Monday, January 10, 2011

Fireworks


Happy New Year MMXI!

Everybody talks about resolution.

I think that is a super lame thing to do every year beginning.

I know it'll give you some kind of spirit, like a New-Year-New-You kinda thing,

but the big question is: Why Change?

Since nobody gives me any exact answer, then I won't make any resolution. :)

If there's one thing excite me about New Year, it's the fireworks.

The idea of igniting fireworks on new year's eve is genius.

Fireworks is a symbol of optimism, hope, bravery, brightness, enthusiasm, happiness, and so on.

Something we really need to face a new year rather than making stupid resolution.

I opened my Facebook on January 1st morning and my timeline was almost full of fireworks photos uploaded by many of my friends all over the world.

Thank God they were public photos, so I could preview one by one.

Oh Gosh they were so damn beautiful

I could cry.

Jealous, at the same time because all of them were taken by SLR camera for optimize resolution [no wonder they were beautiful].

At first I plan to display those pictures here, in my blog, but ethically I'm not allowed, there's copyright law or anything that I don't want to mess up with.

But luckily, I have my own pictures that is too precious to ignore, and not that bad to share.

These pictures were taken by my pocket camera, it's Canon PowerShot A470 for 7.1 Megapixel's wide.

Maybe they're not as beautiful as those one on Facebook, but the thing is: they are fireworks.

They are spirit that come along as I captured the boom.

A spirit that could produce smiles and determination that I am ready to face 2011.

I think that is all we need.

So here it is, my spirit, escorted by Katy Perry's "Firework", a song of an eve.


Do you ever feel like a plastic bag
Drifting throught the wind
Wanting to start again

 

Do you ever feel, feel so paper thin
Like a house of cards
One blow from caving in



Do you ever feel already buried deep
Six feet under scream
But no one seems to hear a thing





Do you know that there's still a chance for you
Cause there's a spark in you
You just gotta ignite the light



And let it shine



Just own the night
Like the Fourth of July



Cause baby you're a firework
Come on show 'em what your worth





Make 'em go "Oh, oh, oh!"
As you shoot across the sky-y-y



Baby you're a firework
Come on let your colors burst


Make 'em go "Oh, oh, oh!"
You're gonna leave 'em fallin' down-own-own




HAPPY BELATED NEW YEAR, FOLKS!


Love Mess

Friday, January 7, 2011

Busway dan MRT

Ini soal transportasi.

Jadi ceritanya Koridor 9 dan 10 TransJakarta baru dibuka. Gw, yang udah nunggu2 dari dua taun yang lalu, ga mau kelewatan momen untuk nyobain tuh busway di minggu-minggu pertama launching-nya.

Kalo lagi ngomongin transportasi di Jakarta emang paling enaknya sambil dibandingin sama transportasi di... Singapore! haha.. Karena dari dulu gw ga abis pikir: Jakarta ini luasnya 4x Singapore, penduduknya berlipat-lipat lebih banyak, daerahnya lebih bervariasi, tapi kenapa transportasinya begitu semrawut?? Ga mungkin dong hal-hal tersebut jadi penyebabnya? Seharusnya transportasi bisa jadi bisnis yang menjanjikan di Jakarta...

Ah sudahlah gw ga mau bahas itu karena ujung-ujungnya jadi badmood sendiri.

Waktu gw di Singapore, kalo kemana-mana jelas gw pilih MRT. Selain mudah, murah, dan cepat, kalo naek MRT tuh ada rasa bangga, something about well-cultured. Jadi gw sukaaaa banget naek MRT. 

Lihat betapa bahagianya ekspresi gw di MRT
katro ga ada Station se-wow ini di Jakarta
waaa~ tangganya tinggiii~
foto teruuuuussss

Kalo lagi iseng, gw suka menghabiskan waktu di MRT. Gw suka maen asal masuk ke satu MRT Station terus asal masuk ke MRT mana aja yang lagi berhenti, entah kemana tujuannya gw ga peduli. Terus asal turun di station mana aja, keluar station, tengok situasi daerah itu, kalo menarik gw jalan-jalan di sekitar situ, kalo ga menarik gw masuk lagi ke MRT Station dan asal masuk MRT lain lagi.

Ilustrasi
Sounds silly, eh? I know.. 

