Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Sunday, August 2, 2026

Me Wassup #122 - Overdosis Mala, Declutter, Oroton

Hi, guys! How yall doing?


A sunny and chill afternoon here in Pondok Gede, Bekasi where I live.


Finally a well-deserved break setelah berminggu-minggu gedabak gedubuk and literally no weekend. Dua hari ini di rumah aja, chillin, bobo ciang berkali-kali, main game sampe iPad panas, makan, ngemil, chat with besties, quality time with mom, nonton film di OTT. Yang kurang cuma main sama adik aja, soalnya dia sibuk mau bikin film baru~


Kenapa judul postingan ini Overdosis Mala? Jadi ceritanya nyokap gw baru pulang wisata ke China guys, tepatnya ke Chong Qing, Chengdu, dan Guangzhou. Beliau tau banget anaknya mala-sucker jadi bawa pulang a bunch of latiao and mala snacks buat gw:





On top of that, beliau juga experience bikin sambel mala langsung di kuali raksasa yang mana hasil masakannya dibawa pulang di jar berukuran 500g alias setengah kilo. 




Menyala lambungkuuu~~


Baru seminggu makan pake mala hampir setiap hari aja kemarin harus re-stock Mylanta. Wkwk~~


Tapi gw emang crazy about mala sih guys. Terima kasih Matahari—bestie Aussieku (yang sekarang udah based in Beijing) yang memperkenalkanku pada mala hotpot di suatu malam di winter Aussie yang dingin. Couldn’t stop ever since. Mala is one of my comfort food. <3


Beberapa hari belakangan gw bantuin nyokap declutter barang-barang. Gw memutuskan untuk layoff beberapa barang yang used to have emotional value, tapi seiring berjalannya waktu, valuenya terus berkurang hingga hilang sama sekali. Beberapa di antaranya:


- Sisir catokan rambut >> gw beli di Aussie 9 tahun yang lalu waktu tinggal di sana, simply karena mahasiswa bersponsor ini ga bisa afford smoothing di salon Aussie. Sisir ini came in handy, walaupun hasil sisirannya ga 100% curly karena rambut gw  pertahanannya sekuat benteng takeshi. Wkwk~ Sisir ini gw bawa pulang ke Indo waktu for good karena waktu itu emotional value-nya masih tinggi, padahal jelas-jelas di Indo bisa smoothing lagi. But as time went by, it depreciated, akhirnya tergeletak terlupakan di pojok lemari. Kemarin saat declutter, it becomes the first to go. Thank you for your service!


- Tas Colette Hayman >> sama kayak sisir catokan, beli di Aussie juga 9 tahun yang lalu. Icydk, Colette Hayman itu brand tas murmer di Aussie, all items manufactured in China, favorit mahasiswa sponsor. Hahaha~ Gw tentu saja terbawa arus waktu itu, jadi sempet beli 1 backpack kulit model cantik gitu, which is oke-oke aja kalo dipake di Aussie. Tapi pas udah balik ke Indo, kok jadi ga practical yah? Jadi saiia beralih ke Kanken. Ketika gw keluarkan dari lemari kemarin, tas tersebut kulitnya udah mengelupas sana sini. Gw hampir tidak mengenalinya lagi. So, thank you for your service and goodbye~


- Sajadah >> gw ga tau gimana ceritanya tapi di lemari ada 3 sajadah besar yang ga jelas asal usulnya~ Mungkin oleh-oleh kerabat yang abis haji/umroh atau goodie bag acara pengajian. None of us in the family pernah secara sadar beli sajadah pake uang sendiri, jadi pasti dikasih and somewhat 3 of them ended up di lemari gw~ Tentu sangat redundant buat orang yang solat cuma 2x setahun seperti saiia. Lagian zaman sekarang udah ga model sajadah bentukan karpet gitu, udah shift ke sajadah mini yang bisa dilipet sampe sekecil bola pingpong. So bye sajadah, kalian akan lebih berguna untuk orang lain dibanding gw. 


Sebenernya another thing yang urgently harus declutter adalah lemari baju. Sumpah baju gw banyakkk banget. Syulitnya tuh 90% baju-baju itu punya emotional value yang tinggi, misalnya merchandise konser, theme parks, dresscode gala premiere, jaket almamater, baju dari keluarga dan teman-teman, baju beli pas traveling ke LN yang brand-nya ga ada di Indo, KAN SAYANG YHA~


Jadi gw bertahan dengan argumen: bukan baju yang kebanyakan, tapi lemari yang kekecilan. Huff~


Last one for this post, guys gw harus menunda rencana beli branded bags seperti yang pernah gw tulis di sini dan sini.


