Sunday, February 23, 2025

Road to Extroversion

Hi, guys! How yall doin??

It’s Sunday. By mere luck, I got away from the annual responsibility of ‘visiting makam sebelum puasa’.

Not really a luck tho, I’m sick. Dari kemarin gw pusing migren ga jelas. Well, jelas sih penyebabnya. Tekanan darah gw kemarin diukur 90/40. 

Menyeramkan. 

Kata suster di RS kemarin: “kayaknya abis ini mbak tiduran aja deh.” Wkwk~

Remind me to checkout Sangobion on Shopee. 

Belakangan ini gw juga susah tidur. Padahal ngantuk banget mata sampai perih. Tapi ga pules-pules. Merem dari jam 11, baru pules jam 2an…

Ada unsur kecapean juga, karena 2 minggu terakhir kerjaan kantor mainannya fisik banget. 

Februari bener-bener dah~

Anyway, sekarang gw mau membahas resolusi tahun ini: menjadi lebih extrovert.

Sebuah langkah yang mungkin buat orang lain sepele tapi buat gw sangat life-changing karena mengubah the way I live, the way I think, the way I act, the way I socialize, the way I survive, dll. 

Oke, konteks dulu. 

Gw itu introvert. Banget. 

Udah ada result scientific-nya. MBTI gw selalu “I” depannya, pernah gw bahas di sini dan sini

Dari kecil gw selalu anak rumahan. Pulang sekolah langsung pulang. I don’t have many friends, temen gw dikit dari dulu—and it was okay. Prinsip gw mending temen dikit tapi quality daripada banyak tapi toxic/tidak sehat. Kuliahpun gitu, gw jarang ikut organisasi or acara2 kampus yang require bersosialisasi. Gw definitely tidak tergabung dalam geng populer. I was almost a nobody—except gw dikenal dari prestasi-prestasi dan persona gw.

Alhamdulillah gw cukup berprestasi saat itu jadi orang2 mengenal gw dari pencapaian-pencapaian seperti nilai, ranking, dan IPK. 

Gw juga dikenal sebagai fangirl, jadi orang2 mengasosiasikan identitas gw dengan Harry Potter, 2NE1, Britney Spears, Beyonce, Lady Gaga, etc.. That’s fine. 

That’s enough for me to survive this cruel reality. 

Pas udah kerja pun gw cukup sering ga ambil opportunity2 untuk networking. Misalnya abis liputan premiere film, langsung pulang instead of mingle-mingle dulu sama orang2 industri yang ada. 

The only time I was extrovert adalah ketika gw di Melbourne—karena saat itu ada tuntutan kehidupan untuk membuka diri ketika tinggal gw totally alone di negara orang. 

Balik ke Indonesia, back to be introvert. Instagram digembok lagi. Whatsapp ga dipakein profile picture. Pulang kantor langsung pulang. Ajakan-ajakan gaul/bersosialisasi/party/mabok gw tolak.

Idk ya, karena settingannya udah introvert jadi udah otomatis aja gitu.

Sometimes kinda sad sih, ketika liat postingan2 orang2 lagi having fun together, gw ga ada. But then gampang banget mendistraksinya dengan internet, ya nonton filmlah, main game-lah, dll. Besoknya udah ga sedih lagi. Ini siklus kehidupan gw yang selalu berulang. 

And I was fine…

I mean, gw ga pernah merasakan kesulitan yang gimana-gimana karena gw introvert. Gw tetep bisa berkarier dengan normal. Kesempatan kerja dateng ke gw pun juga karena prestasi gw sendiri instead of my network/connection.

Jadi gw tidak pernah menganggap being introvert adalah masalah. 

Sampai gw menginginkan sesuatu yang… besar. 

Like… pengen banget banget BANGET~

Sesuatu yang besar itu kita sebut saja HEJ!




Hej is (supposed to be) life-changing. A major leap.

