Showing posts with label hobbies. Show all posts
Showing posts with label hobbies. Show all posts

Sunday, May 3, 2026

Hi, May!

Hi, guys! How yall doin?


May is here! It’s MY month! :D


Tidak terasa sudah bulan Mei dan sebentar lagi gw ulang tahun ke-37. 


Somehow ultah kali ini gw tidak merasa degdegan, biasanya setiap pergantian umur gw kena mild depression thinking how I’m so old tapi banyak milestone kehidupan yang belum achieve. 


This year kayaknya chill aja tuh. Mungkin salah satunya karena sejak awal tahun gw sudah menanamkan di otak bahwa gw sudah 37 tahun. Setiap ditanya orang umur berapa, jawaban gw selalu jawab “This year I will be 37.” Semakin sering ditanya, semakin sering pula gw menjawab. All those answers are manifested. Secara tidak langsung gw telah mempersiapkan mental untuk menyambut 37 sejak lama, sehingga ketika akhirnya beneran mencapai 37, I don’t feel anything anymore, I am ready to be 37!


Does that make sense? :D


Anyway, it feels so good to get a long weekend after a super hectic post-Lebaran grind. Luckily, hari buruh ini berlaku internasional, kolik seberang lautan sana juga pada libur jadi group chat bener-bener quiet and peaceful.


Gw? Tanpa ragu langsung memanfaatkan momen untuk self-care tentu saja. Kemarin gw nail art di langganan gw, Unna Nails di Revo Mall. Udah seminggu ini gengges banget liat kuku gw yang pucet dan tak bernyawa ini. Tangan gw kan kurus dan kecil ya, jadi kalo ga ada warnanya tuh kayak tangan mayat gitu, pucet. That’s why gw harus selalu nail art, supaya keliatan berwarna dan bernyawa dikitlah ni tangan. Hari Minggu besok mau nonton konser Naykilla pun, biar lebih berkonsep looks gw. 


Abis nail art, meluncur ke Pakuwon Mall buat nonton The Devil Wears Prada 2. Sekuel salah satu film favorit gw 20 tahun kemudian, yang mau tau seberapa ngefans gw sama TDWP, bisa baca di sini.


A lot of things came to mind ketika dan setelah menonton. Pertama tentu saya elemen nostalgianya ya, the casts, the fashion, the sassiness, the vibe, semuanya comeback. The 4 main casts… ISTG they look so damn good, they’re aging like fine wines, 20 years means nothing to them, wtf?




Gw nonton TDWP 2 tanpa ekspektasi apa-apa. Ga baca sinopsis, ga buka sosmed, ga nontonin content marketing-nya. Gw pengen rasa dan opini yang keluar setelah menontonnya se-organik mungkin, tanpa dipengaruhi faktor eksternal apapun. 


I didn’t regret my decision. It was raw. 


Ga nyangka banget mereka mengangkat isu print media dying di sini. I mean, I thought Vogue ga terdampak isu ini, majalah dan brand sebesar itu.. Ga kebayang aja Anna Wintour stres mikirin besok bikin konten apa buat IG Vogue karena majalahnya udah ga laku~


Miranda Priestly diceritakan tidak se-powerful dulu. Banyak kepentingan yang harus dijembatani olehnya dan Runway di era sekarang ini. Harus nurut sama pengiklan walaupun rikuesnya segambreng dan bisa mengancam integritas jurnalisme majalah—otherwise majalahnya makin tipis karena investor pada kabur kalo Runway ga cuan~ Kadang harus Miranda sendiri yang jemput bola, nyamperin pengiklan/investor in person buat minta sponsor~ Man… Such a harsh truth. Tapi ini realistis sekali. 


Our heroine, Andy Sachs, Thank God udah ga se-red flag dulu ya. Oh yea I think Andy is red flag ya, alasannya gw tulis di sini. 20 tahun kemudian Andy udah lebih dewasa. Part of it karena dia living the life she always wanted, jadi jurnalis feature yang sukses. But again reality hit her hard juga, tiba-tiba kena layoff, butuh duit, jadi mau ga mau nerima kerjaan di Runway lagi. Andy juga sekarang sudah menganut pasal “kerja ya kerja aja, ga usah pake drama”. Sering dikasih liat lembur buat ngejar deadline, socialize with people even if she doesn’t want to, tidak mengeluh ketika dikasih tugas aneh-aneh. Good job, Andy!


