Saturday, December 17, 2022

Me wassup #80 – Lancar Jaya Sentosa

Hi, guys! How yall doin?

Kembali ngeblog setelah dua minggu absen. 

I just had a GREAT GREAT week. Minggu ini adalah minggu yang berat tapi Alhamdulillah bisa dijalani dengan lancar dan penuh makna. Tiga highlight minggu ini:
- jadi penunggu pasien
- event TERSUKSES SEPANJANG SEJARAH
- petualangan Sabtu 17 Des

A dear friend of mine, sebut saja Mawar, divonis memiliki kelainan pada hidungnya sehingga harus dioperasi. Karena peraturan RS hanya membolehkan 1 orang penunggu pasien yang terdaftar dan sudah tes antigen, ia meminta gw untuk menjalankan role tersebut—menjadi penunggu pasien.


 
Gw dengan senang hati menjalankannya. Apapun permintaan, effort, kewajiban, inisiatif, pekerjaan, dan kesempatan yang mengandalkan hati dan membangkitkan moral saat melakukannya, akan selalu gw ambil. Karena mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri, membuat kita selangkah lebih baik sebagai manusia. Humanity level up!

I think it feels good to be selfless.

I feel at peace when I help others. 

Mawar masuk RSPAD Gatot Subroto. Sebuah RS pemerintah di kawasan Senen. RS ini konon punya infrastruktur dan alat-alat medis terlengkap se-Indonesia. Gw inget zaman corona pernah baca berita salah satu teknologi buat melawan Covid-19 cuma ada di RS ini. 

Gw jagain Mawar mulai dari H-1 check in di RS, being with her during the surgery, and post-surgery. Sebuah langkah yang riskan karena di waktu yang berdekatan ada event launch original series yang gw pegang, yang skala event-nya lumayan besar. Mawar literally operasi H-1 event tersebut. 

Tapi gw udah committed. Gw akan ada di samping Mawar apapun yang terjadi. Jadi gw standby seharian di RS tanggal 14 Desember, mencoba kerja tipis-tipis tapi gagal karena otak gw mikirin Mawar terus. Takut dia kenapa2~

Vibe RS bener2 ga mendukung kerja pula. Dingin. Gloomy. Depressing. Berasa ada dementor di kanan kiri atas bawah depan belakang. 

Operasi Mawar berlangsung lama, 2,5 jam. Thank God berjalan lancar. Tapi kondisi Mawar ga langsung stabil, jadi ketika dia setengah sadar dan berusaha ngomong, ga jelas apa yang dia omongin. Terus tu anak bandel, mata masih ngawang udah minta hape~ 

Gw bener2 udah kek gabungan emak-emak, suster, babysitter, dan customer service yang lagi ngemong bocah. Ngomong tuh harus dibuat se-stupid dan sesabar mungkin karena ni anak lagi ga sadar~ Dan karena kondisinya ga stabil, gw harus paksa dia balik tidur lagi supaya cepet stabil.

Susah men. Keknya gw gained another level of patience deh abis ngadepin Mawar paska operasi. Haha~~

Anyway, kesadaran Mawar sudah meningkat jadi 60% ketika gw tinggal pulang malemnya. So gw sudah sedikit lebih tenang. Udah makan dan minum obat juga. So all good.

Kemarin (Jumat 16 Des) ketika gw berkunjung lagi ke RS, Mawar udah bisa bergerak bebas. Pendarahan di hidungnya juga sudah berhenti. Udah bisa pesen Chatime dan bebong. Haha~

I’m glad I made the decision to stay with her. Taught me a lesson or two about patience, health, and gratitude.



Lalu event-nya gimana?

Thank God I have my amazing team, yang sangat committed to the job, very helpful, sangat gercep, everybody got my back, dan gw percaya sepenuhnya sama mereka so I knew everything’s gonna be alright.

And it did. :)

Ga perlu diceritain detilnyalah ya, males bahas kerjaan, intinya event-nya SUKSES BESAR! Bahkan menjadi performance original series launch tersukses yang pernah gw pegang! GO to the KIL!

Setelah event, masih sempet main sama Gilang—my work bestie, sampai midnight. Venting out. Wkwk~ Karena gw sama dia udah sama2 stress. After speaking to each other bener2 feeling better deh. Thank you, babe! <3

Sayangnya, badan ga bisa bohong, habis event, langsung drop shay! Kepala pusing banget dan pusingnya ga hilang sampai keesokan harinya. Jadi gw izin setengah hari deh. Siangnya harus balik RS nemenin Mawar juga, so gw emang belom dibolehin kerja aja sih sama universe. Sebuah tanda harus istirahat, atau memfokuskan pada hal lain yang lebih penting, friends and family. <3

Anyway, okay lastly, mau ngebahas hari ini-17 Des 2022. Hari ini adalah hari check out gw dari kosan Mawar. Tapi kalo langsung pulang… kok mager ya? Iseng chat Nanien, siapa tau dia lagi liputan. Ni anak suka mendadak ngajak jalan kalo selesai liputan ga ada kerjaan tapi udah kepalang di Jakarta soalnya.