Kalau gw sudah mendapatkan Hej, mungkin gw udah bukan Seeta yang sama lagi. 

Untuk mendapatkan Hej ini, gw harus membuka diri. Membencongkan diri. No more kerja pulang-kerja pulang. No more gembok akun sosmed. No more stay at home during the weekend..

Yeah. I have been doing all of those since the beginning of the year. 

Result so far? Capek. Wkwk~

Just recently I joined an office party. Nope, couldn’t stay for long. My social energy is draining OMG~ 

WELL AT LEAST I JOINED YA!

Padahal pas liat undangannya langsung mau reject. Masa judulnya dinner tapi start jam 8 malem sampai jam 12??! Wtf? My asam lambung cannot~

But I joined anyway, tapi ya gitu, cannot survive after 9pm. LOL

Terus karena IG gw udah ga digembok, orang2 bisa follow, OMG, for the first time banyak orang2 ga dikenal ngeliatin IG Stories gw!! Takoedzzzz~~

Well, ada sisi positifnya juga sih. Gw jadi dapet exposure juga. Apalagi waktu ngetag artis dan di-repost. Gile~ Yang views IG Stories sampai 200 orang.. 




Setengah jumlah followers gw!! Ngapainnn sikkk lu orang kayak ga ada kerjaan aje...

Tapi ini necessary dan align dengan visi misi mendapatkan Hej, so akan gw teruskan. 

Gw juga mulai nge-add IG orang2 yang tadinya cuma sebatas profesional. I used to have this strict line between work and personal. Orang2 yang cuma ketemu di work, ga gw masukin ranah personal which is owned social. Tapi… sekarang gw masukin just because. Fufufufu~ Oh well, untungnya gw ga pernah ngepost macem2 anyway, kalo mau nge-rant pun ada close friends, so should be fine.

Objective-nya by end of 2025 ketika gw tes MBTI lagi, hasilnya awalannya udah ‘E’ ya, nggak ‘I’ lagi. 

So yeah, perjalanan menjadi extrovert ini masih panjang dan berliku. Tapi mudah-mudahan bisa gw lalui dan by the end of it, I win Hej.

Sekarang kalo looking back lumayan menyesal. Beberapa tahun belakangan sebenernya banyak banget kesempatan untuk menjadi extrovert tapi gw lewatkan. Mungkin kalo gw ga melewatkan kesempatan-kesempatan itu, Hej bisa gw dapatkan lebih awal..

Well ga ada gunanya menyesali yang sudah terjadi. 

Focus on what’s in front of me!

Wish me luck!!!

Saturday, February 15, 2025

Me Wassup #104 – FULL THROTTLE FEBRUARY

Hi, guys! How yall doin??

Wow! Februari sudah berjalan setengah bulan tapi belum nulis apa-apa di blog!

Sibuk banget, guys. OMG~ Ga ada napasnya nih Februari. Semua orang gas pol sebelum puasa.

Okay gw recap aja semua yang terjadi di my 1st half of Februari:


CURUG LOVE FUN

Ini sebenernya akhir Januari sih, but gapapa belum sempet ditulis di sini. I was back to nature dengan trekking bersama Iip, Nanien, dan Riza (temennya Nanien) ke Curug Love (beneran namanya itu! wkwk~). 

Sebuah trip yang lumayan nekat karena itu pas Imlek, dimana curah hujan lagi dahsyat-dahsyatnya. Weather app prediksi 100% thunderstorm. Tapi kita hajar aja karena niatnya emang mau nyemplung curug—basah anyway~

Ternyata ga bisa nyemplung karena arusnya deres banget. LOL~

Tapi lumayanlah main airnya seru juga, tetep bisa sambil ngonten.



Udaranya sejuk adem segerrr bangettt luvvv. I am so happy! Gw seneng banget kalo bisa napas udara seger. Biasa di Jakarta ngisep knalpot dan polusi. Di rumah ngisep AC. So much chemicals inside my body jadi sekalinya ketemu udara yang bersih, fresh, dingin, kaya oksigen, duhhh sooo healing! Such a bliss!

