Sunday, June 14, 2015

Me Wassup #35 – Surviving 3rd Weeks, Reuniting with the big screen and Jurassic World REVIEW!!!



Hi, guys! How y’all doin?

So happy to be back to blogging! I'm in very good mood! All thanks to Jurassic World, such an awesome movie, made my day yesterday, and today~ fuck it’s so awesome!

Anyway… Gw juga seneng karena gw berhasil melewati minggu ketiga di WKWKWK dengan baik~~ Learnt lots of new things, got to know my colleagues better, started to make a good life_work atmosphere. It’s good. :)

Okay now to the dope part: JURASSIC FREAKIN WORLD BABY!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Gilak kemarin hari Jumat itu gilak! Feels… Just… Too… Much… Feels….

Jadi ceritanya sejak ga berkantor di XXXXX kan gw otomatis ga bakalan bisa screening film2 lagi yaa~~ #sad Jadi hubungan gw dengan bioskop agak renggang. Apalagi jam kantor gw sekarang sangat ga bersahabat, gw jadi ga bisa nonton bioskop weekdays (except Jumat, karena besoknya libur, jadi mau pulang semalem apapun terserah). 

Weekend gw 99% ga mau diajak jalan (kecuali masih sekitar Bekasi) karena gw mau istirahat. Seriously guys, kalo lo tinggal di suburban, lo akan merasakan betapa lelahnya bolak balik Jakarta tiap hari. So my weekend concept is NO JAKARTA!

Anyway~~

So yeah, sejak hubungan gw dan bioskop merenggang, gw jadi jarang banget nonton. Film terakhir yang gw tonton itu Pitch Perfect 2 dan itu judulnya masih screening. Sejak di WKWKWK gw kelewatan San Andreas, Parasyte 2 dan Tomorrowland~~ T.T

Tapi no regret sih soalnya setelah baca review-nya pun film2 itu ga dapet kritik positif (especially Tomorrowland.. too bad.. kenapa ya?). Jadi skip nonton gapapalah.

But then JURASSIC WORLD happened!!! Salah satu film yang paling gw tunggu2 taun ini!!!!! Kalo ga nonton harom namanyaahhh~~

Tadinya gw mau nonton Jurassic World di hari pertama dia rilis, yakni Rabu kemarin. Tapi sumpah gw tepar setepar-teparnya dan hujan! Gagal deh~~

Sebagai orang yang kalo nonton film nggak-bisa-nggak-premiere, kemarin itu rasanya gw mau ngilang aja~ So fucking miserable~~~ T.T Apalagi pas liat orang2 komen di Twitter dll, bikin review tentang filmnya, SEBELUM GW!

Sakitnya….. tuh…… di….. si…….

Anyway~

I seriously couldn’t wait for Friday and get my ass to the nearest cinema, and… yep.

T.H.E.M..F.E.E.L.S

God it felt sooo good to be back in the cinema~~~

My first movie in 3 weeks!!!!!!!!!!!!! T.T

And it’s JURASSIC WORLD~~~ MY MOST ANTICIPATED MOVIE IN 2015!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!



Okay sekarang mau review. Sorry gw harus mengganti style penulisan sedikit jadi ala2 kritikus film, but I promise I’ll do it my style! ;)

Sooo… THIS SPIELBERG-APPROVED MOVIE IS AWESOME!!!

Menceritakan taman Jurassic di pulau Isla Nublar 22 taun setelah kejadian di film pertamanya, yang (kalo ga salah) ketika itu terjadi chaos karena ada pegawainya yang messing with the security system, membuat para dinosaurus kabur dari kandang, termasuk the greatest and beastest of all, Tyranosaurus rex alias T-rex. Menyebabkan Jurassic Park yang saat itu udah ready to be launched for public, harus di-shut down dan di-abandon begitu saja.

Nah, 22 taun kemudian, para ilmuwan kembali ke Isla Nublar dan ‘membereskan’ semua kekacauan yang ada di dalamnya dengan bantuan teknologi dan science modern, and voila! The whole brand new Jurassic World is now certified safe dan boleh dibuka untuk umum.

