Showing posts with label lagi kalem. Show all posts
Showing posts with label lagi kalem. Show all posts

Monday, August 17, 2026

Cirebon Bound

Hi, guys! How yall doing?


Just got back from Cirebon. Sebuah ajakan impulsif dari Iip yang langsung gw iyakan karena longweekend 17an mau ngapain yak? Masa di rumah doang?


Gw sendiri lagi penasaran menjajal kota-kota di pulau Jawa anti mainstream yang masih terjangkau kereta, secara pesawat harganya makin ga make sense ya~


So let’s go!


Kita keretaan dari stasiun Gambir Sabtu pagi, sampai Cirebon jam makan siang. Taro tas dulu di Hotel Santika yang walaupun masih jam 12 udah bisa check in! Yeay! Kirain liburan 17an bakal rame, ternyata Cirebon sepi, orang-orang pada ke Yogya keknya~


Anyway berikut breakdown tempat yang kita kunjungi dan makanan yang kita jajal di Cirebon selama 3 hari 2 malam:


Tempat:

1. Batik Trusmi (hop in ke toko-toko batik terbesar sepanjang jalan itu)

2. British American Tobacco Building

3. Cherbon Junction

4. Alun-Alun Kota Cirebon

5. Guwa Sunyaragi 

6. Keraton Kasepuhan

7. Mesjid Agung Sang Cipta Rasa

8. Toko Oleh-Oleh Pangestu

9. Toko Oleh-Oleh dan Batik Daud


Makan:

1. Nasi Lengko Haji Barno

2. Nasi Jamblang Bu Nur

3. Niri Cafe Dine and Else Cirebon

4. Smiljan Dutchbook

5. Ayam Goreng Bahagia

6. Elok Coffee and Bites


Kesan-kesan terhadap Cirebon:


- Fuanassshhhh. Seriously. Sama aja kayak Jakarta, bedanya ga polusi aja. Keringat bersimbah setiap kami mengunjungi wisata outdoor seperti Guwa Sunyaragi dan Keraton Kasepuhan. iPhone ngambek berkali-kali, need to cool down ceunah. Kadang-kadang ada angin semilir karena Cirebon kan pesisir yah, deket ke laut. Tapi pantainya jelek kata orang lokal, so we wouldn’t bother visiting. Efek samping heat wave Cirebon kerasa sampai sekarang nih ketika udah sampai di rumah. Tenggorokan masih kering, kepala masih pusing. Harus banyak minum air putih nih.


- Kota kecil yang sedikit penduduknya. Ini dinilai dari jalanan yang hampir ga pernah macet (kecuali daerah Alun-alun), kayak jarang aja gitu liat manusia berkumpul. Tempat wisata dan restauran pun sepi, ga pernah liat adegan antre. Kotanya juga kecil, jarak tempuh antara satu tempat ke tempat lain ga jauh, masih within 3-4 km. Tarif taksi online kami ga pernah lebih dari 20k kemana-mana. Hemat!


- Makanan enakk. Alhamdulillah empal gentong, tahu gejrot, nasi lengko, nasi jamblang, ayam bahagia, dll semuanya masuk di lidah kami. Selama di sana makan terosss! Pretty sure I gained some weight. Bagus deh. Enjoy berarti liburannya. 


- Harga makanan dan barang-barang cenderung murah. Iip membandingkan dengan contoh Smiljan Coffee. Menurut beliau, Smiljan di Jakarta 100 ribu paling cuma dapet 2 menu. Sedangkan Smiljan di Cirebon, 100 ribu bisa dapet 3 menu. Koleksi batik Cirebon juga murah-murah, 100-200 ribuan masih dapet yang bagus. So happy I got my first Megamendung batik top! So ready for Batik Day Oct 2nd!


- Vibe kota tua kental. Masih banyak bangunan-bangunan tua peninggalan sejarah dengan cerita masing-masing. Sebagian di-maintain menjadi objek wisata atau cafe, sebagian lain ditutup dan terbengkalai. Sayang, padahal potensinya besar untuk pariwisata, which leads me to my last point.


- Pariwisata harus terus ditingkatkan. One thing I noticed, ga ada turis bule sama sekali di Cirebon. Padahal turis bule itu bisa ada di tempat-tempat random pelosok Indonesia, tapi sama sekali nggak ada di Cirebon yang secara lokasi masih strategis cukup terjangkau dari Jakarta. Cirebon ini either butuh investor yang berani spend money untuk membangun tempat-tempat wisatanya supaya terawat dan terintegrasi atau one viral moment yang bikin kepo turis-turis lokal atau internasional. Dua-duanya bisa di-achieve jika pemerintah daerahnya mumpuni, beneran kerja, peduli, kritis, kreatif, dan ga korup.




