Showing posts with label personal. Show all posts
Showing posts with label personal. Show all posts

Saturday, July 25, 2026

Character Development

Hi, guys! How yall doing?


Wah, bulan Juli lu bener-bener ya!


Bener-bener ga dikasih napas. Sekalinya dikasih napas, posisinya sakit jadi lemes ga bisa ngeblog. Maafkan sayaaa pemirsaaa…


Okay enough feeling sorry, let’s get down to business.


Kalo ditanya apa yang bikin sibuk tentu saja pekerjaan saya ya pemirsa. Kayaknya semakin kesini semakin jarang weekend yang libur. Sebenernya good thing karena kalo kerja weekend dapet cuti in lieu, semua expenses hari itu juga ditanggung kantor, jadi bisa sekalian main.


But still, tetep capek sih…


Salah satu highlight kerjaan kemarin adalah gala premiere. Ini kayaknya belum pernah dibahas di blog, gw itu mengalami character development ketika meng-handle gala premiere, guys. Wkwk~


As in dulu jaman di Errthing, kalo lagi gala tuh gw paling males dress up~ Kayak… ga worth it? Ujung-ujungnya lusuh, capek, kucel, all those negative vibes karena artisnya susah diaturlah, EO-nya kacrutlah, produksinya jeleklah, venuenya kenapalah, ada aja pasti kejadian hari itu yang bikin bete sehingga dress up menjadi ga worth itu. All sorts of negative energy output I knew would happen, udah bikin males duluan~ Akhirnya kalo gala outfit gw literally outfit yoga. Kaos + legging + hoodie item. Semales ituh.


I just really want to get shit done, man…


But then, Awe changed me. Big time. Setelah beberapa kali mengalami gala bersama Awe, gw liat orang2 di sana selalu well-dressed, very representing the brand, kece, kinclong, almost look like the celebrities. Kenapa mereka bisa begitu? Karena mereka punya EO yang proper, yang bisa bikin mereka santai dan cantik di hari H. Tinggal menyambut tamu masing-masing dengan senyum tiga jari. 


Oh, budget matters. Ok.


Kedua yang menurut gw matters juga: ownership. People in Awe have very high ownership of their brand, their titles, and their job. They love them. Jadi ketika ada momen bisa memamerkan kerjaan mereka ke dunia, mereka bangga dan dengan senang hati melakukannya. 


Which i’m, in the case of Errthing, 100% not. LOL


I h8 their brand, menurut gw itu brand jelek. Reputasi jelek, filosofi jelek, logo jelek, warna jelek, company culture jelek. Only 5% title mereka yang gw beneran suka. Even title yang gw handle sendiri aja ga berhasil membangun ownership dalam diri gw. Gw nonton terpaksa karena pekerjaan. Selebihnya, naah~ Ga worth it. Ga usah tanya baca skrip/ngga, udah pasti ngga~ Apalagi pas tau behind the scene title-title itu dibuat dengan sembarangan~ How their thinking is made.. Bye~ 


Gw paling punya ownership mentok di 1 tahun pertama di sana doang, selebihnya i-just-wanna-get-shit-done mentality~


Dah ah, males ngomongin Errthing jadi negatif mulu output-nya~


Berangkat dari semua itu, gw terdidik untuk membangun that “have budget” & “high ownership” mentality. Di Awe, ini gampang banget dan frekuensinya sering. Jadi by the end of my service, character development baru sudah solid terbentuk. 


Nah sekarang kebiasaan baik di Awe itu kini gw lanjutkan di QQ. Alhamdulillah QQ punya budget (tidak sebanyak Errthing, tapi punya!) dan berhasil membangun ownership yang kuat dalam diri gw sehingga gw bisa melanjutkan character development hasil didikan Awe. <3


Balik lagi ke gala, nah  jiper dong kalo gala ga dress up. Apalagi warga di sana sangat menjunjung tinggi dresscode, hampir semuanya nurut dresscode. Jadi sejak saat itu, I TAKE DRESSCODE SERIOUSLY! 


This is my character development! Gw literally beli baju baru setiap gala and I spent a LOT! Minimal banget designer brand. Walaupun belinya di Shopee biar bisa diskon Shopee VIP, tetep ada adegan mampir ke store-nya untuk cobain satu-satu. Buka macem-macem website scrolling tanpa henti sampai menemukan “the one”. 


