Hi, guys! How yall doing?
Just got back from Cirebon. Sebuah ajakan impulsif dari Iip yang langsung gw iyakan karena longweekend 17an mau ngapain yak? Masa di rumah doang?
Gw sendiri lagi penasaran menjajal kota-kota di pulau Jawa anti mainstream yang masih terjangkau kereta, secara pesawat harganya makin ga make sense ya~
So let’s go!
Kita keretaan dari stasiun Gambir Sabtu pagi, sampai Cirebon jam makan siang. Taro tas dulu di Hotel Santika yang walaupun masih jam 12 udah bisa check in! Yeay! Kirain liburan 17an bakal rame, ternyata Cirebon sepi, orang-orang pada ke Yogya keknya~
Anyway berikut breakdown tempat yang kita kunjungi dan makanan yang kita jajal di Cirebon selama 3 hari 2 malam:
Tempat:
1. Batik Trusmi (hop in ke toko-toko batik terbesar sepanjang jalan itu)
2. British American Tobacco Building
3. Cherbon Junction
4. Alun-Alun Kota Cirebon
5. Guwa Sunyaragi
6. Keraton Kasepuhan
7. Mesjid Agung Sang Cipta Rasa
8. Toko Oleh-Oleh Pangestu
9. Toko Oleh-Oleh dan Batik Daud
Makan:
1. Nasi Lengko Haji Barno
2. Nasi Jamblang Bu Nur
3. Niri Cafe Dine and Else Cirebon
4. Smiljan Dutchbook
5. Ayam Goreng Bahagia
6. Elok Coffee and Bites
Kesan-kesan terhadap Cirebon:
- Fuanassshhhh. Seriously. Sama aja kayak Jakarta, bedanya ga polusi aja. Keringat bersimbah setiap kami mengunjungi wisata outdoor seperti Guwa Sunyaragi dan Keraton Kasepuhan. iPhone ngambek berkali-kali, need to cool down ceunah. Kadang-kadang ada angin semilir karena Cirebon kan pesisir yah, deket ke laut. Tapi pantainya jelek kata orang lokal, so we wouldn’t bother visiting. Efek samping heat wave Cirebon kerasa sampai sekarang nih ketika udah sampai di rumah. Tenggorokan masih kering, kepala masih pusing. Harus banyak minum air putih nih.
- Kota kecil yang sedikit penduduknya. Ini dinilai dari jalanan yang hampir ga pernah macet (kecuali daerah Alun-alun), kayak jarang aja gitu liat manusia berkumpul. Tempat wisata dan restauran pun sepi, ga pernah liat adegan antre. Kotanya juga kecil, jarak tempuh antara satu tempat ke tempat lain ga jauh, masih within 3-4 km. Tarif taksi online kami ga pernah lebih dari 20k kemana-mana. Hemat!
- Makanan enakk. Alhamdulillah empal gentong, tahu gejrot, nasi lengko, nasi jamblang, ayam bahagia, dll semuanya masuk di lidah kami. Selama di sana makan terosss! Pretty sure I gained some weight. Bagus deh. Enjoy berarti liburannya.
- Harga makanan dan barang-barang cenderung murah. Iip membandingkan dengan contoh Smiljan Coffee. Menurut beliau, Smiljan di Jakarta 100 ribu paling cuma dapet 2 menu. Sedangkan Smiljan di Cirebon, 100 ribu bisa dapet 3 menu. Koleksi batik Cirebon juga murah-murah, 100-200 ribuan masih dapet yang bagus. So happy I got my first Megamendung batik top! So ready for Batik Day Oct 2nd!
- Vibe kota tua kental. Masih banyak bangunan-bangunan tua peninggalan sejarah dengan cerita masing-masing. Sebagian di-maintain menjadi objek wisata atau cafe, sebagian lain ditutup dan terbengkalai. Sayang, padahal potensinya besar untuk pariwisata, which leads me to my last point.
- Pariwisata harus terus ditingkatkan. One thing I noticed, ga ada turis bule sama sekali di Cirebon. Padahal turis bule itu bisa ada di tempat-tempat random pelosok Indonesia, tapi sama sekali nggak ada di Cirebon yang secara lokasi masih strategis cukup terjangkau dari Jakarta. Cirebon ini either butuh investor yang berani spend money untuk membangun tempat-tempat wisatanya supaya terawat dan terintegrasi atau one viral moment yang bikin kepo turis-turis lokal atau internasional. Dua-duanya bisa di-achieve jika pemerintah daerahnya mumpuni, beneran kerja, peduli, kritis, kreatif, dan ga korup.
All in all, Cirebon is a nice getaway. Walaupun cuma 3 hari, cukup banget kalo cuma ke tempat-tempat basic mah. Balance ada jalan-jalannya, belajar sejarahnya, makannya, dan belanjanya. Buat yang mau ke Cirebon, pesan gw jangan lupa bawa sunblock. Gw lupa banget, kayaknya kulit nambah beberapa shade sih, but it’s okay!
Also, stay hydrated. Bawa minum dan usahakan minum 1 botol air putih setiap jamnya karena sepanas itu. Gw agak menyesal ga bawa tumbler karena males nenteng, akibatnya dehidrasi parah yang baru kerasa malem udah bobo. Bisa kebangun 2-3 jam sekali karena tenggorokan kering. Hari terakhir di Cirebon kena radang tenggorokan tipis-tipis. So, stay hydrated, guys!!!
Aite, that’s it for today. Next liburan kemana kita naik choo choo train??

No comments:
Post a Comment