Sunday, October 16, 2022

Debut Jadi Mentor

Hi, guys! How y’all doin?

It’s a rather exhausting two weeks for me. Gw kembali ke rumah dalam keadaan kerjaan lagi hectic-hectic-nya. Tanggal 12 Okt kemarin adalah puncak ke-hectic-an. Well, ga se-hectic project Owen sih--thank God. Tapi banyak juga kejet-kejetnya. Minggu depan insya auloh udah aftermath.

Today, there are nothing I want more than just chilling. Tadi udah tidur siang 2x. Oh it feels so good. Biasanya kalo kebanyakan tidur kepala gw pusing ga jelas, but today, it’s totally cooperative. <3

Oke postingan ini sedikit mengandung pesan sponsor. Gw terpilih menjadi salah satu “super mentor” di acara karier expo yang diadakan salah satu platform jobseeker. 

sadis muka w lebih gede dari Sri Mulyani~ wkwk


Terima kasih atas dukungan teman-teman semua, gw ngepost di LinkedIn bisa dibilang 5 tahun sekali, tapi sekalinya ngepost yang likes banyak. Begitu pula ketika gw post di IG Stories, banyak sekali yang mengucapkan selamat dan memuji. 

Padahal acaranya itu cuma 1-on-1 session, guys. Kalo nggak hangout di café lalu ngobrol2, ya ketemu di gmeet/zoom. Wkwk~

But anyway, excited to join the event. Gw selalu pengen punya platform untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan wisdom. Karena gw suka melakukannya. 

Menurut gw ilmu itu nggak akan berguna kalo nggak dibagi. 

Salah satu cita-cita gw yang belum terkabul adalah menjadi dosen, walau hanya sekedar dosen tamu beberapa kali pertemuan, it’s okay. Yang penting bisa berbagi ilmu. 

Ilmu gw tuh banyak lho guys. Gw udah 5 tahun jadi project manager dan sebagai project manager, gw beroperasi selayaknya CEO. Gw oversee kerja semua divisi, end to end. These guys are reporting to me. Kayaknya ga ada deh divisi di marketing yang gw ga ngerti basic-nya.

Gw juga media practitioner dengan 11 tahun pengalaman. Gw mengerti industri media/entertainment luar dalam. Now that I’m in tech and OTT, insight-insight yang gw punya pun semakin luas. Gw juga kenal orang2 yang berkecimpung di dalamnya. Mulai dari sesama media practitioner sampai pelaku industri kreatif lainnya, baik orang2 di belakang ataupun depan layar. Gw berinteraksi sama mereka on daily basis, kebayang ga seberapa banyak ilmu yang gw serap dari mereka?

I’m valuable and dangerous. LOL~ 

Anyway, sebelumnya gw pernah di-reach out dua platform serupa untuk menjadi pengajar di program course mereka. Udah di-interview and everything seemed to be doing well. Gw-nya juga makin semangat karena program tersebut jangka panjang dan berbayar. 

Eh di-ghosting. :’(

Since blog ini platform gw, bolehlah ya gw callout oknum2nya. Yang pertama platform karier berinisial GLN satu suku kata, kedua platform edukasi berinisial SRTFK enam suku kata. 

Monmaap nih mas-mas dan mbak-mbak yang waktu reach kayaknya antusias banget sampai whatsapp dan email gw berkali-kali, ketika gw udah say yes malah ga pernah kontak lagi~ Monmaap nih, saya sudah hilang respect sama kalian. Ga usah hubungin saya lagi. Makasih. 

Waktu Deall Jobs itu kontak, sempet trust issue sih jujur aja. Bukan tidak mungkin end up kayak GLN & SRTFK, tipe-tipenya sama. 

But then mereka memperlihatkan keseriusannya dengan CEO-nya langsung yang menghubungi gw, not once, not twice, but three times! Ketika gw lihat overall programnya pun looked very promising, sampai ngundang nama2 besar sekelas menteri. Mereka pun seniat itu bikinin gw banner buat diposting. Ada yang buat IG sama LinkedIn.

Masa foto gw ada di atas foto Sri Mulyani dengan ukuran yang lebih gede? Wkwk~

So I said yes and I’m really really looking forward to the event. Ini akan menjadi debut gw di dunia mengajar. It might start very small indeed, cuma 1on1. Tapi semoga ini open more opportunities untuk menjadi 1on5, 1on10, 1on20, 1on50, dst. Amien.

Sooo.. buat yang mau exclusive meet and greet sama akyu, sila daftar di link ini: http://usedeall.com/dcmf 

Looking forward to meeting you!