Alasannya simply “in this economy”. Rupiah melemah, harga kebutuhan pokok terus naik, dan saiia sandwich generation. Prioritas spending harus diubah, ga bisa terus memanjakan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer harus diutamakan.


Tapi sekarang posisinya gw tetep butuh mini bags karena hampir setiap bulan ada event yang require intense mobility. So I did some research, cari tas kulit kecil yang fungsional dan tahan banting. Kita kesampingkan Luxury (with capital L) brands, focus ke mid range brands. Kesampingkan juga brand2 western mainstream seperti Michael Kors, Coach, Kate Spade, dan Tory Burch karena gw bukan mbak-mbak SCBD merintis, wkwk. Berpetualang kembali ke down under. Buka-buka website-nya the biggest department store: Myer & David Jones, filter crossbody/mini bags, scrolling up and down, and finally I found you:


Oroton Mica Mini Bowler


Icydk, Oroton itu fashion brand legend di Aussie guys, udah dari 1938. Zaman tinggal di sana pun sering liat storenya di malls, outlets, atau streets. But of course back in the days gw ga bisa afford jadi ga pernah masuk. Wkwk~


Ini brand YTTA. Tapi yang tau Oroton sih pasti respect banget sama brand ini karena legend. Kualitasnya ga usah diragukan. Yha kalo mereka ga bisa jaga kualitas ga akan bisa bertahan di usianya yang hampir 1 abad, kan?


Pas liat Mica Mini Bowler gw semacam…. love at the first sight!


Kok gemesssss???


Bentuknya unik, ga pasaran, dan ga ngebosenin diliat gitu loh~~


Classic, stylish, playful. 


I gotta get my hands on this!


So, jastip sudah dikondisikan. Insya Allah it will be in my possession this August. Kyaaa so excited!


Nanti kalo udah dateng gw update di blog ini so yall can see. <3


Until then, bye now! Enjoy the rest of the weekend!



Sunday, June 28, 2026

Me Wassup #120 - Jalan Sehat di CFD, Bapil, Aussie Throwback

Hi, guys! How yall doing?


How’s everyone's weekend? It’s a very busy weekend buat orang-orang Jakarta. Ada perayaan ultah Jakarta di Bunderan HI dan sekitarnya. Jalanan banyak yang ditutup. Tidak recommended untuk dikunjungi… tapi gw tetap ke sana.


LOL. Yupp. Tadi pagi abis CFD, ikutan acara Jalan Sehat Bersama Ibu yang diadakan Leo Pictures untuk promo film Jangan Buang Ibu. Kok tiba-tiba bisa ikutan acara ini??? Ceritanya nyokap gw fomo ketika gw sama ade gw ikut One Piece Run, karena beliau tidak diajak. Monmaap Bu, One Piece Run kan ada batas usianya ya…… Wkwk~ 


Beliau sudah lama request pengen CFD sambil staycation.So ketika Leo Pictures mengumumkan ada acara ini, let’s go-lah kita ajak Bu Endang. Buka kamar di Grand Sahid, hotel orba murmer yang servisnya makin lama makin kacrut, tapi karena lokasinya bagus hotelnya tetep laku. Jam 6 teng keluar buat flag off. Rutenya dari hotel belok kanan sampai Bunderan HI, putbal, jalan menuju Karet, putbal di jembatan Pinisi, balik hotel. Total 5km.





Semuanya jalan, ga lari, so no pressure at all. Menuju garis finish Bu Endang kebelit pipis jadi kita cheating nyebrang lewat terowongan MRT biar lebih cepet sampai ke hotel. Gw pun laper berat sih jadi kudu cepet balik hotel buat breakfast sebelum rombongan besar balik, nanti malah ga dapet tempat di restoran~ 


Overall good experience walaupun karena kita jalur gratis (gw dikasih gratis karena kantor gw lagi kerjasama sama Leo Pictures) sehingga ga dapet medal. But who cares about medal? Medali One Piece Run aja sekarang bingung mau diapain. Ada yang mau? Gw jual 500k. Wkwk~


Acara berlangsung cepat, jam 10 kita udah balik kamar. Masih ada 2 jam sampai check out, sempet mandi, bobo bentar, beberes. Sebelum pulang, menikmati kehangatan hot cacao dark-nya RR Chocolate dulu yang berlokasi di sebelah hotel persis. Mumpung udah di situ kan. 