My fave, Emily Charlton. OMG! I literally screamed when she appeared. That grand appearance in Dior HQ, karena Emily diceritakan sudah menjadi bos di Dior. Later we know Miranda yang got her the job, karena mau menyingkirkan Emily dari Runway, karena dia terlalu ambisius, tapi ga punya visi. Ooohh!! So epic and again, realistis. Forbes 40 Under 40 peeps, I am looking at you. LOL


I really enjoyed the movie, walaupun tidak 100% sempurna ya. Writing di bagian konflik dan conflict resolution-nya kurang smooth. Sampai sekarang kalo ditanya jadi masalah utamanya TDWP 2 apa, gw masih bingung. Runway butuh duitkah? Runway mau dijual ke investor misteriuskah? Miranda mau cabut/dipecat dari Runwaykah? Atau semua itu benar dan berkaitan? 


Tapi the nostalgia, the characters, the comedy, the attitude, the fashion, the glam, the dialogues, the fan service, the callbacks, it’s just everything. Nonton ini rasanya seperti ngobrol sama sahabat lama, hangat dan jujur, tanpa harus menutupi apapun. Thank you Anne, Meryl, Emily, Stanley, 20th Century Fox for this 20 year time skip done right. <3


Anyway okay back to me. :D


Dua minggu terakhir cukup menyenangkan karena ada event yang membuat gw looking forward to weekends. Weekend minggu lalu nonton Trust Orchestra sama Elia. Walau beli tiket paling murah, experience tetap maksimal karena ini cuma orkestra. Indera yang harus bekerja hanya telinga saja, visual ga ngaruh. Jadi gapapa duduk sejajar sama lampu pun. 






Trust Orchestra membawakan lagu-lagu Disney. Mostly bukan versi originalnya, tapi versi cover. Maksud gw cover di sini misalnya Reflection, itu yang dibawain versi Christina Aguilera instead of Lea Salonga. Go The Distance, versi Michael Bolton instead of  Roger Bart.


Kayaknya sih karena mereka ga beli full rights/full license. Dari key art-nya pun bukan versi official, kayak ilustrasi aja gitu. Well, yaudahlah ya. Tetep bagus kok. Tetep sing along, maaf ya mba-mba sebelahku yang mungkin keberisikan. Aku tuh secinta itu sama lagu-lagu Disney soalnya, udah ada di core memory-ku sejak 30 tahun yang lalu. <3


Paling geter di Circle of Life dan Colors of The Wind. The latter gw bener-bener nangis, udah lama banget ga dengerin soalnya, ini lagu liriknya bener-bener bagus, real and poetic. Oh Pocahontas, our Miss Environment International… Terima kasih telah mengajarkan kita mencintai lingkungan layaknya keluarga sendiri. 


Circle of Life ga usah ditanya, The Lion King memang superior musiknya. Kasta OST dan scoring paling tinggi se-Disney Raya. Period.


Mau ada lagi tuh live orchestra-nya bulan Juni. Satu movie full. Crazy. 


Pengen banget nonton tapi mahal banget tiketnya… I hate that I can’t afford shit in this economy.. :’(


Gila ulang tahun gw tahun ini dibanding tahun lalu… menyedihkan. Tahun lalu capcus nonton konser Lady Gaga di Singapore ga pake mikir. This year I can’t even buy something nice for myself karena harus berhemat~ Bensin naik, sembako naik, dollar naik, oh the life of generasi sandwich who can’t even afford a bloody sandwich~ #sad


Ade gw menghibur dengan nobar The Lion King 30th Anniversary at the Hollywood Bowl di Disney+. Ya mayan sih, tapi kan tetep aja ga live langsung di sana, AKU KAN MAUNYA LIVE ORCHESTRA DENGAN MATAKU SENDIRI!!!


Okay this topic is getting too miserable, let’s move on, besok mau nonton konser Naykilla sama Auwri. Yeay!


Oh yea I like hipdut, I like ANTI NRML. I think they are cool. I know yall secretly like So Asu, don’t lie to my face~


It’s gonna be fun. I might write about it next week so stay tuned!


Laters!


Sunday, September 7, 2025

Me wassup #112 – WFH, The Dead Dance, Sakit Pinggang, Jess & Bobachan's Water 7 Arc

Hi, guys! How yall doin? 

Seminggu ini WFH karena situasi di luar sana masih belum kondusif. Jakarta is actually rather silent this week, minggu tenang. Tapi masih banyak pihak-pihak nakal yang mencoba menimbulkan kekacauan supaya muncul narasi ‘rakyat masih marah dan mereka anarkis’. Jahat.

