Showing posts with label midnight blabs. Show all posts
Showing posts with label midnight blabs. Show all posts

Saturday, November 5, 2022

My Thoughts On: Konser Rusuh & Burung Biru Layoff

 Hi, guys! How y’all doin?

Hari ini mau misuh-misuh berkomentar tentang 2 isu yang lagi hangat. 

Pertama, konser rusuh pada dibubarin. Dooohh, kasian amat sih. Niat nonton konser buat healing dan seneng2, eh dibubarin. Semua karena panitia/promotor ga becus. Ya overcapacity-lah, crowd control ga kompetenlah, panitia ga ada yang standby-lah, dan segala macem isu yang harusnya bisa diantisipasi dengan planning yang baik dan benar.

Like… overcapacity… I’m speechless. Itu kan simple math, itung-itungan sederhana. Lo sewa venue kan udah ketauan berapa capacity-nya, tinggal di-convert jadi tiket. What the hell went wrong sampai overcapacity???

TaPi kAn aDa fAkToR FaNs BaRbaR jUgA…

Fans barbar harusnya bisa diantisipasi dengan panitia yang standby dan crowd control yang siaga. Sweep area regularly, any signs of barbarism, harus langsung ditindak! 

Gw melihat fenomena Berdendang Bergoyang dibubarin, kemarin konser NCT juga dibubarin karena alasan yang sama, yaolo miris. Soalnya temen2 gw banyak yang ke sana dan langsung meluapkan kekecewaan mereka di media sosial. Bayangin udah bayar mahal2, looking forward to the weekend just to see their idols, eh treatment-nya shit~

Ini promotor lagi berlomba2 jadi yang terjelek apa ya???

Serius nanya, kemana sih promotor2 bagus zaman dulu yang selalu smooth bikin konser? Java Musikindo, Big Daddy, Synergism… Now we’re stuck with promotor2 baru yang super shit dan don’t know what they’re doing~

Kalo kayak gini caranya sih nggak dulu deh nonton konser di Indo~ Such a dumb way to die—like literally, you can die just by going to concerts now. Kayak kejadian di Itaewon tuh, niat seneng2 malah berujung petaka karena—sorry to say, too dumb to still go in padahal jelas2 udah penuh ga bisa napas~



Be smart ajalah, guys. The logic is there. Daripada lo baper, marah, kecewa, kejepit, luka, memar, or worse… metong~

Just don’t go to concerts or go abroad sekalian for better treatment. Ga cuma treatment buat lo, tapi juga idol lo. Mereka ga deserve ngeliat kalian tersiksa sepanjang nonton mereka perform.

Jangan kasih room to grow untuk promotor2 shit itu, don’t buy their tickets. Save yourself. 

Oke next!

Isu perusahaan-perusahaan tech ngelayoff karyawannya kayaknya hampir tiap minggu ada ya sekarang. Memantau ecommurz tiap hari ada aja teas tech company yang crumbling. Ada yang di-announce secara terbuka, ada yang silent layoff. 

Kemarin bahkan salah satu perusahaan idaman 7 tahun yang lalu, si burung biru (bukan taksi) yang logikanya there’s no way mereka kesulitan financial or whatsoever karena perusahaannya udah stand strong belasan tahun, eh ngelayoff orang~

Yang dilayoff ga tanggung-tanggung lagi, yang udah senior position seperti mbak ini. Fun fact: gw pernah email orang itu beberapa tahun lalu, begging for job sepulangnya dari Aussie. 
This tech winter is getting more and more gloomy. Siapa yang menyangka tech winter juga melanda warga Silicon Valley, yang udah belasan even puluhan tahun hidup tenang bergelimang harta. Their golden era is over. 

For those impacted, sebagai senior di dunia per-layoff-an, I just wanna say, hang in there. This isn’t the end. Opening di luar sana banyak kok, tapi emang takes time yang ga sebentar. Kuncinya dua: patience and perseverance.

Do something to distract yourself from the sorrow. Go on holiday pake duit pesangon. Learn new skills supaya waktu sambil nunggu pekerjaan baru bisa dimanfaatkan dengan baik. Be productive, create something, even though it’s just something receh macem video TikTok, you need that sense of accomplishment to keep you sane every day. Reach out to your friends, families, former colleagues, etc, jangan malu untuk sharing, siapa tau ada yang bisa bantuin. 

Also, sharing dikit soal layoff dan financial insecurities. Salah satu hal yang gw sadari setelah di-layoff mendadak adalah betapa pentingnya punya multiple revenue stream. Jadi begitu ilang satu, ada cadangannya. Tetep ada duit masuk. 

This is something I still need to work on myself. Bukan proses yang mudah, apalagi untuk 9to6 corporate slave kayak gw. Waktu untuk side job amat sangat sedikit. 