Nggak hanya me-2.0 park-nya, di bawah komando wanita bertangan dingin, Claire Dearing, mereka juga mengimprovisasi spesies Dinosaurusnya. Dinosaurus yang mereka biakkan ga cuma dino-dino cupu nan mainstream yang DNA-nya diambil dari jasad nyamuk zaman purba dicampur dengan DNA kodok. Tapi juga dino-hybrid yang DNA-nya merupakan campuran DNA T-rex, raptor, carnosaurus, gigantosaurus, dll.

Sampai level ini, ilmuwan2 di Jurassic World confirmed punya otak dan ambisi yang jauh lebih sick dari Jurassic Park! Their new-born baby goes by the name of INDOMINUS REX alias I-REX! Dan as expected, si I-rex inilah tokoh antagonis di Jurassic World.

And that’s how the story goes. Si I-rex yang notabene jauh lebih smart, lebih kuat dan lebih buas dari dino2 carnivora lain ini, kabur dari kandang karena kesalahan sepele si Claire Dearing. Timing kaburnya worst banget lagi, ketika park-nya itu lagi rame2nya, peak season, 20 ribu orang lagi ada di situ. A fun and happy day at the theme park turns out to be a horror!

How do they stop it?

Itulah yang disajikan dalam film ini.

Gw suka banget alur dan logika ceritanya, dan sinematografinya. Bener2 another level compared to the previous ones. Bigger scale of production, more complicated and smarter story. I really love it!

Meskipun begitu, ada beberapa hal yang mau gw soroti juga. Jurassic World is awesome, but it doesn’t mean it's completely flaw-free. I did find some things questionable and cringeworthy. Gw juga baca review orang2 di internet dan banyak hal yang mereka garis bawahi tentang film ini. Ada yang gw setuju, ada yang nggak. So now I wanna talk about it.

First of all, I really like the park!!!

Bener2 konsep theme park modern. Ga kayak Jurassic Park yang sistemnya kayak Taman Safari (cuma jalan2 keliling2 di dalem mobil), Jurassic World menawarkan a whole new experience. Ga cuma menyajikan visual service, visitor bisa berinteraksi langsung dengan para dino. Riding baby dino, digging historical site, petting zoo, dll. Dan kalo mau jalan2? Ga usah naik mobil dalam trek yang udah ditentukan lagi, tapi naik Gyrosphere yang bisa dikemudikan sendiri dan bebas mau kemana aja. Canggih ya?

Gw juga suka mereka lebih mengeksplorasi theme park-nya, dibanding dino-nya. Ga usahlah zoom out badan dino sampe ke pori2, it’s so 15 years ago, kita juga udah pada tau kalo Dino itu extremely big and beautiful. Lagian sama aja kan dino2nya. Instead kita dikasih liat experience main di theme park, yang pastinya bikin mupeng pengen ikut main.

Second of all, let’s talk about the casting.

Untuk franchise sebesar dan sepopuler Jurassic World, pemilihan casting sungguh disayangkan. Menurut gw ga ada karakter yang bener2 kuat dan iconic, like Jeff Goldblum or Julianne Moore. Bahkan dua lead role-nya, Chris Pratt dan Bryce Dallas Howard, ga berhasil meninggalkan kesan tersendiri di film ini. Para child actors yang di film2 sebelumnya punya peran penting dalam cerita, di sini cuma jadi pemanis doang. Not to mention kemampuan aktingnya di bawah standar.  

Like hell, masa karakter dino-nya lebih kuat daripada karakter manusianya. -_______-

Seriously tho, dino2nya tuh oke banget lho karakternya. Apalagi para raptor. So smooth, so slick. Bener2 menghilangkan image buruk raptor yang melekat sejak Jurassic Park. Raptor di sini jadi sahabat manusia dan jadi pahlawan di saat terakhir.

