw nonton doang~)~ 


Sebenernya kalo mau dapet spot foto bagus ya turun ke bawah, ke pantainya. Itu ga mungkin rebutan karena mostly orang-orang udah give up duluan menuju bawah. Medannya itu bahaya banget, tangga curam, heck not even tangga, batu-batuan doang, dan berpasir licin. No people in their right minds ke bawah sih, unless lo nekad banget.


Sebenernya gw masuk kategori orang-orang itu, tapi saat itu kondisinya gw udah di penghujung trip Bali, udah capek, udah dihajar Git Git, Lovina, Amed, dll. No thanks. I’m good. 


Regardless, still had a lot of fun di Angel’s Billabong, Broken Beach, Paluang Cliff, and Crystal Bay. Kayaknya gw baru bener-bener berenang di pantai itu ya pas di Crystal Bay. Terima kasih, cuaca baik. <3





Okay that’s all my 26 days Bali Trip. Tadinya mau extend tapi duty calls. Orang-orang udah gelisah nanyain kapan balik. Dompet juga udah meraung-raung. So I went home. Very grateful bisa take a big break sebelum mulai hustle lagi. Hope yall have a chance to do that someday too. 


Love, S.


Saturday, February 28, 2026

Bali 2026 Recap - Part 1

Hi, guys! How yall doin?


Akhirnya postingan Bali Usada selesai juga. Buat yang belum baca dan males scroll ke bawah, berikut rangkumannya in order:


Background dan Motivasi

Day 1 & 2

Day 3 & 4

Day 5 & 6

Day 7


Please read them. I’ve worked so hard to remember all the tiny details. :’)


Hit me up kalo mau tanya-tanya soal program dan pengalaman lain yang tidak gw sebutkan ya. :)


Okay now onto the more exciting part of my big 2026 break: B.A.L.I


Oh I always love Bali. Buat gw, Bali is always a good idea. Nggak akan pernah bosen ke Bali. 


I always wanted a big break as well. Not talking about 1-2 weeks abroad, i’m talking months. Jadi ketika dapet kesempatannya, tidak gw sia-siakan. It has to be Bali.


Ok total gw menghabiskan sebulan-kurang-dikit di Bali. Agak menyesal, harusnya 2 bulan full. Tapi gw punya rencana-rencana lain yang harus dilakukan, goals-goals lain yang harus di-achieve. Jadi kita maksimalkan Bali dalam 25 hari. 


Liburan kali ini gw berfokus pada experience, melakukan hal-hal yang belum pernah gw coba sebelumnya, mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah gw kunjungi sebelumnya. Lebih banyak menghabiskan waktu di alam, less city life, more nature. Trying all types of accomodation: hotel, guesthouse, villa. Exploring all parts of Bali, ga cuma daerah hits BaSel (Bali Selatan, rumahnya Kuta, Seminyak, Legian, Canggu, dll), tapi juga daerah-daerah yang tidak mainstream.


So, my itinerary and highlights of the trip are as follow:


18-24 Jan - Forest Island, Tabanan


Staying at: Bali Usada Forest Island Center Samadhiyukti


Story:


As told di 4 postingan blog sebelumnya ya. Wkwk~ Tabanan overall dingin dan waktu kesana bulan Januari hujan masih sering. Sisi buruknya kedinginan, sisi baiknya mandi jadi ga usah sering-sering. Sekali sehari udah cukup. Baju juga ga gampang kotor. Hehehe~


Tidak sempat jalan-jalan karena satu minggu full karantina. In case lo berencana ke Tabanan, konon yang recommended Bali Botanical Garden di Bedugul. Tempat wisata baru di Tabanan ada namanya Nuanu Creative City—isinya semacam Dufan, variasi, banyak “wahana”-nya. Tadinya mau ke sini tapi urung karena menemukan review jelek. Tapi kalo penasaran mah hajar aja, marketingnya lagi kenceng banget. Oiya, Joger juga baru buka cabang di Tabanan. 


Highlights: 


7D6N meditation retreat program





24-26 Jan - FINALLY SANUR


Staying at: Svarna Hotel, Sanur (IDR 400k-ish/night)


Story:


Udah lama banget pengen stay di Sanur, heard so many great stories about it. Si Stephanie, bestie buleku, paling demen ke Sanur kalo ke Bali. 