Awe menyarankan kami untuk WFH selama seminggu. It’s good that the company actually care about our safety. This is rare. Gw yakin kalo gw masih di Errthing pasti tetep disuruh ke kantor hari gini. 

Gw sebenernya ga suka WFH. Sering gw tulis di blog ini kalo WFH itu bikin jiwa gw mati. Gw harus bergerak dan keluar rumah untuk bisa dapet inspirasi, supaya otak gw bisa bekerja dengan baik. 

Mudah-mudahan minggu depan situasi udah membaik dan boleh masuk kantor. Gw ga kebayang sih kalo WFH di-extend. Seminggu ini I try so hard menahan stress, idk if I could hold it any longer. If I couldn't, mungkin gw mulai lipsync/joget TikTok lagi. Wkwkwk~

Okay moving on ke topik kedua. Wednesday Season 2 Part 2 sudah tayang. I love it walaupun kebanyakan sub plot. Hard to keep up, gw biasanya nonton pake 1,25 speed, kemarin harus pake speed normal.




To celebrate S2P2, tangan kanan cosplay jadi Thing, digambarin ade gw. Cute. Thing T. Thing is my favorite character after Enid. 

Elemen misterinya bukan whodunit seperti Season 1. Dari awal udah ketauan siapa yang jahat dan ceritanya lebih ke gimana mengalahkan orang dan zombie jahat itu. 

Gw lebih suka whodunit sih tbh.

Anyway, highlight Season 2 ini adalah.. our mother monster Lady Gaga. Udah diumumkan sejak lama bahwa Gaga akan muncul membawakan sebuah peran di WS2P2, a Nevermore teacher Rosaline Rotwood. Makanya Gaga waktu itu tampil di Tudum, buat ngasih teaser. 

I was freaking out. All my faves come together. Makasih Netflix! <3 

Kemudian ada news Gaga collab sama Tim Burton juga untuk MV sebuah lagu. Wuuuihhh.. Zombieboy kah??? How Bad Do You Love Me??? Garden of Eden??? Perfect Celebrity???

Sooo many lagu2 bagus di Mayhem yang menunggu untuk dibikinin MV! Little Monster super excited dan nggak sabar melihat mana yang akhirnya dipilih Gaga & Burton! They both have matching madness and aesthetics!

That’s why gw nungguin banget S2P2 karena semua epicness itu akan keluar barengan! Sep 3rd, it finally came..

Eh… Lady Gaga cuma 2 menit screentime-nya. :’

NETFLIX KATA GW MAH GA USAH!

Kzl~

Ngapain ngejanjiin so much hope for little monster sejak awal, bahkan jauh sebelum S2P1 dirilis, cuma buat performance 2 menit~ wtf?

You had an Academy Award, BAFTA Award, Golden Globe Award, and Grammy Award-winning artist, tapi cuma lo pake 2 menit??? Wtf 

She could’ve sung/danced, become the villain, damn it, she could be Aunt Ophelia yang dari S2P1 disebut-sebut tapi ga muncul2, she can be everything! 

Cuma 2 menit wtf~

Yang gw apresiasi dari Rosaline Rotwood—yang ternyata hantu, adalah visualnya. Gaga dalam settingan Rosaline Rotwood is exactly how I envision Helena Ravenclaw aka The Grey Lady—yang adalah hantu juga, hantu penjaga menara Ravenclaw lebih tepatnya. Fyi, Rosaline Rotwood itu Raven, kebayang ga gimana my Wednesday x Potterhead heart bentuknya ketika putting these pieces together.. T.T

The Grey Lady, is dat u?


Tapi cuma 2 menit, wtf~

Anyway moving on. Mungkin Netflix paham kalo performance Gaga yang minimalis itu memancing emosi fans, jadi mereka memasukkan 1 lagu Gaga sebagai soundtrack. Tapiii, ketika Little Monster berharap they’re gonna just take one from Mayhem.. nope, not happening, it’s a new song!




Tbvh, the song’s kinda mid compared to the entire Mayhem. :/

But I’m okay kalo lagu itu di-treat as single or part of the OST.. Tapi Gaga memutuskan lagu itu masuk ke Mayhem. :/

Ngapain siy?

MV-nya juga b-aja. Malah cenderung kayak budget MV. Cuma main di setting, Island of the Dolls di Mexico + special effect. Gw kira at least ada Jenna di situ, atau Enid, karena di series-nya kan ada adegan Enid nge-dance pake lagu ini. Atau Gaganya dalam settingan Rosaline Rotwood kek gitu, kan Rosaline = hantu, hantu udah mati/dead, pas kan buat The Dead Dance? Tidak mengkhianati cerita dan karakter..

