Wednesday, December 29, 2010

Messy Award 2010

Ck, udah kaya judul film aja judulnya.
Baru dapet inspirasi nulis ini karena baca blog seorang senior yang nge-review hidupnya di taun 2010. Ikut-ikutan ah...

Januari.
Ngapain ya gw Januari? Ulang tahun bokap~ Yeee... itu mah tiap taun... Ngapain dong?! Bentar buka postingan Januari dulu. Aaahh.. apa daya memori gw tanpa arsip blog. :D
But wait a minute, kalo memori tiap bulan udah ada arsipnya di-blog ngapain gw re-post disini dong?
How about yang sekarang ditulis disini lebih ke... abstraksi, random things, yang belom sempet ditulis waktu itu.
How about gw bikin... AWARD!
Penghargaan tentang apapun  yang terjadi sama gw taun ini. Tapi bukan yang 'terbaik' (basi banget!), kita sesuaikan sama konsep blog ini >> Messy!
Tapi Messy-nya bukan berarti berantakan, tapi lebih ke campuran ter-oke, ter-keren, ter-caem, ter-baik, ter-gila, ter-asyik, ter-gokil, ter-takterlupakan, ter-favorit, dan ter-berantakan mungkin ya? Hahaha. Dengan kata lain ter-guebanget-lah pokonya. :P
Oke, let's try~

Matakuliah ter-messy 2010!!!
Nominee:
1. Seminar Masalah Komunikasi
2. Electronic Publishing
3. Produksi-produksi Jurnalisme
4. Kapita Selekta Jurnalisme
5. Etika dan Filsafat Komunikasi
dan pemenang adalaaaaah...
PRODUKSI-PRODUKSI JURNALISME!!!
Hohoho jelas dong!! Kenapa? Karena praktikal sekali tentunya, berurusan dengan alat-alat dari yang paling kuno (a.k.a kamera video Broadcast Centre, oh please tolong diganti itu siapapun pihak jurusan yang baca!), ngerasain jurnal banget, dapet dosen yang oke2 di bidangnya, mengasah kemampuan berpikir, mengendalikan emosi, merasakan suka duka team-work, dan yang terpenting... menemukan kecintaan gw dalam menggagas ide! Konseptor. Ya, sekarang gw tau jawabannya kalo ditanya cita-cita mau jadi apa. Hohoho!

Pengalaman ter-messy 2010!!!
Nominee:
1. Persiapan Acara Sarasehan Kom 2009
2. Bikin film 'Indonesia Untuk Raya'
3. Halloween Party
4. Universal Studio Singapore
5. Lost in Toba
dan pemenangnya adalaaaaaah...
LOST IN TOBA!!!
Seriously, lebih seru si primitive runaway daripada hedonisme non-stop USS+Halloween. Lebih thrilling! Terbukti postingan gw tentang danau Toba lebih asyik dibaca daripada si USS+Halloween kan? But don't get me wrong, SAR 2009 juga oke kog, belom pernah seribet itu ngurusin acara~ Terus film Indonesia Untuk Raya shootingnya juga seru, dengan bermodalkan 4 awak (gw, Nien, Nya2, Be2k), 2 handycam, dan 2 mini-dv, serta satu talenta Jepang luar biasa >> Satoko Kimura, kita berhasil bikin film indie berdurasi 1/2 jam itu yang dimaksudkan untuk ikutan lomba yang ah-sudahlah-tidak-usah-dibahas. But still, kita puas banget sama hasilnya! Yang mau nonton filmnya, minta aja ke gw/Nien/Nya2/Be2k! okaaaaayyy~

Hotties ter-messy 2010!!!
Nominee:
1. Shia LaBeouf
2. Robert Downey Jr
3. Jay Baruchel
4. Bradley Cooper
5. Daniel Radcliffe
dan pemenangnya adalaaaaaah...
SHIA LABEOUF!!! 
Jelas duong, di blog ini aja ada satu postingan khusus buat dia~ Ah gapapa deh ga liat Sam Witwicky taun ini, yang penting Jacob Moore tetep oke! Hohoho

Lagu ter-messy 2010!!!
1. B.o.B feat. Hayley Williams - "Airplanes"
2. Lady GaGa - "Alejandro"
3. Justin Bieber feat. Sean Kingston- "Eenie Meenie"
4. Katy Perry - "California Girls"
5. Usher - "OMG"

dan pemenangnya adalaaaaaah...
"CAN WE PRETEND THAT AIRPLANE IN THE NIGHT SKY LIKE SHOOTING STAR~ 
I COULD REALLY USE A WISH RIGHT NOW, WISH RIGHT NOW, WISH RIGHT NOW!"
Lagu ini dapet penghargaan ganda dengan frekuensi mendengarkan sebanyak minimal 200x dalam sehari, plus #1 song in my iTunes' TOP 25, and my Xpress Music's Mostly Played.
Gw bukan cuma sekedar suka sama ni lagu, tapi juga:
> jadi suka lagu2nya B.o.B yang laen.
> jadi pengen punya rambut kaya Hayley Williams
> jadi suka Paramore
> jadi suka nge-rap
> jadi addicted to making wishes setiap liat pesawat

