Sunday, June 16, 2024

25 before 40

Hi guys! How yall doing?

It’s a long weekend again. Besok Idul Adha. Just when I thought I’d skipped Lebaran this year, gw lupa Lebaran ada 2~ Huff~

Anyway I suddenly feel the urge to write, biar long weekend-nya produktif dikit. So I wanna share about my target to visit 25 countries before I reach 40yo.

Tadinya mau 30, tapi kayaknya terlalu ambi. Kalo gw stay as corporate slave 5 tahun ke depan, that seems impossible. Jadi 25 aja deh.

Harusnya bukan sesuatu yang susah karena so far, gw udah menapakkan kaki di 16 negara:
1. Indonesia tanah air beta
2. Australia tanah air beta kedua
3. Singapore—yang dulu annual trip sekarang udah nggak lagi karena dollar-nya makin kurang ajar
4. Malaysia
5. Thailand 
6. Korea
7. Japan
8. China
9. Hong Kong
10. Macau
11. New Zealand
12. Belanda
13. Jerman
14. Belgia
15. Luxembourg
16. Dubai (transit doang sih, but still menapakkan kaki kan~ hehe)

So which country will be the next 9?

[not in particular order]

Taiwan

Sebagai penggemar drama Taiwan zaman dulu, tentu mengunjungi negara asal the mighty Meteor Garden ini sudah menjadi bucket list sejak 20 tahun yang lalu. Makin gemes dan ambi pengen ke sana karena Taiwan adalah satu-satunya negara middle kingdom yang belum pernah gw kunjungi! Like… how come??? 

Kalo ke Taiwan, of course gw akan napak tilas Meteor Garden. Pernah ada lho yang bikin itinerary-nya, cewek ini. Hahaha~ Makasih pengyouuu~~
Lalu gw pengen ibukotanya, Taipei dan Kaohsiung—bagus banget kotanya, dan pastinya mencoba street food yang konon katanya enyak-enyak. 

Oiya, gw juga mau naik rollercoaster Screaming Condor di Leofoo Village Theme Park! Karena Running Man pernah penalty race di sana~ WKWK

Vietnam

Pesona Vietnam buat gw ga lain ga bukan ya… karena Running Man. Wkwkwk~~

Soalnya abis ke Race in Macau kan mereka langsung ke Vietnam tuh, yang ga kalah keren dan kocak juga race di situ. So sudah pasti agendanya akan napak tilas RM di sana. Trang An—perbukitan yang indah dan bisa boat cave tours, Hoan Kiem Lake—tempat mereka nonton pertunjukan kura-kura ajaib, Ta Hien Street—yang banyak toko-toko dan makanan.

Also pengen ke Dalat, kota yang kata Nanien makanannya enak-enak. Of course ke Hanoi dan Ho Chi Minh City juga. Makan Pho sampe muntah. Wkwkwk~

Untuk ke Vietnam ini gw pasti ngajak temen sih, karena nyokap udah menolak mentah-mentah. Her stance: “Buat apa ke negara yang lebih miskin dari Indonesia?!” LOL. Savage. 

Russia

Motivasi ke Rusia adalah ke Sochi untuk bungee jumping, karena ada AJ Hackett di situ. I believe bungee di Sochi akan memberikan pengalaman yang berbeda karena posisinya ada di tengah pegunungan dan bawahnya pepohonan hijau, bukan gedung or jalan raya. Bungee-nya itu sendiri bukan yang terjun terus landing ke bawah. Melainkan terjun lalu ditarik lagi ke atas. Pulangnya ya dari tempat kita terjun. Wkwkwk~~ Exciting!!!

Nah tapi masalahnya nih, Sochi mayan jauh dari Moscow. Kalo naik pesawat hampir 4 jam. Jadi travel ke sana might be challenging. Soalnya atraksi2 Rusia lain yang mau diliat ada di Moscow: St. Basil’s Cathedral, Kremlin, etc. Lalu pengen ke St. Petersburg juga karena gw suka banget kartun Anastasia [don’t blame me!!! sampe sana pengen nyanyi A Rumor In St. Petersburg yekaannn]. 