Harusnya jangan setahun sekali sih kegiatan back to nature gini. Minimal 6 bulan sekalilah, atau 3 bulan sekali lebih bagus.


THAT TIME OF THE YEAR FOR ERRTHING

Yea. Ipen taunan yang mendistraksi semua warga itu terjadi lagi. Ada pergantian pemain but the drill is the same. Buat gw ga ada yang lebih baik/lebih buruk. Sama aja. 

I don’t want to discuss further about it bcoz it’s still an unpleasant experience.

Tapi kalo ada yang gw boleh sharing sedikit tentang event tersebut, adalah ini:



Datangnya dari seseorang yang menjadi tanggungjawab gw di event tersebut. 

So happy. <3

That reminds me… If you’re doing a good job, people will talk about it. You don’t have to do anything. Just continue to be good, to be YOU. :)


SHORT GETAWAY TO BANDUNG

Hmmm. Ini sebenernya outing kantor—tapi self-funded and self-managed. Errthing, lu ga bisa lebih aneh dari ini sih. Wkwk~

Well, kalo self-managed sebenernya outing tahun 2023 ke Dufan itu gw juga self-managed, tapi tidak self-funded. Well, half self-funded dan boss-funded. Wkwk~

2025 Errthing tentu saja tidak menjadi lebih baik, menjadi lebih buruk iya. Huff...

Untungnya bukan gw yang managed sih, someone else did. 

BUT, they didn’t exactly manage it. Wkwk~

There was no damn itinerary. It was just a destination. *rolled eyes*

So, I got to take matters into my own hands—bikin itinerary sendiri and it was good. I was content.

Timing-nya masih deket sama trekking dimana gw sangat bersyukur bisa menghirup udara segar dan Bandung didn’t disappoint. <3

Also, the villa is so gorgeous and homie, it’s called Montrii House in Parongpong, Bandung Barat. Cek their Instagram here. Shoutout to the host, very well-maintained and pretty place. Every corner is aesthetic. Would love to visit again! 10/10 recommended!


40TH WEDDING ANNIV

Wow. Such a milestone. 

Mempertahankan pernikahan tentunya bukan sesuatu yang mudah. I knew for sure these guys are tired of each other sometimes, but they both strive. So kudos to mom and dad. 

Perayaannya? Photoshoot dan fancy dinner ajah di The Café, Hotel Mulia Senayan. Photoshoot ide ade gw, dinner di Mulia ide gw. Mayan, sekalian buat achieve KPI nyobain semua buffet hotel bintang 5 di Jakarta. Nyehehehe~

Waktu ulang tahun perak 25 tahun, dirayain lumayan gede-gedean. I remember vividly itu diadain di TMII, nyewa villa dan aula di situ, sekitar 100 orang tamu diundang. Kita sekeluarga pakai baju yang dijahit khusus macem nikahan beneran.

Sungguh pressure dan inconvenient untuk anaknya yang sangat introvert ini. Gw sama sekali tidak menyukai crowd dan spotlight. 

Semoga ketika ulang tahun emas 50 tahun gw sudah punya anak dan suami yang bisa mendistraksi dari crowd dan spotlight. Amin.


A SUDDEN CALL

Ceritanya karena segala ke-hectic-an duniawi yang terjadi, gw jatuh sakit, jadi Senin kemarin ijin sick leave. Eh, tau-tau ada sudden phone call dari Dia-Yang-Namanya-Tidak-Boleh-Disebut. Belum bisa gw kasih tau siapa di sini karena bisa menimbulkan keributan. Wkwk~

Dia ini sebenernya udah email gw dari minggu lalu, tapi karena sibuk emailnya gw ignore. Eh tau-tau malah nelpon! Untung nelponnya pas gw lagi cuti. Jodohkah? LOL

Well, we talk. It was okay. 

