Monday, June 5, 2017

Wrapping Up Semester 2


Hi, guys! How y’all doin?

Damn it’s been a while ya gw ga ngeblog. Postingan terakhir pas ulang tahun, hampir sebulan yang lalu~

Well, udah tau kan alasannya? Ga usah gw jelasin lagi kan?

Today gw boleh bangga dan sombong karena semua assignment gw UDAH BERES. Well, not 100%, masih 95%-lah ada beberapa yang harus di-proofread (ugh I hate proofreading my own writing~)~ Tapi it’s okay-lah. Everything is under control.

Tadinya gw sempet pesimis ga bisa menyelesaikan Semester 2 dengan baik~ Karena sumpehhh gw banyak banget slacking-nya semester ini~ Kebanyakan hepi2, main2, hengot2, buang2 duit ga penting, mendahulukan kerja daripada kuliah, procrastinating, kemarin pake acara ulang tahun segala lagi~ Ugh bandel deh gw semester ini~~ Udah tau ngambil 5 matakuliah instead of 4, masiiihhh aja bandel~

#huft

Tapi untungnya last minute I finally got myself together. Abis ulang tahun itu gw langsung set priorities, mulai ngerjain assignment, bikin daily target (apa yang harus di-achieve tiap hari dan harus measurable), terus kalo ada waktu buat procrastinate langsung tampar diri sendiri. Waktu yang dipake untuk procrastinate langsung dimanfaatkan ngerjain tugas tanpa ba-bi-bu. Kalo diajak hengot2 ga penting langsung tolak walaupun pertemanan jadi resiko~ Well, no excuse. Tugas ini harus selesai, apapun yang terjadi.

Begitulah sistem belajar gw, guys. Ini buat yang sering nanya gimana cara gw belajar, ya. Sekalian gw bahas deh. Intinya sih gw melakukan 3 hal:
1. Set priorities
2. Set your own deadline (mine is usually 1-2 weeks before the actual deadline)
2. Set daily target

Terkesan buru-buru memang, kayak dikejar setan. Tapi ga sesulit itu kok dijalankan. Malah sistem kayak gini will result in elo kelar duluan dibanding temen2 lo, which give you more relieve of a feeling. Bisa leha2 di saat yang lain masih berjibaku. Terus kalo someday mendekati deadline kepikiran ada yang harus direvisi, ga usah panik, tinggal revisi aja. Kan waktunya masih banyak~

Limitation-nya adalah sistem kayak gini ga menjamin berbuah nilai yang bagus (even though I’m 100% sure I’m crafting H1s with these last assignments, but alas, pasti ujung2nya dikasih H3 lagi sama kampus yang-namanya-tidak-boleh-disebut itu~), which is for me it’s okay, karena gw ga ngejar nilai di sini. The problem is, I’m not sure it’s okay for you too~ So just in case elo mau ngikutin sistem belajar gw, make sure you are aware of this limitation.

Anyhow… So yeah all in all, thank God time management gw masih bagus. Jadi semua assignment selesai tepat waktu. Ga se-ace Semester 1 yang tugas2 udah beres sejak H-2 minggu deadline~ #hardcore 

Agak mepet deadline dikit (H-2), tapi gapapalah. Yang penting udah berusaha dan giving my best. Ga perlu minta extension juga, THANK GOD~ Karena extension itu cuma untuk 3 tipe orang:
1. orang yang time management-nya suck ass
2. orang yang susah merangkai/menemukan thesis sentence (entah karena lack of creativity or simply kurang reference/kurang baca)
3. orang yang ga jago bikin assignment strategy

Gw insya auloh nailed 3-3nya. So yeah, ain’t need no extension. Buat temen2 yang pada extension, good luck ya! Gw pamit liburan duluan~ wkwkwk~

Anyhow… Sekarang gw lagi chillin di living room-nya Old Arts sambil nungguin seminar jam 4. Daripada bengong mendingan ngeblog, ya nggak?

Sekarang gw mau bahas apa ya?

Mau tau tugas2 gw semester ini ga?

Hahahaha~ Males ya? Sama, gw pun males bahasnya~

Intinya sih lewat postingan ini gw mau wrapping Semester 2 aja. Damn, how time flies ya~ Ga terasa udah mau setahun tinggal di Melbourne, tinggal 1 semester lagi, terus pulang deh~

Anyway, so.. semester 2 ya.. Hmmm.. Entah kenapa gw lebih suka semester 2 dibanding semester 1. Walaupun matakuliahnya lebih susah dan tugas2nya arguably lebih capek. Tapi gw lebih menikmati hidup gw aja semester ini. I made more friends, had fun with them. I became closer to some friends, which is a blessing coz I need friend more this semester than last semester. I traveled a lot, meeting new people, discovering new places. I got to try more food, more attraction. I attended more events and unlocked a lot of life achievement. I even landed my first magazine cover!


A post shared by Lescha Mayseeta (@seetalesch) on


Ah pokoknya mantap bangetlah hidup gw semester 2 ini. Setiap bulan bahkan setiap minggu ada highlight-nya gitu. There is always something I looked forward every week during this semester. Gw bersyukur banget karenanya.

Semester 2, walaupun berakhir dengan dinginnya winter, but my heart is not as cold. Because I’m happy. :)

So yeah, this is me wrapping up my semester 2 in advance. Kenapa in advance? Karena semester ini officially berakhir tanggal 10 Juni 2017, setelah gw submit assignment terakhir, Finance and Budgeting. Just in case gw lupa ngeblog lagi, jadi gw wrap sekarang.

Thank you for following me through this blog throughout this semester. See you again in Semester 3, which is in… August!

LOL NO I AM KIDDING~

See you next week, I guess? For GD album review! Yasssssssss

Laters!

Friday, May 12, 2017

MELBOURNE BIRTHDAY


MY FIRST EVER BIRTHDAY OUTSIDE JAKARTA

Yes, I am that lame~

Gw belum pernah ngerayain ulang tahun di luar Jakarta~ Not even in Singapore walaupun tiap tahun ke sana~ Dulu bos gw di XXXXX selalu ke luar negeri setiap ultah. Belakangan gw baru tau kalo itu udah jadi semacam kebiasaan orang2, untuk ngerayain ultah di luar negeri, atau minimal Bali-lah.

So yeah, Melbourne bday, first time ever~ wkwk~

So, what did I do on my bday?

Beberapa bulan yang lalu gw sempat kepikiran untuk bikin bday party~ Coz, y’know, this could be the first and the last bday I have in Melbourne. I wanna make it unforgettable.

So I have already pictured this in my mind, with me booking a restaurant and invite couple of friends~ But then I wondered, realistically speaking, could this even happen?

Rencana yang terlihat sederhana itu ternyata comes with MANY ISSUES:

1. Siapa yang mau diundang? Temen2 Indo? Temen2 kuliah? Temen2 kerja? Kerabat keluarga di Melbourne? Siapa??? Kalo ngundang temen2 Indo, sayang dong temen2 bule ga diundang, tahun depan ga bakal ketemu lagi~ Kalo ngundang temen2 bule, kasian temen2 Indo, udah banyak berjasa membantu gw bertahan di Melbourne yang dingin~ Tapi kalo gitu, temen kerja juga harus diundang dong, karena merekalah sumber pendapatan. Terus kalo kerabat keluarga di Melbourne ga diundang, nanti nyokap bokap ngomel~ And then how about orang rumah??? Kan berjasa juga… Jadi gimana? Undang semuanya? But that will not sit well with the stipend~

Baru issue pertama aja udah pusing~

2. Mau traktir apa dan dimana? Restoran Indo? Bosen. Restoran China/Vietnam/Thailand/whatever? Temen Indo ga bisa makan karena ga halal. Restoran vegan? ELO MAU MERENGUT KEBAHAGIAAN GW? #antivegan Restoran Italia favorit tapi jauh dari city? Temen China pada ga punya Myki~

Tambah pusing.

3. Kapan? Ulang tahun gw bener2 bad timing di bulan Mei. Ini gw rasakan juga waktu kuliah S1 sih. Bulan Mei musim ujian, orang2 pada belajar (gw nggak sih~ temen2 geng gw dulu juga nggak~ :P). Tapi mostly belajar dan ga bisa diganggugugat. Nah, sekarang sama kasusnya. Apalagi mahasiswa Unimelb, yekan? Musim exam, pada bikin tenda di depan perpus. Pulang itu haram. Tidur itu makruh. Barang siapa meninggalkan assignment dengan sengaja adalah dosa. Apa kabar undangan hedon makan2 buat ngerayain ulang tahun gw? Minimal gw dianggap kafir, maksimal gw dilaporin ke high court atas penistaan terhadap assignment.

Makin pusing.

So yeah, it comes with so many issues and I simply don’t have time to find the solution, so… batal deh~

Tapi gw tetap harus melakukan sesuatu di hari ulang tahun pertama dan terakhir gw di Melbourne ini, otherwise this whole year will be a waste~

Tapi apa???

But then I thought, AHA! Why don’t I do something I do best?

>>> Having fun all by myself!

Ner uga! Therefore I don’t have to worry whom I’m gonna invite, where and when, semuanya tinggal ngikutin jadwal dan mood gw!!!!!

Yeeeeehaaaaaaaaa~~~~~

LOLOLOLOLOL~~~

Anyway, so I did. :)

Literally did everything by myself yesterday (karena ini late-post, hehe). Makan, shopping, nonton, jalan-jalan, ngebolang, foto-foto, snapchat2, semuanya sendirian.

Main attraction-nya shopping. Literally beli barang2 ga penting tapi yang penting bikin gw happy. Dua diantaranya:





Ini, kawan-kawan, adalah apa yang gw sebut ibadah, because my idea of God(dess) is Beyonce. Jadi gw beli baju clothingline-nya Beyonce, logikanya samalah kayak lo beli mukena.

Oiya, kemarin gw juga sama sekali ga nyentuh laptop. Sama sekali ga belajar/bahas materi kuliah. The purpose of my whole existence yesterday was solely to make myself happy.

IT FEELS SO DAMN GOOD!

YOU GUYS SHOULD TRY!

Di menit2 terakhir, kepikiran untuk ajak beberapa temen deket untuk dinner, soalnya breakfast udah sendiri, lunch sendiri, dinner bolehlah ajak orang. Ga mungkin Mawar, soalnya rumahnya di ujung dunia. Ga mungkin Matahari karena ga punya Myki. Ga mungkin Lebah, karena Jumat sore itu jadwal doi ngegym. Jadi yaa… anak2 Indo aja.

FIVE closed invitations were sent. Yang bisa dateng berapa? 1 orang aja. Kakak Inunk kesayangan. Makasiii kakakk <3 span="">



KZL sih yang lain ga bisa dateng. Tapi masih untung gw ga dilaporin ke high court atas tuduhan penistaan terhadap assignment.

Eniwei baswei~

So yeah, terima kasih Melbourne atas perayaan ulang tahun yang menyenangkan. Terima kasih untuk tidak hujan kemarin, jadi gw bisa jalan2 dengan tenang. Terima kasih juga untuk semua yang sending bday wishes. Rata2 wishes-nya klasik dan template (not that I complained), tapi semuanya diamieni kok, don’t worry. ;)

Satu wishes terpopuler tahun ini adalah: “cepat pulang”, yang bikin gw bingung bagaimana menyikapinya. Gw sudah pasti pulang bulan Desember 2017 (7 months remaining yeay!), ga bisa lebih cepat/lebih lama. So, the idea of nyuruh gw “cepat pulang”, is like nyuruh gw mempercepat waktu~

Just… HOW?

I’m not the God~

I’m not a superhero~

I can’t control the universe~

I can’t make the time runs faster~

And I am definitely not that smart to make my own time machine~

Heck I don’t even study science~ :/

So yeah, kawan-kawan, hindari memberikan wishes tentang sesuatu yang tidak bisa dikontrol oleh manusia. Well I know stuff like jodoh juga beyond my control, but at least masih lebih realistislah dibanding mempercepat waktu.

Alrighty! Thank you once again, Melbourne, for a lovely, lovely birthday.

I am a happy kid!