Walaupun perkembangan karakternya agak2 aneh dan inconsistent, masa yang awalnya bromance sama Owen terus abis ketemu I-rex langsung berpindah ke lain hati, eh terakhir2nya masuk geng Owen lagi~ Aneh sih, tapi dimaafkan kok.

Anyway about the two lead roles, I think Chris Pratt is doing what he’s best at, tapi karakternya mainstream banget di film2 semacam ini. Ga ada yang bedain dia dari protagonist male lead lain. Well maybe he can whisper to raptors and treat them like his own sons. 

And then we have Bryce Dallas Howard.

Kalo lo follow Twitter gw dan baca timeline gw Jumat malem, itu isinya gw marah2 sama aktingnya mbak yang satu ini. Simply becoz I really hate her acting! Padahal tokoh yang dia perankan dia, si Claire Dearing itu karakternya oke banget menurut gw. 







Kira-kira begitu.

I mean, dia wanita karir yang ga punya kehidupan, completely geek, she hasn’t met her family in 7 years, she never dates anyone (just a blind date with Owen Grady, but it didn’t happen), dedicating her life for work and science, and she has no heart, likes controlling people, being harsh to them, etc… 

Does it sound like she has a complete potential to be a female villain?????????

And you know I worship female villain, right???????

Gw awalnya excited banget sama peran ini. Expecting her to be Julianne Moore 2.0~ Kalo si Bryce bisa membawakan karakter semegah ini dengan maksimal, mungkin dia bisa dapet nominasi Oscar! 

But her acting turned out to be a BIG-MEH! Completely unremarkable~ Gw merasa aktingnya dia ga meyakinkan banget, lacking in every aspect, malah membuat karakternya terlihat becanda~ 

Impact yang dia berikan ke film ini almost zero, which is sayang banget. Orang ga bakal inget dia kalo ngomongin Jurassic World. Ya menurut lo aja, karakternya Chris Pratt yang mainstream banget di film-film aja terlihat lebih kuat karena aktingnya lebih oke. Bahkan raptor aja lebih berkesan dari si Bryce.

Ah saya kecewa. Padahal kalo akting lo bagus, lo bisa memberikan film ini sedikit feminist touch lho, Bryce! 

They should've signed Jessica Chastain instead. Same face, but more advanced acting and countless receipts. 

And oh one more thing about Claire Dearing. This thing has been bugging me. Why is she being such a bitch to Jurassic Park? Kenapa dia sensi banget sama Jurassic Park? Ngeliat si Lowery pake baju Jurassic Park aja langsung nyinyir. Terus taman asli Jurassic Park dikubur jauh2 di dalem Isla Nublar. Kenapa sih? Ada apa? What's the deal?

I mean, the idea of Dino-theme park kan awalnya bukan dari dia juga~ Kenapa dia jadi sewot?! Harusnya dia respect dong~ Kalo ide itu ga ada dia udah jobless sekarang~ 

Atau dia merasa lebih pinter dan lebih kompeten (now that she has the mighty Jurassic World) dan kegagalan Jurassic Park itu membuat dia jadi songong?

Kalo ada yang tahu kenapa si Claire bersikap aneh kayak gitu, please kasih tau gw.

Anywaaayy... Casting juga berhubungan erat sama sisi drama di film ini.

What I mean by drama is that part of story aside from the Dino. Yang completely human interest. CMIIW, ini daftar drama yang berhasil gw simpulkan di Jurassic World:

- aunt and nephews relationship
- brother to brother relationship (Zach and Gray)
- sister to sister relationship (Claire and Zach and Gray’s mom)
- love interest (Claire and Owen)
- spouse relationship (orang tuanya Zach and Gray)
- parents and kids relationship (keluarga Mitchell di tengah divorce orang tua)

Sekian banyak problem manusia dan potensi drama yang ditawarkan, none of them actually solved and mattered to the main story. Ga ada “ha moment” yang menyimpulkan kalo problem2 itu selesai. Pembangunan karakternya kacau, ga ada progress yang signifikan dari awal sampe akhir film. It’s so messy!