But nope. None of those.

*sigh*

Sebagai Little Monster saya hanya bisa menghela napas panjang dan misuh-misuh di blog ini. 

Yha mudah-mudahan TDD growing on me deh. 

Oke lanjut, GW SAKIT PINGGANG~ T.T

Udah lama, sekitar 3 mingguan. Pinggang sebelah kiri gw sakit, apalagi kalo abis bangun tidur, mau negakin badan aja perjuangan banget, kayak kesetrum gitu loh..

Awalnya gw kira karena salah posisi tidur aja, which is sering juga kayak gitu. Kalo itu terjadi biasanya didiemin 1-2 hari ilang sendiri sakitnya, normal lagi. But nope, ini ga ilang-ilang~

Kalo ini di-trace back, kayaknya sih sakitnya ini muncul abis gw yoga di Gudanggudang pas 17an deh.. Apa salah gerakan pas itu ya? Gw sempet nekat nyoba handstand sih, walaupun cuma bertahan sepersekian detik, terus ambruk~




Tapi kalo handstand yang salah gerakan kenapa pinggang yang jadi sakit?

Gw kemarin back to yoga di Freya, studio senam deket komplek, dan berlatih core exercise. Di beberapa gerakan, berasa pinggang gw sakit lagi, tapi gerakan2 yoga itu malah ngebenerin sih. Pas di-stretch, bagian yang kusutnya itu berasa lurus lagi (if that makes sense) dan jadi less painful. 

Mungkin yoga adalah solusi. Tapi jaga-jaga, besok gw mau ke Karada deh. Udah lama niatnya, udah dari taun lalu. Pengen dikretek, atau dilurusin yang kusut2 macem dibonding (wk), atau dilancarin yang mampet2. Semoga beneran membaik. Kalo Karada service-nya memuaskan, akan gw review di sini.

Last but not least! I’m in dire need of a new iPhone and Macbook!!

Hhh~~ Kenapa sih gw harus membutuhkan 2 gadget baru yang super mahal itu at the same time?!

Macbook sih terutama, si Jess (yes, itu namanya) yang tahun ini 10 taun umurnya. Jess sekarang masih bisa tapi udah diambang maut banget. Cuma bisa Ms. Word & Chrome, itupun cuma buat ngeblog. Social media udah ga bisa kebuka. YouTube struggling. Kasian…

Sedangkan gw udah harus gear up for October, mulai cari-cari kerjaan baru. Desperately need a new laptop to be productive. 

iPhone.. Sungguh, Bobachan (iyha itu namanya. wkwk) juga udah diambang maut. September ini genap 5 taun usianya. Dia udah ga bisa upgrade iOS lagi, udah ga kuat sistemnya, pun memori udah penuh, baterai cepet abis, jadi lemot~

Bobachan udah ga bisa download/upgrade beberapa aplikasi karena require iOS yang lebih canggih. Kadang harus minjem hape orang untuk fungsi-fungsi tertentu. Ini menyusahkan gw karena kerjaan gw jadi ga maksimal.

Tapi gimana dong, gw cinta banget sama Bobachan.. Sekarang udah ga ada lho iPhone yang modelnya kayak iPhone 11 Pro ini, yang sisinya edge/melengkung sehingga enak banget dipegang. Ukurannya pun enak banget di tangan gw. iPhone2 generasi setelahnya tuh kayak kegedean gitu buat gw.. 

Gw emang niatnya ganti hape baru bulan ini. Tapi beberapa waktu lalu gw baru kehilangan sejumlah uang yang lumayan nominalnya, bikin gw harus lay low dulu sementara, menghindari spending2 yang terlalu besar.

And guess what, beberapa hari belakangan ini Bobachan setelah sekian lama lemot menunjukkan performance yang luar biasa. Udah ga selemot dulu. Jadi kayaknya gw bisa menunda beli iPhone baru 1-2 bulan. Prioritas spending buat Macbook dulu.

Jess & Bobachan… Sekarang kalian udah memasuki Going Merry x Water 7 Arc ya. Udah sekarat, almost ga bisa berfungsi lagi, tapi ditahan-tahanin… demi aku. Demi one last ride bersamaku. :’

“Don’t worry, I will carry you for a little bit longer.”

I can hear your spirits say this to me, just like the Klabautermann to Usopp.

Don’t worry. I hear you.

Sabar ya kalian, waktu istirahat akan segera datang. <3

Sunday, June 15, 2025

Me wassup #109 – Yoga and Music

Hi, guys! How yall doin?