But it has to be done. Sesedikit apapun waktunya, niatnya harus dibuletin untuk usaha. So, kalo ada waktu “nganggur”, mending pikirin deh gimana caranya punya pemasukan tambahan selain gaji bulanan. 

Itu aja gaes. Have a nice weekend!

Sunday, January 17, 2021

AOT & HP

 Hi, guys! How y’all doin?

Sebelum bingung, let me tell you that AOT stands for Attack On Titan and HP stands for Harry Potter.

----Warning! Might contain spoiler!----

Postingan kali ini akan exciting karena kita bakal ngomongin entertainment! Woohooo~~~ 

So, as you all already know, sekarang gw bekerja di sebuah OTT platform. Buat yang belum familiar dengan istilah OTT, itu singkatan dari over-the-top, dimana merupakan layanan penyedia konten yang didistribusikan lewat internet—thus namanya over-the-top, “top” as in beyond cables and satellite selayaknya penyedia konten konvensional, seperti TV. 

Jenis OTT-nya sendiri adalah video streaming, seperti halnya Netflix dan YouTube. Jadi kita menyediakan konten video. Value preposition-nya adalah film, drama, anime, dan variety show asli Asia. In fact, kantor gw itu punya sebutan “Netflix versi China” karena kita punya bermacam-macam konten berkualitas seperti halnya Netflix, dan kita made in China. Wkwk~

Okay enough foreplay. Dengan bekerjanya gw di QQ (yes, icydk, di blog ini, kantor gw namanya adalah QQ), apalagi dengan title sebagai Content Marketing Manager, gw diharuskan untuk mengerti konten apa aja yang ada di QQ. Sometimes, it also requires me to watch the content, karena salah satu jobdesc gw adalah social media management—dimana gw harus bikin konten untuk social media. Kalau ga nonton kontennya, tentu ga bisa bikin konten buat social media. 

Karena tuntutan pekerjaan ini, gw harus menonton anime Attack On Titan karena QQ baru merilisnya bulan lalu. Awalnya gw tidak tahu menahu apa itu AOT—taunya cuma di permukaan. Bahwa ini adalah adaptasi dari manga populer dan tahun 2015 lalu ada film live-action-nya yang dibintangi oleh Kiko Mizuhara.

Btw, ternyata oh ternyata gw sempet nonton filmnya di bioskop, pernah gw ceritain di postingan ini. Gw menonton karena 2 alasan: 1) Dapet tiket gratisan (wkwk~) 2) Yang main Kiko yang saat itu masih berstatus pacarnya GD (WKWKWKWKWKWK~~~). How’s the movie if you may ask? It’s a total shit show. Hahaha~ Kapan2 kita bahaslah kalo level fangirl gw ke AOT udah naik.

Anyhowww~~ So yeah, gw pun menonton AOT, and gotta tell you, gw langsung hooked! Gila ni anime bagus amat yak? Heuheuheuheuheu~~

People love the animation, obviously it’s flawless. Gw suka terutama karena cerita, karakter, dan soundtrack/scoringnya. I don’t watch a lot of anime, but I’m pretty sure AOT has a league of its own—maybe that’s why fandomnya segitu besar, fanatik, dan protektifnya.

Story-wise, gw suka cerita yang berlayer-layer kayak gini. Tidak hanya satu premis. Tiap episode dan season-nya AOT itu menguak a bigger and bigger scenario, like they have a whole new mystery to reveal each time, mulai dari backstory setiap character, justifikasi kenapa begini kenapa begitu, sampai akhirnya apa yang terjadi di satu universe itu ter-reveal semuanya, semuanya ternarasikan dengan apik. 

Buat penikmat kali pertama seperti gw, memahami apa yang terjadi di AOT bukan hal mudah. Banyak adegan yang membuat gw confused as fuck, sampai gw harus pause videonya, terus googling + tanya sana sini dulu, sampai akhirnya paham dan lanjut nonton. Susah emang kalo berangkat dari menonton anime, nggak baca manganya dulu. Tapi gapapa, part of the experience.  

Kemudian untuk soundtrack/scoring, my my… Gokil pisan~ Sungguhlah Hiroyuki Sawano itu membuat Hans Zimmer terlihat cupu sekali~ Like why do I even stan Zimmer this whole time? Wkwk~ JK~

But seriously tho, soundtrack/scoring-nya itu keren banget, men~ Beautiful, emotional, dope, charming, heart-warming, tear-jerking, chills, literal chills, whatever you name it-lah. Seolah-olah musik itu dibuat sendiri oleh Allah subhanahu wa ta'ala, nyamar dalam bentuk manusia bernama Hiroyuki Sawano. 

Gw agak bingung sebenernya musik-musiknya itu disebut soundtrack atau scoring~ Kalo disebut soundtrack, musiknya itu ga bisa dibilang satu lagu full/utuh~ Disebut scoring pun kadang ada lirik dan penyanyinya selayaknya lagu populer~ Mungkin kita refer as musik aja di sini ya.

