Sunday, April 12, 2026

Thread yang menarik

Hi, guys! How yall doin?


Kemarin membaca thread ini di X, gatel pengen komentarin atau bikin versi gw. I think it’s not a bad idea, karena katanya kan kalo manifestasi/minta harus detil. :D





Okay here we go. Punten ya mbaknya, saya kutip thread-nya.


Syarat jadi pasangan hidup versi gw: 


1. Islam dan Single (Bukan Duda)


Both not necessary buat gw. Yes, ga harus Islam dan duda gapapa. Ga harus Islam karena gw bukan tipe orang yang suka ngurusin agama orang. Hubungan dia dengan Tuhan 100% terserah dia. Agama ga menjamin pribadi/karakter orang akan seperti apa anyway. I mean, kalo Islam tapi ujung-ujungnya ga “bener”, buat apa? Better agama lain tapi “bener”. 


Gw sendiri bukan umat Islam yang taat. I don’t pray 5x a day, I don’t read Qur’an (tapi udah khatam 2x, owh flex!) on a daily basis, I don’t memorize the surah, I know nothing about the history of Islam, I don't even feel excited during Ramadan/Lebaran. Jadi ga fair-lah kalo memaksakan agama yang gw aja tidak menjalankannya dengan baik, just because. 


Although gw kebayang kalo non-Islam akan jadi perbincangan panjang di keluarga gw. Nyokap bokap pasti berharap login, tapi I make my own decision. Whether dia mau login atau nggak, terserah dia. 


As for duda, to some extent gapapa. Asal penyebab perceraiannya bukan:

1) Selingkuh

2) Kesehatan


Gw ga mau duda dengan anak though, idk the idea of raising/accepting children who is not from my womb masih belum bisa gw terima. I’d rather be childless.


2. Stable income (wajib di atas gw, i can’t deal with ur insecurities)


Setuju. Selain karena alasan tersebut di atas, higher income equals the amount of trust I will give him. I feel safer around him if he has higher income than me. It also shows how much he is willing to provide and be responsible for the family. 


But don’t worry dude, I don’t eye your income. I have my own money to get the things I want. Elo ga harus menafkahi gw. I’m good. Instead, gunakan uang lo atau uang kita (yes karena gw akan chip in juga) untuk hal-hal yang sifatnya bersama. Kebutuhan rumah tangga, kebutuhan anak (kalau ada), kebutuhan masa depan, dll. 


3. Decent look (gak harus ganteng, tapi wajib enak dilihat) 


I’m a fan of Gary from Running Man. Gary itu jelek, itu fakta. Tapi God knows how much I like him karena personality-nya. So I guess, looks don't matter for me. Terima kasih Gary karena mengajarkan gw don’t judge a book by its cover. Nyehehehe~


4.Tidak punya riwayat selingkuh


Nah. Seperti #1 tadi. Selingkuh is unforgivable.  


5. Willing to grow together (biz partner, parenting and travel partner its a must)


Agree with the idea. In case of biz partnership dan parenting, harus seiya sekata seiring sejalan. Jangan ada yang lebih dominan. Utamakan akal sehat dalam pengambilan keputusan. 


And yes for traveling. What’s the point of having a life partner if we don’t go on a life journey together? Once you commit to me, be ready to buckle up!


6. BI checking harus bagus


Yup.


7. Tidak ada riwayat pinjol, judol dsb


LOL. Yup.


8. Tidak patriarki, kasar, dan pelit


PREACH, SISTURRR! Oke kita bahas satu-satu.


Patriarki. The big idea of this is dia harus paham dan menerima bahwa once we commit to marriage/partnership, posisi gw sama dia itu EQUAL. He can make the final decision but only after rounds of conversation and negotiation with me until we find common ground/ways to compromise yang tidak merugikan satu sama lain. So, once you commit to me, say goodbye to patriarki.


Kasar. ISTG once he abuses me or my children or anyone in the family physically or verbally or mentally, he’s out right instant for sure. 


Pelit. Kalo ini tergantung konteksnya. Pelit dalam konteks penghematan supaya tidak boros gw setuju, gw pun pelit jika demikian. Tapi kalo pelit yang sifatnya harming untuk rumah tangga, perlu ditelusuri asal usulnya. Apakah lagi ada masalah finansial? Something like this harus transparan and again solusinya harus didiskusikan bersama. 


9. Wajib menafkahi lahir batin (di luar kebutuhan rumah tangga)


Batin iya. Lahir as if materi, he doesn’t have to because I have my own money. If he has extra money, gw lebih suka itu ditabung untuk kebutuhan bersama. Ya kalo dia tetep mau kasih gw uang bulanan gapapa, tapi ini sunah aja. Ga wajib. 


10. Bersedia membuat perjanjian pranikah


Yup. Let’s make the prenup as OCD as possible. 


11. Should be the same degree or above (top 10 PTN or Top 10 PTS is a  plus)


Hmmm.. Not necessary. Banyak kok orang yang pintar tanpa mengenyam pendidikan formal. Buat gw background pendidikan ga masalah, yang penting IQ dan EQ harus di atas rata-rata dan seimbang. 