Ah.. Sungguh nikmat.. Sementara rupiah masih lemah dan kita belum bisa ke LN untuk menikmati Max Brenner, kita tambal dulu kerinduan ini dengan RR Chocolate.


Overall weekend yang menyenangkan yang membuat gw lupa kalo gw lagi sakit. Bapil sejak jumat kemarin. Kecapean + ketularan temen kantor yang duluan sakit. Pileknya sih udah menuju sembuh, tapi batuknya somewhat bertransformasi jadi radang tenggorokan~ 


Sialnya gw sedang kehabisan Ketricin karena udah lama ga radang~ Tapi nyokap gw kemudian memberikan “obat” baru oleh-oleh temennya dari Aussie:





It’s called Propolis & Manuka Honey Spray.


Another amazing product from Aussie! Works like magic! Sorethroat gone in 5s!


Tapi balik lagi sejam kemudian. Hahaha~ Jadi harus rutin semprotnya. Yes, cara pakenya disemprot ke tenggorokan, bukan diminum. Well, ujung-ujungnya keminum juga sih setelah kecampur saliva~


Minggu ini banyak yang bikin gw throwback Aussie. Hari Senin ketemu Acha Septriasa untuk pemotretan next title. Kita mengobrol, ternyata kita punya beberapa kesamaan. Pertama pernah tinggal di Aussie. Beliau Sydneysiders. Sedangkan gw formerly Melbournian. Lalu sama-sama kuliah di Aussie juga. Beliau di Curtin, Perth. Gw di Unimelb, Melbourne. 


Perbedaan kita yang lain, dia udah nonton musical Anastasia, gw belom~ LOL sad~~


Ga terasa tahun ini 10 tahun setelah gw menginjakkan kaki pertama kali di Aussie. 2016-2026. 10 tahun yang lalu, hari gini lagi degdegan counting down meninggalkan Indonesia. Seperti apa hidup baru yang menyambut gw di down under? Is it going to be friendly to me? Am I gonna make friends? Am I gonna do well in school?


Aah.. Nostalgic. Yang mau mengikuti perjalanan gw di Aussie bisa baca arsip blog 2016 (start Juni)-2017 ya.


Ooh the amazing June is about to end~ I don’t have anything to look forward to in July.. No events, no concerts, no reunion.. Ngapain ya biar semangat?


Butuh liburaaaann.. Naik pesawaaaattt.. Get the F out Konohaaaa~~~


Ah bikin Indomie dulu deh biar ga bete~ Fufufufu


See ya~


Sunday, October 26, 2025

Me Wassup #114: Tribute to Glee Musical, Oma Opa Dateng, Reuni Unimelb, Zombie Premiere

Hi guys, how yall doin?

Mood gw Alhamdulillah sudah membaik sejak postingan terakhir. Ada faktor minggu ini banyak kegiatan menyenangkan juga. So walaupun sekarang lagi sakit gigi (yaelaaahh pengeluaran lagi dehh~~), gw akan sebisa mungkin menuliskan semuanya di sini, supaya memori baiknya terasipkan dengan baik. 

Tribute to Glee Musical

Sebuah ajakan dari Auwri yang awalnya gw ragukan. Tapi setelah menonton sama sekali tidak menyesal. Probably the best 120k spending this year. Bayangin aja, bayar 120k udah dapet performance 4 jam! Total ada kali 40 lagu! Warbiasak!




Yang mengadakan adalah sebuah komunitas (?) musik bernama Cantalevia Co dan acaranya di Taman Ismail Marzuki (my first time there!). Basically ini konser sih, bukan teater. Jadi kita bebas nyanyi, teriak-teriak (dalam batas wajar), joget, ngerekam, bawa lightstick/atribut. 

Lumayan surprised Glee fans-nya masih banyak, padahal seriesnya udah tamat dari 2015—10 tahun yang lalu, men! Gw inget nonton Glee pas masih kuliah, nontonnya copy dari donlotannya Nanien. Hahaha~~

Bisa dibilang setengah dari setlist yang dibawain kemarin gw hapal. Luv banget ada tribute to Wicked, both Defying Gravity & For Good dinyanyiin. I like Glee version of both. Long live Kurt Hummel/Chris Colfer, our Gleenda. ;)

Rachel Berry mah ke laut aja. Wkwk~

Oma Junita dan Opa Jim Dateng

Sebenernya mereka udah dateng dari 3 minggu yang lalu, tapi waktu itu cuma mampir bentar ke Jakarta lalu takeoff ke Malang, Raja Ampat, dan Kalimantan. Luar biasa emang opa dan oma gw ini. Usia udah 80+ tapi masih semangat jalan2 kesana kemari. Menikmati hidup semaksimal mungkin.