Gw adalah pengapresiasi besar soundtrack dan scoring dari motion picture. Salah satu yang bikin gw gampang connect sama motion picture adalah soundtrack dan scoring-nya. Scoring sih terutama, alias musik yang dibuat khusus untuk mendampingi adegan tertentu. Gw sangat menghargai karya-karya composer yang bikin scoring film. Gw punya playlist Spotify judulnya SIAP TEMPUR, itu isinya scoring2 film yang gw suka—mostly memang scoring adegan combat, karena playlist itu gw bikin untuk mendampingi gw ketika lagi combat-mode. Misalnya pas zaman kuliah ngerjain assignment atau pas sekarang kerja lagi ngerjain tugas super susah atau ya kalo lagi pengen cari semangat yang berapi-api aja. 

Yang terhormat Hiroyuki Sawano-sensei dan segenap musik yang beliau bikin buat AOT udah masuk ke playlist tersebut. 

Gw bisa sesuka itu sama AOT sedikit banyak karena karya2 Hiroyuki Sawano berhasil meng-connect gw secara kimia dengan animenya. Seperti halnya Hans Zimmer meng-connect gw dengan Lion King dan The Dark Knight, dan Ramin Djawadi meng-connect gw dengan Iron Man dan Pacific Rim. Ada chemistry dan emotional attachment yang muncul, yang mengaktivasi semua senses yang gw punya, and also my heart, sehingga pengalaman menonton yang dihasilkan jauh lebih berkesan, serta menumbuhkan sense of belonging dan rasa sayang terhadap motion picture-nya.

Oh man, gw ngomongin scoring mah ga akan ada abisnya, so kita stop point ini dan lanjut ke yang lain aja. Faktor ketiga yang bikin gw suka adalah karakter. Hmmm… Gimana gw jelasinnya ya? Kalo bikin list karakter favorit kayaknya lame dan basi~ 

Intinya sih karakternya kuat semua. Kenapa karakternya bisa kuat pastinya karena masing2 didukung sama backstory yang make sense. Jadi semua tindakannya terjustifikasi dengan baik. Kemudian cara Hajime ngembangin masing2 karakter juga rapi banget. He definitely took his time, ga buru-buru. 

Karakter favorit gw? Tentu saja Levi, no doubt about it. Sama Mikasa. The Ackermans. The strongest. The absolute fucking best. Runner up-nya ada Hanji-san alias Zoe Hange, karena dia pintar dan psycho~ Haha~ Juara tiganya almarhum Om Hannes, si pemabuk yang baik hati, kebapakan, dan bertanggungjawab. Juara keempatnya, Rainah aka Reiner shay, karena kasihan. Beban hidupnya berat banget ini orang. Mesti jadi orang jahat, padahal dasarnya baik. 

Actually postingan ini dibuat sebenernya mau ngomongin lebih lanjut soal karakter di AOT, terutama karakter yang menurut gw paling gengges dan mempertanyakan kenapa sih harus dia the whole time…

Namaewa……………

EREN IYEGAH!

LMFAO~~~

I don’t like Eren. There, I said it. 

I really don’t like him. 

Kenapa sih ni orang harus jadi MC alias main character di AOT?

Pembaca manganya pasti nge-bash gw nih karena membuat statement ini~ Wkwk 

Well gapapa. Pembaca manganya itu kan seperti Tuhan, maha tahu segalanya. Mungkin mereka punya alasan yang valid kenapa Eren ga boleh dibenci. That’s fine, mungkin one day gw akan baca manganya juga sehingga mengerti alasannya. In the meantime, karena gw hanya berbekal anime, for now, gw ga suka sama Eren, and here’s why.

Karakternya biasa banget, men~ I mean apa kelebihannya si Eren ini? Secara intelenjensia, ga pinter2 amat. Ga selevel sama Armin gitu, yang jenius dari lahir. Secara kombat, lebih-lebih b-aja. Pas jadi manusia b-aja, pas jadi titan b-aja. Standar and obviously tidak sejago Mikasa, let alone Levi. Secara personality, kebanyakan bitter, baperan, dan selalu keinget masa lalu ga bisa move on. Totally not a pleasure to watch him grow as a character~   

Like seriously, dia tuh kebetulan aja jadi main character, karena terlahir sebagai anaknya Grisha Yeager yang kebetulan punya power Founding Titan dan Attack Titan. Power ini diwariskan ke Eren. Gitu aja sih. 

Karakter Eren ini mengingatkan gw pada seorang karakter yang tahun 2009-2012 tidak asing namanya di blog ini: Harry Freakin Potter.

ketika mereka saling curcol. creds: this

ICYDK, dulu (well sampai sekarang juga masih sih, tapi dikit) gw adalah fans fanatik Harry Potter. Real nerd. Freak banget. Like I feel like I know Harry Potter second after JKR, way better than anyone in this planet. Postingan blog ini tahun 2009-2012 mainly berisi tentang Harry Potter. Nggak sekali gw bela2in ke Singapore buat mengejar apapun yang berhubungan sama Harry Potter, simply because di Indo ga ada~ Anyway, you get my point.

Ketika nonton AOT, gw menemukan banyak kesamaan antara si Eren dan si Harry. Mereka itu sama-sama orang biasa, yang kebetulan jadi the chosen one di universe masing-masing. Backstory-nya mirip pula, karena sesuatu terjadi sama orangtua mereka. Si Grisha disuntik Titan, si James dan Lily diserang Voldemort. 

same bruh, same. creds: this 

Eren dan Harry menjadi spesial. Orang2 memuja sekaligus membenci mereka. Padahal, both Eren dan Harry, walaupun spesial, ga ada apa2nya kalo ga dibantuin orang2 di sekitar mereka. Mikasa sama Armin, selayaknya Hermione dan Ron (nah kan, kenapa pula si Eren harus punya 2 sahabat--cewek dan cowok macem si Harry?). Kemudian the Survey Corps squad, selayaknya Order of Phoenix dan Dumbledore’s Army. Another obvious similarity between AOT and HP.

Seriously, Eren kalo ga ada Mikasa since day 1, udah metong dah. Sama kek Harry, kalo ga ada Hermione, dari buku 1 udah metong dimakan Jerat Setan alias Devil’s Snare, waktu mereka mau nyelametin batu bertuah. 

bUt eReN sAvEd MikAsA fiRsT! 

True, Harry also saved Hermione first from the mountain troll on Halloween (told ya I am a Potter-nerd~).

But still, like Professor McGonagall said, it’s a sheer dumb luck. Jadi ga bisa dibilang Hermione lebih berhutang sama Harry, atau Mikasa lebih berhutang sama Eren. Ga gitu cara mainnya, beb.

Ya intinya gw gemes bangetlah sama Eren, seperti halnya gw gemes sama Harry. Di universe itu banyak karakter2 lebih kuat yang lebih pantas menyandang status MC. Tapi Hajime Isayama memilih Eren, seperti JKR memilih Harry. The chosen one. 

Oh well, kalo kata netijen yang bijak: kalo MC-nya Levi, AOT udah tamat di 5 episode , ga bakalan jadi 4 season. Hahahaha~~~

AOT perlu asupan drama dan tragedi, supaya ceritanya bisa jalan. Drama dan tragedi itu cuma bisa jalan dengan setiran karakter Eren Iyegah dari POV-nya dia, karena dia anaknya Grisha. Kalo Mikasa anaknya Grisha, ya mungkin Mikasa yang nyetir ceritanya, dari POV-nya dia.

Gitu, shay.

Another similarity could be their physical appearance. Sama-sama kuyus, rambutnya berantakan, dan matanya ijo. Bedanya mata ijo Eren dapet dari Grisha (bapake), Harry dapet dari Lily (ibu'e). 

Another one could be in terms of facing betrayals dari orang yang dekat dengan mereka. Eren di-betray Rainah alias Reiner yang ternyata adalah Armored Titan dan Bertoroto alias Bertholdt yang adalah Colossal Titan, yang ngancurin Wall Maria, bawa masuk titan-titan pembunuh, dan bikin kehidupan manusia di sana hancur lebur. 

Harry (well, technically Ron) di-betray Scabbers--tikusnya Ron di buku 3, yang aslinya adalah Peter Pettigrew--yang ngorbanin James dan Lily ke Voldemort. Kemudian di-betray lagi di buku 4 sama Mad-Eye Moody, yang ternyata adalah Pelahap Maut yang nyamar~ Yailah Harry, demen banget siy di-betray~ Wkwk~

Gotta tell ya, the looks on their faces when they found out about the betrayals, priceless. Wkwk. Eren malah emo banget di momen itu pake soundtrack You See Big Girl~ 



Ooh membahas entertainment memang selalu menyenangkan. Gw masih dive deep into AOT universe nih, siapa tau along the way menemukan kesamaan lagi sama HP ya. Kalo emang ada lagi, nanti gw blog lagi.

Ciao bella!

Sunday, May 29, 2016

Me Wassup #39: RESIGN

 HANJIRRRRR~~~

Udah lama banget gw ga bikin tulisan Me Wassup, which means udah lama banget gw ga sharing tentang kehidupan gw sehari2~~

So sorry you guys~~ T.T

Gw bener2 sibuk 3 bulan belakangan ini. Banyak banget urusan yang menyita pikiran dan harus diselesaikan, mulai dari urusan kantor, beasiswa, kampus, visa, tugas buku angkatan PK-56, kerjaan freelance, pop culture, etc.. etc..

Okelah kita langsung aja kalo gitu.

GW SUDAH RESIGN.

Yesss~~ Hari Kamis, 26 Mei 2016 adalah hari terakhir gw di WKWKWK, yang juga menandakan tepat setahun gw bekerja di agensi digital di bilangan Jakarta Selatan ini, karena gw masuk WKWKWK exactly tanggal 27 Mei 2015.

Gw inget waktu baru masuk, niat gw emang ga mau lama2 kerja di sana. Minimal 6 bulan, maksimal setahun. Jujur aja gw masuk WKWKWK ga pake consideration macem2. Gw kala itu udah merasa enough kerja di XXXXX, meaning gw merasa ilmu dan pengalaman yang gw dapetin di XXXXX udah cukup, saatnya gw mencari ilmu dan pengalaman baru di dunia yang bener2 beda, supaya gw dapet exposure di dunia lain yang ga kalah penting, juga membangun koneksi dengan orang2 di dunia lain tersebut for future sake.

Waktu itu kebetulan WKWKWK buka lowongan untuk editor, yaudah gw apply dan diterima. WKWKWK bukan satu2nya pilihan though. Di saat bersamaan gw diterima di WKWKWK, gw juga diterima di salah dua media portal news&lifestyle terkenal di bilangan Kebon Sirih dan Kedoya. Semuanya jadi editor.

But then balik lagi, kalo gw masuk media lagi, sama aja dong? Gw akan bekerja dengan sistem yang serupa, orang2 yang setipe, dan kerjaan yang sama. Paling cuma produknya yang beda~ I need more than that. Jadi gw pilih WKWKWK.

Lagian pertimbangan lain gw adalah jarak. Kerja di Kebon Sirih dan Kedoya akan membuat gw bermasalah sama jarak dan mengharuskan gw untuk ngekos, dan gw ga dalam posisi untuk bisa ngekos karena alasan personal. So yeah.

Setaun di WKWKWK, gw dapet ilmu banyak banget. Exposure di dunia digital yang utama. Gw jadi melek digital dan teknologi banget. Exposure tentang marketing juga, jadi ngertilah walaupun minimalis. Terus yang ga kalah penting adalah ketemu orang2 baru, baik colleague atau yaa just random people yang berkecimpung di dunia marketing juga. Orang2 yang vibe-nya beda banget sama orang2 media.

And then not to mention, clients. Clients after clients, yang kelakuannya 11-12 sama artis yang lagi naik daun. Rese.

Hahahaha~ Seriously!!! Dulu kalo gw dengerin curhatan temen2 gw yang kerja di agensi atau jadi marketing, kerjaannya selalu mengeluhkan klien. Gw selalu bingung, karena gw ga pernah ada di posisi mereka sih ya~ Semasa kerja di XXXXX, gw banyak berhubungan dan kerja sama dengan berbagai macam orang. Tapi ga dalam konteks klien dan vendor. Konteksnya yaa.. sama2 butuh aja. Tapi ga ada tanggungjawab yang di-seal pake agreement dan duit.

Jadi gw ga ngerti kenapa mereka selalu mengeluh. “Masa sih semua/mostly klien rese? Lo aja kali kerjanya ga bener~” Sering gw berpikiran kayak gitu, jujur aja.

But then setelah merasakan sendiri berhubungan sama klien, gw jadi ngerti apa yang mereka rasakan dan ngerti kenapa mereka selalu mengeluh to the point sumpah serapah in some cases.

Satu pelajaran berharga yang gw dapetin setelah bekerja di WKWKWK yang membuat gw lebih mengenal diri gw sendiri: It turns out… I really can’t deal with clients. Gw bukan tipe pekerja yang kayak gitu ternyata, yang “nurut” sama klien. Gw bekerja berdasarkan SOP. Special request boleh, asal masih make sense dan sesuai agreement. Tapi kalo udah ga make sense, yah wassalam~ I really can’t deal with that.

Unfortunately, most clients tuh kayak gitu. Out of nowhere minta sesuatu yang di luar logika dan ga realistis, which is tugas kitalah untuk mengembalikan ke jalan yang benar.

Kok jadi ngomongin klien ya? Hahaha~~

Anyway, bekerja di WKWKWK juga memberi gw pelajaran lain, yakni membuat gw tersadar bahwa dunia gw bukan di sini.

Ini udah gw sadari sejak lama sih, tapi gw denial. I always think as long as the job matches my skill, as long as the job can help me understand things I don't understand before and help me grow intellectually, as long as I do the job right, as long as the job is easy, doesn't require high responsibility nor give me so much pressure, there's nothing I should be worried about.

But I was wrong. 

It still didn't feel right. 

The longer I stayed in WKWKWK, the more I felt like I'm trapped in the wrong industry, in the wrong playground, in the wrong home. 

I felt like I worked only because I had to, not because I wanted to.

Every time I woke up in the morning, I felt like my body was forced to do shits, even though my mind and my heart screamed no.

Gw kerja pake badan aja, tapi ga pake hati.

That was when I realised why it is a must to find a workplace that matches your passion, or if passion is too deep, just matches your interest.

WKWKWK has nothing to do with arts or culture, or their industry. Even though it's indeed connected to the creative industry.

Maybe that's why I didn't really enjoy it. Even though I was pretty good in what I was doing -at least my boss said so-, it didn't motivate me in any way.

But one thing for sure, gw sangat tidak menyesali keputusan gw untuk bekerja di WKWKWK. Karena walaupun gw harus deal with pekerjaan yang gw ga suka, gw dapet colleague yang seru2 banget –hands down- jauh lebih seru dari XXXXX. Saking serunya, kalo ada yang nanya sama gw, mana yang lebih gw suka: XXXXX atau WKWKWK, jawaban gw adalah: kalo di XXXXX gw mencintai pekerjaannya. Kalo di WKWKWK, gw mencintai orang2nya.

Seriously, motivasi gw setaun kerja di WKWKWK itu yaa mereka sih. They are the awesome people I looked forward to meet every day in the past one year. It was very easy to get along with them. Mereka tuh selalu baik sama gw, ga tau kenapa. Padahal role gw di kantor bukan role penting dan kontribusi gw ga segitunya. Tapi mereka sangat supportive. Bahkan saat gw bilang gw mau unpaid leave sebulan buat les IELTS, mereka dukung. Ketika gw masuk lagi setelah sebulan cuti, mereka menyambut gw sama hangatnya dengan ketika pertama kali gw masuk.

Mereka lucu, banget. Jokes2nya pasti selalu sukses bikin gw ketawa. Kayak masing2 orang di WKWKWK itu punya bakat terpendam jadi komedian gitu. Ada aja deh tiap orang personality-nya, ga anak baru, ga anak lama.

Mereka juga enak diajak ngobrol, which also entitled them to be a very good listener. Seriously, these geeks -yes, WKWKWK 90% isinya adalah geeks yang literally make love to computer every night- walaupun judulnya geeks, tapi diajak ngomong segala rupa masih nyambung. Mulai dari pop culture sampai homoseks, mereka punya perspektif yang unik dan remarkable. Seru deh, kalo udah ngobrol sama mereka. Ga pake baper soalnya, hahaha~ Bener2 diskusi sehat dan menyenangkan. :)))

Oh dear friends, what have I done to deserve you? T.T

Thank you for creating a colorful year for me.

Please stay in touch. :)



See you on top!

With love, S.


Sunday, June 2, 2013

Me Wassup #20 : Too Much Going On!!!



OEMJIIII!!! Sinting gila gw baru sempet update blog sekarang!!! Padahal dua minggu belakangan banyak banget kejadian menarik (halah bahasanya) yang bisa jadi blog-material banget. Harusnya minggu lalu update blog, tapi apa daya rasa malas akut melanda. Sekarang kelimpungan kan jadinya, bingung mau mulai update dari mana saking banyaknya yang terjadi. Okeh, bikin recap kecil2an buat minggu lalu dulu aja deh. Langsung ke highlight-nya aja ya.

Patah Hati Karena YouTube

Minggu kemarin dimulai dengan gw yang patah hati.

(Kenapa, Ta? Kenapa? Kenapa? Kenapa?)

Karena ga bisa nonton YouTube Fanfest~ T.T

Buat yang ga tau, YouTube Fanfest itu acara yang diadakan di Singapore. Konsepnya kayak festival yang datengin banyak public figure, tapi yang didatengin artis2 YouTube~

I was like… dang!

Sebenernya gw bisa aja sih nonton itu. Beli tiket ke Singapore apa susahnya sih? Masalahnya, acaranya mendadak! Beneran deh, kayanya panitianya baru deal2an sama para guest star-nya h-sebulan acara itu. Jadi semuanya diumumin mendadak~

FYI, di kantor gw itu ga bisa yang namanya ijin cuti mendadak. Minimal sebulan sebelum hari cuti udah harus bilang. Lah ini si YouTube Fanfest baru announce sana sini kurang dari h-sebulan, ya mana bisalah gw kesana!?!

Padahal ya ampun artis2 YouTube yang dateng favorit gw semua gitu.

Ryan Higa (dua kali dateng ke Sg, dua2nya gw ga liat~ T.T), David Choi, Chester See (mygawd gw melewatkan the sexy Chester See~~ T.T), Andrew Garcia, Wesley Chan yang mewakili Wongfu Pro, dan yang paling recently gw suka: Eat Your Kimchi’s Simon and Martina!!!

Uweeeeeeeeeeeeeeeeeee…………………

Why does this happen to me?????

:((


Wawancara Coboy Junior!!!

When my boss told me that I’m gonna interview them ohmygawd I was so hyped! Gw bukan fans, tapi gw tau mereka itu anak-anak lucu~ Secara gw lagi suka sama SHINee yang gw asosiasikan sebagai Adik-Adik-Menggemaskan-Berskinny jeans-Warna-Warni, dalam bayangan gw, bertemu Coboy Junior akan seperti bertemu SHINee versi lokal! Hahahahaha~ #noonamode

(hahaha~ what-the-fuck, Ta?!)

I mean, why not? Coboy Junior juga adik-adik menggemaskan dan kadang-kadang mereka pake skinny jeans warna-warni juga kan? :D

(Tapi kan SHINee lebih tua dari mereka!)

I know! Tapi leadernya si Coboy Junior sekarang umurnya sama kayak Taemin waktu debut, so it’s not much different!! Beside, waktu baru masuk SM, Taemin sama Jonghyun masih pada SD, ga bedalah sama Coboy Junior yang di taun ketiga mereka ini semuanya udah SMP. Hohoho~

So yeah, the boys came and I took care of them. It was so stressing, seriously! Haha~ Apalagi mereka bener2 masih bocah yang perlu pengawasan ekstra gitu. Pas disuruh tanda tangan di selembar kertas, nggak mau bareng2, maunya satu kertas satu orang. Pas mau foto, yang 3 udah ngumpul, yang 1 lagi ilang entah kemana. Nanti pas yang 1 itu ketemu, yang 2 lagi udah kabur. Terus mereka iseng banget parah, ada aja kelakuan dan omongan mereka yang bikin gw palm face~ Haish~~ Harus bener2 sabar deh ngadepinnya~

But it was so much fun though. They’re so… aigoo.. kyeoptaaa.. :3

Gw jadi mengerti perasaan noona-noona karyawan SM yang kebagian ngurusin SHINee waktu belum debut. Pasti kayak gitu kan stress-nya? Hahaha~ Ya lo bayangin aja itu bocah-bocah SHINee ada masih kecil banget (taeminnie), diem banget (minho), bawel banget (key), bandel banget (taeminnie), tukang marah2 (jonghyun), suka rempong (key), aneh (onew), bencong (key), dll~ Wuih… Kalo gw jadi para noona itu either gw resign atau minta naik gaji gila2an pas SHINee udah sukses. Hehehe…

Here’s a little something to show you how fun they were. :)



Your Love is Like Diarrhea

Nah, I’m not being dumped out of anyone’s shit. That’s just a phrase I used for the title. The meaning is so literally: gw kena diare~ -__-

Kejadiannya gimana gw ga inget persis, yang jelas hari itu pas bangun gw ngerasa ada yang aneh dengan perut gw. Berisik banget, tapi bukan berisik laper. Pas menjalankan morning ritual, baru deh ketauan: kena diare! Shitto~

Langsunglah kelabakan nyari Imodium, ternyata stok di rumah abis~ Akhirnya minum teh pait 2 gelas dan gosok kayu putih banyak2 ke perut. Ternyata ga membantu, tetep aja bolak balik WC berkali2. Sempet berinisiatif minum kayu putihnya, tapi takut malah jadi lebih dari sekedar diare~ Akhirnya nyerah sama pengobatan manual, minta obat diare ke dokter kantor. Obatnya ga langsung menyembuhkan sih, tapi senggaknya made me a lil bit better-lah.

Sumpah yaa.. diare tuh ga enak bgt~~ I hate the fact that I have to go to the toilet every 30 minutes, really… Dear God please keep diarrhea away from me… :(


Wawancara 5 orang dalam sehari!

Ini gw udah crazy banget, hari itu gw wawancara 5 orang dalam sehari. 2-nya wawancara langsung, 3-nya telepon. My God it was so tiring~ Walaupun 3 dari 5 wawancara itu adalah wawancara terencana (2-nya dadakan), tetep aja capek. It’s like lo harus mengolah informasi bejibun yang datang dari 5 orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. What worst? Deadline is very tomorrow!!!

Udah sinting banget hidup gw~

Seriously, sejak kerja di XXXXX, itu beneran pertama kalinya gw harus wawancara 5 orang dalam sehari~ Untung cuma once in a year gw harus melakukan itu. Nggak lagi2 deh, wawancara tanpa perencanaan~


~Mabok A.D.T.O.Y~

Dunia pasti udah gila. Masa 2PM bisa ngeluarin lagu sebagus ini:




First time I listened to this song I was like: Whoa! Sexy~ Seriously, the song is sexy! Pas gw liat video klipnya, whoa very very sexy! Hahaha~ I mean, dari dulu 2PM udah sexy, tapi baru sekali keseksian mereka tersalurkan dengan baik dan benar. Biasanya kan walau merekanya udah seksi, baju mereka disastrous, konsep video klip maksa, dll~ Tapi kali ini bener2 pas deh semuanya. Ga percuma hiatus 2 taun kalo hasilnya begini. Thumbs up!
 
