Sunday, April 6, 2025

Me Wassup #107: Lebaran Tersibuk, Singapore Next Week, Letting Go of Perfection

Hi, guys! How yall doin?

Seneng deh punya waktu kosong yang didedikasiin untuk nulis. Padahal lagi libur tapi susah banget dapet waktu buat nulis. Kesibukan gw selama libur:

Sabtu 29 Mar: check in Hotel Borobudur untuk staycation Lebaran, berenang

Minggu 30 Mar: puasa terakhir, sahur perdana di hotel (enak lho buffet!), ngabuburit keliling Jakarta Pusat. Mayan liat pemandangan gedung-gedung tua bersejarah. Bebas macet. 

Senin 31 Mar: Jam 3 subuh udah berangkat sholat Eid di Istiqlal, sampai jam 8. 




Pulang ke hotel WAR SARAPAN. Pertama kalinya sarapan waiting list, karena Hotel Borobudur bener2 bhinneka tunggal ika. Isinya bukannya cuma umat muslim yang habis solat Eid, tapi juga umat agama lain yang staycation karena ga ada mbak di rumah. Wkwkwk~ Abis sarapan siap2 checkout hotel karena harus ke Bogor. Tak lupa mampir kopi enak setelah sebulan penuh puasa kopi! I miss you caffeine!!!

Oiya, sedikit tips buat yang pengen solat Eid di Istiqlal:

- Jam 3 pagi SUDAH HARUS SAMPAI di sana 

kalo mau dapet tempat di dalem. ISTG traffic itu cepet banget. Ribuan orang dateng bersamaan dan langsung memadati area. Harus sepagi itu karena orang-orang udah standby buat solat subuh. 

Bisa mengikuti langkah gw staycation di Hotel Borobudur, jadi tinggal jalan kaki ke Istiqlal. Kalo mau pake kendaraan pribadi, harus lebih pagi lagi berangkat dari rumahnya karena parkir juga susah. Kalo pake kendaraan umum… ga tau. Wk~ Belum punya pengalamannya. Sorry, bro. 

Ga usah mandi, mandinya malem sebelumnya. 

- Sarapan & bawa cemilan

Sarapan wajib hukumnya. Pokoknya perut ga boleh kosong. Tapi sarapan paling cuma tahan 2 jam. Jadi tetep bawa cemilan. Karena harus nungguin Wowo & Fafafufu dateng dulu baru solat Eid-nya dimulai. Kurleb 4-5 jam. 

- Bawa obat-obatan

Walaupun ga laper (nyokap bawa amunisi cemilan banyak), badan sangat ga kooperatif. Bersin-bersin, hidung meler, keringet dingin, mata berair, perut mulesss. So, Tolak Angin is a must. Minum sesampainya di masjid, atau bahkan sebelum berangkat.

Segala jenis perminyakan juga penting. Minyak kayu putih, minyak angin, anything 
to help you survive, BAWA!

Kalo masih sakit, paksain tidur walaupun ga bisa nyenyak karena di dalem itu panas dan berisik. Alhamdulillah gw bisa merem bentar setelah solat subuh. Jadi pas solat Eid aman.

- Siapkan itinerary

4-5 jam itu lama, kalo ga punya itinerary bisa stress sendiri ga ngapa-ngapain. berikut itinerary gw:

1. Main game di iPad
2. Ngedit foto buat IG
3. Nonton fancam Übermensch concert-nya GD
4. Baca komik
5. Makeup
6. Foto-foto
7. Tidur

Yang kejadian? Cuma #4-#7. Karena GA ADA SINYAL. LOL~

Kalo mau baca, siapkan buku/komik fisik deh. Semua yang pake internet yassalam. 

- Awas copet!

Banyak copet, hati-hati. Ga usah bawa barang-barang berharga kayak perhiasan atau aksesoris mahal. Bawa duit juga ga usah banyak2 karena kotak amalnya bisa pake QRIS. Hanya keluarkan gadget jika situasi dirasa benar-benar aman.

Maling sepatu juga banyak. Keep your shoes with you all the time. Bawa plastik, masukin, dan bawa ke dalem. Jangan tinggal di luar atau dititip.

Btw, pake sepatu ribet loh. Mending sandal jepit aja. 

- Harus tegas!

Sumpeh walaupun di dalem udah penuh, tetep banyak orang2 kurang ajar yang maksain masuk sampai kita yang di dalem harus geser-geser~ Mereka awalnya berdiri di deket kita. Akting celingak-celinguk kayak nyari temennya atau nyari tempat kosong. Terus pura-pura duduk. Terus mepet-mepetin badannya ke kita biar kita geser dan ngasih dia space. Kurang ajar banget!

