Showing posts with label body-part. Show all posts
Showing posts with label body-part. Show all posts

Monday, December 22, 2025

Vietnam Trip - Part 3

Hi guys, how yall doin?


Mari kita tuntaskan review Vietnam Trip yang ga kelar-kelar ini. Hahahaha~


Let start where we left okay?


As expected, Rong May Glass Bridge memakan waktu seharian. Kita baru bisa baik ke city sekitar jam 3an, dalam keadaan perut lapar. Melangkahlah kita ke sebuah restoran bernama PHỞ NGÔ H'MÔNG -TRÁNG TAY (CORN NOODLE) yang memang sudah kita incer dari pagi. Restoran ini posisinya deket Thong Dong Restaurant, tempat kita breakfast, dan ketika berjalan melewatinya, kita terpana karena jam 8 pagi aja itu restoran udah penuh sama orang lokal. “Wah, local’s favorite nich!”


Restoran ini USP nya cukup unik, “corn noodle”, jadi menu noodle termasuk pho bahan dasarnya adalah jagung. Menarik!


Kami pun masuk dan memesan 3 chicken pho. Endeussss pisannn~ Corn makes everything better. Kayak level up gitu rasanya, ada gurih, asin, manisnya. Kuahnya juga top markotop. Seger dan melegakan tenggorokan yang kering akibat cuaca dingin. 


Di meja sudah tersedia berbagai macam kondimen seperti acar, ketumbar, lada, garam, soya sauce, dan favorit gw… unknown oil yang bikin rasa makanan ter-enhanced secara drastis! 


The thing is, gw ga tau itu minyak apa. Either minyak ikan atau minyak babi. Di Melbourne ada restoran pho favorit gw di city, Pho Bo Ga Mekong, itu dia sediain minyak ikan as condiment. Gw selalu tambahin itu ke pho gw kalo makan di sana. Gw juga sering makan fish oil di Indonesia dan indeed itu bikin makanan lebih tasty. Tapi itu di Melbourne yang komunitas muslimnya banyak dan Indonesia yang adalah negara muslim. Kalo di Vietnam gini yang bukan negara muslim, rasanya tidak mungkin itu ikan. Nyehehehe~~


Nanien dan Tisha sih strictly ga mau makan, ga mau ambil risiko. Kalo gw sih, YOLO aja. Wkwkwk~


Dua suapan pertama chicken pho saja sudah membuat hidung meler saking nikmatnya. Makin hepi pas tau harga satu porsi cuma 50k dong ajah. Our late lunch ditutup dengan teh panas tawar yang menyegarkan jiwa raga. After pho sesh, WE REBORN!


Kami selesai makan sekitar jam 5. Hari itu adalah harinya kami checkout dari Sa Pa lalu kembali ke Hanoi naik sleeper bus. Jadwal sleeper bus kita berangkat masih midnight nih. We got 6 hours to kill, jadi kita….. ngopi aja.


Menuju sebuah cafe yang review-nya bagus, bernama White Cloud Cafe & Restaurant. Cafe ini terdiri dari 2 bagian, indoor dan outdoor. Sebenernya sih pengen di outdoor karena seperti namanya, kalo siang, di luar itu view-nya itu gunung yang diselimuti awan, indah sekali (di fotonya). But alas, saat itu udah malem dan dingin. Daripada sakit, yuk kita ngeteh cantik aja di dalam. 


Menu makanan lumayan pricey, beli pizza vegan untuk bertiga. Minumnya sendiri-sendiri. Gw ngeteh anget aja, biar bisa kompres tangan yang menuju beku di tekonya. Makan, ngobrol, ngonten, dll sampai sekitar jam 9. Lalu kembali ke hostel untuk menunggu jemputan HK Sleeper Bus.


Pengen banget mandi rasanya. Tapi karena udah checkout, kita ga berhak atas both, kamar dan mandi. Pengen minjem kamar mandi aja sungkan karena satu-satunya yang tersedia adalah kamar mandi di rumah owner-nya, yaitu lantai paling bawah hostel. Mereka udah pada tidur pula, ga enak ganggu.


Jadi cuci muka pake makeup remover aja sementara. Lalu numpang ngecas sambil rebahan. Pukul 11:30, jemputan datang dan kami diantar menuju headquarter HK Sleeper Bus untuk checkin dan menunggu keberangkatan. 


Walaupun sudah tengah malam, masih banyak penumpang lho! Kami kira cuma kami doang di bus. Ternyata ramai! 


Kami checkin, prosedurnya gampang banget, tinggal ke counter dan nunjukin bookingan di Klook. Alhamdulillah lancar jaya, ga pakai drama kayak keberangkatan menuju Sa Pa. 


Di headquarter ketemu WC, langsung pipis dan cuci muka pake air beneran. Lalu jajan just in case kelaparan tengah malam di dalam bus. Lalu menunggu sekitar 1 jam sebelum bus berangkat.


Muka bantal kami. 00:00 Sa Pa local time


Kalo ga sama Nanien gw ga bakal nih dapet pengalaman beginian. Tengah malam masih terjaga, menunggu bus bersama backpacker-backpacker lainnya. Bye bye beauty sleep. Wkwk~


Lewat tengah malam, bus pun berangkat. Tanpa babibu langsung minum antimo dan ambil posisi tidur. Ekspektasinya sih langsung pules ya. Rencana tinggal rencana. Ternyata gw ga berbakat jadi backpacker. Walaupun udah minum antimo, tetep ga bisa tidur. Bisa sih tidur-tidur ayam. Tapi gw kan light sleeper ya, jadi ketika ada guncangan sedikit, kebangun. Noise dikit, kebangun. Bus berhenti, kebangun. Ga bisa tidur pules~


Jadi monmaap nih, cukup sekali ini aja ya naik sleeper bus. Wkwkwk~


Bus tiba di Hanoi kira-kira 5 jam kemudian. Gw hampir salah turun ketika bus berhenti di Noi Bai Airport. Gw yang masih dalam keadaan setengah sadar, mengira kita di-drop di situ. Gw pun mendapat ketukan di depan kompartemen ketika bus berhenti, jadi gw kira memang saatnya turun. Sebenernya udah curiga sih karena Nanien dan Tisha ga ikut turun. Pas udah mau turun bus, untung supir bus segera menyadari bahwa gw sedang sleepwalking, langsung bilang 3 kata sakti ke gw: “Hey, you, no!” Lalu melakukan gesture tangan menyuruh gw balik ke kompartemen. Okay fine. Hahahaha~


Lanjut perjalanan menuju pusat kota Hanoi—tujuan sebenarnya, sekitar 1 jam kemudian. Kita di drop di headquarter Hanoi lalu menunggu shuttle yang akan mengantar ke hotel masing-masing.


Gw berpisah sama Nanien dan Tisha di sini karena berbeda hotel. Gw menginap di Beryl Signature Hotel, yang ternyata sudah berubah nama jadi Armani Hotel. Fotonya di Gmap belum diganti. Untung bangunannya masih sama persis. 


Masalahnya nih guys, itu masih jam 7 pagi, belum bisa checkin hotel. Gimana dong?


Nanien dan Tisha yang berhasil tidur pulas di bus mengide untuk cari breakfast/kopi. Tapi gw menolak. Akibat tidur ga pules, badan gw rontok. Pegel dan sakit sekujur badan. Belum lagi masuk angin dan meriang karena udara Sa Pa yang dingin.


Yang paling parah, kedua pergelangan tangan dan bahu gw keram. Setelah dianalisis, karena gw main parkour di jembatan maut itu. Tangan dan bahu bekerja ekstra keras, karena harus menjaga keseimbangan dan jadi tumpuan satu badan. Sial, pas main gapapa, eh after effect-nya baru terasa besoknya.


Gw cuma butuh 2 hal: pijet dan tidur. 