But again, jaraknya jauh sayyy~~ Harus naik high speed train 4 jam dari Moscow~ Well.. susahlah berkelana di negara paling luas sedunia. Wkwk~

Sweden

Ini baru kepikiran mendadak setelah gw menyadari fakta bahwa gw menyukai brand-brand Swedia: Fjallraven, Ikea, Spotify. 

Sepertinya menyenangkan kalo kita kunjungi negaranya dan experience belanja langsung di flagship store mereka di sana. Wkwkwk~~

Yha, belanja di Swedia sepertinya menyenangkan. Swedia kan terkenal dengan barang-barang yang sederhana tapi fungsional dan desainnya unik dan lucu.

Belum riset sih kalo ke Swedia mau kemana aja. I think just arriving in the country where Fjallraven originally came from already makes me very happy. Sekarang aja gw sampe belajar Swedish di Duolingo. Hwehehehe~~

Estonia  

Sebenernya Estonia disebut karena kunjungan kesana nantinya akan barengan sama kunjungan ke Swedia, karena mereka sebelah-sebelahan. Toh visanya sama juga, jadi sekalian.

Finland

Same reason with Estonia. Jadi tur Swedia-Estonia-Finlandia ini penggagasnya adalah tante gw yang rumahnya di Finlandia. Beliau mengundang kita ke sana tahun 2026, karena rumah barunya akan jadi tahun 2026. 

Sebagai yang diundang, gw nurut ajalah sama dia nanti mau dibawa kemana disana. Request gw cuma satu: Santa Claus Village. Mau naik kereta yang ditarik husky melintasi salju. So awesome!

Canada

Udah lama banget pengen ke Canada. Banyak reasonnya: Justin Bieber, Avril Lavigne, Simple Plan, all Canadians. Duo The Notebook Rachel McAdams & Ryan Gosling juga. Keanu Reeves, Ryan Reynolds, Evangeline Lily, etc.. It’s like half of Hollywood are from Canada! Wkwkwk~~

Well celebrities aside, banyak banget kota di Canada yang mau gw datengin: Montreal, Toronto, Quebec, Ottawa, Vancouver. 

Si Diesel, temen Melbourne gw yang orang Korea (yes, yang temen masa kecilnya Onew Shinee, wkwk), sekarang tinggal di Toronto dan dia udah berulang kali nanyain kapan gw main ke sana. Well, soon, baby. Very soon. <3

Another reason ke Canada adalah karena dollarnya murah, ga semahal USD-lah. Setara SGD. 

USA

Ini mah ga usah disebutin ya alasan kenapa mau dikunjungi. Ibarat orang2 kalo naik haji tuh ke Arab, nah kalo gw pilgrimate-nya ya ke USA. Wkwkwk~

Daerah yang akan dikunjungi yang sekarang kebayang sih West Coast. Los Angeles, San Fransisco, Beverly Hills. The OG Disneyland & Universal Studio juga di California. Kayaknya tur California doang cukup deh buat gw. 

Somewhat ga tertarik ke New York, walaupun judulnya concrete jungle where dreams are made of, in reality over-promised ah. Orang ke NYC rata2 pada komplen bau pesing dan ga aman.  

Paling selain California mau ke Las Vegas, liat kehidupan gemerlapnya. Ga main judi sih. Kita nonton residencies performance aja. Mudah-mudahan pas kesana Beyonce. AMEEENNNN

The Philippines 

Yang deket-deket tampak lebih feasible ya. Hwehehe~~

Motivasi ke PH karena Sandara Park suka banget negara ini sih. Karena gw follow IG-nya Dara, hampir tiap bulan dia ke sana dan tempat2 yang dia kunjungi tuh eksotis2 gitu.

Lalu mau ketemu temen sih, si Josh ex QQ juga. Udah pernah janji mau berkunjung dulu. 

Paling rutenya 2-3 hari di Manila, reuni, shopping, sight-seeing di Capital City. Lalu lanjut ke pantainyalah, antara Cebu atau Boracay.

