Saturday, August 13, 2016

Me Wassup #40: Melbourne – Kelanjutan Nasib

Hi, guys! How y’all doin?

Mau recap sebulan pertama di Melbourne nih ceritanya. #tsaaahh

Oke. Where should I start? Mulai dari follow up issue2 yang terakhir gw bahas kali ya.

Pertama tentang kedinginan. Hmmm… sebulan pertama masih kedinginan, tapi ga se-ekstrim waktu pertama kali dateng. At least gw udah ngerasain puncaknya kedinginan di sini, soalnya hari pertama kuliah (25 Juli) gw kena storm. YES! YOU READ IT RIGHT! GW KENA STORM!

Gw sama sekali ga tau kalo itu storm. Kirain ya anginnya being an asshole (more asshole than usual) aja, terus kolaborasi sama hujan~ Eh ternyata storm! Pas sampai di rumah gw cek Whatsapp ada temen gw yang mesej: "Ta, udah pulang? Ati-ati ya pulangnya, di berita tadi dibilang ada storm di North Melbourne." #JEDAARRRR

Gw udah di-warning sebelumnya kalo cuaca di Melbourne itu labil kek abege, tapi ga pernah di-warning soal storm! Out of nowhere sepulang kuliah perdana di hari Senin malam (jam 9 waktu setempat), HUJAN BADAI! Hujannya sih cupu, cuma gerimis walaupun agak deres. Tapi anginnya kek setan! Kenceng banget dan karena storm, itu angin muter-muter, ga berhembus ke satu arah~ and you know where was I? TERJEBAK DI TENGAH-TENGAHNYA! DI DALAM PERPUTARAN ANGIN!

Crazy~ Itu pengalaman nyebelin, tapi juga bikin gw jadi religious dalam sekejap. Langsung berasa kecil banget dan ga ada apa2nya gitu di alam semesta yang gedenya ga karuan ini. 

The shock of being reminded of what we don’t know, because we never go through such experience before.. and the fact that it happened in my first day of school made me think about everything else.

Le sigh. Trauma. Semoga badai cepat berlalu.

Malam itu gw butuh 2 porsi Indomie untuk menenangkan diri paska-storm. Mayanlah, masih bisa conclude "oh today is not really a bad day after all". 

Zzz..zzZZ..zzzz

Anyway, masih soal kedinginan, suhu di sini masih manja tuh, ga mau pindah dari angka 6-9 derajat di malam hari, dan 10-15 derajat di siang hari. No sign of spring, walaupun belakangan ini anginnya makin gila. Konon katanya itu tanda2 spring udah mau mulai. Baguslah. Gw capek dan bosen pake longjohn, coat 2kg dan kupluk tiap hari~

Anyway, next about food. Sebulan di sini, didukung dengan hawa dingin, kuliah yang padet (dan susah) dan tugas2 yang menggila, gw jadi gampang laper. So, GW SUDAH MENJELMA JADI BABI. Affirmative. No more struggling with food, gw bisa makan literally everything. Ga picky lagi, ga rewel lagi, ga peduli harga lagi, ga liat2 kondisi lagi, ga mikir panjang lagi, hajar bleh makan semuanya.

Yep, gw loyal sama makanan sekarang. Gw makan bisa 4-5 kali sehari, which is like every 3 hours, consists of 3 meals and 2 snacks. Kalo hari Senin-Rabu karena kuliahnya berat, bisa nambah hot chocolate/hot coffee buat caffeine and glucose intake. Supaya ga ngantuk dan mood belajar terjaga.

So how much is my spending for food per day?

Up to $20.



Ga ngeri bankrut, Ta? Ngeri sih sejujurnya. Ga kebayang bulan September nanti kalo living allowance gw belum turun gw mau makan apaaa~~~ Tapi yasudahlah September masih 3 minggu lagi, entar aja mikirnya~ Kalo mikir sekarang gw laper~

DISCLAIMER! Ga selamanya piglet hedon soal makanan kok. Kadang-kadang piglet juga cari cara smart biar ga usah spend banyak buat makan. Salah satunya adalah mengejar makanan gratis. Kayak awal2 masuk kuliah tuh banyak banget free barbeque di lawn. 