Oma bawain Jamin, permen favorit gw 5 pak yang langsung gw lahap sambil baca buku Rapijali karya Dee Lestari. Kalo baca buku kan ga bisa makan snack ya, nanti tangannya kotor, bukunya ikutan kotor. Jadi makan permen aja.

Eh… jadi sakit gigi~ T.T

Btw ada gila-gilanya bokap gw, buat opa oma stay di Jakarta, dia bookingin hotelnya Amaris! Wtf~ Pake acara bookingin kamar tambahan buat gw sama ade gw lagi! Yaolohhh sungguh pengalaman legit “Jika Aku Menjadi”/social experiment~ 

Ngamuk gw langsung~ Booking hotel ga berkoordinasi sama gw~ They really don’t deserve Amaris for God sake. Besoknya gw bookingin hotel yang lebih bagus, Oak Tree di Blok M. 

Seriously guys, let’s work hard so that we can at least afford hotel bintang 3+ ke atas ya. Kalo elo traveling sama gw, fyi, I don’t do hotels di bawah bintang 3. Kalo elo mau berhemat silakan, gw akan cari hotel sendiri. I really need a proper sleep environment after a long and tiring day. Makasiy. 

My 1st “Real” Zombie Premiere

Iya, karena zombie premiere yang sebelumnya kan acaranya dagelan. LOL~

Yang sekarang, the real zombie premiere. Premiere film zombie yang amat sangat proper. :)

Woohooo~ Acara kantor yang paling gw tunggu2. Bulan Juli kemarin ada sih acara serupa, tapi yang ini skalanya lebih gede.

I always love acara kantor sekarang ini karena produksinya proper. Semuanya maksimal. Hence, gw pun tampil maksimal. Salah satunya dengan menyiapkan outfit yang tidak sembarangan. Gw hampir selalu beli baju baru untuk acara Awe dan acara zombie premiere kemarin pun begitu. Beda bangetlah sama zaman di Errthing, mau premiere skala gede or kecil, tetep aje bajunya informal. Either legging + hoodie or kaos & jeans item-item. EO style. LOL




Dresscode-nya traditional black. Ketika browsing di Shopee, menemukan this black batik kebaya dari Oemah Etnik kolaborasi sama Bocorocco. Langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Seriously. Setelah ngeliat itu, baju-baju traditional black lain jadi tampak b-aja gitu.

Tapi lumayan pricey, jadi ada adegan galau dulu beli or not. Tapi kemudian menyadari kalo gw emang ga punya kebaya dan ga punya baju pesta. Jadi justifikasinya adalah ini investasi jangka panjang. So, kita beli aja. Mendingan nyesel beli daripada nyesel ga beli kan??? Nyehehe~~ 

Acara berlangsung lancar, walaupun delay 2 jam karena mendadak hujan badai. Gw aja terjebak macet 1,5 jam yang bikin anxiety mampus. Sejak jadi LRT babe ga pernah kena macet soalnya. Sekalinya kena macet langsung anxiety~ Huhu

Reuni Unimelb

The fact that gw tinggal di Jakarta membuat gw semakin hari semakin jauh sama Melbourne. Kayak disconnected gitu. Padahal my years in Melbourne are the best times of my life. Jadi gw selalu mencoba at least setahun sekali ada koneksi sama Melbourne dan yang paling gampang adalah menghadiri event-event kampus di Jakarta. Kemarin menghadiri ini.




Namanya acaranya sungguh appealing untuk single lady seperti saya kan? Hahaha~~

So I signed up. Kebetulan penasaran juga sama venue-nya The Orient Hotel di Bendungan Hilir yang udah lama pengen gw cek. Cakep lho hotelnya, nuansa etnik yang agak eerie, tapi sophisticated. Wajib cobain staycation di sana sekali-sekali!

Acaranya di Mezzanine, yang terletak di lantai 25, so we got almost the whole view of Jakarta skylines during the golden hour. Splendid!