***

That's all, folks!

Sunday, June 9, 2024

Jadi Dosen Lagi!

Hi guys! How yall doing?? 

Akhirnya Juni, gaes! Seneng deh Mei yang melelahkan itu berakhir juga. 

As promised di sini, gw mau cerita soal kali kedua menjadi dosen. Uhuuuyyy~~ Been lookin forward to this post since agesss~~

Yes, I’ve just finished my 2nd round of teaching/lecturing in the university. 

Background story-nya masih sama, gw join Praktisi Mengajar, kali ini Batch 4. Bedanya sama Batch 2 yang gw ikuti tahun lalu, batch kali ini gw bukan dipinang, tapi meminang. Jadi gw-lah yang meminang kampus dan matakuliahnya.

Bukan berarti ga laku dipinang, in fact yang meminang gw banyak banget, more than 10! Tapi gw pengen banget mengajar this one particular course, namanya Komunikasi Digital (KD). Kayak… keren aja gitu. Wkwk~

Kebetulan masih di kampus yang sama dengan tahun lalu, sebuah kampus swasta di bilangan Jakarta Timur—tidak bisa gw sebut namanya, sorry. Kalo penasaran japri aja. Gw memang mengincar kampus ini supaya ga usah adaptasi lagi. More about this later! 

So yeah gw meminang matkul KD ketika pendaftaran Batch 4 dibuka sekitar bulan Maret. Lalu harap-harap cemas lolos atau nggak karena lama banget dikabarinnya. Waktu itu gw udah mau berangkat ke Europe pula. Kan ga lucu kalo pengumumannya pas gw di sana dan tiba-tiba udah harus ngajar~

Gw tungguin lama sembari ngecek2 IG Praktisi Mengajar (PM) in case ada update. Tapi mereka diem-diem aje~ Di kolom komentar banyak juga praktisi yang senasib sama gw, digantungin ga jelas~ Sampai akhirnya ada komen di sebuah postingan yang menyatakan bahwa sebenernya hasil seleksi udah ada, PM emang belum announce aja. Tapi bisa ditanya langsung ke dosennya. 

Jadi sebelum berangkat ke Europe gw whatsapp dosennya. Untung nomernya ada di dashboard. 

“Bu, saya lolos nggak?”
“Lolos, kelas pertama 22 April ya.”

Mateng gw. Itu kan baru balik dari Europe banget~ Gimana ceritanya nyiapin materi kuliah dari sana?? Laptop aja ga bawa~ Lagian aku ga mau kerja pas liburan……

“Bu, kalo saya mulai 29 April boleh ga? Saya… sedang di luar kota.” (Wkwk)
“Boleh. Nanti untuk mengganti kelas yang ibu tidak hadir akan ada kelas pengganti ya.”
“Siaaaappp~~”

Alhamdu. Untung dosennya baek.

Alright! Literally sepulangnya dari Europe gw langsung tektokan sama dosennya. Beliau kasih modul dan RPS, yang mana di dalamnya ada daftar topik2 yang harus gw bawakan yang mana... lumayan susah, gaes. :’)

Kalo lo anak kom, ibaratnya gini. Gw tuh anak jurnal, tapi disuruh ngajar matkul komed alias komunikasi media, yang isinya riset, analisis, kritik, kajian, dll yang harus mikir banget. Wkwkwk~~

Untungnya kapasitas otak gw besar ya, jadi masih bisa di-tackle-lah. Hehehe~~

So yeah, sejak saat itu gw praktis ga punya weekend lagi karena waktu weekend selalu dipakai untuk bikin materi kuliah. 

Yang beda dari tahun lalu, kali ini kuliahnya sepenuhnya offline. Yup, gw harus dateng ke kampus setiap Selasa jam 8-10 pagi. Terdiri dari 2 bagian, sejam pertama kuliah by dosen (gw presentasi), sejam kedua mahasiswa praktek & presentasi. 