Ga takut babi, Ta? Basically makanan gratis, you don't question it's babi or not, JUST GRAB IT!

Next! What happened to me during this whole month? Hmmm…

Oh! Housewarming parteh! Hohoho~ Just yesterday, si Mbak Nindi, yang udah pernah gw ceritain di sini, baru dapet rumah baru (yang keren banget!!!), dan beliau mengadakan housewarming party yang full of food and fun! Hohoho~

cr: mbak nin dan tongsis

Sebenernya housewarming party itu term yang gw berlakukan, kalo si nyonya rumah sih di invitation bilangnya syukuran rumah baru. Hehehe~~ But it’s okay, yang penting FOOD AND FUN! Wkwkwk~~ Si anak babi sekarang pikirannya makanan moloooo~~

Btw si anak babi agak nista juga nih, pas housewarming party orang2 pada contribute bawa makanan enak2, kayak fettuccini, spring roll, banana split, soft drink, dll, gw cuman bawa snack ber-MSG (minim kok!!) sama biskuit~ wkwk~~ maapkeuunn saya ga bisa masak dan ga berencana masak~ sawrryyyy~~

So yeah, semoga Mbak Nindi betah di rumah baru untuk setahun ke depan. Semoga gw tetep di-welcome dengan tangan terbuka kapanpun kalo mau dateng. Amien~~

Next! I watched a play with Winnie!

One thing about Winnie, she is SO IMPROMPTU! Probably the most impromptu person I’ve ever known. Kamis sore, kelas gw selesai jam 4, and I’m thinking about a chill evening, you know, santai2 aja, doing something fun, like blogging atau youtube-an, atau jalan2, atau makan~~ Terus pulang cepet deh, biar bisa istirahat cepet juga.

Eh tiba-tiba ni anak, out of nowhere menentukan jadwal gw~

W: “Abis kuliah kemana?”
S: “Mau ngeblog kayaknya~”
W: “Okeh, abis ngeblog lo ikut gw~ Kita nonton jam setengah 8~”
S: “What the heck! Gw mau pulang cepet!!”
W: “Gw punya tiket nonton teater gratisan buat 2 orang.”
S: “Tapi malem amat! Nanti gw makan malemnya gimana??”
W: “Makan di rumah gw. Indomie.”
S: “Err… okay.”

Ya, sodara-sodara. Gw semurah itu sama tawaran makan gratis. Apalagi Indomie, yang notabene makanan mewah di sini (beli di 7/11 $3 ajahhh)~

selfie before the show



So yeah, kita nonton teater kecil2an gitu, di sebuah teater lokal yang fully supported by the govt. bernama La Mama. Judulnya P.O.V. Dave. POV as in Point of View, karena diceritakan dari sudut pandang si Dave selaku pemeran utama. Gw lupa sebutannya apa untuk play semacam ini, like semi-monologue or something. No set, no props. Just the actors, the stage and some audio and visual effects. Jadi si pemeran utama, selain akting, juga mendialogkan isi pikirannya. Makanya kayak semi-monologue. Ngerti ga? Hahaha~ 

But anyway, overall gw suka banget. Aktingnya keren parah, hampir ga ada celah. Continuity di setiap scene-nya terjaga dengan baik. Itu show beneran ga ada properti apa2, tapi ceritanya tetep ter-deliver dengan baik. Gw ngerti 70% jalan ceritanya, 30% salahkan aksen Aussie yang sudah ditangkep, so I didn’t get the whole picture.

Okelah Winnie, you won. Ga nyesel gw diajak nonton dadakan. Haha~~

Next! What else?

Hmmm… Talking about assignments…

I should’ve known. University of Melbourne, aka kampus gw, adalah kampus berstandar tinggi. Well, Unimelb ga bertahan di posisi Top 50 di World Ranking for nothing. Kampus ini ambisius banget dan haus prestasi. Salah satunya tercermin dari jenis tugas yang mereka berikan ke mahasiswanya.

Seperti yang udah pernah gw ceritain di sini, sebelum masuk kelas itu wajib reading. Kita ga boleh masuk kelas dalam keadaan kepala kosong. Materi yang disajikan di slide bisa totally different sama yang ada di Course Outline (Satuan Acara Perkuliahan/SAP), SO YOU'D BETTER BE PREPARED! I'm not trying to brag or anything, tapi standar kampus kelas dunia emang gitu. 