It’s a fun experience tbh, kind of healing juga karena gw kan emang demen shopping ya. Nyehehehe~


Gala becomes one of the things I looked forward to. Di tengah segala ke-hectic-annya, masih ada at least 1 hal yang bikin gw hepi. <3


Baju-baju yang gw beli itu banyakan ended up ga gw pake lagi. Jadi penghuni tetap lemari bagian paling dalem. But I don’t care. Still brings me joy. <3


my 1st blazer set in maroon! <3


So, next gala, kita pake baju apa nih???


Saturday, May 30, 2026

Me Wassup #119 - Wrapping Up May

Hi, guys! How yall doing?


Tak terasa bulan Mei yang sibuk ini sudah mau berakhir. Selamat tinggal, bulan baik. Bulan ini banyak senengnya, banyak belajarnya, banyak re-connect sama temen2 lama, kenalan sama temen2 baru, baik di internet maupun dunia nyata. Walaupun ada kejutan-kejutan “manis” di pekerjaan, first big event, first drama, and everything else in between, tapi overall tetap bulan yang baik. 


Update sedikit dari postingan sebelumnya, hari Minggu kemarin gw menjalani treatment kedua as birthday perks dari BCA. Kali ini di Menard Shop & Spa dengan treatment Embellir Whitening Pack senilai 1,7 juta. Konon ini adalah treatment anti-aging termasuk kerutan, kering, kusam, dan tekstur kasar. Cucooookkk! Wkwk~~






Tempatnya Japan vibe gitu kayak Kokuo. Menard ini emang asal Jepang. Service-nya 5-star juga kayak Tosca. Tapi pas nunggu ga dikasih cemilan. :p


But it’s okay, the treatment itself 90 menit, termasuk facial dan shiatsu back massage. Facialnya termasuk cleansing, serum, masker (2 jenis, but again, ingatan gw seperti kura-kura, lupa aja aja), dan suncreen.


Hasilnya? Wow. Ini hari ke-6 sejak treatment, gw ga pake skincare apa-apa karena kulit gw masih halus dan kenyal banget guysss~~


Makasih ya BCA!!! <3


Anywaayy.. Gw ga jadi nonton F4 karena satu dan lain hal. But believe it or not, gw ga merasa FOMO pas ngeliat fancam orang-orang. Mungkin benar gw hanya menyukai IP-nya, Meteor Garden dan Hana Yori Dango. Elemen-elemen pendukung di dalamnya seperti F4, biasa aja. It feels good to see Jerry (my first love) and Vic (my gege) in good health and good shape though. They look happy with this concert. That’s enough for me.


On more personal notes, gw lagi mengalami dilemma. So the last couple of months gw merasakan perubahan yang cukup nyata di tubuh gw. Beberapa bulan terakhir, gw kalo mens ga sakit atau sakitnya minimalis dan bisa ditahan. Ini aneh, karena biasanya gw bisa bener-bener lumpuh di hari pertama dan kedua mens sampai harus minum all sorts of medicine. 


Mungkin kedengerannya bagus, but I feel something weird. Kalo mens ga sakit, itu biasanya karena gw sedang menjalani pola hidup sehat. Rajin olahraga, jaga makan, rajin minum vitamin, dll. Ini tuh nggak. Gw udah berbulan-bulan ga olahraga, makan pun sembarangan. Jadi ketika mens ga sakit, ini aneh.


Gw juga notice durasi mens semakin sedikit. Biasanya 7 hari, sekarang 4-5 hari aja udah kelar. Mungkin bagus, irit softex. But on the other side, ini berarti jumlah sel telur gw berkurang~


I’m doing the math and something strikes me: am I experiencing pre-menopause???


So I look it up, ask people around. 


Untuk urusan mens jadi ga sakit, menurut Elia yang adalah sarjana sains, itu karena di atas umur 35 ada hormon yang berkurang/hilang di tubuh perempuan. Estrogen or progesteron or something. Ini make sense, karena bertahun-tahun yang lalu ketika gw ke ginekolog untuk masalah mens sakit ini, dokter bilang ini karena hormon gw tidak seimbang. Now that the hormon is (slowly) gone, the pain is gone as well. 


And yes, another sign of it is volume haid fluktuasi (bisa berkurang atau berlebih), in my case, berkurang karena sekarang durasi haid cuma 4-5 hari. 