Hari Minggu yang cukup slow. Gw tadi bangun jam 8 terus sarapan bubur + minum obat, terus ngantuk lagi, baru bangun barusan.

Later gw harus kerja—ada materi yang harus di-catchup karena Senin besok mau present ke partner. Minggu lalu gw juga kerja di hari libur (longweekend) karena ada materi yang harus di-catchup juga. Mudah-mudahan ga jadi BAU ya kerja weekend gini. 

Gile, yang diomongin sama Bone beneran kejadian. 



Well sometimes we just gotta push ourselves beyond the limit. Especially buat Awe, gw harus berusaha ekstra keras untuk memberikan impact—coz who knows gw bisa dipertimbangkan untuk menjadi pegawai tetap. 

So I just do what I gotta do.

Anyway, ngomongin apa ya sekarang?

Oh, kemarin gw baru catchup sama Mba Novieku tersayang. 

Kita yoga bareng—agenda yang selalu jadi wacana yang tertunda dari zaman we both masih di Errthing, akhirnya kesampean. 

Kita yoga bareng di Gudanggudang, Kemang. Pertama kali gw yoga di Jaksel, yoga mahal. Wkwk~

**pesan sponsor: kalo ada yang mau yoga di Gudanggudang, pake referral gw disc 10% yaa, tq**

Biasa 35k doang di studio deket rumah (Freya Studio, Jatibening), ini 125k. Hampir 4x lipatnya. Plus 100k buat Gocar ke sana. Wkwk~

Persiapannya mayan heboh. Biasa kalo yoga di Freya Studio, kelas yoga jam 7:15, baru bangun 6:30, cuci muka, ganti legging lalu tinggal ambil yoga mat, handuk, minum (aqua botol) doang, pake sandal jepit, berangkat. 

Yoga Jaksel, kelas jam 8, gw bangun jam 6, mandi beneran, lalu siapin:
- baju ganti full set
- yoga mat
- botol minum Starbucks/Corksickle/Hydroflask
- powerbank
- sepatu sandal Docmart
- dompet, hape, airpod

Well, gapapalah sekali-sekali. Demi Mba Novie. <3

Mba Novie selaku warlok Gudanggudang juga memperkenalkan gw ke kelas2 yoga yang lain, yang semuanya menarik. Tapi melihat effort ke sananya lumayan masyaallah tabarakallah, hmmm, kita sebulan sekali aja yah. Atau bi-monthly, atau quarterly. Nyehehehe~

Anyway, after yoga, gw main ke rumah Mba Novie sekaligus numpang mandi. Rumahnya udah pindah, ga di Essence Dharmawangsa lagi, tapi di Antasari. But still a very gorgeous and homie house. 

Gw ajak Mba Novie catch up to congratulate her on her new job. Jadi VP—a well-deserved title for her because she’s nothing less than a VP. <3

Then she asked how I was doing, to which I replied simply “I’m happy.”

Yes, I really am happy. I’m in a very good place right now, surrounded by nice colleagues, I have a nice boss and a very nice office. Of course, the job comes with a little stress—but it’s OK, I even enjoy the stress because it comes with meaningful learning that in the end makes me a better human being. So I am happy, really.

You know what’s funny? Beberapa orang reach out ke gw untuk menanyakan hal yang sama, termasuk beberapa orang di kantor juga, dan jawaban gw selalu mengindikasi bahwa gw happy. 

“So far so good.”
“It’s nice here.”
“I’m all good.”

Tapiii banyak dari mereka yang ga percaya. Hahahaha~~

One person be like, “Look, Seeta. You can be honest here. Tell me what you really feel.” WKWK~

GUYS! I REALLY AM, HAPPY!

There’s no lie about that. 

Thank you for giving me such happiness ya, Awe. <3



Anyway, enough ngomongin kerjaan, let’s talk about… musik!

Fyi, jadi di Awe itu gw mendapatkan seorang teman baru yang entah kenapa (padahal tau banget kenapa~ wkwk) selera musiknya 80% sama kayak gw. Wkwkwk

Kita sebut saja dia Arie. 