Film ter-messy 2010!!!
Nominee:
1. Toy Story 3
2. Harry Potter and Deathly Hallows Part 1
3. Wall Street 2 : Money Never Sleep
4. Inception
5. Valentine's Day
dan pemenangnya adalaaaaaah...
Aduuuhhh... pilihan sulit antara Toy Story dan Harry Potter... Dua2nya aku suka banget.. Dua2nya aku nonton berkali-kali... Dua2nya worthed jadi film ter-messy 2010.. Jadi yang mana dong???
Binun, euy~
Tapi mengingat fakta gw nonton Harry Potter dengan total 4 kali di bioskop, sedangkan Toy Story cuma beda tipis, 3 kali doang. So?
Loh tapi kan Toy Story nontonnya 3D, brarti tiketnya lebih mahal dong, jadi kalo ditotal pengeluaralannya sama aja kaya nonton Harry Potter biasa 4 kali...
So? So?
AAAAAAARRGGHH!!! CAN NOT CHOOSE ONLY ONE!!!
Pemenangnya Twilight Saga Eclipse deh biar adil! *lho?*

Twitter Account ter-messy 2010!!!
dan pemenangnya adalaaaaaah...
@sarseh!!! Alasannya cukup serius, gw merasa idealisme gw sama Mba Sarah Sechan tuh sama. Tweets-nya dia kayanya gw banget dan in a strange way, educative. Especially buat wanita-wanita dalam masa pertumbuhan seperti gw. Hahaha



Oke. That's it!
Sinting!
Yang di-post malah beginian.
Biarin~
Namanya juga abstraksi~
*ngeles*
Kalo ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi,
kalo sempet postingan ini akan di-update lagi.
Blah.

Bye folks!

and HAPPY NEW YEAR!

Friday, December 24, 2010

Team Work

Hola! It's been a while ya sejak postingan terakhir yang berbau hedonisme itu. Now I'm back in business, let's talk about something even more... realistic.
Well gw mau ngomongin tentang team-work a.k.a kareja babarengan alias kerja sama.


Hmm.. where do I start?


Okay, kalo lo lagi wawancara kerja, entah itu untuk oprec organisasi, magang, kerja kantoran, etc. etc. Sering kan ditanya langsung atau menjebak: "Lo bisa kerja dalam tim gak?" atau "Kamu lebih suka kerja sendiri apa dalam tim?" Ya.. sort of begitulah kira-kira.


Gw sering banget mengalami pertanyaan itu dan sampe sekarang jawaban gw masih: Ya, saya lebih suka bekerja dalam tim daripada kerja sendiri. Tapi pas ditanya: kenapa demikian? Wah gw bingung! Selama ini sih gw belom pernah menemukan jawaban yang tepat kenapa gw lebih suka kerja dalam tim. Mungkin hal itu yang pengen gw analisis di postingan ini.


Kalo ada hal paling make-sense yang bisa gw jadiin alasan adalah kalo kerja dalam tim kerjaan jadi ga seberapa berat, kan ngerjainnya bareng-bareng, sharing gitu capeknya. Jadi yaa.. gitu deh..


Ah tunggu dulu, alesan itu kayanya terlalu klise~


How about.. Kalo team-work kan kita bisa atau bahkan harus menggabungkan berbagai macam ide dan gagasan dalam satu ember [blah kog jelek banget bahasanya], dalam satu wadah [nah bagusan dikit!]. Nah bisa dibilang gw suka sama efek yang ditimbulkan ketika serangan ide dan gagasan dari masing-masing personil tim itu datang dengan seketika, kayak molekul-molekul proton dan neutron yang bergabung dalam satu atom, dimana terjadi tabrakan, chaos, perang ide yang sedemikian rupa hebat, dimana masing2 personil berusaha mempertahankan idenya sekuat mungkin, sampai akhirnya tercipta suatu pemahaman yang realistik yang datangnya dari sesama personil tim, yang kesannya 'menyadarkan' atau 'mengembalikan pada realita' tentang ide siapa yang lebih pantas dan lebih realistis dijalankan untuk kebaikan bersama.


Sound like fun, eh?


That's what i feel.


Di tahap concepting, wah team work itu oke benget. Segala hal yang ga mungkin jadi mungkin, ya walau segala hal yang mungkin bisa jadi ga mungkin juga sih. Tapi still, perang ide itu menyenangkan! Jadi keliatan gitu kan siapa yang idenya kuat dan siapa yang lemah. Yang idenya kuat tentunya bakalan lebih susah ngejalanin eksekusinya, tapi pasti hasilnya lebih spektakuler dong. Kalo idenya lemah sih ya ke laut aja Haha ngga deng bacanda, kalo idenya lemah tapi eksekusinya mudah sih sebenernya oke2 aja menurut gw. Cuma ya.. nanti kalo hasilnya diliat bareng-bareng dan di-compare sama yang lain, jangan jiper yaaaaa....!!!