Tbh, idk how I should feel about it. Harusnya bagus ya kalo ga sakit kan ga ganggu kegiatan sehari-hari. Bagus juga kalo mens lebih cepet, so I’m getting better sooner as well. But somehow I also feel… at loss~ Like a part of me is gone and will never come back~


Terus sedih beb~ :”(


Damn it, hormones!!!


Ternyata bener tubuh perempuan itu ada waktunya. I mean, I’ve known this fact for a long time, but I never thought it would strike me this hard right after I turn 37.


Panik. Panik. Panik.


In a couple of years, gw harus menerima fakta kalau gw ga akan bisa hamil dan punya anak~ 


C.R.A.Z.Y.


I do want to have kids. I do want to experience pregnancy and motherhood. 


………


So i’m thinking of plan B and remember… Luna Maya.


I’ve learned the procedure, it looks scary as fuck. But hey, tahun ini belum ada kegilaan yang di-checklist kan? Nyehehehe~


So, bismillah Q4 2026. Ngumpulin duit dan nyali dulu!


Speaking of nyali… I’ve just signed up for a marathon event!


Tuhan itu emang maha baik ya. Gw ga dapet F4, langsung dikasih gantinya yang ga kalah seru:




Yupp! I’ll be joining the fun next week! Sekarang statusnya lagi checkout kacamata Doflamingo di Shopee. Wkwkwk~~


Emang bangke nih One Piece~ Makin hari bikin gw makin cinta~


Dulu pas awal-awal suka janjinya kan cuma nonton animenya aja, ga sampe tahap spending money. Sekarang terhitung udah 2x ke One Piece Cafe dengan ARPU minimal 500k dan udah punya topi jerami, topinya Ace, dan upcoming kacamatanya Doffy~ 


Casetify collab juga udah di keranjang kuning tuh dari berbulan-bulan yang lalu. Tinggal nunggu khilaf aja terus checkout~


Gw abis nonton podcast ini:





.. and I thought, ih seru juga ya main tebak-tebakan karakter gitu!


But I have no one to play with so guess what I do!


Merapat ke ChatGPT! LOL!


Bisa guys main sama mba GPT! Seru juga walaupun doski no emotion, just bot. LOL!!!


Dah ah, mau ke salon, abis itu ke kondangan. Byeeee



Sunday, April 12, 2026

Thread yang menarik

Hi, guys! How yall doin?


Kemarin membaca thread ini di X, gatel pengen komentarin atau bikin versi gw. I think it’s not a bad idea, karena katanya kan kalo manifestasi/minta harus detil. :D





Okay here we go. Punten ya mbaknya, saya kutip thread-nya.


Syarat jadi pasangan hidup versi gw: 


1. Islam dan Single (Bukan Duda)


Both not necessary buat gw. Yes, ga harus Islam dan duda gapapa. Ga harus Islam karena gw bukan tipe orang yang suka ngurusin agama orang. Hubungan dia dengan Tuhan 100% terserah dia. Agama ga menjamin pribadi/karakter orang akan seperti apa anyway. I mean, kalo Islam tapi ujung-ujungnya ga “bener”, buat apa? Better agama lain tapi “bener”. 


Gw sendiri bukan umat Islam yang taat. I don’t pray 5x a day, I don’t read Qur’an (tapi udah khatam 2x, owh flex!) on a daily basis, I don’t memorize the surah, I know nothing about the history of Islam, I don't even feel excited during Ramadan/Lebaran. Jadi ga fair-lah kalo memaksakan agama yang gw aja tidak menjalankannya dengan baik, just because. 


Although gw kebayang kalo non-Islam akan jadi perbincangan panjang di keluarga gw. Nyokap bokap pasti berharap login, tapi I make my own decision. Whether dia mau login atau nggak, terserah dia. 


As for duda, to some extent gapapa. Asal penyebab perceraiannya bukan:

1) Selingkuh

2) Kesehatan


Gw ga mau duda dengan anak though, idk the idea of raising/accepting children who is not from my womb masih belum bisa gw terima. I’d rather be childless.


2. Stable income (wajib di atas gw, i can’t deal with ur insecurities)


Setuju. Selain karena alasan tersebut di atas, higher income equals the amount of trust I can give him. I feel safer around him if he has higher income than me. It also shows how much he is willing to provide and be responsible for the family. 