Terus gimana acaranya? Yha okelah. Wkwk~

I made new friends (yang langsung pada nge-add IG gw, yaudahlah ya, kan emang pengen jadi extrovert). Konsepnya lumayan unik, karena kita dibagi 2 grup gitu: host dan rotater. Ada 6 meja bundar, yang host akan stay di meja itu, yang rotater harus berpindah 10 menit sekali. Gw kebagian host, jadi jaga kandang terus. Not that fun.

Yang dateng rata2 alumni muda, meaning yang baru lulus 5 tahun terakhir. Gw termasuk salah satu yang paling tua di sana, secara lulusnya 8 tahun yang lalu ya, Kak.

Banyak orang2 pemerintah juga, ada yang kerja di kantor pajak, Kemenkeu, bea cukai—sehingga perbincangan pasti (walaupun kita coba hindari) selalu ada maneuver ke Purbaya, Purbaya, dan Purbaya. LOL~

Tapi ada juga yang sektor swasta, salah satunya mas Agung yang kerja di Shell Indonesia, yang dengan tenang dan sabar menjawab pertanyaan sejuta umat: Jadi gimana nasib Shell di Indonesia ke depannya???

Gw ga bisa kasih tau jawaban lengkap beliau karena janji off the record. Haha~ Intinya sih, they are working on it. Insya Allah bisa comeback. Mangat mas Agung! Gw dukung dari jauh! Loyal customer Shell banget nih saya! 

Anyway, acara reuni kemarin sedikit banyak bikin gw nostalgia Melbourne life juga. Literally setiap temen baru gw tanyain “dulu rumah lo dimana?” just so I could flashback to area-area familiar yang maybe dulu sering/pernah gw kunjungi. 

Banyak yang tinggal di Brunswick (obviously) dan di sekitar kampus atau city—supaya bisa tinggal jalan kaki ke kampus. Typical orang Indo/mahasiswa internasional di sanalah. 

“Ah lu orang mainnya kurang jauh~” ujarku dalam hati.

Literally semua kaget dan bingung ketika gw bilang gw tinggalnya di Armadale. Lingkungan elit dan strategis (dilewati 3 tram dan dekat dengan 3 train lines), very nice neighborhood, jauh dari hiruk pikuk tapi dekat dengan tempat-tempat eksis: St. Kilda beach, High Street, Chapel Street, dll. 

Notable mentions: The Royal Women’s Hospital (pernah ke sana menjenguk temen gw yang anaknya dirawat—the most beautiful hospital I’ve ever seen!), South Melbourne Market (ooh I miss those oysters!!), Camberwell Market (kegiatan favorit setiap hari Minggu, walaupun ujung-ujungnya ga beli apa2~ haha).

Aah I miss Melbourne. Harusnya ke sana bulan Januari, tapi ga jadi karena nasib gw belom jelas~ Hix~

Alright, that’s all for today. 

 

Sunday, March 2, 2025

Me wassup #105 – Di Bulan Suci Ini…

Hi, guys! How yall doin??

Fun fact, Di Bulan Suci Ini… adalah salah satu series yang pernah gw handle marketingnya. Series yang ceritanya unik—beda dari yang lain, so many plot twists, exceptional comedic approach, memacu adrenalin (tidak seperti namanya), great assemble of casts, heart-warming… tapi flop! Wkwk~

Anywayyy, sudah memasuki bulan puasa nih guys, dan unexpectedly cobaan datang earlier than I thought. Fufufufu~

Right now I am dealing with a HUGE dilemma. 

Imagine something you’ve wanted for so long, it’s here, but not the way how you expected. It comes with a set of terms and conditions which you are not sure you can comply. 

Misal lo pengen rumah besar, dikasih nih, sesuai harapan lo. Besar, bagus, rapi, shiny, lokasi strategis, furniturnya baru. Tapi itu rumah cuma boleh lo tempatin setaun~

Ya kira-kira gitulah gambarannya. Harus bener2 dipikiran bibit bebet bobotnya. Karena kalo diambil risikonya yaa… setaun ke depan lo homeless.

Hadeeeh… Weekend ini gw jadinya punya pe-er mikirin itu. Padahal mau santai-santai karena cuma dapet libur sehari (Sabtu kemarin masuk)~

Puasa hits hard. Ini baru jam 1 tapi gw udah ngantuk berkali-kali. Padahal ga ngantuk, wong tadi gw bangun jam 9.. Tapi karena ga makan ga minum bawaannya ngantuk. Dibawa tidur pun paling cuma 30 menit, terus kebangun lagi. Gitu aja terus…

Gw tadi liat-liat sepatu sendal, karena kebetulan butuh nih buat kerja weekend yang ga serius-serius amat. Kan males ya kerja weekend pake sepatu. Dan bisa dipake ngemol juga kalo males pake sepatu. 