Eniwei, itu asyiknya team-work! Tapi team-work kan juga buatan manusia, pasti ada kekurangannya dongs.. Yang bisa bikin team-work ga asyik cuma 2: kerjaan kebanyakan dan sucks partner. Kalo kerjaan kebanyakan sih menurut gw itu bukan masalah tim ya, lebih cenderung masalah sendiri sih. Let just say each of the team member has their own personal matters and their work is just the victim of the situation. Maksudnya kalo lo bekerja dalam tim, sebisa mungkin bikin jobdesc lhaa.. tapi yang adil.. jadi ga ada deh yang ngeluh tugasnya kebanyakan -kecuali yang bermasalah kaya itu tadi- Bisa kog bisa.. bisa gila!


Then, sucks partner. This is totally a pain in the ass~ Well kita ga selamanya bakalan kerja dengan orang-orang super duper asyik. Ada kalanya yang jadi partner kita adalah orang yang kalo boker ga cebok! Ya kind of lah, haha. Maksud gw adalah orang-orang ga banget gitulah, ngerti kan?


Masing-masing dari kita pasti punya kriteria sendiri tentang orang kaya gimana yang ga banget buat dijadiin temen satu tim. Amit-amit jabang beibi-lah pokonya. Kalo gw pribadi, orang-orang ga banget itu ya yang kaya gini:


>>> Orang yang GA PUNYA inisiatif!
Tau inisiatif kan? Itu lho temennya solatip [ignore]! Ya pokonya orang yang ga punya inisiatif itu.. ga banget! Istilahnya ni orang udah syukur dikasih anugrah sama Tuhan berupa otak di kepalanya, tapi ga dipake! Didiemin aja gitu sampe berlumut! Ih.. tega bener deh sama otaknya!
Eniwei, gw sering kerjasama sama orang yang otaknya berlumut kaya gitu. Mereka itu ya, kalo kita tinggal pipis sebentar pun ga bakalan jalan.. Kaya motor ga ada mesinnya.. 
Progress kerja kita jadi lamaaa... banget!! Padahal kan gw cuma pipis!!! 
contoh kasus:


Si A: "Eh, B! Gw pipis bentar ya, lo tolong nyalain laptop dulu biar ntar kita langsung ngerjain."
Si B: "..."
Si A: (balik dari kamar mandi) "Lho, B! Kog laptopnya belom dinyalain?"
Si B: "Kan nungguin lo dulu, kalo ga ada lo apa yang mau dikerjain?!"
Si A: "Bentar ya gw ambil golok."


Ya mungkin kenyataan yang ada ga se-frontal dan se-menohok itu, tapi kira-kira begitulah. Gw bencihhhh cuih sama orang yang ga punya inisiatif! 
Hell-oooo!! Kerjaan kita masih banyak loh!! Masa semuanya harus nungguin gw, nungguin otak gw mikir, nungguin tangan gw ngasah golok buat gorok leher elo! Ah~ ga asyik lo! 
Well, I'm not trying to be the most inisiative person alive on planet earth or kinda leader of the team something, NO. Gw cuma menghimbauuu saja kalo elo terus-terusan kaya gitu.. Mau jadi apaaa~ 
I mean, emang sih kadang-kadang gw suka ga percayaan sama yang dikerjain orang-orang macem Si B. But, at least they can try gitu.. Nanti bagus/ngga-nya di-review bareng-bareng kan bisa.. Toh yang gw kerjain sendiri pun ga bakalan langsung oke kan? Saran dan kritik tentu masih diperlukan, dan mereka tidak membunuh lho! Ya membunuh sih, tapi kan perlahan-lahan.. Jadi gausah sebegitunya panik-lah.. Coba aja dulu kerjain versi lo, sukur2 langsung bagus, kan bisa menghemat tenaga yang lain untuk ngerjain yang lain.. Bagus toh? Semua senang deh! Happy ending deh!


Eh, tapi disclaimernya adalah gimana kalo sebenernya orang-orang ga punya inisiatif itu ga salah.. Jadi mungkin mereka khilaf aja gitu.. Dan gw bersikap kaya gini mungkin karena gw yang bermasalah sama flow kerja gw. Jujur gw termasuk orang yang flow kerjanya cepat. Misalnya gw dikasih tugas hari Senen dengan deadline hari Minggu, then I'll have my own deadline>> Selasa.
Sebisa mungkin gw pengen tugas itu selese. Gw bahkan jadi ga nafsu makan kalo tugas gw belom selese..
Males aja ga sih nunda-nunda kerjaan.. Bete aja gw kalo to-do-list gw jadi numpuk. 


Eniwei 'bete' artinya apa ya? Lupa deh~


Jadi sebenernya yang salah siapa dong?? 


