Monday, May 27, 2019

Tolong Dipikir


Mau buka puasa bersama satu tim bersama vendor. Jumlah yang berpuasa lebih banyak daripada yang tidak.

17:15 sudah bisa jalan. Namun 1 orang belum siap. Baik ditunggu 5 menit.

17:20 masih belum siap juga. Namun tidak ada inisiatif untuk berangkat duluan.

17:30 tinggal 17 menit menuju bedug, masih belum jalan juga. At this point satu-satunya cara untuk tetap bisa buka puasa tepat waktu adalah dengan naik gojek sendiri-sendiri.

17:40 tidak ada tanda-tanda beranjak. Malah tambah asyik mengobrol, seakan lupa buka puasa tinggal 7 menit lagi.

17:47 bedug berkumandang. Masih di kantor. Akhirnya buka puasa pakai takjil murahan yang disediakan kantor.

18:15 baru berangkat. Estimasi sampai di tujuan pukul 19:00. Ke laut aja.

Tolong dipikir kalau buka puasa itu harus tepat waktu.

Tolong dipikir kalau dateng telat itu berarti menunggu lebih lama karena semua tempat duduk sudah diambil orang.

Tolong dipikir tentang kondisi jalanan dan mobilisasi.

Tolong dipikir bahwa ada orang yang dalam kondisi lapar tidak bisa berpikir jernih dan cenderung lebih sensitif.

Tolong dipikir bahwa kita ditunggu oleh orang-orang yang sudah berbaik hati menunggu kita. Yang mungkin mengorbankan waktu-waktu berharga mereka untuk dihabiskan bersama kita. Terpaksa, tuntutan pekerjaan.

Tolong dipikir. Tolong ambil inisiatif. Jangan menutup mata.

**

One day I will be responsible for several or many people, I swear I will not treat them the way you treat me.

No comments:

Post a Comment