All in all, Cirebon is a nice getaway. Walaupun cuma 3 hari, cukup banget kalo cuma ke tempat-tempat basic mah. Balance ada jalan-jalannya, belajar sejarahnya, makannya, dan belanjanya. Buat yang mau ke Cirebon, pesan gw jangan lupa bawa sunblock. Gw lupa banget, kayaknya kulit nambah beberapa shade sih, but it’s okay!


Also, stay hydrated. Bawa minum dan usahakan minum 1 botol air putih setiap jamnya karena sepanas itu. Gw agak menyesal ga bawa tumbler karena males nenteng, akibatnya dehidrasi parah yang baru kerasa malem pas udah bobo. Bisa kebangun 2-3 jam sekali karena tenggorokan kering. Hari terakhir di Cirebon kena radang tenggorokan tipis-tipis. So, stay hydrated, guys!!!


Aite, that’s it for today. Next liburan kemana kita naik choo choo train??


Sunday, August 2, 2026

Me Wassup #122 - Overdosis Mala, Declutter, Oroton

Hi, guys! How yall doing?


A sunny and chill afternoon here in Pondok Gede, Bekasi where I live.


Finally a well-deserved break setelah berminggu-minggu gedabak gedubuk and literally no weekend. Dua hari ini di rumah aja, chillin, bobo ciang berkali-kali, main game sampe iPad panas, makan, ngemil, chat with besties, quality time with mom, nonton film di OTT. Yang kurang cuma main sama adik aja, soalnya dia sibuk mau bikin film baru~


Kenapa judul postingan ini Overdosis Mala? Jadi ceritanya nyokap gw baru pulang wisata ke China guys, tepatnya ke Chong Qing, Chengdu, dan Guangzhou. Beliau tau banget anaknya mala-sucker jadi bawa pulang a bunch of latiao and mala snacks buat gw:





On top of that, beliau juga experience bikin sambel mala langsung di kuali raksasa yang mana hasil masakannya dibawa pulang di jar berukuran 500g alias setengah kilo. 




Menyala lambungkuuu~~


Baru seminggu makan pake mala hampir setiap hari aja kemarin harus re-stock Mylanta. Wkwk~~


Tapi gw emang crazy about mala sih guys. Terima kasih Matahari—bestie Aussieku (yang sekarang udah based in Beijing) yang memperkenalkanku pada mala hotpot di suatu malam di winter Aussie yang dingin. Couldn’t stop ever since. Mala is one of my comfort food. <3


Beberapa hari belakangan gw bantuin nyokap declutter barang-barang. Gw memutuskan untuk layoff beberapa barang yang used to have emotional value, tapi seiring berjalannya waktu, valuenya terus berkurang hingga hilang sama sekali. Beberapa di antaranya:


- Sisir catokan rambut >> gw beli di Aussie 9 tahun yang lalu waktu tinggal di sana, simply karena mahasiswa bersponsor ini ga bisa afford smoothing di salon Aussie. Sisir ini came in handy, walaupun hasil sisirannya ga 100% curly karena rambut gw  pertahanannya sekuat benteng takeshi. Wkwk~ Sisir ini gw bawa pulang ke Indo waktu for good karena waktu itu emotional value-nya masih tinggi, padahal jelas-jelas di Indo bisa smoothing lagi. But as time went by, it depreciated, akhirnya tergeletak terlupakan di pojok lemari. Kemarin saat declutter, it becomes the first to go. Thank you for your service!


- Tas Colette Hayman >> sama kayak sisir catokan, beli di Aussie juga 9 tahun yang lalu. Icydk, Colette Hayman itu brand tas murmer di Aussie, all items manufactured in China, favorit mahasiswa sponsor. Hahaha~ Gw tentu saja terbawa arus waktu itu, jadi sempet beli 1 backpack kulit model cantik gitu, which is oke-oke aja kalo dipake di Aussie. Tapi pas udah balik ke Indo, kok jadi ga practical yah? Jadi saiia beralih ke Kanken. Ketika gw keluarkan dari lemari kemarin, tas tersebut kulitnya udah mengelupas sana sini. Gw hampir tidak mengenalinya lagi. So, thank you for your service and goodbye~


- Sajadah >> gw ga tau gimana ceritanya tapi di lemari ada 3 sajadah besar yang ga jelas asal usulnya~ Mungkin oleh-oleh kerabat yang abis haji/umroh atau goodie bag acara pengajian. None of us in the family pernah secara sadar beli sajadah pake uang sendiri, jadi pasti dikasih and somewhat 3 of them ended up di lemari gw~ Tentu sangat redundant buat orang yang solat cuma 2x setahun seperti saiia. Lagian zaman sekarang udah ga model sajadah bentukan karpet gitu, udah shift ke sajadah mini yang bisa dilipet sampe sekecil bola pingpong. So bye sajadah, kalian akan lebih berguna untuk orang lain dibanding gw. 