Harus tegas ya. “MBAK INI TEMPAT SAYA! TOLONG YA CARI TEMPAT LAIN!” 

Usir aja. Enak aja dia dateng telat ngincer di dalem~ NO WAY!

- Keluar lewat pintu samping

Istiqlal itu ada pintu utama (yang lurusannya gate 5) yang ada tangga lebarnya, ada juga pintu samping. Nah, pas pulang, semua warga itu mengarah ke pintu utama. Jadi tumpek blek semua di situ. Menyebabkan stuck. 

You don’t wanna get stuck in such situation I’m telling you. It’s horrible. Bisa kecopetan, kehabisan napas, jatoh, dll. 

Jadi, always look for pintu samping. Memang agak jauh, tapi at least lo bisa bergerak. Jatohnya lebih cepet malah daripada pintu utama. 

Sekian. 

Selasa 1 Apr: nyekar ke kuburan opa oma dan berkunjung ke rumah Tante Rika, ketemu Andung Ina—the only relative yang lebih tua dari bokap yang masih ada. Sehat-sehat semuaa ~ Malemnya nyempetin benerin alis di Waxhaus Pakuwon Mall Bekasi. 

Rabu 2 Apr: seharian nungguin bocil-bocil kematian main di Trans Studio Cibubur. Gw-nya ga ikut, mereka aja. Gw hanya menyumbang upgrade tiket reguler ke VIP supaya mereka ga usah antre. I guess sekarang sudah menjadi norm kalo main di theme park harus beli fast track. Ain’t wasting my time to wait no more. Nope. 

Kamis 3 Apr: Siangnya ketemuan sama Mba Novie, bertukar cerita sekaligus selebrasi yang tertunda atas resign-nya gw, karena beliau adalah salah satu orang yang berkontribusi atas keputusan resign ini. Can never thank you enough mba. <3 We both are FREE MEN now!!! Sorenya main sama Elia di Kokas. Beli baju… buat nonton konser Lady Gaga!!! I swear abis ini ga beli baju lagi setaon!!!!

Jumat 4 Apr: Kerja. LOL. Shucks. 

Sabtu 5 Apr: Ketemuan sama Putriii yang baru punya putriii. Welcome to the universe baby El Zahra. <3

Anyway… H-6 ke Singapore buat nonton Wicked dan H-9 last day. Uhuyyy~~

Tapi besok masih harus ke kantor. Hadehhh... Dimana-mana orang kalo mau resign ngabisin cuti…

Well, one of the consequences of my ‘early’ and ‘short notice’ resignation is I can’t take leave. So yeah.

Sebelum lebaran gw udah meng-handover kerjaan-kerjaan ke tim. It’s a smooth process I would say. Setidaknya tidak ada respon berlebihan. 

Harusnya gw sudah plong sekarang, tinggal menghitung hari aja. Tapi kok.. ada rasa janggal yang tertinggal ya?

I feel a loss. Kayak kehilangan anak-anak gw. Terpaksa memberikan mereka ke orang lain dan melihat mereka tumbuh besar bersama orang2 itu..

It’s so weird~ Kenapa gw harus merasakan loss ya? Why did I grow such attachment ke kerjaan, padahal itu kan cuma kerjaan~ Harusnya tidak ada emotional investment di situ~

Bertanyalah gw kepada ahlinya…… Chat GPT! LOL

Berikut jawabannya:

It’s not wrong at all to feel a loss. It’s a completely natural feeling. 

You’ve put time, effort, and probably a lot of care into your work, so seeing someone else take it over can feel like a loss. It’s similar to leaving a home you’ve lived in for a long time. 

But try to remind yourself that this transition is part of moving forward. Your contributions don’t disappear just because someone else is handling the tasks now. They’re building on what you created. Maybe reframing it as passing the torch rather than losing something.

Lalu Yang Mulia Chat GPT memberikan tips untuk mengurangi that feeling of loss:

1. Shift Your Perspective – Instead of seeing it as giving up something, think of it as leaving a legacy. The systems, processes, and knowledge you’ve shared will live on, and that’s a testament to your impact. 

>>> Yha, yang penting legacy itu ada. No matter how good/bad people will treat it after I’m gone, yang penting legacy itu ada.

2. Focus on What’s Next – Your next chapter (whether it’s a new job, a break, or something else) is what matters now. Try shifting your energy toward that instead of looking back too much. 

>>> Betul, ngapain musingin hal-hal yang sudah menjadi past tense?