Dua hal itu terjawab di satu ide: Vietnamese massage. Sejak awal landing di Hanoi dan Sa Pa, udah liat banyak banget massage dan tertarik buat nyoba. Tapi again, masih pagi, belum banyak yang buka. Kalopun ada yang buka, pasti shady—ga tau pijet apaan tuh. Hahaha~


Gw menghabiskan 2 jam berikutnya untuk googling mencari tempat pijet yang legit. Lalu ketemu namanya Sen Spa. Review di Google bagus-bagus. Harganya a bit expensive, di atas rata-rata. But heck, at times like this gw bener-bener butuh treatment yang proper.


Gw kontak Whatsapp-nya. Kurang lebih percakapannya seperti ini:


”Halo, minta pricelist dong.”

“Tinggal dimana mba?”

“Di Beryl Signature.”




“Ini lokasi cabang terdekat dengan hotel mba.”

“Buka jam berapa?” 

“9:30.”

“Bisa lebih pagi ga?”

“Saya cek staff saya dulu ya.”


10 mins later……


“Mba, bisa ya datang sekarang. Staf saya sudah ada 1 orang yang ready.”

“Mantap. Bayar pake cc bisa ga?”

“Bisa, tapi ada charge bank 3%.”

“Gas!”


Luv banget ini Sen Spa. Lokasinya literally sedeket ituh sama hotel gw, cuma 80m. Oh betapa considerate-nya mereka pilihin cabang yang deket hotel gw. <3


Masuk langsung disambut stafnya. Lalu disediakan footbath dan jahe panas.




Lagi enak-enak footbath, ada chat masuk:


“Ini elo ya?”



Wkwk~ Sialan~ Ada Lambe Turah memantau gw dari cctv!





Another proof the owner is so considerate, katanya boleh request ceunah mau difokuskan kemana pijetnya. Ya monmaap, literally satu badan pegel semua ini. Hajar aja full body! Hahaha~~


Anyway, itu pertama kalinya gw Vietnamese massage dan sukak banget! Pijetannya sedetil pijat tradisional Indonesia. Sama-sama nekkid dan pake minyak juga. Tekanannya pas di titik-titik yang sakit/pegal. Pake teknik, ngga ngasal. 


Paling suka part ketika kepala, punggung, perut, dan mata dikasih bantal panas. That’s some magic shit right there, karena pegelnya langsung hilang. 


Kepala juga dipijet dan ending-nya badan di-stretching kayak di Kokuo. Dilipet-lipet sampai bentuknya ga masuk akal to the point kalo diminta reka ulang gimana stretching-nya gw membayangkan sebuah gerakan akrobatik yang tentu saja tidak bisa gw lakukan dalam keadaan normal. Hahaha~


Overall, fantastic service. Stafnya sangat profesional, diem, ga ngajak ngobrol karena dia tau gw capek banget baru pulang dari gunung. Dia membiarkan gw tidur pulas. Karena masih pagi, tempatnya sepi, disetel lagu yang calming juga seperti di Kokuo. Bersih, kinclong. Ada toilet proper. 


Another plus point mereka bersedia buka lebih pagi demi gw. Sangat memuaskan. 10/10 recommended. Gw biasanya pelit kasih tips tapi kali ini saking puasnya, gw kasih tips 30k Dong. She deserved it.


One thing to note, spa ini ga ladies only ya, cowok juga bisa masuk. But no worries kalo dipijet yang harus nekkid gitu ada tirai pemisah kok untuk privacy.


Selesai pijet, balik ke hotel, udah bisa checkin. Bablas mandi air panas dan tidurrrr~~


[Lanjut next post part terakhir asap!]


Monday, June 23, 2025

Me wassup #110 – Atit, How to Train Your Dragon – Live Action Review, The Return of QQ

Hi, guys! How yall doin?

Ini minggu yang aneh. Hampir sepanjang minggu gw sakit. Alasan sakitnya ga keren banget lagi: makan micin. Wkwk~

Iye makan micin dari macaroni beli random di Shopee, terus batuk deh~ Alhasil Senin & Selasa gw ga ngantor—part of this karena males juga siy. Haha~

Terus kan gw hajar minum obat batuk ibu dan anak, biasanya dibawa tidur semalem sembuh, eh ini nggak~ Malah makin parah, dan merambah ke pilek juga..

Well, ada unsur belakangan ini lagi sering hujan lagi dan AC di kantor dingin banget sih. Sumpah gw udah dobel hoodie + jaket bulu, masih dingin aje. Berasa winter di Melbourne—pas bulan-bulan ini juga nih!

Anyway, awalnya gw sok jagoan gitu, walaupun sakit tetep masuk ke kantor. Karena Mindset-nya adalah SAKIT GA BOLEH MANJA!

But of course, mindset hanyalah mindset. Kalo badannya fragile tetep aja ambruk in the end… seperti Jumat kemarin~ Wkwk

Udah semangat masuk kantor karena ada event wine-tasting. Ada gila-gilanya kan orang lagi minum obat masih mau wine-tasting~ 

Emang dasar Taurus batu ya, udah tau sakit masih nggak nurut. Padahal universe udah kasih sign banyak banget. Malemnya tidur dibikin insomnia. Paginya bersin-bersin nonstop. Dihajar pake segala jenis obat ga mempan. 

Pas jam makan siang pake nekat ke salon—yang terdekat dari kantor Yopie Salon FX—nekat jalan kaki—padahal kondisi badan harusnya bed rest~ Balik kantor makin ambruk, ga kuat, akhirnya pulang cepet jam 3~

Moral of the story is, kalo sakit ISTIRAHAT, jangan SOTOY! 

Eehh sianyink hari Sabtunya masih pergi-pergi.. Family event sih, nonton How To Train Your Dragon bareng kantornya nyokap di Kemvil. Itu film 2D tapi nontonnya sambil menggigil karena meriang total. LOL

Biarin! Rasain! Bandel sih!

Anyway, HTTYD live action gimana?

Bagussss aku sukaaa~~

Literally copy-paste dari versi animasinya. Sama persis. Well, ada beberapa elemen yang beda, tapi minor banget, ga berasa. Overall, ini film kayak bikin pake AI. Sama persis! 

Sebagai fans kita bener-bener dipuaskan dengan versi yang lebih enhanced dan improved di segala aspek. Ga ada yang dikurangin/ditambahin, semuanya sama, namun lebih keren.

Berikut beberapa keputusan filmmaking yang bikin HTTYD versi live action sangat menyenangkan untuk ditonton:

- Sutradara sama, Dean DeBlois, jadi semua sentuhannya sama, hanya disempurnakan. Perfect people behind the camera #1

- Music composer sama, John Powell, jadi semua musiknya pun, hanya disempurnakan. Test Driving Toothless never been so glorious and so nostalgic—bring back all sorts of feelings. The music is just as captivating and excellent as it was 15 years ago. Perfect people behind the camera #2




- (ini yang menurut gw paling keren) Stoick-nya sama!!! Gerard Butler—voicing Stoick di versi original, membawakan Stoick versi live action dengan sangat flawless!! Gokil sih. I think this is the first time in history? Voice actor main di live action untuk peran yang sama juga? Cmiiw. It’s brilliant! Stoick—as a character, really feels at home. Gerard Butler wholeheartedly understood the assignment. Perfect people behind the camera #3




Mudah-mudahan di season 2 nanti, Cate Blanchett—voice actor Valka—istrinya Stoick, ibunya Hiccup, beneran beliau juga yang main versi live action-nya ya. It will be epic! Sederhana, tapi Disney nggak bisa. :p

- Script 90% sama, nggak ditambahin jokes-jokes SJW/woke generation yang gengges

- Character 100% sama. Paling Astrid aja yang kurang mirip dan kurang badass dibanding versi animasinya, tapi ini minorlah. 

- Toothless and the other dragons masih sama, cuma kayak pindah layar film aja. Some will argue harusnya naga-naganya lebih jelek supaya lebih realistis. But nope, fans lebih suka Toothless and the gang as they are. <3

Oh man.. ketika bikin live action itu sebenernya kuncinya sesimpel faithful to the original.. like.. it’s so easy. Orang kan nonton live action tujuannya untuk nostalgia, untuk mendapatkan emotional depth yang mereka ga dapetin di versi animasinya, for better experience. Semua elemen versi originalnya pastinya harus tetap ada dan tetap sama. It’s supposed to be very easy and very simple.. Tapi Disney nggak bisa~ Wkwkwk

Gw sama ade gw diskusi abis nonton. About how feel-good we were after watching HTTYD. Beda gitu feel-nya sama kalo abis nonton Disney live action:

Lilo and Stitch—Lilonya dibuang sama Nani :/ Ohana means family my ass...
Snow White—aktrisnya problematik, belum mulai udah kena cancel
Mulan—A HUGE MESS
Ariel—ya gitu deh. Wkwk~ I still love Halle Bailey’s rendition of Part of Your World though.
The Lion King—sooo flat, even Beyonce as Nala didn’t help~
Beauty and The Beast—Belle isn’t French? Hmmm
Aladdin—well this one okay-lah, Will Smith is destined to be Genie after all!

Anyway, my point is.. hampir ga ada live action Disney yang memberikan feel menyenangkan pas keluar bioskop. Pasti ada aja yang bikin bete, karena mereka ga faithful… 

Kan aneh ya, mereka yang bikin versi original-nya, mereka juga yang ga faithful…

Disney, coba dicontoh ya HTTYD ini. Walaupun belum perlu-perlu amat di-remake (masih 15 tahun umurnya), tapi pengalaman menontonnya berkesan—membuat kita malah merasa perlu live action-nya. A much needed. Something you always fail to deliver. Abis nonton live action Disney pasti rasanya mending ga usah dibikin aja deh. Wkwkwk~~

Anyway moving on!

Ngomongin kerja dikit boleh ya.

Minggu ini dapet kabar kurang menyenangkan dari Iif. Kantornya tutup di Indonesia dan dia kena layoff. Sedih banget, karena salah satu motivasi gw kerja di SCBD ini karena Iif juga kerja di sini. Kantor kita literally sebelahan. Kita biasa ketemuan pas makan siang/pulang kantor dengan gampangnya. Ngobrol di taman Ashta atau dinner di PP/SCBD Park..

Sekarang udah ga bisa lagi.. Hix..

Baru minggu lalu ngobrolin plan kita buat nonton Lalala Fest bareng~ Sekarang belum tentu kejadian plan-nya karena Iif pastinya harus me-review ulang semua financial plan-nya~ Hix..

If, semoga elo tetap semangat dan tetap berkarya ya. <3

Another news from kerja.. who would’ve thought.. QQ is making a return here in Indonesia!!! 

Yes, you read it right. Sebenernya udah beberapa bulan QQ reborn hadir kembali di Indonesia. Gw dan anak-anak pun udah kepoin siapa aja yang kerja di sana dan udah ketauan 2 orang—salah satunya hampir jadi colleague gw kalo gw menerima kerjaan di aplikasi OTT wibu warna biru itu. Nyehehe~

But that’s not even the biggest news, the biggest is… MANTAN BOS GW MASUK QQ LAGI DAN HANDLE INDO LAGI!!!!

If you’re wondering bos yang mana, SI BOTAK DARI NEGERI JIRAN! 

Go to the kil…

I mean, bisa gitu ya? Homecoming... Wkwk~~

Well this makes me… hopeful?

I mean I’m not gonna lie, I still love QQ. 

Si botak itu beberapa kali mention dia pengen reunite tim ID and honestly, I’m down kalo itu terjadi. Gw pernah bilang kan, I feel like my time in QQ isn’t finished yet. I still want to do MORE.

Well, mungkin cuma gw doang yang mau sih, temen-temen gw udah pada ilfil, hahaha~

Gw sih selama angka dan benefit-nya cocok, why not?

“Hey Seeta, inget elo nggak bisa kemana-mana sampai akhir tahun ya…”

Inget kok!! Tenang… :D 

I just think it’s gonna be so awesome to be joining QQ again. Sebuah bukti nyata peribahasa “jodoh itu nggak kemana”. Hehehe~

Oh life and its unexpected turns. Please continue to surprise me. :D

Alright, segitu dulu aja buat postingan ini. Next week is  BIG WEEK! First big event dimana gw akan bertugas! Finally, GO PUBLIC! Woohoooo so excited! 