But don’t worry dude, I don’t eye your income. I have my own money to get the things I want. Elo ga harus menafkahi gw. I’m good. Instead, gunakan uang lo atau uang kita (yes karena gw akan chip in juga) untuk hal-hal yang sifatnya bersama. Kebutuhan rumah tangga, kebutuhan anak (kalau ada), kebutuhan masa depan, dll. 


3. Decent look (gak harus ganteng, tapi wajib enak dilihat) 


I’m a fan of Gary from Running Man. Gary itu jelek, itu fakta. Tapi God knows how much I like him karena personality-nya. So I guess, looks don't matter for me. Terima kasih Gary karena mengajarkan gw don’t judge a book by its cover. Nyehehehe~


4.Tidak punya riwayat selingkuh


Nah. Seperti #1 tadi. Selingkuh is unforgivable.  


5. Willing to grow together (biz partner, parenting and travel partner its a must)


Agree in principle. In case of biz partnership dan parenting, harus seiya sekata seiring sejalan. Jangan ada yang lebih dominan. Utamakan akal sehat dalam pengambilan keputusan. 


And yes for traveling. What’s the point of having a life partner if we don’t go on a life journey together? Once you commit to me, be ready to buckle up!


6. BI checking harus bagus


Yup.


7. Tidak ada riwayat pinjol, judol dsb


LOL. Yup.


8. Tidak patriarki, kasar, dan pelit


PREACH, SISTURRR! Oke kita bahas satu-satu.


Patriarki. The big idea of this is dia harus paham dan menerima bahwa once we commit to marriage/partnership, posisi gw sama dia itu EQUAL. He can make the final decision but only after rounds of conversation and negotiation with me until we find common ground/ways to compromise yang tidak merugikan satu sama lain. So, once you commit to me, say goodbye to patriarki.


Kasar. ISTG once he abuses me or my children or anyone in the family physically or verbally or mentally, he’s out right instant for sure. 


Pelit. Kalo ini tergantung konteksnya. Pelit dalam konteks penghematan supaya tidak boros gw setuju, gw pun pelit jika demikian. Tapi kalo pelit yang sifatnya harming untuk rumah tangga, perlu ditelusuri asal usulnya. Apakah lagi ada masalah finansial? Something like this harus transparan and again solusinya harus didiskusikan bersama. 


9. Wajib menafkahi lahir batin (di luar kebutuhan rumah tangga)


Batin iya. Lahir as if materi, he doesn’t have to because I have my own money. If he has extra money, gw lebih suka itu ditabung untuk kebutuhan bersama. Ya kalo dia tetep mau kasih gw uang bulanan gapapa, tapi ini sunah aja. Ga wajib. 


10. Bersedia membuat perjanjian pranikah


Yup. Let’s make the prenup as OCD as possible. 


11. Should be the same degree or above (top 10 PTN or Top 10 PTS is a  plus)


Hmmm.. Not necessary. Banyak kok orang yang pintar tanpa mengenyam pendidikan formal. Buat gw background pendidikan ga masalah, yang penting IQ dan EQ harus di atas rata-rata dan seimbang. 


12. Not to be rasis, tapi ortu tidak setuju dg beberapa suku, u should tell me about ur ancestors.


The big idea is I don’t care about looks. Buat gw karakter, IQ, dan EQ lebih penting. But I get orangtua apalagi yang boomer punya pemikiran-pemikiran sendiri di kepalanya. But I think mine loves me so much mereka akan menyerahkan keputusannya ke gw. At this point keknya mereka sih yang penting gw nikah aja. LOL~


13. Tinggi badan harus di atas gw


Again, I don’t care about looks. Tapi kalo bisa lebih tinggi would be nice sih~ Hehe


14. SMART omg, stupid man is a red flag


Smart itu subjektif. Gw lebih suka menyebutnya IQ & EQ di atas rata-rata dan pengetahuannya luas at least di bidang yang dia tekuni. I love people with knowledge and passion.


15. if u want me to be a house wife, i have no problem, as long as u can give me as much as i make my own.


Tbh gw penasaran sih gimana rasanya jadi IRT. So I’m down dengan syarat yang sama kayak mbaknya. Tapi kayaknya gw ga akan betah deh secara udah 15 tahun kerja terus ya. Jadi coba dulu setahun deh, kalo ga betah, harus bolehin gw kerja lagi ya. 


16. Cat lover or Dog lover is a plus


Nope. No need. The only animal allowed in the house is fish. 


