Showing posts with label moments. Show all posts
Showing posts with label moments. Show all posts

Sunday, June 14, 2026

The Lion King Live Concert Review

 Hi, guys! How yall doing?


Just a quick post to review The Lion King Live Concert which I just watched yesterday. 


Gw penggemar berat The Lion King sejak umur 6 tahun. It’s still my favorite Disney IP until now. I’ve seen TLK in all art forms:

- Original Film

- Live Action

- Broadway/Musical

- Festival (in Disneyland, seasonal)

- 30th Anniversary Concert at the Hollywood Bowl (on Disney+)


I believe TLK is the first film I watched in cinema in 1994–tapi nyokap gw bilang bukan. “Ga mungkin kamu pertama kali ke bioskop umur 6 tahun, orang umur 3 tahun aja udah diajak~” Tapi pas diminta mengingat film apa yang Seeta kecil 3 tahun nonton, beliau ga ingat~ Hadeh padahal kan itu milestone penting ya, especially now knowing I grew up being part of/dedicating my life to that industry. :D


Alhamdulillah berkesempatan menonton TLK Live Concert kemarin, menambah panjang daftar koleksi experience art form TLK. :D





TLK Live Concert itu… mahal. LOL~


I mean compared to Disney Renaissance Trust Orchestra April lalu, harga tiketnya termurahnya cuma 300k. TLK Live Concert termurah 900k~


Gw hampirrr ga jadi beli, tapi kok ya ga rela.. I mean kalo ini IP lain biarin deh, tapi ini TLK.. Karya-karya Hans Zimmer dan Elton John.. The best music ever composed for a Disney movie. Ah fuck it! Beli aja deh~~


Ternyata ga nyesel kok. Worth every weak Rupiah. I got chills the entire time. The most important soundtrack and scoring in my life just came to life! 


Konsepnya nonton film dengan live scoring/music, jarang-jarang kan punya experience begini.


Dari yang gw perhatikan kemarin, orkestranya lebih banyak mainin part Zimmer alias part scoring. Part soundtrack dimainin tapi ga full satu lagu gitu. Kayak cuma reff-nya, atau bagian-bagian klimaks dari lagu itu. Mungkin supaya ga overshadow suara nyanyinya. Padahal mah overshadow aja gapapa, it’s not like we haven’t watched the movie. Saiia sudah hapal semua adegan dan script TLK sejak umur 6 tahun nih kebetulan. Wkwkwk~


Live concert pengalamannya unik sih. Sambil nonton film ada sekelompok orang yang kerja di depan muka lo gitu. Agak susah fokus. Kebetulan gw duduk paling depan jadi bisa liat dengan sangat jelas orang-orang ini bekerja. Terus jadi paham di lagu/scoring apa, instrumen apa yang paling bekerja keras. Kayak pas Stampede, double bass main udah kayak jungkir balik. 


Jadi mengenal tipe-tipe sound di sebuah lagu/scoring juga. Oh ini biola, oh ini cello—yang ternyata beda sama double bass (catet!), oh ini perkusi—yang ada drum, timpani, dll,oh ini bassoon—instrumen yang dikuasai Stephanie, bestie gw di Melb who’s part of an orchestra as well. Mayanlah belajar biar lebih kalcer. 


But of course kita tidak boleh melupakan elemen filmnya ya. TLK ditonton 30 tahun kemudian tentu feel-nya berbeda. Semakin tua, gw semakin mengapresiasi musiknya. Betapa nge-blend musiknya dengan adegan dan emosi karakternya. Walau sudah 30 tahun, musik ini tetap ga ngebosenin. Timeless banget, Hans Zimmer & Elton John sungguh sangat visioner. Gokil!


Elemen film lainnya yang berkesan buat gw adalah… the one and only:





Gw udah berulang kali mention bahwa Timon is my favorite Disney character of all time. Di sini, sini, dan sini.


Timon is another timeless masterpiece from TLK. Semakin tua, karakter Timon semakin lucu dinikmati. Gila. Padahal the same script, the same scene, the same expression, tetep lucu njir! Kok bisa ya???


Anyway paling itu aja yang bisa gw ceritain. So happy to get the opportunity to enjoy yet another art form of TLK. Next-nya apa? Pergi langsung ke safari Masai Mara di Kenyakah untuk ketemu Simba in person? Hehehe


Byeee~~


Monday, April 20, 2026

Bieberchella & ✨ Manifesting ✨

Hi, guys! How yall doin?


Let’s use the last one hour of this week talking about one of my favorite things on earth: JUSTIN DREW BIEBER.


Oh my God where should I start?