Untuk Master by Coursewerk, I mean, Coursework, program yang gw ambil, yang notabene bisa lulus tanpa tesis karena ditujukan untuk professional, bukan researcher; satu semester wajib menyelesaikan 5000 words equivalent assignment. That is like… setengah disertasi.

Semester ini gw ambil 4 matakuliah, so in total gw harus menyelesaikan approx. 20 ribu words equivalent assignment. That is like 2 disertasi. Gw akan belajar di sini selama 3 semester, jadi in total gw akan bikin equivalent 6 disertasi.

Welcome to postgraduate, Seeta.



Next! Video call!

Jadi sodara-sodara, ceritanya gw tuh kesepian di Melbourne. I know I have make many friends, tapi ga ngaruh~~ Sumpah~~ By the end of the day I’m still lonely~ Makanya jangan heran kalo gw tiba2 aktif lagi di Facebook, just to find out what you guys been up to, karena gw berasa jauuuhhh banget dari kehidupan~

Selain Facebook, salah satu cara gw mengatasi kesepian adalah menelepon dan ditelepon. Thank God my current mobile data plan gives me up to 300 minutes international call, jadi siapapun yang mau gw telepon, japri aja! Gw seneng menelepon. Apalagi kalo video call. To be able to see you guys from afar already gives me a peek of home, just like a small sprinkle of Bon Cabe in vegan pizza. #badcomparison

Speaking of video call, today gw ditelpon dua manusia semi binatang yang 9 tahun yang lalu jadi partner in crime semasa mengejar gelar Sarjana 1 di kampus kuning.

Hateuuuuu 


Aaah.. Kalian.. Coba masih kuliah bareng, I don’t have to do these deadly assignments all alone~~ T.T

Anyway... udah ah, udah kebanyakan~ Gw mo tidur~ Niatnya cuma begadang nungguin CL tampil di WTF, malah jadi ngeblog~ Hihihi~

Laters!

Thursday, August 4, 2016

Caesar Salad


Situation: Teaching my Chinese friends how to pronounce my name.

Case 1

“SEETA”

Pronunciation: Si-Ta

Level of Difficulty:

Friend 1: Hi, I’m Friend 1. What’s your name?
Me: Hi, I’m Seeta.
Friend 1: Shi.. what?
Me: Seeta. Si-Ta.
Friend 1: Shi..Te?
Me: S-Double E-T-A
Friend 1: *typing* *showing it to me*

“Sweda”

Me: No, double E with T, not D.
Friend 1: Shi-Tha?
Me: Err.. Here let me help you. *writing*

 

Friend 1: Aah… Sita!
Me: Yes. :)


Case 2

“LESCHA”

Pronunciation: Le-Sha

Level of Difficulty: ★★★

Friend 2: Are you Russia*?

Note*: The way he pronounced “R” sounded like “L”

Me: No, I’m from Indonesia.
Friend 2: No, I mean, your name. You are Russia, right? That’s what the lecturer called you yesterday.
Me: Huh? What do you mean?
Friend 2: Your name… is Russia, right? Russia Mershitha?
Me: Oh my God! Sorry, it’s Lescha, not Russia.
Friend 2: Yeah, that’s what I said, Ressia.
Me: I thought you called me Russia.
Friend 2: Hahaha~ Nice to meet you, Ressia.
Me: Nice to meet you too.


Case 3

“CAESARIANY”

Pronunciation: Si-Ser-Ra-Ye-Ni

Level of Difficulty: ★★★★★

Friend 3: What’s your last name?
Me: It’s Caesariany. Pronounced Si-Ser-Ra-Ye-Ni.
Friend 3: Shi-zers…
Me: Caesar. Si-ser. Caesar as in Julius Caesar, you know, the Roman mythology..
Friend 3: ……….
Me: Caesar from the C-Section, when delivering the baby..
Friend 3: ……….
Me: Caesar, the ape? From the movie Planet of The Apes..
Friend 3: ……….
Me: Here, let me write it down for-
Friend 3: Wait! As in caesar salad???
Me: Err… yeah as in caesar salad.





THE END.