Nah si Arie ini, memperkenalkan gw pada dunia yang dari dulu selalu pengen gw masuki tapi ga pernah kesampaian: NIGHT KARAOKE. Wkwk~

Sebenernya gw sering liat di sosmed ada party merangkap karaoke night yang diadain sama host2 tertentu atau fanbase2 tertentu. Tapi kalo ujug2 dateng sendiri takut awkward, temen2 gw udah pada ga umur buat karaokean juga, huff~

Well, now I have Arie dan sekarang to the point hampir tiap minggu ada agenda karaoke. So far udah ke karaoke Lady Gaga, Katy Perry, dan Taylor Swift. Next on our agenda is Ariana dan K-pop generasi dua. Padet merayep jadwalnya. Hahaha~




Arie ini juga anak konser dan so far dia udah nge-pitch gw 3 konser untuk nonton bareng:
- La La La
- Pestapora
- Synchronize 

Kayaknya gw pengen La La La, nonton Black Eyed Peas & Tinashe, kebetulan harinya sama. Pespor & Syncro kayaknya di-hold dulu, nunggu salah satunya ada Sheila on 7. 

Gw juga kepikiran untuk nonton Jay Park—yang entah kenapa dari awal gw skip, padahal Jay Park LITERALLY SUAMI. 

I think imma buy the cheapest one, sungguh cuma pengen denger All I Wanna Do di-serenade live aja. Toh venue-nya di Kokas, ga gede2 amat, should be okay-lah. 

Lalu Mariah Carey juga konser. Thinking about watching her too.

GD gimana Ta?????

Ga nonton. :’

Mahal banget, gaes. Ga make sense harganya. Masa tribunnya seharga VIP-nya 2NE1?!

Bukannya gw ga bisa afford ya, it’s just.. it hurts my pride gitu lho. Sebagai customer gw kan masih punya akal sehat ya. Gw tau pricing yang tepat untuk GD itu berapa dan yang sekarang sungguh tidak masuk akal. Udah gitu announcement-nya last minute sekali. That’s not a good gesture ya, promotor. Tolong ya. 

Apparently GD ga segitunya buat gw juga, mungkin karena sebelum ini udah 8x nonton juga. I had a wonderful time with GD in MOTTE dan YG Famcon. So I think that’s enough. 

Tbh Ubermensch yang gw suka (banget) cuma Home Sweet Home, sisanya so-so, nggak kayak Coup d’Etat yang perfect all kill gitu. 

Lalu setelah gw nonton fancam Ubermensch Concert + performance GD di HITC kemarin, meh, the man didn’t really sing, kebanyakan adlibs~ Well, stage act-nya tetep keren sih, but still!! GD ngapain lo putting so much effort and heart creating such wonderful lyrics, tapi ujung-ujungnya nggak lo nyanyiin?!

SING MONKEY SING!!!!

Buat GD, gw mau reactive aja, cari tiket hari H atau wtb di Twitter aja kayak waktu 2NE1. Mayan dapet drop rate dari fans2 desperate—which is bakal banyak juga di GD, karena baru saja diputuskan konsernya 2 hari. :D

GD-oppa tenang, by the end of the day gw akan tetep nonton juga, just in my own timing and way. :D

Oooh music, such a nice dopamine after a long day of work that really triggers sensations of pleasure and well-being. Gw lagi suka-sukanya dengerin musik sekarang, more than ever. Sebelum tidur gw bisa 3 jam dengerin musik. Variasi dari my faves (Gaga, Ariana, dll), OST One Piece, No Na (3 single itu semuanya gw suka!!!), Kpop—baru2 ini out of nowhere keinget albumnya f(x), The Pink Tape yang mashaallah tabarakallah bagusnyaaa. My favorite pink out of all pinks out there. Terima kasih Min Hee Jin!!

Please continue making me happy, just like Awe does. :D

Last but not least, there’s something unexpected to rise to the occasion.

Something about someone.

So I’m thinking about it a lot right now and somewhat the math is mathing? Hahaha~ or I hope so?

Anyway, whatever, laters! :D

Sunday, January 19, 2025

Confessions of a Shopaholic

Hi, guys! How yall doin??

Terinspirasi bikin postingan ini karena gw abis live shopping sama ade gw yang lagi di Australia.

Let me begin with a statement: I FUCKING LOVE SHOPPING… ABROAD! Wkwk

Ancurrr gw kalo shopping bisa ga inget waktu, ga inget limit credit card, ga inget saldo ATM…

Tapiii ini hanya berlaku untuk shopping di LN ya. Shopping in Indo doesn’t give me pleasure as much.

Anyway, actually gw udah hobi shopping sejak SD. Dulu sih motivasi shoppingnya cetek, pengen beli mainan sebanyak-banyaknya karena gw selalu diajak nyokap ke Kids Station/Toys R Us. Back in the days 2 store mainan itu gede banget di Jakarta. Gw inget Kids Station pernah satu gedung sendiri di Pondok Indah, 2 lantai penuh mainan semua. Kalo gw dapet ranking bagus, hadiahnya adalah belanja mainan sepuasnya di sana. Wah, itu surga banget deh buat gw pas zaman SD.

As time went by, hobi belanja mainan berubah menjadi belanja baju, sepatu, tas, aksesoris, dll. Leave me at a department store, I can spend all day there unbothered. 

Waktu remaja, gw berkenalan dengan konsep factory outlet (FO)—dulu sempet ngetren di Bogor dan Bandung—baju-baju branded reject nan murah dan banyakkk. Sering bela-belain ke 2 kota itu cuma buat FO hopping.

I love the giant space full of brands with unlimited stocks of items. I love hopping from one store to another. I love hunting discounts, best deals, bogo, clearance, last chance to buy, and many other sales jargons. I love searching through the box/pool full of items to find hidden gems. I love the smell of new collections. I love the sensation of finding the one, trying it on, and tapping my credit card to make it officially mine. I love the free shopping bags. I love EVERYTHING!

Kemudian berkesempatan untuk ke LN sendirian (tnapa ortu) dan ketika berkelana mencoba shopping—lebih kalap lagi karena ga ada yang ngawasin. Wkwk~ I mean, kalo shopping di Indo masih ada pawangnya which is nyokap, jadi masih suka dilarang-larang. But when I’m abroad, I have full control of my money! Muahahahaha~~

Adegan selanjutnya adalah mengeksplorasi FO di luar negeri. Mampus!!! Wkwkwk~~

Fast forward waktu tinggal di Melbourne, Australia. Sebagai mahasiswa sponsor, sungguh pengendalian diri untuk tidak belanja itu sebuah tantangan luar biasa berat buat saya. Apalagi DFO (direct factory outlet) sangat terjangkau dari rumah gw saat itu. Wkwkwk~~

Tapi gw berhasil melaluinya. Nggak gampang tergoda dengan FO-FO laknat yang tulisan SALE-nya bahkan lebih gede dari brand-nya. Kenapa? Simply karena saat itu gw miskin sih. Heuheuheu~~

Simply kalo milih belanja, berarti ga makan. Kasian ya? Gitu deh, guys.

Tapi gw kompromi sama diri gw sendiri. Biar masih bisa shopping tipis-tipis, nggak nelangsa-nelangsa amat hidup gw. Shopping gw jadiin self-reward if I did good in school. Dulu gw punya aturan kalo dapet nilai H1 (first class honours, skor 80-100) atau H2A (second class honours-division A, skor 75-79) gw akan menghadiahkan diri gw sendiri sepatu. Hahaha~~ Mayanlah jadi ada motivasi buat work hard juga. 

Also, birthday. Gw ga pelit sama diri sendiri juga kalo lagi ulang tahun. Pernah gw ceritain di sini gimana gw merayakan ulang tahun di Melbourne. 50%-nya adalah dengan belanja. Hehe~~

Untungnya gw cukup pintar mengatur finansial. Gw rajin menabung. Ada bagian tabungan yang gw sisakan untuk dibelanjakan till my heart content sesaat sebelum pulang ke Indonesia. Supaya barang-barangnya bisa gw kargoin langsung ke Indo. 

Kemudian hari itu datang, suatu hari di November 2017, ketika assignment terakhir sebagai mahasiswa S2 di-submit, gw officially selesai study dan tiba waktunya untuk… B.E.L.A.N.J.A! Menghabiskan sisa-sisa AUD sebelum back for good ke Indonesia.

It was one of the best days of my life. I woke up in the morning thinking how much the universe loved me. I felt really great and went on a major shopping spree~~ <3 <3 <3

I think I spent almost AUD 2K that day which is a LOT of money untuk seorang mahasiswa sponsor. Heuheuheu~~ 

Fast forward Maret 2023 dan April 2024, perasaan yang sama gw rasakan pas ke Lantau di Hong Kong dan Roermond di Belanda. God bless Citygate Outlets dan Roermond Designer Outlet respectively. Walaupun setelah dikonversi ke rupiah harganya tetep mahal, but still… pengalaman belanjanya puas banget kak! 

Buat gw, shopping itu wajib masuk itinerary traveling di LN. FO visit is a must!

Anyway, karena abis live shopping sama ade gw yang lagi di Brisbane, gw jadi nostalgia brand-brand fashion di Australia yang gw suka banget dan pasti bawa tentengan kalo abis dari store-nya. 