Saturday, October 1, 2022

Back to Bek

 --(asi)

Wkwk~~

Hi, guys! How yall doin?

Just a quick one, ini hari terakhir gw di kosan. Harusnya malah kemarin tapi karena Jumat, ga ada yang bisa jemput. Gw-nya kerja pun sampai malem. So it’s today. Duh kayaknya gw kena charge deh lewat sehari~ wkwk

Posisinya gw udah packing, tinggal barang2 minor aja yang dimasukin. Gw akan dijemput bonyok jam 2 siang ini, tapi sebentar lagi gw harus ke dentist. Yes, my root canal saga berakhir juga hari ini. Tinggal final check lalu ditambal dengan tambalan yang sebenarnya, and we’re done. 



Anyway quick reflection of Jaksel lyfe. It’s actually pretty fun—yaiyalah expensive. Haha~ I like how everything it so reachable, ga harus effort kayak di Bekasi. Kemana2 deket, apapun tersedia 24 jam, segala jenis makanan, tempat2 hits, meeting points, keriaan2 seperti konser, events, etc. Very less effort from me, yang penting berduit aja. Wkwk~~

I made great memories almost every week. Food adventure to Mangga Besar, WTF, CFD, Sabang adventure, Blok M night adventure, exploring MRT routes, nonton setiap film baru, main ke apartemen bos yang baru, wisata ke UI-Depok naik kereta dari Manggarai, wisata ke Tangsel—yang cuma 10 menit dari MRT Lebak Bulus, not to mention segelimang privilege yang gw dapatkan ketika mengurus project Owen, dst. 

I also got to take care more “adult” stuffs, like my health. Selama di sini health-conscious banget deh. Rajin olahraga, CFD hampir setiap minggu, rajin yoga—sampai bela2in beli mat baru, rajin jalan. 

My dental health juga, sebuah komitmen lho root canal itu. Untung RS MMC juga cuma selemparan kancut dari kosan. Kalo nggak, mana bisa commit 6x treatment berturut2 setiap minggu~

Lalu the Milestone yang dengan mudahnya gw urus karena lokasinya tinggal ngesot dari kosan. Ah luv banget. 

Also Setiabudi, what a lovely neighborhood. Sekarang gw paham kenapa orang2 banyak yang memilih ngekos di Setiabudi padahal kantor mereka nggak daerah Setiabudi. Homey banget kak! Banyak makanan murah yang buka 24 jam, daerahnya “friendly”, seriously mungkin on regular days a Spider-Man can come out anytime di Setiabudi. Friendly neighborhood. Get it? Get it? Wkwk~~

Setiabudi was also my home in my early days of career, yes, zaman di XXXXX. I spent 3,5 amazing years di Setiabudi, jadi selama ngekos di sini serasa walkdown the memory lane gitu. Tempat2 familiar yang dulu gw kunjungi selama jadi wartawan XXXXX, buat kongkow, meeting, makan. Ada yang masih sama, ada yang udah berubah. Gave me all sorts of feeling. 

Kemarin reuni sama abang tongseng langganan depan FeminaGroup yang tongsengnya ENDEUS banget. Dulu cuma bisa makan kalo abis gajian aja. My broke journalist ass can’t even afford 17k tongseng. :’(

Sekarang harganya 22k dan gw bisa makan sepuasnya sampai kolesterol. LOL~

Yang belum kesampaian cuma yoga di SCBD. Hahaha~ Abisnya mahal~ Kenapa sih yoga di Jaksel mahal bingittt~~ Minimal 200k~ Like I can get the same amount of sweat and stretch just by watching YouTube gitu, so yeah ga make sense gw tetep ambil kelas yoga Jaksel, kecuali objective gw berubah dari pengen sehat jadi buat konten. Wkwk~

Anyway, ya kurleb gitu recapnya Jaksel lyfe. Apakah gw akan kembali? Yes, maybe, kalo kantor memutuskan WFO. Tapi keknya sih nggak mungkin ya, ga cukup tu kantor kalo semua karyawan masuk~ So chances are kalo gw dapet proyek Roro Jonggrang lagi macem project Owen. Tapi insya Allah nggak sih.

Kalo proyek2 gw yang biasa, ga harus nginep gapapa. Ya paling sehari dua hari staycay kalo lagi ada event, which is okay, paling cuma keluar 500k. 

Other than that, commute aja. 

Istg I can’t live far from microwave. LOL~

My next kosan, if there’s ever any, harus upgrade segala sisi. First and foremost, harus ada microwave! Secondly, tempat tidur minimal harus QUEEN SIZE. Wkwk~~

Okelah segitu aja. My next post akan udah dari rumah lagi. 

Annyeong!