12. Not to be rasis, tapi ortu tidak setuju dg beberapa suku, u should tell me about ur ancestors.


The big idea is I don’t care about looks. Buat gw karakter, IQ, dan EQ lebih penting. But I get orangtua apalagi yang boomer punya pemikiran-pemikiran sendiri di kepalanya. But I think mine loves me so much mereka akan menyerahkan keputusannya ke gw. At this point keknya mereka sih yang penting gw nikah aja. LOL~


13. Tinggi badan harus diatas gw


Again, I don’t care about looks. Tapi kalo bisa lebih tinggi would be nice sih~ Hehe


14. SMART omg, stupid man is a red flag


Smart itu subjektif. Gw lebih suka menyebutnya IQ & EQ di atas rata-rata dan pengetahuannya luas at least di bidang yang dia tekuni. I love people with passion.


15. if u want me to be a house wife, i have no problem, as long as u can give me as much as i make my own.


Tbh gw penasaran sih gimana rasanya jadi IRT. So I’m down dengan syarat yang sama kayak mbaknya. Tapi kayaknya gw ga akan betah deh secara udah 15 tahun kerja terus ya. Jadi coba dulu setahun deh, kalo ga betah, harus bolehin gw kerja lagi ya. 


16. Cat lover or Dog lover is a plus


Nope. No need. The only animal allowed in the house is fish. 


17. Flowers and Gifts every special occasion is a must


LOL. Nope. No need. Flowers are lame. I don’t like stuffing at home, menuh-menuhin rumah aje~ So please, only buy things that I need. 


18. Own a house or car is a plus (we can buy together)


House is a must and yes we can buy/rent together. I prefer apartment though.


Mobil tergantung rumahnya dimana. Selama masih ada akses transportasi umum yang memadai, keknya mobil ga perlu-perlu amat. Tapi lebih baik punya jika punya anak. 


19. Has to be someone who loves my parents and my family 


Yes to love my parents, but my family? LOL~ I don’t even like them myself, so all good, no pressure. 


20. Melek investasi dan tidak boros.


Yuppp~~


21. Pekerjaannya wajib halal 😭🙏🏻


LOL. Idk man gw tuh kan orangnya bosenan ya, kalo jodoh gw mafia keknya hidup gw lebih seru macem mbak-mbak di 365 Days itu~ LOLLL kidding~~~


22. I love quality time, so i hope my partner has the same thing


Yes!


23. Has a same taste of humor


Hahahaha~ Sense of humor beda gapapa sih. Yang penting punya aja dan mau menerima selera humor masing-masing. Kan lucu kalo punya referensi humor yang beda-beda, bisa saling belajar. Semacam bebales pantun gitu. Wkwk~


24. Sudah selesai dengan masa lalunya


I don’t really know what this means. Kalo sifatnya meninggalkan trauma masa lalu, I guess that’s fine. Tapi yang lebih penting kan gimana masa lalunya itu shape him today. I guess yang gw pengen adalah dia memahami dan mengaplikasikan konsep anicca—impermanent. Segala sesuatu di dunia ini tidak permanen. Baca selengkapnya di sini.


25. Dewasa dan tidak kekanakan


Dewasa yes, tidak kekanakan pemikirannya kali ya maksudnya? Kalo iya, gw setuju. But I don’t mind someone playful yang masih menyimpan inner child-nya. I want someone with the same enthusiasm when I ask him to go on Disney Cruise/theme parks with me. Hehe~


26. Has a nice hairline is a plus


Looks is not a problem. Period.


27. Tidak kurus, tetapi juga tidak obesitas


Yang penting sehat.


28. Wajib screening kesehatan setiap tahun 


Setuju.


29. Has to be someone older (not too old)


Not necessary. I can tolerate younger guy, maksimal 5 tahun lebih muda.


30. Can swim is a plus


Yeah. Biar bisa ngajarin gw berenang. LOL


Alright, segitu dulu, terima kasih mbaknya sudah memberikan inspirasi. Some additional points:


He gotta have hobbies—something he’s passionate about. Reasons to live. Gw ga mau orang yang hidupnya kayak robot dengan schedule yang sama setiap hari. Bangun-kerja-pulang-tidur-repeat. Harus ada hiburan dan liburannya. Kalo ada bidang yang dia tekuni lebih baik. That’s what makes him unique and define his character.


He doesn’t have to like what I like, and vice versa, I don’t have to like what he likes. I mean, would be great if he likes One Piece, wkwk~ Tapi ga haruslah. Yang penting saling respect aja atas hobi masing-masing. 


He has to be kind-smart-funny. Gw suka banget kombinasi 3 traits ini. I even describe myself with those. So it would be great if my S.O is too.


He has to accept me the way I am dengan pemikiran-pemikiran gw yang kadang out of this world. I’m sorry, but that’s just who I am. I’m always open for discussion though, who knows ternyata elo bisa mengubah gw menjadi lebih baik.


He’s gotta be clean. He takes care of himself well and lives well. Nggak jorok. Rajin cuci tangan. Home situation—a little messy it’s okay tapi minimal seminggu sekali deep clean-lah. 


He’s looking for a wife NOT an ART. Honey, if you ask me to do house chores, I’m out for sure. We do chores TOGETHER, or we pay someone to do it (I prefer the latter!). 


He’s a gentleman. He cares about me. He puts me first. He treats me like a person—not an object. He respects my thoughts. He doesn’t talk down to me. He’s honest and sincere. Chivalry is not dead. I’m an independent woman, tapi dimanjain sekali-sekali sih ga nolak juga. Hahaha~~


Okay I think itu dulu aja. ✨ manifesting ✨


Happy weekend!


No comments:

Post a Comment