Anyway, moving on!

Not Make Sense (?)

Jadi sebelum nonton filmnya, gw baca review orang2 dan most of these reviews bilang kalo film ini ga make sense.

Err… duh? First of all, why does it have to make sense? It’s a freakin science fiction~

Seriously, kenapa elo mempertanyakan ke-make-sense-an film ini? Ini kan fiksi belaka~ Kalo lo merasa Jurassic World ga make sense, dari awal bikin dino pake jasad nyamuk+ DNA kodok juga udah ga make sense~

Tapi setelah gw nonton filmnya, gw ngerti apa yang orang2 bilang ga make sense.

CMIIW, is it the communication?

If yes, HAHAHAHAHAHA~~

Yeah maybe that doesn’t make sense.

Awalnya gw juga merasa komunikasi Owen sama raptors, terus raptors sama I-Rex itu wtf banget~ I mean, kalo dari awal mereka udah tau kalo dino bisa diajak komunikasi, ya kenapa ga dibiasain dan dilatih aja dari kecil?

Kayak si Owen dan raptors, karena dia yang membesarkan si raptor, dia bisa komunikasi dengan baik sama mereka dan menjalin hubungan layaknya keluarga. 

So why didn’t they do the same thing to I-rex? They had it since birth, they raised it. Why didn’t they train it to communicate? They can have the raptors as the translator/interpreter. 

Kalo mereka bisa berkomunikasi kan ketika I-rex mencoba kabur tinggal suruh aja balik ke kandang, selesai masalahnya. Remember: communication is key!

………………………..

I don’t make any sense, do I?

Alrite moving on! *kabur*

You know, as much as I love the story, gw cukup kecewa karena alur ceritanya ketebak. Apalagi ending-nya.

I don’t know about you, but I have predicted T-rex will come out and beat the shit out of I-rex in the end.

Nope, gw ga baca/liat spoiler kok.

Gw bisa mengasumsikan hal itu karena menangkap beberapa kode. Like: where the hell is T-rex when the chaotic stampede happened? Terus setelah semua senjata (termasuk raptors) udah dikeluarin dan semua dino mati, apalagi yang bisa ngalahin I-rex selain the king of the jungle itself? Dan bukannya kemunculan T-rex di saat2 terakhir emang jadi trademark franchise ini ya? 

All of those codes are leading to: they save the best for the last. 


Tapi jangan khawatir, prediksi gw stop sampe situ aja kok. Adegan pas T-rex udah mau mati out of nowhere Blue si raptor dateng dan nolongin, sampe akhirnya mereka this close to beat I-Rex suddenly Mosasaurus joined the cool squad and finish the job by eating the jerk alive, FUCKING EPIC! Ga ketebak sama sekali! *tepok tangan*


Well that’s it my review-not-so-review about Jurassic Park.

Sebenernya masih banyak yang bisa dibahas, seperti soundtrack-nya yang jujur aja gw cukup kecewa karena mereka cuma sedikit sekali mengimprovisasi original soundtrack-nya. Kalo pendengar awam mungkin akan mengira mereka hanya copy paste dari yang dibuat John Williams. Gw bisa menangkap improvisasi, tapi dikit banget dan ga memberikan impact~ 

Sayang sekali~ I was expecting a super majestic soundtrack. Sekarang soundtrack pas2an itu clash sama soundtrack Harry Potter di otak gw. I can’t really separate them, it’s like an unwilling mashup going on in my head~

Anyway. I think that’s it for today. Moral of the story is I’m so going to watch Jurassic World again next week in IMAX. And I don’t think it’ll be stopping until 5th round. Hahaha~

Oh iya, selamat menjalankan ibadah puasa ya kawan2! Minal aidin wal faidzin. Semoga membawa berkah bagi kita semua, well except for me coz I don’t get THR this year and BigBang’s ticket just robbed me~ T______T

Laters!


No comments:

Post a Comment