Sebenernya another thing yang urgently harus declutter adalah lemari baju. Sumpah baju gw banyakkk banget. Syulitnya tuh 90% baju-baju itu punya emotional value yang tinggi, misalnya merchandise konser, theme parks, dresscode gala premiere, jaket almamater, baju dari keluarga dan teman-teman, baju beli pas traveling ke LN yang brand-nya ga ada di Indo, KAN SAYANG YHA~


Jadi gw bertahan dengan argumen: bukan baju yang kebanyakan, tapi lemari yang kekecilan. Huff~


Last one for this post, guys gw harus menunda rencana beli branded bags seperti yang pernah gw tulis di sini dan sini.


Alasannya simply “in this economy”. Rupiah melemah, harga kebutuhan pokok terus naik, dan saiia sandwich generation. Prioritas spending harus diubah, ga bisa terus memanjakan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer harus diutamakan.


Tapi sekarang posisinya gw tetep butuh mini bags karena hampir setiap bulan ada event yang require intense mobility. So I did some research, cari tas kulit kecil yang fungsional dan tahan banting. Kita kesampingkan Luxury (with capital L) brands, focus ke mid range brands. Kesampingkan juga brand2 western mainstream seperti Michael Kors, Coach, Kate Spade, dan Tory Burch karena gw bukan mbak-mbak SCBD merintis, wkwk. Berpetualang kembali ke down under. Buka-buka website-nya the biggest department store: Myer & David Jones, filter crossbody/mini bags, scrolling up and down, and finally I found you:


Oroton Mica Mini Bowler


Icydk, Oroton itu fashion brand legend di Aussie guys, udah dari 1938. Zaman tinggal di sana pun sering liat storenya di malls, outlets, atau streets. But of course back in the days gw ga bisa afford jadi ga pernah masuk. Wkwk~


Ini brand YTTA. Tapi yang tau Oroton sih pasti respect banget sama brand ini karena legend. Kualitasnya ga usah diragukan. Yha kalo mereka ga bisa jaga kualitas ga akan bisa bertahan di usianya yang hampir 1 abad, kan?


Pas liat Mica Mini Bowler gw semacam…. love at the first sight!


Kok gemesssss???


Bentuknya unik, ga pasaran, dan ga ngebosenin diliat gitu loh~~


Classic, stylish, playful. 


I gotta get my hands on this!


So, jastip sudah dikondisikan. Insya Allah it will be in my possession this August. Kyaaa so excited!


Nanti kalo udah dateng gw update di blog ini so yall can see. <3


Until then, bye now! Enjoy the rest of the weekend!



Sunday, June 7, 2026

Hari Ini 070626 - One Piece Run Indonesia 2026

Hi, guys! How yall doing?


Postingan ini akan berbau wibu ya. Yang bukan wibu skip aja. Wkwkwk~


Oh what a day!


Gw baru pulang weekend staycation di Kuningan dalam rangka ikut ONE PIECE RUN INDONESIA (OPRI)! Hohohoho~


Yep, as shared in the previous post, today is d-day. Alhamdulillah diberi rezeki ikut OPRI gratis dan boleh mengajak 1 orang, so gw lari sama ade gw yang juga Nakama (fans One Piece).


I’m always excited and all out for a weekend getaway. Apalagi in this economy dimana liburan ke LN semakin sulit karena dolar naik, tiket pesawat naik, visa naik~ Kesempatan untuk liburan di dalam negeri harus dimanfaatkan maksimal seperti halnya liburan di LN, so buat OPRI ini gw sampe buka kamar dan bener-bener nge-treat 2 hari ini seperti liburan pada umumnya: ga mikirin spending, yang penting happy. 


OPRI mulainya pagi banget. Jam 5:30 udah harus di venue (Epiwalk) buat pemanasan. Gw dan adik meninggalkan hotel jam 5:20, jalan kaki karena hotel kita di Swiss-Belresidence jaraknya cuma 300m. We thought everybody will be late—namanya orang indo kan, but nope, malah kita yang agak telat. Pas sampe, udah ada ribuan orang di sana. Mantap Nakama!


Acara berlangsung on time, jam 6 teng setelah nyanyi Indonesia Raya, langsung flag off. Ini kedua kalinya gw ikut fun run, pertama kali sama Dian tahun 2019. Tapi itu ga officially ikut as runner sih, kan kerja jadi panitia. Karena jadi panitia, gw bisa naik buggy sambil memantau warga, ga usah ikut lari. Wkwk~~


Ini yang officially fun run pertama, ternyata seru juga. Being together with the whole fandom for something so positive kayak olahraga, bikin pengalaman fangirling lebih berfaedah.


