So I will be away from Jakarta for a while. I’m gonna be in Bali for the rest of January all the way to mid February. Agenda utama gw di Bali adalah mengikuti program meditasi selama seminggu di sebuah meditation center bernama Bali Usada.
Kalo lo pernah denger di Bali ada kegiatan retreat/healing dimana kita ga boleh pegang gadget 1-2 minggu, ya benar, itu program yang akan gw ikuti.
Kenapa gw ikut program ini? Pertama karena I know I have issues within myself, but I can’t really comprehend what they are and how to solve them. Issues di sini bukan penyakit ya, lebih ke mental issue. Letaknya di otak dan sangat mengganggu pikiran sehingga gw sering sulit fokus, sering salah mengambil keputusan, gampang lupa, gampang takut, gampang terdistraksi, gampang terpengaruh, sering berpikiran negatif akan seseorang atau sesuatu, gampang membenci seseorang, gampang iri dengan seseorang, dan hal-hal lain yang membawa energi negatif di dalam diri gw sendiri.
Dampak energi negatif ini sangat besar. Yang paling keliatan gw ga bisa bekerja maksimal, I can’t perform my best. The last couple of months gw merasa sangat ketinggalan, ibarat siswa yang paling bodoh di sekolah yang ketar ketir takut ga naik kelas. I can’t keep up with anyone no matter how hard I try.
I’m also having trouble socializing with people. I find it hard to talk with people, hard to initiate conversation. I can’t leave lasting impressions when I’m with people. I easily forget people. I even avoid people~ To some extent gw merasa ini salah satu penyebab gw susah dapet jodoh sampai sekarang~
Gw punya trauma. Banyak mungkin, karena ada yang teringat jelas, ada juga yang samar-samar. Gw pernah sexually assaulted as a kid, tidak parah, tapi membekas. Gw pernah di-bully di sekolah. Gw mengalami banyak kegagalan dalam hidup. Dapet nilai jelek, ga lolos tes, ga menemukan “cinta”, dikucilkan dari pertemanan, dihina, dikata-katain, dimarahin, digosipin, ditolak…
Semua isu ini menumpuk di otak gw. Kadang-kadang menyelinap muncul dan teringat kembali di saat-saat tidak terduga, bahkan mampir di mimpi gw. Ketika sedang teringat, they really hold me back~ I can’t function normally~ I can’t show people the real me~ I can’t give my all~
I really need to heal.
Kedua, untuk mengecek seberapa jauh/parah adiksi/kecanduan gw terhadap gadget dan informasi. Gw literally udah main gadget sejak SD. Kurang lebih 26 tahun pegang gadget, ga pernah lepas, as if my life depends on it. Semacam ketergantungan.
Gadget, walaupun manfaatnya banyak juga, dampak negatifnya juga banyak. Dalam konteks ini, gw merasa gadget membuat gw kelebihan informasi (information overload). Gw lebih banyak mencerna informasi yang tidak penting daripada penting. Seperti yang gw singgung di sini.
Gw ga mau ini terjadi lebih jauh. Seinget gw, life is better without gadget. Everything is still organic. Our interaction, our responses, our peace of mind... Jadi gw pengen melihat apa yang akan terjadi jika gw lepas dari gadget untuk sementara. Pastinya gw akan sakaw. Tapi seperti apa sakawnya dan apakah gw bisa mengatasinya? Mari kita buktikan.
Ketiga, karena Mba Novie, mantan bos gw dan alumni program meditasi Bali Usada (udah 2x ikut!). Beliau berperan besar sebagai influencer yang membuat gw akhirnya yakin untuk ikut. Mba Novie itu salah satu orang paling tenang, paling zen, paling positive energy, dan paling baik yang pernah gw kenal. Kemungkinan besar karena beliau sering meditasi. Gw ingin mengikuti jejak beliau karena sungguh manfaat baiknya dapat dirasakan ga cuma sama diri kita sendiri, tapi juga sama orang lain. Gw kalo lagi sama Mba Novie, bawaannya tenang, aman, nyaman. Seolah-olah beliau punya this powerful energy yang melindungi gw dari marabahaya. Kalo di One Piece istilahnya Mba Novie itu punya haki. Sounds lebay, but it’s true.
Keempat, ingin kembali ke alam. I love nature, pernah gw ceritain di sini. Elemen gw adalah tanah. That’s why gw hepi banget around nature. Tapi ga pernah bener-bener dapet kesempatan menikmati dan menyatu dengan alam dengan maksimal. Kurang lama, paling cuma hiking 3 jam. Kurang total. Alam punya energi baik yang bisa healing manusia. Mengutip ChatGPT:
Nature's healing energy refers to the scientifically-backed restorative effects of natural environments on our physical and mental well-being, reducing stress hormones (cortisol), lowering blood pressure, improving mood, boosting cognitive function, and even diminishing pain perception through sensory engagement and practices like grounding (touching the earth). Connecting with nature, through activities like walking in parks, listening to birds, or even viewing natural images, helps us disconnect from technology and reconnect with a sense of peace, fostering better health outcomes.
Gw pengen mendedikasikan waktu lebih untuk bersama alam. It’s my home.