Laters!

Sunday, January 12, 2025

Me Wassup #103 – Back in the game!

Hi, guys! How yall doin??

Minggu ini cukup melelahkan. Hari Senin jetlag mampus abis liburan, buka laptop bingung harus ngapain, semua kerjaan udah terlupakan. But no time to waste karena harus menyiapkan event besar di hari Jumat. 

Alhamdulillah event berlangsung lancar walaupun ada hiccup tipis-tipis. Ada adegan menyebalkan being disrespected by salah seorang "stylist" Indonesia~ Dia kita hire untuk kerja di jam makan siang, karena acara kita mulai jam 2. Eh dateng-dateng, MINTA MAKAN! On top of it, meminta dengan cara yang sangat tidak sopan.

“Mba dari Errthing? Tolong ya, logikanya dimana, ini jam makan siang, kita ga dikasih makan~”

Hello? Elo udah tau kerja di jam makan siang, makan dulu kali sebelumnya~ Elo makan sekarang, KAPAN KERJANYA???

FYI, makanan gw ready jam 2, ketika acara dimulai, dimana kita memang udah menyiapkan makanan untuk mereka juga. 

But being a very nice person, I tried to be composed, not letting myself be overcome with emotions, so imma just like ‘oke, berapa orang?’ dan kasih dia menu untuk milih. Alhasil, acara gw ngaret karena nungguin dia makan. Dia baru bisa kerja setelah makan~

Heran gw. When it comes to urusan perut, people can be animals. Anugerah terbesar Yang Maha Kuasa untuk manusia: otak dan akhlak, ga ada yang dipake!

Gw tandain ya lo mbak stylist ibukota berinisial I.U. Gw tandain!!! Next time ga ada gw hire lo lagi! Ciiihhh~~ Najisss~~ Kayak orang susah minta-minta makan~

Ah jadi misuh-misuh kan!

So everyone, kemarin gw nimbang setelah entah kapan terakhir nimbang dan BB gw di angka 49kg.

Anchurrr~~

Seberat-beratnya gw ga pernah di atas 48kg selama ini. LOL~

But the thing is.. Gw ga tau kenaikan BB ini baik/buruk. I mean, selama ini gw selalu dibilang underweight sama dokter. Tapi isunya di kurang massa otot. Hence, gw jadi rajin olahraga belakangan ini. 

Apakah kenaikan BB ini adalah massa otot ya? Wah itu harus medical check up dong~ Mehong dong (walaupun di-reimburse kantor sih..)~

On the other hand, gw merasa perut gw semakin buncit juga. Kayak sekarang kalo pake crop top tuh insecure karena perutnya ga serata dulu. Tapi ini bisa jadi bukan karena makan, tapi karena kebiasaan duduk yang salah~

Ini kan yang lagi gw coba perbaiki dengan olahraga juga. Tapi yang bisa memperbaiki adalah reformer pilates dan itu mahal~ LOL

Sungguh benar apa yang dibilang mamanya Sakala. Rich people are healthy people. Karena sehat itu mahal.

Speaking of sehat dan olahraga, gw impulsif ikut kelas Zumba di Freya Studio Jatibening hari ini. Shoutout to Freya, 2025 harganya ga naik, tetep di 35K ajah per kelas. Cewek2 Jaksel can’t relate~ Haha

Zumba seru guys! Keringetannya mantep. Bisa menyalurkan kebinalan juga dengan gerakan2 yang 'anonoh' untung cewek semua tuh isinya. Wkwk~

Cukup intense, 1 jam ga berenti gerak. Jeda antara satu lagu dan lain paling cuma 10-15 detik. Lalu mulai hajar lagi. Gw keabisan napas di 30 menit pertama. Slowing down, gerak sekenanya aja. Lalu menepi buat napas dan minum--which is cuma gw doang yang begini. Peserta yang lain hajar aja lanjut goyang. Mana masih bisa teriak-teriak lagi. Gokil staminanya!