Gw ga tau total participant-nya berapa, tapi estimasi gw 5000 orang ada sih. We were taking over Rasuna Said, wkwk~ Maaf ya pelintas dan residence, area rumahnya di-hijack dulu sama pirates. Hihihi~~


Nakama-nakama yang ikutan ada yang niat cosplay, tapi ga banyak. At least ga sebanyak acara indoor macem Comic Con gitu sih, mungkin karena lari mereka panas juga yak. Tapi yang cosplay cukup enjoyable diliat sih. Shoutout to someone yang jadi Buggy versi Impel Down (ga sempet kenalan, maap!). Lucuk dan keren banget, totalitas. Dia tiba-tiba lari di samping kita gitu~ Terus ada adegan kaget, soalnya malam sebelumnya gw baru nonton ulang Impel Down. Lah tiba-tiba udah di samping gw aja ni warga~ LOL epiccc


Ada juga bocil yang (mudah-mudahan ga dipaksa ortunya ya) cosplay jadi Thousand Sunny-kapalnya Luffy. Anjay. Masih kecil udah berat banget bebannya, memikul kapal Yonko. Wkwkwk~~


Banyak banget yang cosplay Luffy edisi Dressrosa dengan kemeja biru donker bunga-bunga yang mirip nanas itu. Tapi cuma 1 yang totalitas bikin bib tambahan tulisannya “LUCY”. Bro understands the assignment. Wkwk~


Fyi, gw dan ade juga Dressrosa mode, kita beli kacamata Doflamingo. I mean, yang jadi Straw Hats pasti udah banyak banget. Somebody just gotta represent the villain crew, bro! Just gotta do it! Hahahaha~


Fun run 5km itu paling basic buat runners sejati. Tapi buat gw mayan capek juga. Lari beneran cuma sanggup 2km, selebihnya jalan atau lari-lari kecyil. Mungkin bisa lebih cepet kalo partnernya Iip atau Nanien yang emang udah biasa lari. Tapi ini partnernya ade gw yang baru pertama kali marathon juga. Jangan sampe dia pingsan aja sih.


5km berlangsung cukup cepat, total 50 menit gw dengan speed setengah singa setengah kura-kura ini untuk sampe ke garis finish. Kita aja kaget, eh kok udah nyampe aja? Kirain lanjut sampe Sudirman~~


Seperti marathon pada umumnya kita dikasih medali di akhir, keren lho medalinya. Niat gitu. Berkonsep. Kualitasnya juga bagus. Mandjah deh!


Sedikit kritik buat panitia, acara tadi tuh sepi, kurang gimmick, kurang vibe One Piece. Yang paling berasa sepi tuh absennya musik dari awal. Gw udah expect OST atau scoring One Piece berkumandang dari segala sisi sepanjang marathon. But nope, none of that. Jadi harus pake headset, dengerin dari hape sendiri-sendiri.


Ini sayang banget karena One Piece kan penuh musik-musik epik yang membangkitkan semangat. One big opportunity loss~


Yang bikin rame justru Nakama-Nakamanya. Ada yang inisiatif bawa speaker sambil lari supaya musiknya bisa dinikmati yang lain (thank you!), ada juga yang kasih motivasi dengan teriak “AYO NAKAMA SEMANGAT KEJAR ONE PIECE-NYA!!!” Keren!!


Kurang gimmick lain berasa di presence Egghead-nya sih. Itu run kan temanya Egghead. Panitia udah susah payah dapetin license-nya, tapi ga digunakan maksimal gitu lho~ Photo Ops dikit, cuma di 3 spot, itu pun ukuran kecil dan beneran cuma backdrop doang gitu, bukan 3D builds yang interactive or anything like that~ I mean, kan lucu ya kalo dibikin instalasi telur raksasa Punk Records yang kita bisa masuk terus ala-ala liat isi otaknya Vega Punk. Keren kannn idenya!!! Ah~ ga memanfaatkan isi otak Oda dengan maksimal neh~


Terus gw kira tuh bakal ada karakter-karakter dari Egghead lain yang berkeliaran~ Selain Straw Hats, Vegapunk ada 6+1, Cipher Pol ada 3, Gorosei ada 5, dll. Kirain bakal ikut memeriahkan, even cuma cosplayernya ya, biar berasa gitu kita di Egghead~ Taro kek cosplayer di setiap titik, terus dibikin interaktif, misalnya yang ketemu Vegapunk, upload Instastories, dikasih merchandise, something like that u kno what i mean, right???


Ekspektasi saiia ketinggian. Wkwkwk~~


Tapi yaudahlah ya. Tiketnya cuma 400ribu~ Lagian tahun ini Nakama udah beberapa kali dimanjakan dengan event One Piece. Cukup ya, bersyukur ya. *ngomong ke diri sendiri* wkwk


Okay that’s all for today. Bonus foto aku dan adik ketika mencapai finish line, lagi ngonten tiba-tiba dicameo sama Usopp. Wkwk~





Byeee~~