Kelima, untuk kesehatan mental dan fisik. Kalo sekarang gw medical checkup, mungkin hasilnya sehat wal’afiat. But I believe there’s something inside my body that needs to be healed. Penyakit langganan gw: asam lambung, sakit kepala, radang tenggorokan. Ini semua pasti ada penyebabnya yang gw ga bisa simpulkan sendiri. Dokter selalu memberikan obat eksternal sebagai jalan keluar paling cepat. Tapi percuma, pasti tetap kambuh lagi. I believe true healing comes within myself. Let’s get red of these illnesses once and for all.
Semua alasan ini membawa gw ke satu kesimpulan: gw harus ikut program Tapa Brata di Bali Usada. Sebuah program teknik meditasi yang melatih pikiran agar menjadi Pikiran Harmonis yang mempunyai konsentrasi yang kuat, dengan diikuti sifat-sifat baik yang lain yaitu sadar, tenang, bijaksana, lembut penuh cinta kasih, yang dapat membantu menyembuhkan sakit-sakit di badan maupun menghapus reaksi buruk yang mengikuti memori/ingatan kita.
Program ini mungkin tidak sepenuhnya menghilangkan memori-memori itu atau menyembuhkan mental issue yang gw punya, tapi mungkin bisa membuat gw lebih menerima, mengikhlaskan, dan berdamai dengan mereka.
Program yang gw ikuti bernama Tapa Brata 1 English, berlangsung 18-24 Januari 2026. Seminggu full. Berlokasi di Center Samadhiyukti Forest Island, Tabanan, Bali.
Di sana, gw akan mempraktekkan Noble Silence:
Ngeri ya. Haha
Katanya sih, 3 hari pertama efek “sakaw”-nys paling parah. Efek sakaw setiap orang beda-beda. Ada yang anxiety, sesak napas, demam… Kata Mba Novie, banyak orang give up di tengah jalan karena ga kuat, jadi mid way through the end participants-nya tinggal setengah. Amit-amit deh jangan sampe gw give up, bukannya gimana-gimana, booking hotel hari H bakal mehong banget coyy~ Wkwk
Gw takut ngga takut sih. Kalo no gadgets kan emang motivasi terbesar gw untuk ikutan ini ya. Jadi no problem.
No talks ini rada challenging, takut kelepasan aja, kayak latah gitu. Like… “Eh copot-copot~” Kan kita ga pernah tau ya…
No reading gw udah paham. No writing? Damn. Padahal rencananya mau nulis diary old skool gitu pake pulpen dan buku. Yah, jadi ga punya alasan beli diary lucu di Gramedia deh. Heheheh~
Tapi gapapa, dicoba aja dulu. Cuma seminggu. Kalo Mba Novie bisa, gw juga bisa. Bismillah.
Gw akan menjadi vegan seminggu karena semua makanan yang disajikan adalah plant-based. Ini karena mereka percaya daging atau makanan yang berasal dari hewan memiliki energi negatif karena hewan tersebut mengalami kesakitan ketika dibunuh untuk dimakan. Energi itu kebawa di dagingnya. Jadi selama program kita ga boleh makan daging.
Ini membuat gw khawatir tentu saja, walaupun katanya sih makanan vegannya tetep enak. Gw berencana bawa Bon Cabe, just in case. Mudah-mudahan bisa membantu gw untuk makan, walaupun gw ga tau boleh/ngga, kalo ga boleh, gimana menyelundupkannya? Hmmm…
Center Samadhiyukti itu bukan hotel bintang lima, hanya kabin sederhana yang dikelilingi alam. Kita sekamar bertiga. Ini juga yang gw takutkan, karena gw light sleeper, ga bisa banget tidur sama orang yang ngorok. Mana ga ketauan dan ga bisa milih kita sekamar sama siapa lagi~ Kalo ada hape sih tinggal pasang playlist noise canceling.
Sebagai antisipasi, gw beli earplugs peredam suara di Shopee. Tadi udah tes di telinga, mayan sih blocking noises. Semoga efektif.
Yang masih ga ketauan adalah ada atau tidaknya air panas di Center. Demi apapun gw ga mau dan ga bisa mandi air dingin~~ Kalo ga ada air panas, imma pull off Melbourne winter lifestyle. Mandi 2-3 hari sekali aja. Nyehehehe~~
Yak, jadi begitulah pemirsa sedikit tentang program meditasi yang akan gw ikuti 2 hari lagi. Yes, gw akan terbang ke Bali hari Minggu dan langsung menuju Center untuk mulai program.
Banyak orang yang gw ceritain rencana ini menganggap gw gila. Grace dan Elia salah duanya.
“Elo emang gila sih, Ta. Tapi Seeta yang gw kenal emang gila, jadi gw ga heran,” kata Grace.
Nyehehehehe~
Makasih guys atas dukungannya.
Sekarang gw lagi packing. Insya Allah barang yang mau dibawa udah ready semua, tinggal masukin koper.
Tanpa gadget, gw ga akan bisa ngeblog. Jadi gw baru bisa update blog ini setelah program meditasi selesai.
Until then, doakan saya yaaa~~~
Semoga pulang dari Bali, gw sudah punya haki mencapai ketenangan jiwa. :)


No comments:
Post a Comment