Let me just start with a fact: gw sudah jadi Belieber sejak 2008–sejak JB debut. Momen ngefans sama JB pertama kali gw abadikan di sini. Beberapa kali juga gw cerita soal JB di blog ini. Ada di sini dan sini


Kenapa gw suka JB simply karena lagu-lagunya. ISTG almost all songs di My World, My World 2.0, Believe, Purpose, and Justice have so much impact on me. Lagu-lagu di album-album awal menemani masa-masa kuliah di Depok yang berat. Purpose punya tempat spesial di hati karena dirilis bertepatan dengan momen gw mencari “purpose” dalam hidup gw. Beberapa kali gw refer beasiswa LPDP itu beasiswa Purpose di blog ini. Yha, gw segitunya sama JB, guys. 


I love his songs and I love him for his musicality, his talent, and a little bit of his personality—naaahhh HE’S SO CHARMING! ><


Gw termasuk Belieber yang beruntung, pernah berkesempatan untuk menonton langsung JB di konser Purpose World Tour Melbourne tahun 2017. Sebuah momen sakral yang sayangnya tidak ada dokumentasinya, karena gw sangat khusyuk menonton beliau, ga sempet foto-foto, cuma ada satu di sini


Dua minggu ini semesta memberikan gw such awesome weekends dengan BIEBERCHELLA


Awalnya ogah-ogahan nonton karena sungguh perjalanan fangirling JB ini lumayan up and down buat gw. Kadang kalo lagi suka, suka banget. Tapi kalo lagi bosen ya, sama sekali ga peduli gitu.


JB as an idol juga ga selalu bersikap layak untuk diidolakan. Sejak dulu banyak banget skandalnya, ya DUI-lah, melihara monyet terus di-abandon-lah, ribut sama paparazzilah, nabrak oranglah, masuk penjaralah, jadi playboy-lah, drugs-lah, berantemlah, kena sue-lah, dirumorkan ngehamilin banyak ceweklah, dll. 


Seriously, if you asked me, I haven’t seen him in good shape for years… Setiap liat berita, kondisinya menyedihkan gitu, kayak ga terawat, ga sehat, ga bahagia~ Ga tega banget ngeliatnya~


I also heard that he has sold all of his older records sehingga dia technically tidak punya hak lagi untuk membawakan lagu-lagu tersebut di panggung kecuali dia mau bayar royalti. Gw tidak mendengarkan Swag & Swag II pula karena he was in a very weird place ketika merilis 2 album itu, so I didn’t feel like supporting him~


I couldn’t care less about Coachella until social media told me he did something groundbreaking: a freaking YouTube karaoke on his fan-favorite bangers!


I was like… WHAT? 


THE AUDACITY!


KOK BISA???


So I watched it.


And I cried.





I mean, you guys don’t understand, YouTube is where he started it all. He’s THE KING OF YOUTUBE. He will forever be a YouTube success story. 


And now he’s out there bringing us back to where it all started???


Words can’t contain how I feel, man. Oh my God… I can’t…


It was so meaningful. 


I really don’t give a fuck, orang bilang stage-nya JB itu males, less effort, budget, SHUT THE HELL UP YALL JUST DON’T GET IT! Cuma Belieber yang paham!


The first half of his set, I couldn’t care less, wasn’t too familiar. But the second half, bro? Crazyyyy~~~ 


Week 1: Baby, Favorite Girl, That Should Be Me, Beauty and A Beat, Never Say Never, Confident, All That Matters, With You, So Sick, Sorry, Where Are U Now


Week 2: One Time, U Smile, Up, Baby, One Less Lonely Girl, As Long As You Love Me, No Pressure, Cry Me a River


Ambyar semua ambyaaaaarrrrr~~~


Nangis, beb.. T.T


Nangis bahagiaaaaaa~~~ :”””))))))


I mean… Man… As a Belieber, gw tuh ga expect banyak… Gw cuma mau JB sober,  sembuh, sehat, bahagia, punya kehidupan normal bersama orang-orang tersayangnya. Gw udah sangat sedih denger kabar dia jadi korban child grooming You-Know-Who berinisial PD. Berkali-kali gw menyaksikan sendiri JB diberitakan aneh-aneh, kena kasus sana sini, skandal sana sini, goodness… this man has suffered so much.


Jadi ketika denger dia di Coachella, my initial thought was… oh God please don’t put another pressure on him.. Dia aja belum tentu bisa sober.. Dia cancel world tour tahun 2022 karena mental health issue.. How sure are we that he could pull off a Coachella? How come we expect him to go on stage again in front of millions of people? Please I just don’t want him to suffer again.. 


Tapi Justin berdiri di sana… Di panggung Coachella… Panggung terbesar yang pernah ada.. 