17. Flowers and Gifts every special occasion is a must


LOL. Nope. No need. Flowers are lame. I don’t like stuffing at home, menuh-menuhin rumah aje~ So please, only buy things that I need. 


18. Own a house or car is a plus (we can buy together)


House is a must and yes we can buy/rent together. I prefer apartment though.


Mobil tergantung rumahnya dimana. Selama masih ada akses transportasi umum yang memadai, keknya mobil ga perlu-perlu amat. Tapi lebih baik punya jika punya anak. 


19. Has to be someone who loves my parents and my family 


Yes to love my parents, but my family? LOL~ I don’t even like them myself, so all good, no pressure. 


20. Melek investasi dan tidak boros.


Yuppp~~


21. Pekerjaannya wajib halal 😭🙏🏻


LOL. Idk man gw tuh kan orangnya bosenan ya, kalo jodoh gw mafia keknya hidup gw lebih seru macem mbak-mbak di 365 Days itu~ LOLLL kidding~~~


22. I love quality time, so i hope my partner has the same thing


Yes!


23. Has a same taste of humor


Hahahaha~ Sense of humor beda gapapa sih. Yang penting punya aja dan mau menerima selera humor masing-masing. Kan lucu kalo punya referensi humor yang beda-beda, bisa saling belajar. Semacam bebales pantun gitu. Wkwk~


24. Sudah selesai dengan masa lalunya


I don’t really know what this means. Kalo sifatnya meninggalkan trauma masa lalu, I guess that’s fine. Tapi yang lebih penting kan gimana masa lalunya itu shape him today. I guess yang gw pengen adalah dia memahami dan mengaplikasikan konsep anicca—impermanent. Segala sesuatu di dunia ini tidak permanen. Baca selengkapnya di sini.


25. Dewasa dan tidak kekanakan


Dewasa yes, tidak kekanakan pemikirannya kali ya maksudnya? Kalo iya, gw setuju. But I don’t mind someone playful yang masih menyimpan inner child-nya. I want someone with the same enthusiasm when I ask him to go on Disney Cruise/theme parks with me. Hehe~


26. Has a nice hairline is a plus


Looks is not a problem. Period.


27. Tidak kurus, tetapi juga tidak obesitas


Yang penting sehat.


28. Wajib screening kesehatan setiap tahun 


Setuju.


29. Has to be someone older (not too old)


Not necessary. I can tolerate younger guy, maksimal 5 tahun lebih muda.


30. Can swim is a plus


Yeah. Biar bisa ngajarin gw berenang. LOL


Alright, terima kasih mbaknya sudah memberikan inspirasi. Some additional points:


He gotta have hobbies—something he’s passionate about. Reasons to live. Gw ga mau orang yang hidupnya kayak robot dengan schedule yang sama setiap hari. Bangun-kerja-pulang-tidur-repeat. Harus ada hiburan dan liburannya. Kalo ada bidang yang dia tekuni lebih baik. That’s what makes him unique and define his character.


He doesn’t have to like what I like, and vice versa, I don’t have to like what he likes. I mean, would be great if he likes One Piece, wkwk~ Tapi ga haruslah. Yang penting saling respect aja atas hobi masing-masing. With that being said, I’m a Belieber since 2008. You better respect the hell out of that. 


He has to be kind-smart-funny. Gw suka banget kombinasi 3 traits ini. I even describe myself with those. So it would be great if my S.O is too.


He has to accept me the way I am dengan pemikiran-pemikiran gw yang kadang out of this world. I’m sorry, but that’s just who I am. My thoughts have come with great difficulties, so you can’t change that instantly. I’m always open for discussion though, I will listen to your thoughts, who knows ternyata elo bisa mengubah gw menjadi lebih baik.


He’s gotta be clean. He takes care of himself well and lives well. Nggak jorok. Rajin cuci tangan. Home situation—a little messy it’s okay tapi minimal seminggu sekali deep clean-lah. 


He’s looking for a wife NOT an ART. Honey, if you ask me to do house chores, I’m out for sure. We do chores TOGETHER, or we pay someone to do it (I prefer the latter!). 


He’s a gentleman. He cares about me. He puts me first. He treats me like a person—not an object. He respects my thoughts. He doesn’t talk down to me. He’s honest and sincere. Chivalry is not dead. I’m an independent woman, tapi dimanjain sekali-sekali sih ga nolak juga. Hahaha~~


Okay I think itu dulu aja. ✨ manifesting ✨


Happy weekend!