At first I was like…… jiahhh~~ Boncos deh~ Dahlah bayarannya ga seberapa, kudu spend ongkos pula~

But turned out, ngajarnya itu sendiri, membuat semua effort yang gw keluarkan jadi worth it, karena: IT WAS SO MUCH FUN!

Dan yang menjadi contributing factor to the fun is none other than… MY LOVELY STUDENTS! <3 

Oh my.. Where do I start?

Tahun lalu ketika gw mengajar mahasiswa kampus tersebut, mereka tuh pasif banget. Well part of it mungkin karena kelasnya online ya, jadi pada mager. I barely felt any passion from them. Bahkan ketika kuliah offline di salah satu pertemuan, the class was dead~ Padahal waktu itu temanya cukup fun: copywriting, yang mana abis kelas langsung praktek dan presentasi. Kan seru ya?

But nope, apparently for them it wasn’t fun. Karena sama-sama ga antusias juga pas praktek dan presentasi. So gw berkesimpulan “oh mahasiswa kampus swasta tuh pasif ya karakternya, ga aktif kayak di kampus negeri" Seinget gw anak2 UI aka temen2 gw sendiri tuh kalo di kelas banyak yang bacot! Wkwk~

Makdarit di kelas kedua ini gw ga ada ekspektasi apa-apa buat mahasiswanya. Ah paling mereka bakal pasif juga, pikir gw. 

Turned out kebalikannya, mereka aktif banget! Luv!!!

Jadi untuk kelas kali ini, karena matkulnya komed, gw emang ga mau full sejam ngajar itu isinya gw ngebacot doang ngejelasin teori. Gw pengen ada diskusi, untuk memastikan mereka udah bener2 ngerti atau belum. Jadi di materi tuh selalu gw selalu selipin beberapa slide yang isinya pertanyaan diskusi, lalu gw lempar ke mereka di kelas.

Gw paksa ngomong deh pokoknya. Kalo ga ada yang mau ngomong, gw tunjuk. Kalo udah ditunjuk masih ga bisa ngomong juga, gw pancing-pancing. Pokoknya harus ngomong!

And it worked! Yeay seneng deh! Mereka semua mau menyuarakan pendapatnya. Walaupun singkat-singkat, ga penting, ga berbasis data, ga lengkap, terbata-bata, ragu-ragu, permukaannya doang, IT’S OKAY! Yang penting ngomong, karena itu membuka wawasan dan membuka pintu kreativitas dan pengetahuan! 

Di sinilah peran dosen menjadi sangat penting. Harus bisa gimana caranya mengapresiasi setiap pendapat yang masuk dan melengkapinya/menyempurnakannya/mengelaborasinya sehingga menjadi statement yang solid. 

This is a challenge for me, but it’s a feel-good challenge! Proses menyempurnakan pendapat mahasiswa itu seru banget buat gw, karena mengasah kemampuan analisis dan critical thinking gw juga. Gw dituntut untuk mengembangkan sebuah ide yang masih raw banget menjadi sesuatu yang make sense dan gampang dimengerti. Idk about you, but for me ini seru banget sih!

Apalagi setelah disempurnakan, statement itu bisa memancing opini lainnya, sampai akhirnya satu kelas bersuara, menciptakan diskusi yang sehat. I love it!!!

GOSH I LOVE BEING A DOSEN! :D

This moment between me and my students discussing idea after idea was truly remarkable. Something I look forward to every Tuesday, karena di momen inilah gw healing. :”)

Rasanya tuh beda banget sama berdebat atau bertukar pikiran sama orang kantor deh. Yang ini lebih refreshing gitu. Mungkin karena lawan bicaranya anak semester 2 kali ya, yang pola pikirnya masih raw banget dan mereka ga ada intention-intention tertentu ketika berpendapat. So refreshing, man!

Gw hepi banget sih setiap Selasa pagi. Berasa healing deh. Teaching is healing!