Kekurangannya.. berisik sih, karena sifatnya komunal, orang2 yang ikutan kayaknya orang2 lama, udah pada saling kenal, jadi pada ngobrol heboh. Dari sebelum kelas udah pada ngumpul, bercengkrama, ketawa-ketawa. Lumayan lama tuh, bikin kelasnya ngaret 10 menit. Abis kelas pun masih adegan ngumpul lagi, lalu foto-foto, bikin konten. 

Beda banget sama yoga yang everyone on their own. Dateng, gelar matras, yoga, gulung matras, pulang. Haha~

Gw mayan individualis hari ini. Dateng, Zumba, pulang. Bukannya ga mau bergaul, mau-mau aja sebenernya. They all seem nice, ibu-ibu dan mbak-mbak warlok lokal itu (Seperti akuhh :*). Cuma tadi tuh udah langsung ngegeng gitu. Kan aneh kalo gw si anak baru ini tiba2 nimbrung~ Wkwk

Well, gw jadiin resolusi aja deh, buat lebih ‘social’ tahun ini. Lebih open myself up. Dimulai dengan… membuka gembok Instagram. Wkwk~

Sebuah keputusan yang nekat/berani, karena terakhir Instagram gw public itu zaman di Melbourne, berarti 8 tahun lalu. Balik ke Indo, my introvert side kicked in, jadi gw private, bcoz I don’t want certain people—people I don’t really know/like, see me privately karena gw literally ngepost all kinds of stuff—sampai the unnecessary ones. So, better di-private.

Tapi sekarang, ada kebutuhan untuk dibuka. So yeah. Silakan follow IG gw sebelum berubah pikiran. Hahaha~

Last but not least… ade gw lagi di Aussie!!!




Dia mendapatkan privilege yang sama seperti gw 8 tahun lalu: beasiswa—sort of, short course 2 minggu doang. Well, gapapalah lumayan keluar negeri dibayarin, dapet ilmu lagi!

Gimana dia bisa mendapatkan beasiswa ini solely karena G.U.E. Gw yang ngasih tau ada openingnya (karena disebar di mailing list alumni) dan membantu dia nyiapin all the documents, essays, interview preps, etc. Long story short, diterima. Yeay!

Sebagai balas budi, gw jastipin bejibun. Wkwkwk~

Well, prinsipnya kalo ke luar negeri itu HARUS balik modal ya. Jadi tolong ya, jastip itu penting! Wkwkwk~

Anyway, melihat ade gw penuh excitement di negeri kangguru, seperti melihat diri gw dulu. The idea of being sponsored to leave Indonesia for a while to study is A.M.A.Z.I.N.G! SUUUPPPEEERRRRR kalo kata Franky (owh masuk lagi tuh One Piece~ wk~).

Kayak… sangat-sangat membahagiakan! One of the best feelings I’ve ever felt and I’m genuinely sorry to people who never experienced that. 

Hard work. That’s all it takes.

It always paid off. <3

Ah jadi kangen Aussie. Selalu menyenangkan Aussie itu. Salah satu negara yang positive vibes banget. The environment is vibrant and friendly. Multikultural, everyone is accepted and recognized. Orang-orangnya chill dan baik hati. Ga ada satupun orang Aussie yang gw kenal red flag. Alamnya ga kalah sama Europe/Amrik—even better at some parts. 

Pengen sih ke Aussie lagi. Visanya gampang. Dollarnya ga terlalu mahal. Flight-nya ga bikin cranky.

Sayang belum bisa berkunjung lagi dalam waktu dekat karena ga masuk ke prioritas negara yang mau dikunjungi. 

Until then, menikmati foto2 yang dikirimin ade gw dulu aja. Dia di Brisbane, jadi vibe-nya beda sama Melbourne. Lumayan, penyegaran.

Bonus foto kentang favoritnya:




I disagree. The best chips in Australia are Schnitz. Period.


Aite! Enjoy the rest of your weekend, folks!