I’m on sandal crisis, soalnya urusan sandal gw cuma punya 1 Birki, yang gw beli 5 taun yang lalu. Pernah gw tulis di sini. Sekarang posisinya udah mangap dia. Udah bredel juga solnya di beberapa bagian. Tapi masih gorgeous jadi sayang kalo dibuang. Warna gold kayak gitu udah ga keluar lagi. Huhuhu~ 

Jadi sebenernya gw beli sepatu sandal tujuannya untuk buying time for my Birki, supaya dia ga makin rusak kalo keseringan dipake. 

Tadi liat-liat Docmart, ada yang bikin naksir.

Dr Martens Blaire Tumbled Nubuck Leather Sandal


Tapi galau apakah mau Docmart, karena truthfully speaking gw sebenernya butuh sendal gunung juga—buat trekking. Kan taun ini pengen lebih banyak trekking untuk kesehatan jasmani rohani. Kemarin udah liat-liat Columbia ada yang ditaksir juga.


Columbia Women's Globetrot Sandal



Jadi pertanyaan besarnya: YANG MANA NIH GUYS? 

Wkwkwkwk~

Price wise sih Columbia lebih murce ya obviously, belinya lebih ga mikir.. Tapi si Docmart keren banget yawlah.. Timeless lagi~

Anyway.. Kok jadi ngomongin sepatu sih? hahaha~~

Belakangan ini berita berat-berat. Ya Pertamina oplosanlah, Indonesia Gelaplah, PHK massallah, korupsilah, dll.

Bikin mental kaum menengah ngehe ini jatoh dan itu rasanya ga enak. 

How are we going to survive this economy?

Beberapa temen gw termasuk mantan bos gw yang kena layoff taun lalu sampai sekarang belum dapet kerjaan. Tapi kok mereka survive-survive aja ya? Orang Indonesia tuh bener-bener berjiwa Viking deh! Keren!

Melihat ekonomi yang semakin carut marut ini, kayaknya only wise untuk tidak boros. Nampaknya plan liburan ke Kanada yang diprediksi menghabiskan ratusan juta rupiah itu harus di-postpone, fokus ke yang deket-deket dulu aja. 

So I have my eyes on Vietnam, Taiwan, and the Philippines. 

Bismillah salah satu (atau 33nya) bisa kesampaian tahun ini. 

Alright, Ramadan has kicked off—it’s gonna be exciting, reunion with old friends—the only thing I look forward to in Ramadan tbh. Wkwk~~

Gw so far udah ter-booked untuk 2 bukber:
- Adventure di the new Plaza Semanggi 5 Mar sama Iip
- Alumni Unimelb tanggal 8 Mar

Nextnya bakal ada bukber kantor, bukber tim, bukber with my former boss sekaligus taraweh bareng [ini rencana taun lalu yang ga kesampean karena gw keburu ke Europe, wkwk], dan pastinya lebih banyak lagi ke depannya. 

Oh! Sama staycation, ade gw tumben jenius dia mengidekan solat Eid di Istiqlal sehingga kita harus staycation di… Hotel Borobudur. Wkwk~

Fun fact, sebagian kecil masa kecil gw dihabiskan di sini, karena bokap gw dulu kantornya di sini. 

So this trip is walking down memory lane for me. :3

Speaking of walking down memory lane, kemarin dapet kiriman foto om gw yang di Belanda lagi declutter rumahnya Opa Reggie di Tilburg—yes, rumah yang gw tinggali selama di sana taun lalu, karena mau dijual. :’(

Oma Inneke udah pindah ke rumah anaknya di Alkmaar. Beliau udah sering sakit-sakitan jadi ga mungkin tinggal sendiri. 

Gw literally cuma nginep seminggu di Tilburg tapi sekarang itu rumah mau dijual aja sedih mampus, lho. So many beautiful memories… Huhuhu…



Itu foto gw di depan rumah Tilburg. Lengkapnya bisa cek IG gw yang udah ga digembok. Wkwk

Sad to know we’ll never be able to visit Tilburg house again, but hopefully, we can visit the new house in Alkmaar someday. <3

Laters!