Ah whatever~ I'm not blogging to judge someone, even if i want to judge someone, that is nobody goddamn business. (Easy A - 2010 :D)




>>> Orang-orang yang masalah pribadinya adalah TUHAN!
Maksud gw bukan orang-orang kafir ya, tapi orang-orang gila yang lebih mentingin masalah pribadinya dibanding masa depan kelompok. 
Seriously, mereka gila! 
contoh kasus:


Si C: "D, gimana laporannya udah di-print belom?"
Si D: "Belom.."
Si C: "Lho! Kenapa ga di-print?? Kan deadlinenya satu menit lagi!!!"
Si D: "Pacar gw belom bales BBM gw~"
Si C: "......."


Andai Rumah Sakit Jiwa bisa dipanggil segampang manggil taksi, mungkin gw akan intens berhubungan sama mereka buat ngurusin orang macem Si D! 
Oh dear God, You're so effin creative! Menciptakan orang-orang se-ajaib itu.. Luar binasa.
Gw speechless deh kalo orang-orang kaya mereka udah bikin forum sendiri di dalem tim yaaaang.. ga ada hubungannya sama kerjaan kita sama sekali!! Haish! Gemesss!!!
Dear people-like-that.. Please.. Don't be like that lhaa.. I mean, bukannya ini dasar utama pelajaran PPKn waktu SD, dimana kita harus selalu mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.. Inget kan Bu Guru pernah bilang gitu?!
Kalo lo terus-terusan kaya gitu, pertanyaannya bukan lagi "Mau jadi apa lo???" tapi "Mau jadi apa kelompok lo???"
Kalo satu anggota tim aja ga bisa ngontrol emosinya, perasaannya, sikapnya, pola pikirnya, MASALAH PRIBADINYA, ngapain lo masuk kelompok wooii!!! Bikin susye aje dah ahh... 
Kagak suka ane.. Nuff said.


Tapi kadang-kadang mereka suka minta maaf sih~ 


"Aduh maaf ya gw lagi ga bisa konsen nih, tadi pagi belom boker.."


Oke 1st: Iuh!
2nd: AVADA KEDAVRA!


That's so effin unforgivable you kno!!!!




>>> Orang-orang who is just wrong from the start!
Hahaha. Seems so real, eh? Gw gatau ya ini keajaiban-alam-aku-mempercayainya atau bukan, tapi ada aja kan ya orang-orang yang dari awal udah ga beres~
Ini maksudnya orang-orang yang dari awal pemahamannya udah salah gitu loh, entah teorinya, entah prakteknya, he/she is just wrong..
contoh kasus:


Si E: "Oke makalah kita nanti 100 halaman aja ya."
Si F: "Loh kenapa ga 1000 halaman?"
Si E: "Err.. kan 100 halaman cukup, ngapain banyak-banyak?"
Si F: "Kalo bisa banyak ngapain sedikit?"
Si E: "Kalo bisa sedikit ngapain banyak? Go Green, remember?"
Si F: "Ngapain dicetak di kertas warna ijo?"


Pas orang-orang bilang A, eh dia bilang B sendiri. Pas orang-orang pake kaos kaki duluan baru pake sepatu, eh dia pake sepatu duluan baru pake kaos kaki.. 
Ya.. bukan berarti dia salah sih.. Mungkin itu keunikannya dia sendiri.. Tapi somehow it just ain't right, right?
Bukan berarti orang itu gila kaya Si D ya. Mereka ini cenderung ke orang-orang lebay yang terlalu ngimpi, ga realistis, konsepnya besar tapi gatau eksekusinya gimana, eh terus salah lagi! Eeeaaalaaah...
Eh tunggu, kayanya gw pernah denger karakter orang semacam ini di film...
Ha!
Luna Lovegood!
Luna Lovegood kinda person!
Sebenernya mereka itu unik, malah kadang-kadang unyu (kenapa gw ikut-ikutan pake kata ini sih -__-)!
Unluckily kalo mereka udah dimasukin ke dalam tim, malah bisa merugikan tim karena pemikiran dia yang tidak umum itu tidak selamanya bisa diterima tim yang mengutamakan rasionalitas.
Makanya orang-orang itu lebih enjoy sendirian kemana-mana! (Lah berarti gw juga? Iya sih, yang bagian unyu-nya. xp)


Yang ga bagusnya adalah ketika dia mencoba memaksakan kehendaknya yang tidak umum itu ke anggota tim yang lain. Ih sumpah itu rasanya kaya dijejelin biskuit buatan Malaysia! Pernah makan biskuit Malaysia ga? Ih sumpah ga enak banget deh! Kaya makan makanan vegetarian tapi dalam bentuk biskuit! Yuck!




Yaa.. Begitulah kira-kira analisisnya. Sorry kalo postingan ini menyinggung siapapun yang membacanya. Itu semua menurut gw loh... Bukannya gw berarti ngomongin orang yaa.. Kalo orangnya ngerasa diomongin yaa.. omongin gw balik aja..  Gw suka kog diomongin. Hahaha


Sometimes we just have to speak our mind, right? So here I am #justsaying. No offense, dear friends! Take it eas-lhaaa... So, we cool?


Dan hei! Gw menemukan alesan baru deh kalo ditanya kenapa lebih suka kerja dalam tim! Ya gampang, gw bilang aja gw ga mau jadi orang-orang tersebut diatas. Tapi kayanya kebanyakan ya kalo gw jelasin dari awal.. Jadi mungkin kalo ditanya gitu lagi, jawaban gw adalah: "Oh Mas/Mba bisa liat jawabannya di blog saya. Twitter Mas/Mba apa? Nanti saya mention dan kasih link-nya. Terima kasih."


Just kidding~


Eh tapi gw jadi penasaran, emang kalo ditanya kaya gitu, sebenernya kita harus jawab yang apa sih yang bener?

Tuesday, December 14, 2010

Lesson Learned from the C-Word

Tiba-tiba kepikiran untuk bikin postingan ini gara-gara baru download lagunya Far East Movement yang “Like a G6” dan yaa.. u know.. I’m currently listening to it over and over.. until.. gw de ja vu.. Kayanya gw pernah denger lagu ini sebelumnya .

Tapi jelas bukan di iTunes, bukan juga di XpressMusic, apalagi di TV!
Dimana ya?

Terus iseng liat Video Clipnya di VEVO.. 


Nah langsung inget deh! 

Ternyata itu lagu waktu lagi… [baca postingan sebelumnya di tiga paragraf terakhir]

OMG.. Shouldn’t I just have realized it in the first place? At least to realize what kind of song it is.. Hahaha

Anyway,, mengingat lagu ini juga membuat gw inget satu dan lain hal.. malem itu.

Entah kenapa clubbing (yah kesebut juga kata itu padahal daritadi sebisa mungkin menyamarkan, in case blog dibaca anak di bawah umur) malem itu kog ga meninggalkan kesan mendalam kaya taun lalu ya (baca postingan Happy World)? Padahal kan harusnya kesannya lebih mendalam dongs.. secara malem itu Halloween Party yang udah gw tunggu2 n niatin banget dari jaman dahulu kala.. Tapi still.. clubbingnya tuh ga happening buat gw.. lebih happening di luar club-nya..

Kenapa ya?



Mari kita coba analisis dari akar permasalahannya dan temukan solusi atas semua itu *kebawa2 seminar*.

Taun lalu gw clubbing-nya terpaksa, kalo taun ini… diniatin dari jauh2 hari. Ini berarti, kalo diniatin, malah jadi ga happening. Kenapa bisa begitu? Kalo diniatin, things could be just exact the opposite to what we had fully expected. Udah sering kejadian kaya gitu kan? Kalo udah menggebu2 pengen sesuatu, ternyata hasilnya malah mengecewakan. Sering terjadi kalo nungguin summer movie~ *curhat* Ya gitu deh.. Masuk akal ga? Masuk-masukin aja deh yaa.. xp LESSON LEARNED: Just let things flow the way they determined. 

Taun lalu gw clubbing-nya sambil cape karena abis main2 di Sentosa seharian. Ternyata kata ‘cape’ versi gw artinya = “biasa aja, just go to the next round” Maybe physically I was tired that night because I was the one who against clubbing the most. But, emotionally I was still alright, maybe because the thing that I was about to do.. is something brand new, and doing it means… NEW EXPERIENCE… and experience is… PRICELESS, baby!!! Jadi intinya masih ada willing dalam diri gw yang penasaran sama clubbing itu, jadi yaa.. hayo2 wae! Tapi kalo taun ini, gw udah punya bayangan clubbing-nya bakalan gimana.. Yang jadi brand new experience kan Halloween-nya, that’s why gw lebih suka berkeliaran di luar club kemaren sambil menikmati euphoria Halloween di Clarke Quay. Dan gw toh ga menyesal karena itu..

Eniwei paragraf di atas kog kayanya out of context ya? Hmm. Mari kita luruskan kesinambungannya. Kalo taun ini, gw clubbing segera setelah baru pulang maen seharian di Universal Studio, bisa dibayangkan dong physically pastinya jauh lebih cape daripada taun lalu. FYI, di balik kostum Princess Azura yang gw pake, ter-embed puluhan koyo cabe di sekujur badan gw. Ya karena gw secape itu.. Pegelnya banget2an! Badan gw kayanya bisa roboh kalo ga ditopang Tiger Koyo itu! Tapi kan gw ga boleh give up sama kata ‘kecapean’ dong demi pengalaman baru! Jadi gw lanjut aja. Tapi tetep aja kenyataan ga bisa dilawan. Koyo cabe mungkin masih bisa membuat gw tetep bisa jalan dan bergaya di foto. Tapi untuk dance, jingkrak2, or even joking… ga bisa! Nyerah total. Mood-nya udah ga asyik.. LESSON LEARNED: If you have no energy and passion left in you body, don’t party! … or at least u got a friend who’ll buy u drinks, the pure one.  

Taun lalu gw mabok! Hmm.. masuk akal sih. Di postingan Happy World kan gw jelasin tuh gw minum berapa banyak makanya bisa sampe segila itu. Kalo taun ini gw cuma minum 2 gelas vodka mix yang banyakan soda-nya daripada vodka-nya. Itu pun minumnya sharing, dan minuman itu sama sekali ga ada efeknya! Ga bikin pusing sedikit pun, jangankan pusing, ngerasain pait vodka-nya aja ngga.. Karena ga pusing, jadi  ga ‘fly’. Karena ga ‘fly’ jadi ga bisa ngerasain crowd dan musiknya. Karena ga ngerasain ‘crowd’ dan musiknya, jadi ga happening! LESSON LEARNED: If you’re not getting drunk, u will never enjoy the party to the fullest! So when u’re partying, getting drunk is a must!

Taun lalu pas gw clubbing, gw banyak ketemu sama orang Indonesia! Anak-anak Indo yang kuliah di Singapore macem Bone gitulah. Mereka itu welcome banget sama anak-anak Indonesia yang dateng ke Singapore, “Welcome to the gang!” something-lah. Entah kenapa excited banget ngeliat gw, pada langsung nanya2 kuliah dimana, di Singapore sampe kapan, blablabla.. intinya gw ga keabisan bahan omongan deh sama mereka, jadi selama di-club gw ga bosen. Kalo taun ini gw ga ketemu anak Indonesia sama sekali!! Cuma ketemu temen-temennya Bone orang-segala-penjuru yang rata-rata pada asyik sendiri sama date-nya! Emang sih mereka ngajak gw ngobrol, tapi ya.. basi aja gitu omongannya. Ditambah gw udah badmood sendiri dari awal *itu kan masalah lo!!* Yaudah deh wassalam, mending jalan2 di luar. LESSON LEARNED: Love you nationality and it certainly will love you back! *lho?*

Taun lalu clubbing ini berdiri sendiri, taun ini clubbing ini terbelah. Maksudnya? Taun lalu intention gw malem itu cuma buat clubbing doang, kalo taun ini clubbing dan Halloween. Walau sebisa mungkin gw mencoba menjaga keseimbangan intensitas antara keduanya, tetep aja ga bisa. Tetep salah satu lebih dominan. Halloween adalah salah satu. Gw rasa alasannya jelas: New experience to die for. LESSON LEARNED: Never decide to go clubbing if you had something bigger in your mind!

Well mungkin itu aja analisisnya. Apakah gw menyesal karena gw tidak sepenuhnya menikmati party malam itu? Mungkin begitu. Tapi pada dasarnya gw emang ga terlalu suka clubbing sih. Even though clubbing will absolutely fine if you were drunk. Tapi kebanyakan minum juga ga bagus katanya. Jadi mudah2an gw tidak membenci clubbing di kemudian hari.

Tapi gw tetep suka efek hangover keesokan harinya setelah semaleman clubbing. Lucu.

Jadi kalo suatu hari nanti gw clubbing lagi terus mabok lagi, ingatkan gw untuk merekam efek hangover keesokan harinya. Hahaha.

"Hangover the Documenter" sepertinya asyik!

Sunday, December 12, 2010

Halloween: In Qlarke Quay We Trust

Macet, satu hal yang membuat saya merasa malam itu benar-benar bukan malam yang biasa. Bayangkan macet di sepanjang jalan dari Dhoby Ghaut menuju Clarke Quay yang jaraknya hanya terpaut satu stasiun MRT saja. Di dalam taksi yang saya tumpangi bersama tiga orang teman, saya merasa mendapat suatu kehormatan bisa merasakan fenomena yang jarang sekali ditemukan di Singapura itu.


Hari itu bertanggal 30 Oktober, tanggal yang tidak asing lagi mungkin bagi sebagian besar orang di seluruh dunia. Pada malam pergantian tanggal dari 30 menuju 31 Oktober, banyak orang merayakan tradisi ini. Orang-orang kompak mengenakan berbagai macam kostum dan menata lingkungan tempat tinggal mereka dengan banyak buah labu berukir wajah menyeramkan atau yang biasa dikenal sebagai Jack-O-Lantern. Anak-anak berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga membawa kantong besar untuk menampung gula-gula yang wajib dibagi-bagikan pada mereka. “Trick or Treat” menjadi kutipan khas Halloween.

Memang Halloween lebih akrab dikenal sebagai pesta kostum dibanding tradisi perayaan hasil musim panen untuk mengusir marabahaya yang dibawaserta orang mati. Memang seperti itulah makna sebenarnya dari Halloween. Bangsa Gael kuno di Irlandia percaya bahwa tepat tanggal 31 Oktober, pembatas dunia orang mati dan dunia orang hidup menjadi terbuka. Mereka percaya orang mati akan membawa penyakit dan merusak hasil panen, maka mereka berinisiatif untuk mengenakan kostum menyeramkan untuk mengusir roh orang mati tersebut. 

Tentu saja tidak banyak orang yang tahu detil sejarah munculnya Halloween. Seiring berjalannya waktu, definisi Halloween semakin lekat pada pesta kostum. Halloween menjadi salah satu ajang bersenang-senang yang ditunggu-tunggu seperti halnya hari raya atau tahun baru. Banyak orang merayakan Halloween dengan cara yang lebih menarik, misalnya dengan memadukannya dengan acara seni atau acara sosial. Kostum menyeramkan pun tidak lagi menjadi prioritas. Asal mengenakan kostum menarik dan merayakannya tepat tengah malam, Pesta Halloween pun terlaksana. 

Kembali ke Clarke Quay, malam itu Pesta Halloween bisa dikatakan adalah tersangka utama penyebab kemacetan dari Dhoby Ghaut. Di pesisir jalan sudah banyak terlihat orang-orang berkostum aneh berjalan cepat. Mereka mungkin adalah korban kemacetan yang memutuskan berjalan kaki agar bisa lebih cepat mencapai Clarke Quay. Bagaimana tidak? Clarke Quay memang merupakan pusat Pesta Halloween terbesar dan termegah di seluruh Singapura.

Saya pun termasuk salah satu dari orang-orang itu. Terpaksa berjalan kaki dari sekitar satu kilometer dari pusat acara, saya mulai memperhatikan keberagaman kostum yang dikenakan orang-orang yang berjalan di sekitar saya. Saya menemukan banyak orang bermain peran dengan mengenakan kostum seperti pahlawan super: Superman, Batman, Wonder Woman; kartun: Mickey Mouse, Sailormoon; atau orang-orang yang sengaja berpenampilan konyol sejak awal seperti pria berkostum wanita. Namun dibalik semua itu masih ada orang-orang yang menjaga otentisitas Halloween dengan mengenakan kostum menyeramkan seperi kostum hantu, setan, bahkan Jack-O-Lantern!
Tepat di tengah Clarke Quay, berdiri sebuah panggung megah untuk pertunjukan musik dan drama teater. Dentuman musiknya begitu keras hingga tanah tempat saya berpijak terasa bergetar. Mungkin juga hal itu dipengaruhi oleh banyaknya orang-orang yang berjingkrakan mengikuti alunan musik. Perhatian saya tidak hanya berpusat pada panggung. Saya juga memperhatikan euphoria orang-orang yang larut dalam kostum dan keceriaan. Suasana malam itu sangat ramai dan meriah. Cukup sulit untuk melangkah dengan cepat karena setiap ruas jalan dipenuhi orang-orang lalu lalang baik sebagai turis atau peserta Pesta Halloween. Saya sampai tega menolak ajakan teman saya untuk singgah di salah satu klab malam demi terus berada di luar dan menikmati Clarke Quay dalam lautan kostum. Lampu-lampu pun ikut menambah gegap gempita Qlarke Quay dengan warna-warni indah. Tak jarang orang mengabadikan momen ini dalam foto dan video, termasuk saya.

Perlu tiga jam buat saya untuk puas berkeliling Clarke Quay sampai akhirnya saya menghampiri teman saya di sebuah klab malam bernama Zirca. Sejatinya, Clarke Quay terdiri dari puluhan restoran, kafe, dan klab malam yang masing-masing memiliki agenda sendiri tentang Perayaan Halloween. Ternyata suasana di dalam klab tidak kalah meriah dengan di luar. Klab malam penuh dengan ornamen-ornamen khas Halloween dan orang-orang berkostum memenuhi lantai dansa. Bedanya, kebanyakan orang di klab malam mabuk karena pengaruh minuman, sehingga terkadang lucu melihat orang-orang berkostum melakukan tindakan bodoh yang tidak ia sadari. Hal ini menambah warna baru dalam memori saya tentang malam itu.

Saya tidak ingat jam berapa tepatnya saya memutuskan pulang ke rumah. Saya terlalu lelah untuk sekadar melihat jam. Hal terakhir yang saya ingat adalah saya mengantre sekitar dua jam untuk mendapatkan taksi pulang. Sekelibatan ingatan saya menunjukan bahwa saat itu Qlarke Quay masih sama meriahnya seperti saat saya datang. Di atas panggung masih ada penampilan musik dan di sekitar lebih banyak lagi orang-orang berkostum yang melakukan atraksi. Sayangnya baterai kamera pun sudah habis akibat pemakaian di luar batas malam itu sehingga saya tidak bisa mengabadikan hal-hal baru yang saya temui. Saya tidak pernah tahu kapan Pesta Halloween itu berakhir karena mungkin hanya matahari yang bisa mengusir para setan pulang. :)


*) Tulisan ini dimuat di Majalah Ekspresi edisi Desember 2010
*) Tulisan ini juga adalah Singapore Trip 2010 Day 2 Part 2 :))

Sunday, December 5, 2010

Cerita Liz


Bulan Agustus kemaren si Liz n Kum-kum, temen2nya Bone di Singapore, pada berkunjung ke Jakarta. Waktu itu gw belom kenal nih ceritanya sama si Liz, baru kenal Kum-kum doang. Tapi Bone selaku anak-Jakarta-kelamaan-di-Singapore minta tolong gw untuk ikutan nemenin mereka selama di Jakarta -in case Bone lost- Okelah gw temenin, lumayan juga latian kalo suatu hari nanti gw jadi Host seseorang untuk Couchsurfing, nyehehehehe.