3. Personalize the Handover – If you’re comfortable, share insights beyond just the technical aspects—like small tips or your thought process behind certain decisions. It can make the transition feel more like mentorship than loss.

>>> Done. Tapi mentee-nya...... gitu. Huff. 

4. Celebrate Your Contributions – Before you go, take a moment to acknowledge what you’ve achieved. Maybe even write it down as a reminder that your work matters.

>>> Oh don’t worry about this. I’ve scored one achievement that will be remembered and discussed for a long, long time. The ultimate legacy. 

5. Let Go of Perfection – It might feel frustrating if things aren’t done the way you would have done them, but that’s okay. The team will figure things out in their own way, and that’s part of growth.

>>> Aduh ini yang paling nyessss. Masih berhubungan sama yang #1 dan #3. Ada satu legacy yang gw tinggalkan, yang sudah sangat rapih gw susun, eh belom apa-apa udah diberantakin~ hhhh

Mungkin ini rasanya jadi Bung Karno ya. Founding Father yang udah membangun dan memperjuangkan Indonesia menjadi bangsa yang besar, eh dirusak di kemudian hari sama pemimpin-pemimpin penerusnya. #Sad

Oh well~

Untung emotional attachment gw ke kerjaan di Errthing tidak sebesar Bung Karno ke Indonesia. Jadi ga usah baper-baper amatlah.

Okay, join me in counting the days until Singapore and my Last Day!!!

SEE YAAA

Sunday, March 23, 2025

Me wassup #106 – Rapelan Romadon

Hi, guys! How yall doin?

So many things going on. Since sebentar lagi buka puasa, gw belum mandi dan belum siapin makanan, jadi bikin poin-poin pendek aja ya.

#1 Gw resign. Wkwk. Beberapa clue-nya udah gw drop di postingan2 sebelum ini tbh. Last day 15 April, so excited! Ini hands down resign paling exciting sepanjang karier gw. Luv! Siapa sangka 12-14 April ketika gw ke Singapore untuk nonton Wicked, ternyata jadi resign trip. Hehe~

#2 Boncos gan. Yep, hampir setiap hari kerja buka puasa di luar mulu so pastinya boncos. THR semacam numpang lewat doang. Tapi gapapa, ini adalah friendship maintenance setahun sekali yang necessary.

#3 Jumat kemarin bukber sama geng Keluarga Setan super luvvv. Gw sekangen itu sama mereka, karena ga ikut bukber tahun lalu karena ke Eropa. Geng Keluarga Setan—keluarga pertama gw di Dian, so lovely. Isinya orang2 keren, pinter, kocak (banget), baik hati, ga pretentious, ga muka dua, dan BISA KERJA SEMUA. Chemistry kita as a team bagus banget back in the days. I would love to do that again someday with them. <3

#4 Hampers shopping. Lumayan bikin boncos juga, tapi melihat ekspresi temen-temen yang dikasih very happy very grateful, it’s priceless. It’s a very rewarding experience for me. It’s worth every penny. Jadi gapapa, ini bentuk investment untuk kesehatan mental.

#5 Lady Gaga just robbed my THR. Lengah dikit ybs konser di Singapore. Modelannya kayak Taytay, eksklusif 4 hari di sana doang. Ga menyambangi negara lain. Awalnya hesitant untuk beli, karena Mayhem kurang kena nih. Tapi keinget nonton Lady Gaga ini adalah rencana yang tertunda sejak 2009. Ketika zaman itu lagi suka-sukanya, Gaga ke Singapore konser di Fort Canning Park tepat saat gw lagi visit Bone juga, tapi ga bisa nonton karena… ga punya uang. #sad Now she’s back to SG, posisinya THR udah turun, I think it’s a sign sih. Our stars align 16 years later. See you, Mother. 

#6 Annual Headache Lapor Pajak. I love the idea of having multiple income. But multiple income also comes with multiple SPT, DAN SEMUANYA HARUS DILAPORIN! Astagfirullahaladzim… DJP online walaupun udah ngisi dari puluhan tahun yang lalu, tetep ga ngerti, tetep degdegan.. Kalo seterusnya kayak gini terus gw considering hire konsultan pajak deh tahun depan, so I won’t be dealing with this shit anymore~ Huff

Alright, itu dulu aja rangkuman singkatnya. 

Minggu depan minggu terakhir puasa—Lebaran by the end of the week. 

Abis Lebaran siap-siap last day. Sekarang statusnya masih ada 2 kerjaan berat lagi yang harus gw jalani sebelum akhirnya handover for good. Bismillah. Fighting!!

Laters!

Bonus foto sumber kebahagiaanku minggu ini: