Hi guys! How y’all doing?
Akhirnya sampai di postingan terakhir Bali Usada.
~~Day 7: The Inauguration of UTB English 1019~~
Hari dimulai dengan normal. Bangun subuh, meditasi pagi, sarapan buah, exercise, sarapan berat, lalu break. Bedanya Forest Island hari ini lebih ramai aja karena semua orang udah bisa ngomong.
Setelah break, we were doing the final meditation of the retreat: meditation by the Bodhi Tree. Alhamdulillah cuaca mendukung, kita semua bertolak keluar untuk meditasi di bawah pohon Bodhi, dipimpin oleh Pak Merta.
Serius amat ya muka w kalo lagi meditating. Wkwk~
But seriously guys, meditasi itu walaupun cuma duduk doang, membutuhkan energi yang besar lho. Shutting and emptying your mind aren’t that easy.
Setelah itu retreat pun resmi berakhir. Kita berfoto bersama di depan Joglo Meditasi sebelum lanjut ke acara terakhir: sharing session.
Kita masuk lagi ke joglo meditasi untuk… berkenalan. Ya, finally, berkenalan secara resmi, karena kan selama ini nggak ngomong. Hehehe
Kita diminta memperkenalkan diri: nama, asal, pekerjaan/aktivitas sehari-hari. Di sinilah gw baru mengenal rekan-rekan sejawat. Walaupun gw ikut program English, yang bener-bener foreigner cuma sedikit, paling 10 orang. Campuran dari Jerman, UK, Australia, Singapore, Taiwan, dan China. Lumayan banyak orang Indo asli Medan tapi mereka tinggal di Singapore. Orang Jakarta bisa dibilang minoritas, tapi orang South Tangerang alias Tangsel banyak. Wkwkwk~
Ternyata ada beberapa mutual friends. Temennya temen, atau kenalannya temen.
Lima orang diminta menjadi volunteer untuk menceritakan kisah mereka. Lima orang luar biasa kuat karena kisah hidupnya menyedihkan sekaligus mengharukan sekali, so having the courage to tell people about it is just… wow! You guys are incredibly strong!
Setelah sharing session, Pak Merta resmi menutup retreat dan kita semua lanjut makan siang terakhir.
Nah di sini lumayan gedabak gedubuk tuh, karena at the same time kita harus:
- packing/beres-beres kamar
- tukeran kontak (nomer/IG/email/dll)
- foto-foto/ngonten
- beli souvenir
- donasi
- taro koper di mobil
- checkout
Jam 2 tepat sudah harus meninggalkan Forest Island karena panitia mau mempersiapkan tempat untuk kloter retreat berikutnya.
Gw sendiri memprioritaskan konten dan tukeran kontak. Karena sungguh warga sini tuh keren-keren dan baik-baik banget. Kalo bisa sih ketemu lagi ya in the future. Keep in touch-lah minimal.
Gw ngonten lumayan lama karena pengen mengabadikan semua momen di Forest Island. Postingannya udah gw post di sini.
Gw termasuk salah satu orang yang paling terakhir checkout. Tenang aja, ditungguin kok sama mobilnya. Mobil yang akan membawa kita kembali ke Sanur. Mobilnya keren-keren btw, minimal Innova. Satu mobil juga ga diisi penuh. Perjalanan balik gw cuma bertiga semobil, bersama Cik Yenny dan Cik Melanie—dua warga Medan yang sudah menjadi Singaporean.
Keduanya teman perjalanan yang asyik karena pada suka cerita. Cik Melanie nekat meditasi padahal lagi hamil 5 bulan. Cik Yenny world traveler, udah pernah ke Machu Picchu. Keren!!! Terima kasih cicik-cicik seru dan baik hati yang membuat perjalanan pulangku tidak membosankan. <3
1,5 jam kemudian kita berpisah di Sanur. Sampai ketemu lagi, orang-orang baik. <3
Alright! Gw akan menutup postingan Bali Usada dengan FAQs!
Gimana cara daftar Bali Usada?
Kontak aja Whatsapp-nya di IG @baliusada. Nanti dikasih petunjuk sama adminnya.
Berapa biayanya?
Usada Tapa Brata 1 - English, biayanya Rp 6,500,000,- untuk program 7 hari 6 malam.
Gimana rasanya hidup tanpa gadget?
Damai. Tenang. Organik. Tidak ada distraksi. Tidak ada deadline. Hari terasa sangat panjang. Panca indra beristirahat. Gw sih suka ya.
Gimana rasanya jadi vegetarian?
Hhhh. I mean, kalo makanannya lagi enak sih gw hepi-hepi aja. But for this life, I’m still gonna be a carnivore. Thanks. Wkwk~
Kenapa ambil yang English?
Supaya classmates-nya bule. Suudzon gw kala itu sih, kalo isinya orang Indo semua takut pada ga taat peraturan~ Kan males ya kalo tiba-tiba diajak ngomong, orang Indo kan suka gitu ya~ Slacking off~ Bule lebih taat aturan in general, so I chose the English one. I didn’t regret it.
Apa yang dikangenin selama retreat?
Pertama, yang paling dikangenin adalah real interaction with people. Ngobrol tuh ngangenin lho ternyata. Apalagi kalo sekitar lo orang-orang asyik semua. Kedua, kangen makan daging—say no more! Ketiga, kangen dengerin musik.
Bisa sholat nggak?
Bisa, tapi di kamar masing-masing ya, karena ga ada masjid/mushola. Ada break 15 menit di antara setiap kegiatan yang bisa dipakai untuk sholat.
Apa yang dirasakan setelah “lulus”?
Yang gw rasakan, badan tuh rasanya sehat banget. Mungkin efek dari makanan vegetarian atau udara Tabanan yang bersih sekali atau pola hidup sehat dan olahraga atau pikiran yang clear karena meditasi intensif... Keluar dari sana tuh badan gw rasanya enak banget, ga ada pegel-pegel apapun.
Gw juga mendapat banyak ilmu, baik ilmu meditasi, kesehatan, science, dll. Otak tersubsidi juga. Belajar lagi. Membuka wawasan dan perspektif baru. Jadi setelah lulus sensasinya kayak lulus sekolah/kuliah, ada bangganya gitulah.
Terus dapet banyak temen baru juga. Lumayan untuk networking dan nambah-nambahin temen di IG. Hehe
Would you recommend Bali Usada?
Yeah of course. Untuk yang punya masalah kesehatan, ada teknik-teknik meditasi yang bisa menyembuhkan. Untuk yang punya masalah hidup, ini bisa jadi semacam sabbatical journey untuk self-discovery, figure out what next, atau mencari akar masalah untuk mengatasi masalah yang ada.
Tapi inget ya, don’t expect a quick fix for your problem dengan dateng ke sini. Jangan harap semua masalah lo langsung selesai di sini. No.
Yang mereka berikan itu teknik-teknik meditasi yang sudah berhasil sebelumnya. They give us tools, it depends on us to use them wisely to get better.
Also, siapin mental kalo mau ikutan. Meditasi tidak untuk semua orang. Ada efek sampingnya. Pastikan elo siap untuk itu.
Okieee~~ That’s the end of my healing journey. Thank you sooo much for reading. <3



No comments:
Post a Comment