Kita bawa mereka jalan-jalan ke Bandar Jakarta, ITC Mangga Dua, Dufan, Monas dan museum-museum sekitarnya, dan supaya mereka ga terlalu ilfil sama Jakarta kita ajak juga ke Grand Indonesia dan Senayan City. Ahahahaha

But that’s not the point. Yang mau gw omongin disini bukan tentang wisatanya Liz dan Kum-kum di Jakarta karena untuk itu overall mereka ga beda sama turis2 pada umumnya. Gw lebih mau ceritain pengalaman lucunya Liz sesaat sebelum dia balik ke Singapore. 

Jadi ceritanya si Liz ini harus balik duluan karena satu dan lain hal. Tiket pesawatnya pun udah di-booking sebelumnya. Flight-nya kalo ga salah Tiger Airways jam 6 sore. Gw harus pulang cepet, jadi ga menyaksikan langsung pengalamannya itu dan postingan ini adalah hasil gw me-retell apa yang diceritain sama Bone. Gapapa kan? Gapapa dongs... Gw ga menambahkan efek exaggerating kog. hehe~

Kalo ga salah mereka udah sampe bandara jam 4an jadi masih ada sisa waktu untuk bercengkrama dan hahahihi. Ga berapa lama, Liz masuk ke boarding room. Bone dan Kumsy tadinya mau langsung cabut, tapi mereka memutuskan untuk nungguin Liz dulu sampe pesawatnya bener2 take off.

Tapi kemudian Liz BBM-in Bone kalo pesawatnya di-cancel!

Friday, December 3, 2010

Singapore Trip 2010 – Day 2 [Part 1]


Aloha!
Yuk mari kita lanjutkan postingannya!
Hari kedua gw di Singapore merupakan hari paling sibuk! Jadwal gw hari itu ditentukan oleh orang lain jadinya gw tinggal ngikutin doang. Sebenernya kegiatan gw di hari kedua amat sangat menyenangkan! Hedon se-hedon2nya, seneng2 tingkat tinggi, mahal semahal2nya (tapi gratis buat gw! hehe~) Pokoknya kalo lo tau gw kemana yang ada dalam bayangan lo pasti gw lagi di surganya Asia deh! *lebay*
Sialnya, gw ga memperhitungkan berapa banyak tenaga yang akan gw keluarkan hari itu sehingga by the time the day end, gw sedikit ngedumel dan marah2. Jadi hari itu ga se-perfect yang gw inginkan. Tapi yaa.. Well.. tetep puas! Hehe. Cekidot!

- UNIVERSAL STUDIO SINGAPORE -

Just one word: AKHIRNYA! Hahahahaha~ yesss... i’ve finally landed in one of the most aniticipated theme park in the world! Hahaha. No need to visit the original one in USA. Universal Studio Singapore (USS) hanya satu jam saja gitu loh dari Bandara Soekarno Hatta! Setengah jam dari Batam.
Rencana awal hari itu adalah: jam 8 pagi udah harus stand by di hotel nyokap untuk breakfast bareng (dimana ada gratisan disitu akan kukejar!) terus baru sama2 ke USS naek bus rombongan Group M a.k.a kantor nyokap.
Tapi terus... udah ketebak dong kalo rencana itu GATOT alias gagal total! Huhuhuhuhu. Kenapa?? Karena gw dodol, kombinasi bangun kesiangan, plus belom nge-default jam di handphone jadi jam Singapore, plus kecapean gara2 semalemnya tepar (baca postingan Day 1).
Mampuslah, jam 8 gw baru bangun! Langsung panik, sempet mandi ga yah? sempet nyatok rambut ga yah? sempet sarapan ga yah? Ternyata cuma sempet mandi doang, tanpa babibu langsung cabs ke Harbour Front karena ga mungkin ke hotel nyokap dulu, ya kali rombongan Group M mau nugguin gw dulu.. T_T
Karena gw pikir udah telat, jadi gw beli makanan di 7/11 aja. Ada pastel ayam gitu $1-an. Lumayanlah ganjel perut, gw makan di MRT (perbuatan tidak baik, jangan ditiru kecuali kepepet!). Sampe Vivo City sekitar jam 8.45, lah kog ini nyokap belom ada tanda2nya kedatangannya.. Pas gw SMS ternyata nyokap dan rombongannya baru berangkat dari hotel! Damn!
Jadi masih ada sekitar 15-30 menit buat gw santai2. Ayo kita catok rambut! Ya nggaklah! Gw pun menuju Food Court untuk duduk2 dulu sambil menikmati teh hangat $3. Mahal yah.. teh doang 20ribu.. Ah biarin sekali2 gw jadi cewe mahal,, xp
Okelah itu prolognya. Sekitar jam 9.30 rombongan nyokap dateng dan kita pun langsung mengantri tiket USS. Gile ngantri-nya panjang bow.. Pada niat2 banget deh orang-orang! Ada kali ½ jam kita ngantri. Dari pada bengang bengong selama ngantri, ada baiknya kita abadikan diri kita dalam selubung gambar. Hwehehehe.

Got the tickets!!!