He was standing there strong, looking very healthy, his voice was clear and charming—just like how we know it, and there he was… FLYING.


The moment he showed up we all knew, HE’S BACK. The way he commanded the stage… nothing else matters. No backup dancers, no outfit changes, no flashy stage lights, no pyrotechnics during most of the set like his Melbourne concert 9 years ago, didn’t matter. He just wanna be PRESENT for his beloved fans. T.T


Thank you JB for these two wonderful weekends. I will always be a Belieber. 18 years and counting. Always. <3


~~Bonus Skit~~


Now that yall know how much impact JB has in me, allow me to manifest 2 things:


1. This one is for my besties, whoever reads it. If I ever get married someday, I’ll throw a bachelorette party in a 5-stars hotel and I want us to create that viral Beauty and A Beat TikTok trend, okayyy??? It’s been on my mind for quite a while and I’ve been really longing to do it, tapi gw tahan, because it has to be in the right moment, and that moment will be my bachelorette party. Period!


2. OLLG—Oh my Gosh.. How should I put it? The impact of this song on me, man… Denger intronya aja gw bisa nangis, lho.. Universe, please hear me.. Please let me be an OLLG just for once in my life. So, this will also be in the scenario if I ever get married, this song must be INVOLVED! Idk how, but it must be. Non-negotiable. Ini pesan buat siapa? Siapa aja deh yang baca. Take notes, okayyy??? NO OLLG, NO WEDDING! 





That’s it. Thank you for reading. Make sure you watch BIEBERCHELLA!




Saturday, October 7, 2023

Bertualang Kembali

Hi, guys! How yall doin?

Kamis 28 September pergi trekking ke Sentul sama Iif, rutenya ke Goa Garunggang. Sebuah kegiatan yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama karena gw pengen healing liat yang ijo-ijo. I really looked forward to it. 

Tapi tampaknya salah mengartikan petunjuk/informasi. Dibilangnya trekking level intermediate 4km—which at first I think it's fine~ Gw pernah hiking ke Mount Oberon, Wilsons Promontory, Australia, itu 3,5km menuju puncak. Well pulangnya badan patah sih, but I mean, 3,5km aja gw bisa, beda 500m should be fine-lah.

In reality, ternyata 4km tuh menuju Goa Garunggangnya doang, dari goa balik ke parkiran, another 4km……

Lalu itu nggak kayak Mount Oberon yang awalnya naik terus sampai atas, pulangnya tinggal turun doang. Tapi naik turun sepanjang jalan karena melintasi beberapa bukit gitu~

Not saying I cannot, ketika dijalani, tidak sesusah itu juga. Ditambah ngobrol seru sepanjang jalan, bikin konten--luxury yang cuma bisa didapatkan kalo trekking di Indo, karena zaman di Aussie mana sudi guide-nya nungguin kita ngonten, bablas ditinggal, tersesat bodo amat~ Kalo di sini bahkan guide-nya yang nawarin fotoin, videoin, ngarahin gaya, bahkan rekomen tempat2 seru buat ngonten! Sudah sangat mengerti target marketnya sekali~ Hahaha

Menikmati hijaunya pegunungan dan perbukitan (so pretty and healing indeed), menghirup udara gunung yang bersih dan dingin walaupun matahari terik, role playing jadi Sherina & Sadam…

I pushed through and conquered it! 




Ga tau ya kalo udah di medan ada drive misterius yang keep me going aja gitu, coz there’s no turning back. I mean, kalo di Aussie that drive maybe ga mau rugi udah bayar ratusan dollar, masa nyerah? 

Same thing pas mendaki Tembok Cina, entah berapa km itu, awalnya pesimis liat anak tangganya tinggi2 amat, tapi bocil-bocil aja bisa, masa gw ga bisa? Udah sampai Cina mennn, masa nyerah sih???

Kalo di Sentul kemarin sebenernya bisa aja nyerah tengah jalan, toh harga murah cuma 165k, dan cuma “Sentul doang” lain kali juga bisa. But we didn’t. We kept going and reached 8km on schedule. So proud!

Terus pulangnya gimana? Ya badan patah juga. Wkwk~ Well ga sepatah Mount Oberon sih, cuma betis aja kenceng sama telapak kaki nyeri. Dihajar Tolak Linu dan dibawa tidur semalem langsung hilang.

Overall, a good experience. Mau lagi ah next time, cobain rute yang ada sungainya. Kemarin males basah soalnya, next kita basah-basahan!

Buat yang nanya kemarin pake trip apa, ini ygy >> Tripacker

Pro-tips: langsung booking aja ke nomer WA-nya, ga usah bikin via OTA. Lebih murah. 

***

Sabtu 30 September nonton Petualangan Sherina 2 (PS2) di bioskop sama nyokap. Wah, ini juga… all sorts of feels. 23 tahun dari film pertamanya yang sungguh legend. Waktu itu masih kelas 6 SD! 

Awalnya pesimis, kapok soalnya mempercayakan sekuel ke Miles Films, case study AADC 2 yang horrible, just horrible. Freaking 2 hours of commercials, no actual story. Sad.

Tapi memutuskan memberi kesempatan untuk PS2, coz I grew up with Sherina and Sadam, emotional attachment lebih kuat. Ada masanya lagu-lagu Petualangan Sherina itu ga cuma menghibur, tapi juga menjadi platform belajar nada dan musik yang baik dan benar. Setiap ada tes nyanyi depan kelas, pasti nggak ragu untuk nyanyi itu. 

Hampir semua gimmick-nya pun gw ikuti waktu itu. Bekal Smarties ke sekolah, borong stoknya di Indomaret sampai harus ke at least 3 toko supaya bisa mengisi kuota kotak makan sampai full. 

Mendadak manggil nyokap dan bokap “ibu-ayah”, padahal biasanya “mami-papi”. 

Tapi nggak, gw ga sampai pake plester kemana-mana padahal ga luka kok. Wkwk~~

Terus gimana filmnya??? SUKA BANGET BANGET BANGET!!!

The first 5mins aja udah WRECKED ME, belum apa-apa udah mewek, dahlah ke belakangnya AMBYAR!

SO WHOLESOME! Everything is in the right direction. The heart is there. Music & scoring are effective in both carrying emotional weight and evoking nostalgia. Feels good to listen to familiar sounds in a more relatable manner! Derby Romero’s smooth and clever acting balances out Sherina’s awkwardness. These two make me flutter!

Gokil sih. Gw mau nonton lagi, karena kemarin nonton pas opening weekend, rame banget penuh bocil berisik. Ga bisa menghayati lagu-lagunya dengan baik padahal semuanya indah-indah. 

Musiknya sih. Petualangan Sherina ga akan se-legend itu kalo ga ada soundtrack  dan scoring yang juara. Gw seneng banget di PS2, they took the music seriously too dan hasilnya bagus—in a sense, tidak kehilangan identitas, karakter, dan nyawa dari film pertamanya, lyrics wise dibuat lebih relatable sama perkembangan karakter dan cerita, orkestra megah dan kaya dipertahankan, dan ada teknik-teknik musikal baru yang sangat gw apresiasi. 

Sherina, elo gokil banget sih, jenius! Bisa smooth banget ngegabungin 3 lagu: Jagoan, Anak Mami, Menikmati hari jadi 1 lagu baru yang sama kerennya: Nostalgia Bersama

Oiya buat anak-anak Gen Z and below yang keluar bioskop komplen karena ceritanya “gitu doang” or any sorts of reasons, OH PLEASE~ Clearly, this movie is not for you~ Ini film buat GW DAN TEMEN-TEMEN SEANGKATAN GW! 

It’s a full-on nostalgic experience, a walk down memory lane. Jadi kalo lo ga punya memori,  ga punya emotional attachment, ga relate, ga nyambung, ga berasa, YA WAJAR!

Satu lagi yang mau gw bahas dari experience PS2:




:’)

Tadinya contemplating, nonton sama siapa ya?

Tapi itu kan harusnya pertanyaan yang mudah. Kalo konsepnya nostalgia, tentu saja harus nonton sama orang yang sama ketika nonton film pertamanya. Mom. <3

Another reason kenapa Petualangan Sherina sangat berkesan buat gw. Waktu itu, bioskop masih dikit banget, di Jakarta cuma ada 9. Jadi kebayang war ticket-nya gimana kan? 

Demi gw, nyokap yang saat itu hamil 7 bulan, war ticket OFFLINE, ngantri depan bioskop dari jam 8 pagi, desak-desakan, dorong-dorongan sama ribuan orang tua lain, dan akhirnya menangin tiket nonton yang malam. T.T

Nonton PS2 sama nyokap… sesuatu banget deh. Bener-bener berasa kecil lagi, as if 23 years never passed, as if the original movie never stopped and we never left Gading 21. The moment we shared together, the excitement, the reaction, the commentaries, the happy remarks, the laughter, it’s all the same and it’s beautiful. <3

So guys, if your parents are still with you, gw saranin ajak nonton PS2 deh. Mereka juga hidup di masa itu, mereka juga punya koneksi ke filmnya. Nyokap gw hepi banget kemarin, so I think your parents will be happy too. 

Buruan, sebelum turun dari bioskop! :D

Laters!