I would expect absolutely nothing from it. Mengikuti saran my dear friend “don’t stress it too much”. Baiklah. 

Kita liat perkembangannya ya. 

Okay paling itu sih laporan kehidupan gw 2 minggu terakhir.

Other than those sekarang gw lagi ngejar nonton semua film nominasi Oscar supaya bisa nonton Oscar dengan hyped tanggal 3 Maret nanti. Gah. Jam 7 pagi lagi mulainya! Rikues cuti kali ya?

But anyway…

Seeta’s Oscar prediction:

Best Actress – Demi Moore, The Substance
Best Director – Sean Baker, Anora
Best Original Screenplay - Sean Baker, Anora
Best Film Editing - Sean Baker, Anora

Sangat bias ke Anora ya? Wkwk tenang, posisinya gw belom nonton Conclave sama The Complete Unknown. Jadi masih bisa berubah. 

Kecuali Demi Moore ya. MOTHER. HARUS. MENANG.

But seriously, I LOVE Anora. Itu film ANJJJGGG!!! 

Gw review di sini

Marketingnya juga ANJJJGGG!!! 

Mempromosikan filmnya as if ini film Cinderella Story gitu. Wkwk~ ANJJJGGG!!!!!!!!!

Nonton dah kata gua mah. Nonton dan rasakan. ANJJJGGG!!!!!!!!!

Lastly, gw juga lagi addicted sama performance-nya Kendrick Lamar di Super Bowl yang manteppp bangettt ga paham lagiii!!!



First take: Kendrick, lu napas ga siy?

Wkwk~

Flawless banget energi + suara + pernapasan. Sehat banget ni orang. Katanya sih rahasianya dia lari 6 miles tiap pagi. Pantes…

Kendrick selalu keren sih dari dulu. Gw ga pernah bener2 into lagunya tapi gw tau dia rapper berkelas. Karya-karyanya ga diragukan lagi, menang Grammy berkali-kali. As a public figure/persona juga dia ga macem-macem, ga pernah kena skandal. Hidupnya sehat, ga narkoba, ga alkohol. Paling beef ga penting sama Drake aja tuh yang mencoreng reputasi bersihnya dikit. Wkwk~

Di Super Bowl 2025 ini penampilan dia ga macem-macem. Ga flashy, ga hingar bingar, ga banyak gimmick, ga usah remix lagu kayak gimana-gimana, ga usah pakai special effect heboh. Dia cuma bawa dancer (yang koreografinya ga macem-macem juga), SZA, Serena Williams, dan Samuel L. Jackson. Tapi semuanya IMPACTFUL. Every act is like a jab in your face. Keren bangettt!!!

Gw terlebih hepi banget salah satu lagu favorit gw sepanjang masa, All The Stars dibawain. Throw me all back to 2018—Black Panther, my favorite Marvel film OF ALL TIME. Gokil sih pas Black Panther keluar. All those black forces came together creating such a powerful momentum. Such a glorious time for black culture. 

Lalu keinget alm. Chadwick Boseman juga. Betapa sedihnya gw ketika beliau berpulang tahun 2020. 

Seriously kalo ada 2 culture yang bisa bikin gw sangat emotional itu ya Asian dan Black. 

Just recently I lost an important pop culture figure for me too, Barbie Hsu aka Shancai di Meteor Garden. 

Gw nangis sejadi-jadinya. I even wrote a letter for her.



Sampai sekarang kalo baca follow up news tentang Barbie Hsu gw masih nangis. 

Sama, pas Chadwick meninggal juga begini.

Interesting ya sosok seseorang yang bahkan ga kenal sama kita, ga pernah ketemu, cuma liat di layar doang, bisa memberikan impact segitunya di hidup kita.

Chadwick Boseman, Barbie Hsu, Rest in Power. 

Okay, don’t want to get more emotional, that’s all today, folks!

Laters!