Jadi setelah turun bertapa di gunung, Sanur jadi pilihan pertama. Didn’t regret a single thing. Love the neighborhood, the vibes, the people.. Ga hingar bingar dan se-hectic Kuta dan Canggu, tapi tetep stylish dan modern. 


Karena ini tujuan pertama setelah turun gunung, gw sampai Sanur bawa laundry banyak banget dan rambut dalam keadaan belum keramas seminggu (Tabanan dingin banget anjay, kalo keramas pasti masuk angin gaes!). Jadi, laundry dan salon jadi prioritas sesampainya di Sanur. Hehe


I also did my nails, cafe hopping, and did some shopping here. Overall good service. 


Highlights: 


- Jalan-jalan sepanjang pantai Sindhu yang masuknya dari dalem Icon Mall Sanur

- Nonton Sunset Sea Fountain Show di Icon Mall juga (cinta banget deh gw sama mall ini! Wkwk~)

- Bengong manja di pantai 

- Cafe and chill di Stuja di Pantai (yes, kafe yang punya mama papanya Sekala) sambil jalan-jalan (again) di pantai Sanur (my favorite beach!! bersih, tenang, ga rame, pasir putih, air laut biru, hangat)

- Spa di The Nest Beachside Spa, pilih Deep Tissue Massage 90 menit (IDR 300k). Mbaknya super stronkkk tiada ampun me likey~

- Ke DD’s Kin Tiew restoran Yaya-nya Kamari (penting! Wkwk). Tapi Yaya lagi pulkam ke Thailand, jadi kita makan + meninggalkan jejak berupa tulisan aja di wall of fame-nya. 





26-28 Jan - CHILLIN IN JIMBARAN


Staying at: Le Meridien Jimbaran (IDR 2,5m/night)


Story:


Belum pernah stay di Jimbaran dan pengen pakai poin/privilege member Marriott Bonvoy. Nyokap dan ade gw dateng di tanggal ini jadi kita pilih hotel yang kamarnya lebih besar. Selalu suka service dan vibes-nya LeMer, so here we are. Sedih ga dapet kamar with pool access, tapi gapapa, overall stay experience tetep menyenangkan. 


Tiga hari di Jimbaran, mau kemana-mana mager karena hotel kita sudah memuaskan sekali. Makanpun room service aja. Paling cuma keluar sesekali buat liat pantai Jimbaran, cuma 60m dari hotel. Selebihnya berenang, ngonten, bobo, berendem air panas, nonton aja di kamar. 


Highlights:


- The Lagoon Pool @ Le Meridien. Konsepnya kayak menjelajah grand line, bercabang-cabang. Katanya sih airnya saltwater, tapi gw lupa-lupa inget asin atau ngga. Wkwk

- Bamboo Chic @ Le Meridien. Restoran tempat breakfast yang menyediakan Indomie Station. Best!





28-30 Jan - OCEAN AND AMED 


Staying at: Ocean Resort Amed (IDR 400k/night)


Story:


Kunjungan ke Amed ini sebenarnya asbun, “Ke Bali timur yuk!” dan menyesal. Wkwk~

Ngga deng, hepi-hepi aja kok. Paling perjalanannya aja yang cukup melelahkan, dari Jimbaran men~ Salah satu yang gw kurang riset soal Bali ini adalah kondisi jalanan. 


Nggak semua jalanan di Bali itu udah bagus dan mengakomodasi turis ygy. Medan-medan Bali yang penuh gunung dan bukit juga mempersulit akses ke beberapa lokasi, termasuk Amed. 


Kalo liat di peta, Amed itu Sanur lurus aja ke atas menyusuri pantai—sounds fun and easy, right? Ternyata nggak, perjalanannya sungguh berliku, naik turun gunung berkali-kali. Mana ujan lagi~ Total 4 jam perjalanan dari Jimbaran ke Amed.


Amed bisa dibilang lumayan secluded. Once you’re there, you have nowhere to go. Sehari-hari ya menyusuri pantai dari ujung ke ujung aja. Ciri khas pantai di Amed: pasirnya hitam, black sand. Berbatu juga jadi better pakai terus sendal jepit. Tapi tetap indah kok, dan pastinya jauh lebih bersih dari pantai-pantai mainstream.