Tapi gw sukaaa banget, gimana dong? Gw enjoy aja di dalem MRT, merhatiin orang-orang yang lagi ngomong, dengerin iPod, baca koran, dll. Kadang-kadang sok nanya2 pertanyaan ga penting ke orang-orang kayak "What time is it?" [padahal pake jam tangan] atau "Is this train heading to Harbour Front?" [Padahal tinggal liat ada peta rutenya di langit-langit MRT]  atau apalah nanya arah suatu daerah gw karang-karang. Hahahahaha. Gw sengaja nanya itu biar disangka turis ga tau jalan jadi dikasitau deh sama orang-orang itu. 

Intinya kan gw mau meneliti cara mereka merespon pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Penelitian gw membawa hasil kog! Nih gw list macem-macem jawaban yang gw terima (gw urutin dari yang paling ramah sampe galak):

Q: "Is this train heading to Harbour Front?" [pertanyaan menjebak!]

A1: "Oh yes! yes! Of course, just five stops ahead! Are you tourist? Where from?" 
>> biasanya dia lanjut ajak ngomong gw dengan excited.

A2: "Ah yes, you can check on the map over there."
>> biasanya sambil senyum singkat.

A3: "Yes."
>> biasanya cuma dengan anggukan kepala.

A4: "There's the map, just check there!"
>> biasanya abis jawab langsung pindah tempat duduk.


A5: "Do I look like a map to you?!"
>> biasanya gw yang langsung menjauh dari dia, hahaha

Eniwei, sekarang yang mau gw bandingin adalah tenaga kerja atau pegawai yang ngurusin halte busway dengan MRT Station.

Di setiap halte busway, paling ngga kita bisa liar 3-5 orang petugas setiap harinya, mulai dari yang di loket tiket (1-2 orang) , yang ngerobek tiket (ga penting banget!), yang bersih-bersih halte, dan (di halte tertentu) yang ngurusin vending machine (seriously, vending machine dijagain??). Bayangkan ada 100 halte di Jakarta brarti ada 500 orang yang bekerja di dalam halte busway setiap harinya. Belom lagi di dalam satu bus ada supir dan kenek (biar pun pake seragam rapi tapi kalo jagain pintu bus tetep aja namanya kenek hahaha).

Nah kalo di MRT Station, gw ga pernah tuh liat pegawainya satu pun~

Ada sih di loket untuk beli EZ Link dan informasi lost and found, tapi loket itu letaknya ga deket2 MRT-nya.. Jauh di bagian depan station. Kalo di waiting area, gw sama sekali ga liat pegawai MRT, even the cleaning service!

Taun lalu gw masih buta banget rute MRT ditambah dengan kesulitan membaca petanya. Waktu gw ditinggal sendirian ama Bone, gw sih mikirnya yaudah ntar tanya arah ke petugasnya aja. Tapi pas udah sampe MRT Station, gw blank banget karena ga ada siapa2 kecuali sesama penumpang yang bisa gw tanyain. Kalo mau nanya petugas harus jalan jauh lagi ke depan, which means keluar lagi dari pagar perbatasan tempat scan EZ Link, which means gw kena cost juga!

Awalnya ngambek: Kog ga ada petugasnya gini sih???????

Tapi pada akhirnya gw mengerti. Ngapain juga mereka punya petugas dimana-mana kalo masyarakatnya udah tertib? Tiket di-scan di mesin sendiri. kalo mau pop-up ada mesin sendiri, makan/minum dilarang jadi ga mungkin ada vending machine, peta MRT dipasang dimana-mana, pintu MRT terbuka otomatis, MRT pun dijalankan mesin otomatis~

Cleaning stuff? Bersih-bersih station konon dilakukan dari tengah malem sampe subuh, saat MRT Terakhir udah balik dan station udah ditutup. Makanya MRT Station always looks shiny and clean everyday!

Tentunya ini bagian dari bisnis juga, dengan meminimalis jumlah pegawai tentunya perusahaan ga usah ngeluarin biaya untuk gaji pegawai dong? Ga perlu terima resiko di-demo pegawai dong?

Nah kalo di Jakarta, sebenernya sih menurut gw bukan tidak mungkin semua halte busway dibikin kaya MRT Station. Tapi ya.. well, mungkin ga ada dana buat beli mesin2nya, dan masyarkatnya ga terbiasa disuguhkan yang canggih-canggih, masyarakatnya masih 'butuh bantuan' (even to step into the bus!), dll..

Dan lagi keadaannya serba salah kalo disini. Kalo pun pada akhirnya kita punya teknologi-teknologi canggih yang bisa meminimalisir jumlah pegawai, pasti akibatnya adalah: p.e.n.g.a.n.g.g.u.r.a.n.

Jiah malah bikin masalah baru lagi~

(-_-")