Temen-temen kantor pun notice itu, mereka bilang tiap Selasa gw glowing. Hahaha~ 

Nah karena gw sama mahasiswa2 ini sering mengobrol di kelas itulah, kita jadi deket. Ga butuh waktu lama buat gw hapal nama setiap mahasiswa di kelas itu. Gampang banget. Di minggu ke-3 bahkan udah mengenal karakter2 mereka. Mana yang bawel, yang lucu, yang tengil, yang rajin, yang suka becanda, yang kuliahnya niat, yang ga niat, yang sering telat, yang diem aja, yang punya bakat-bakat unik, dll. Gw hapal semua.

Salah satu tugas praktek di kelas kan gw suruh bikin personal branding. Di situ gw juga mengenal mereka lebih dekat dan menemukan fakta bahwa… gile anak-anak jaman now walaupun masih kuliah udah pada kerja wooyyy~~

Ada yang freelance jadi fotografer, talent iklan, agen asuransi, penulis lepas, sales mobil (yes! For real!), programmer, dll.

Gw zaman kuliah mana ada kepikiran nyambi kerja~ Lha wong ikutan organisasi di kampus aja mager~ Thank God kemageran saat kuliah itu gw redeem abis-abisan di karier. Seeta 17 tahun lalu pasti bangga liat Seeta yang sekarang. Tapi Seeta yang sekarang pasti tetep malu kalo inget kelakukan Seeta 17 tahun lalu. Wkwkwk~

Anyway, sayangnya kebersamaan gw dengan 15 orang generasi cemerlang penerus bangsa ini sudah berlalu. :”)

Selasa kemarin adalah hari terakhir gw mengajar. Hixxxx~~

Berat rasanya, gw belum pernah merasakan this kind of attachment sebelumnya. Kayak kakak punya adek banyak banget yang semuanya manis-manis. Suddenly harus berpisah, dan setelahnya kita akan menjadi strangers lagi..

So di saat terakhir gw minta foto bareng sama mereka, supaya at least I will remember their faces.



But guess what, to my surprise, mereka nyiapin sebuah PERFORMANCE buat gw!!! Adegannya yang cowok2 tiba-tiba maju ke depan, baris berjejer, dan satu-satu kasih very sweet remarks buat gw~~ 



Yaoloooo~~ Monangisssss~~ The feeling is mutual!!!

Guysss if yall read this, thank you so much!!! Love you all!!! <3 <3

OMG… Gw tidak pernah menyangka akan se-faedah ini sih ngajar kali ini. I thought it would be just another business as usual, but turned out, it became something really special. <3 

I love the campus as well! Walaupun sepi, udah berasa semakin homey sekarang. I love the classroom. I love the multimedia lab tempat kita praktek dan presentasi—walaupun komputernya sering error. Wkwk~ 

Oiya sebagai dosen tamu tuh gw sebenernya dapet fasilitas kampus juga. Laptop gw udah di-setting supaya bisa pake wifi mereka. Gw dapet ruangan juga sebenernya. Kalo ga harus WFO, itu ruangan bisa gw pake sepanjang hari. Sayang abis ngajar harus langsung cabs ke kantor. Huff…

Secara lokasi juga. Beuh gw cinta banget banget Jakarta Timur. I’m East over South any day any time, man! Kayak ga kerja gitu lho, kayak di rumah sendiri. Perjalanan ke kampus naik Gocar setiap Selasa pagi turned to be something I look forward to. Ketika masuk tol dalam kota malah ke arah Tanjung Priok instead of Semanggi tuh LOPH BANGET SIH! Udah ga macet, perjalanannya cepet, pemandangan anti mainstream, sampai kampus disambut mahasiswa lucu-lucu. Life is goooooooddd~~~

Alright postingannya sudah cukup panjang ya, it’s almost midnight so let’s wrap this post with a letter to my KD class

**

Thank you Praktisi Mengajar for giving me this meaningful opportunity. 

Thank you to ibu dosen pengampu, mahasiswa, and kampus for accepting me and letting me be part of your beautiful community. 

Semoga ilmu yang diberikan bermanfaat, dan semoga bisa ketemu dan mengajar lagi di lain kesempatan.

Semoga walaupun presiden dan kabinet mau ganti, program Praktisi Mengajar tetap berjalan. I would love to do it again!

XO, 

-S