Kita ga menemukan satupun turis lokal di Amed, semua tempat yang kita datangi turisnya bule. Wajar, bule emang tempat buat surfing, diving, snorkeling, dan olahraga-olahraga laut lainnya yang lebih menarik perhatian bule maupun lokal. 


Untuk makanan, kita kombinasi. Ada yang dari hotel (breakfast included) ada yang room service, tapi ya rasanya seadanya ya, jangan expect rasa restoran hotel pada umumnya. Tapi kita explore juga warung dan restoran setempat. Dua yang rekomended: Catch & Grill (specialty: grill mahi-mahi dan grill barracuda!) dan restoran Italia Gusto Resto & Cafe.


Highlights:


Thank God hari itu ga hujan, kita snorkeling di Pantai Jemeluk. Lupa nama tempat diving yang kita sewa apa. Harganya 1,2 juta (including hotel transfer, kapal, gear/equipment rent, guide, dan yang paling penting: KONTEN! Wkwk) untuk 4 orang untuk 2-3 jam snorkeling di beberapa titik: coral reef, turtle spot, dan underwater temple. Semuanya indah-indah banget omg. Dari semua snorkeling yang pernah gw cobain di Indonesia, this one is the best. Udah gw kontenin di sini.





31 Jan-2 Feb: FROM UBUD WITH LOVE


Staying at: AnandaDara Ubud Resort & Spa (1,6 juta/night)


Story:


Ke Bali ga mungkin ga ke Ubud dong. Menurut gw Ubud itu ibukota Bali sih. Nyehehehe~

Ubud sudah banyak berubah sejak 4 tahun lalu gw ke sini. Ubud Market sekarang udah modern, lebih nyaman buat belanja. I really love going itu gang-gang sempit di Ubud karena banyak surprise di sana, either coffeeshop kecil yang gemes atau toko-toko yang jual barang-barang unik.


Tapi ya downside-nya Ubud adalah MACET. Pas pandemi aja udah macet apalagi sekarang. Huff~ Tapi gapapa, Ubud selalu menyenangkan. I don’t mind spending a little more for Ubud’s hotel karena service-nya worth it. I don’t mind jalan kaki dari dan ke Ubud Center karena sambil windowshopping dan storehopping. I don’t mind spending a little more for food as well. Makanan ga ada yang mengecewakan. Cafe dimana-mana dan semuanya menawarkan konsep yang unik. Seniman is a must!


Bosen makanan Indonesia, kita makan burger di Ayoo-Ayoo Burgers and Kebabs. Restorannya terbuka, menghadap langsung ke Jl. Monkey Forest.  A bit pricey tapi enak dan porsi bule. Cobain magic sauce jalapeno-nya deh! Mantap!


Highlights:


Always wanted to hike in Campuhan Ridge Walk, tercapai kemarin. Woohooo!! Such a good hike! Sweaty as hell, tapi seger karena udaranya dingin. Buat yang belum tahu, Campuhan itu nature trail yang menyuguhkan pemandangan bukit dan sawah di Ubud yang sangat indah. Jarak tempuhnya sekitar 3km menanjak (clearly not for everyone ini ya!). Pintu masuknya ada 2: pintu selatan yang masuk dari Jl. Raya Ubud dan pintu utara yang masuk dari Jl. Bangkang Sidem. 


Jalanannya udah dilapis ubin batu rata jadi lebih gampang. Ada beberapa lookout point untuk berhenti sebentar ambil napas. Gw masuk dari pintu selatan dan berakhir di Jl. Bangkang Sidem, langsung ketemu banyak cafem, art gallery, dan minimarket. Thank God, ga bawa minum soalnya~


You can always choose round trip atau one way di Campuhan. Gw sih anti round trip jadi emang berencana gojek pulang aja nanti di ujung. But guess what, OJOL NOT ALLOWED! Harus pake ojek lokal yang sejauh mata memandang sih gw nggak nemu ya~ 


Sebenernya bisa sih ojol, tapi harus jalan sekitar 1km lagi lepas dari area Campuhan ke titik aman penjemputan. Ya nasib, tapi yaudahlah daripada ga pulang~ Untung abangnya baik, mau nungguin gw jalan. Makasih bang!




Udah kepanjangan, nyambung Part 2 ya: Legian, Kintamani, and Pererenan!