Terus Jun.K di situ hawt banget!! Ya Tuhan…

Gw udah ada fling sama Jun.K sejak nonton Music Bank sih, but I never realize he’s that hot!!! Ya lo bayangin aja, masa cowok yang 5 taun lalu bentuknya begini:

what-the-heck?!
 
Sekarang jadi begini!

i'm suing JYP's stylist who gave him this V-neck! FU!

Ckckck… Jun to the Kay… Elo tuh udah kayak artis YG, yang semakin diliat semakin H.O.T! X) Dan entah kenapa ya, gw suka banget kalo Jun.K lagi adlibs di lagu2 2PM, ya secara dia main-vocal. Sebenernya untuk ukuran main vocal, Jun.K tuh standar sih. Suaranya dia pop banget, fit in any kind of song, but not in a good way, if you know what I mean~

Tapi gw suka aja sama adlibs2-nya dia. High notes-nya terbatas sama falsetto tapi I’m fine with that. Entah yaa.. apa karena dia hot terus gw maafkan aja gitu keterbatasan bakatnya, idk. Fangirling is complicated. X)


SHINee’s comeback!!!!

Hohohoho~ Ini highlight of the week banget!!! Sebenernya bukan SHINee yang comeback sih, lebih tepatnya Jonghyun’s comeback! Like we all know, April kemarin Jjong baru kecelakaan yang bikin dia ga bisa ikut promo Why So Serious. For those who don’t know, Jjong itu main vocal-nya SHINee. Posisinya semacam Park Bom di 2NE1. Kalo ga ada dia, gawat banget urusannya.

Ini keliatan banget, pas awal2 promo Why So Serious, kerjaannya Onew, Taemin, sama Key jadi tambah banyak karena mereka harus gantiin part-nya Jjong yang sebenernya ga bisa digantiin. Terlebih gw kasian sama si dedek, Taeminnie. Karena suaranya dia paling mendekati suaranya Jjong, yang bagian high notes dia semua yang nyanyi… Terus masih harus nge-dance gila2an pula… Kaciaaan… Noona ga tegaaa….. :’(

Tapi lama2 absennya Jjong nggak hanya membuat gw concern sama keadaan Taeminnie, tapi juga membuat gw kangen sama Jjong himself! 

Geez kenapa selera gw jadi main vocal ginih?!! Hahaha~

But seriously, I totally fall in love with Jjong’s voice. It’s just too beautifully perfect! (what the fuck is that phrase?! Hahaha)

Gw pernah bilang Jjong itu probably the best K-Pop singer in history. Sekarang gw merasa kalimat itu udah ga perlu kata ‘probably’ lagi, he’s INDEED the BEST! Selama ini tolak ukur main vocal gw kan Daesung ya, secara gw YGstan. Tapi pas denger Jjong nyanyi, ya ampun Daesung jadi ga ada apa2nya. Kalo tadi gw bilang suaranya Jun.K fit in any kind of song but not in a good way, nah suaranya Jjong tuh in a good way-nya. Segala genre lagu bisa dia nyanyiin dengan perfect dan makin bagus jadinya. And he’s so effortless when he sings, so natural!

Jadi gw kangennn banget sama Jjong, seriously. His presence is too important and he's hot too!! hahaha~ Menurut gw ga ada yang salah sama mukanya Jjong, ya nggak sih? Mungkin dia ga ganteng2 amat, tapi mukanya itu udah bener aja, ga ada yg harus dibenerin. Apalagi di antara member SHINee, Jjong tuh yang manly sendiri gitu, yang lain cute semua~

Nah hari Kamis 23 Mei 2013 kemarin, Jjong akhirnya comeback dan tampil bareng SHINee di M! Countdown!!! *Yeay*

Sumpahlah itu gw sama Ka Ayu dan Ka Egi (baca: Shawol di XXXXX) udah degdegan banget nungguin streaming-annya mulai jam 4 sore. Pas akhirnya mulai, kita udah ga jelas gimana bentuknya. Antara excited, terharu, bahagia, puas, bangga, ah… campur aduk banget, tapi energy positif semua!

Harusnya pas gw nonton stage-nya itu divideoin tuh, buat reaction video, pasti lucu. Hahaha~

Pokoknya SHINee daebak bangetlah. Keliatan banget mereka emang meant to be berlima. Satu ilang, habislah. Hahaha


Oke those are last week’s. I’ll post this week’s updates tomorrow; don’t forget to check out again, there’re still a lot more exciting stuff! :)

Oh ya, ingetin gw review lagunya CL ya!
 


BONUS VIDEO:

My current addiction!