Brand swimwear lokal yang quality-nya bagus banget. Sayang karena postur tubuh gw nggak kayak Pamela Anderson, ga semua koleksinya bisa gw pake. Wkwk~ Tapi tetep suka window shopping dan scrolling website-nya. Gw punya sih 1 bikini dari Seafolly—masih cukup ga tuh ya? Duh berat badan naik lagi. Wkwk~





Tiga brand itu satu grup under Cotton On Group. Biasanya tokonya sebelah-sebelahan kalo di mall. Koleksi baju-baju cewek yang gemes-gemes, warna warni, dan murah-murah. Basic tees-nya bikin kalap. Sekali beli ga mungkin cuma 1. Quality not bad. Gw punya jeans dari 2018 sampai sekarang masih bagus. 



Baju-baju semi formal dan formal. Baju kantor dan pesta. Tapi kadang-kadang satu baju bisa merangkap buat both ke kantor dan pesta. Misalnya shirt ditambahin aksen bling bling elegan with silver or gold gitu. Lumayan pricey sih, gw ga punya koleksi Decjuba tbh. Dulu punya jaket kulit, tapi karena pandemi ga pernah dipake jadi aus—udah dibuang. Tapi gw masih inget pengalaman main ke store-nya. Rapi, elegan, dan color coordinated. Bikin betah!



Satu grup juga sama Supre & Dotti. Brand baju tidur yang overprice mampus, tapi gw sukaaa~~ Satu set piyama bisa 1,5 juta. Tapi memang sebagus dan senyaman itu, guys. Jadi menurut gw sih worth it ya. Tapi sampai sekarang gw masih belum punya koleksinya satupun. Hehe~ Nanti deh ya. True story gw pernah suka banget piyama set satin warna navy blue-nya Peter Alexander, tapi karena waktu itu ga bisa afford, akhirnya sampai Indo gw beli model dan warna yang sama di Shopee. Lalu menyugesti diri sendiri ketika pakai, itu adalah Peter Alexander bukan Shopee. Wkwk~ Sad.



Sebenernya mirip-mirip Supre cs, tapi desain-desainnya lebih… Asia. Wkwk~ Like it’s literally baju-baju ITC di Indonesia made in either China or Thailand. Hahaha~ USP dia sebenernya atasan-atasan bermotif yang desainnya cewek banget, tapi top buy gw di sana basic tees sih. Satu warna merah, satu silver. 22nya udah ga ada tapi. Hilang dan disumbangkan. Hix.



Ini ga ada di FO sih, adanya di mall. Tapi ini juga store yang gw kalo masuk keluarnya bisa lamaaa banget. Glue konsepnya banyak brand di dalamnya. Ada Adidas, The North Face, Stussy, Vans, dll. Brand-brand anak muda. Not necessarily sport brand sih, lifestyle juga banyak. I love it.



Brand fashion super artsy yang selling point-nya adalah print warna warni hasil kolaborasi dengan seniman-seniman lokal, termasuk seniman Aborigin. Gorman is my personal favorite secara konsep. Baju-bajunya sih jarang ada yang bisa gw pake, suka lebay desainnya. Rata-rata mahal pula AUD100++, wajar karena selain kualitas kainnya bagus, kolaborasi dengan senimannya itu yang bikin mahal. Di Australia art dan artist itu dihargai dan diapresiasi dengan sangat tinggi. Ada satu baju Gorman yang gw bela-belain beli walaupun mahal: raincoat. Kepake banget di Indonesia!





Dua brand ini edgy karena USP-nya adalah vintage dan street style. Bedanya Dangerfield buat unisex & lebih tomboy, Princess Highway buat cewek only dan so girly. Jarang ada di mall, biasanya di arcade atau di toko-toko pinggir jalan. Dua brand itu satu grup, ciri khasnya desainnya unik dan nyeleneh. Entah motifnya, cuttingan-nya, warnanya, bahannya.. Ga ada desain yang basic. Kalo di Jakarta, brand ini dipakenya sama anak-anak skena. Wkwk~ Quality-nya ok dan secara harga ga terlalu mahal karena segmennya anak muda. Masuk ke tokonya juga memberikan experience yang beda. Vibe retro-nya berasa, dari wanginya, kurasi barang-barangnya, warna cat tokonya. Seru deh. Cobain ke sana sekali-sekali, guys.

Okay I guess segitu dulu aja. Kalo ada yang inget lagi gw tambahin. Inti postingan ini sih cuma mau kasih tau kalo gw suka banget shopping di LN. Kalo elo traveling ke LN sama gw someday, mind you gw akan pake 1 hari full buat shopping. You can say no though, ga harus ikut, misah aja gapapa. Just a heads up!

Byeee~~~