Awalnya ybs menolak, mager ceunah. Tapi ketika gw berikan kata kunci “nonton Like & Share yuk, cuma tinggal 1 studio di Blok M Plaza”  langsung semangat dan tanpa babibu mengiyakan. Katanya sekalian pengen cobain restoran bakmi bernama Bakmiaw-punya Sherina Munaf yang letaknya di Blok M juga. Nanien memang ngefans sama Sherina dari kecil hingga sekarang. Luar biasa dedikasinya demi sang idola. Hahaha~~

So, Like & Share, film yang sukses membangkitkan kekepoan satu Indonesia karena isu sensitif yang diangkatnya. Namun sayangnya, kejadian tidak mengenakkan yang melibatkan salah satu pemain, membuat film ini kena cancel massal, karena publik sudah meng-cancel duluan si pemain tersebut. Akibatnya, di hari pertama tayang, yang nonton cuma 15ribuan. Nggak sampai 2 minggu filmnya udah diturunin dari bioskop. Konon sudah menggerakkan buzzer, influencer film, dll, masih ga laku. So sad.

Gw pribadi berpendapat film ini tidak untuk semua orang. Sangat segmented. Gaya bertutur dan pacing-nya seperti film slice of life—film cerita sehari-hari yang ga ada konflik yang berarti dan ga ada ujungnya. Tapi ceritanya berat dan menguras emosi, which is harusnya ga gitu. Slice of life harusnya orang ga usah mikir nontonnya. Modal mata aja. 

Ini jelas bukan film komersil, lebih ke arthouse, tipe-tipe film festival atau film yang dibuat khusus untuk OTT. Dahlah begitu, banyak adegan yang “graphic” pula, sangat berisiko, bisa men-trigger, ga semua orang bisa nonton adegan kayak gitu. Adegan sex digambarkan dengan sangat ganas kepada remaja di bawah umur. Very disturbing. Gw aja yang nonton ga kuat, gimana anak2 yang lebih muda?

Harusnya para filmmakers sadar film seperti ini, tanpa kasus si pemain pun, tidak akan laku di pasaran. Sebanyak apapun positive review dari akun-akun film, pasti Whatsapp group emak-emak say otherwise,  pasti banyak yang ga izinin anak mereka untuk nonton karena terlalu sensitif. My advice, ga usah make effort spend money di marketing deh, langsung aja jual ke OTT. 

Gw ga mau bahas lebih banyak soal filmnya karena gw personally ga suka. Draggy, padahal filmnya ga panjang-panjang amat, tapi terasa draggy. Akting-akting pemainnya (kecuali Jerome Kurnia) ga maksimal. Dua pemeran utama, entah dipilih karena budget atau gimana, ga bisa deliver peran masing2 dengan maksimal. Terutama karena keduanya bukan Indonesian speaker yang fasih, pelafalan banyak yang nggak jelas di beberapa dialog. Intonasi aneh. Emosi ga bisa dikontrol. Pokoknya nggak pas aja. Film ini terasa paling draggy ketika 2 pemeran utama itu ada di satu frame~
 
Anyway ada kejadian seru nih pas tadi nonton. Gw sama Nanien awalnya meragukan film ini akan susah dapet seat di bioskop. Tapi kami salah, ternyata studionya lumayan penuh. Kita baru dapet seat di row H ujung. “Ya paling karena ini salah satu show terakhir, jadi deadliner2 ini baru pada nonton,” pikir kami.

Betapa kagetnya kami, di akhir film, ternyata sutradaranya, Gina S. Noer dan salah satu aktrisnya, Aulia Sarah, hadir dan speech! Njay! Berasa liputan screening di XXXXX! Wkwkwk~ Good ‘ol days!

“Ini salah satu dari 4 show terakhir di Jakarta, it’s been a long ride, semoga film ini bisa membuka ruang diskusi dan niat baiknya sampai ke teman2 semua.” kata Mbak Gina. Yaolo sedih banget. Dia tau ini show terakhir.. T.T

Kudos untuk ketegarannya sih.

Lalu jadi make sense kenapa studionya penuh, ternyata termasuk rombongan nobar! That makes it even sadder, karena udahlah show terakhir, yang nonton undangan pula~ T.T

OKAY ENOUGH ABOUT THE MOVIE! Talking about it some more made me uncomfortable. Gegara Like & Share kayaknya gw ga bisa ngeliat kue tart warna warni dengan cara yang sama lagi deh~ Wkwk~~

Tadi kesampaian juga loh makan di Bakmiaw-nya Sherina. B-aja tapi mienya. Haha~ Kurang micin kata gw mah. Jadi rasanya ga nabok lidah dan ga meninggalkan impresi~

Apa emang konsepnya bakmi sehat ya? 

Anyway, won’t pay another visit. Cukup tau aja. Banyak bakmi pinggir jalan yang lebih jorok tapi lebih enak dan lebih murah. Oh yea, restoran artis pasti overpriced dan Bakmiaw pun begitu. Itu harga restoran di Senopati, tapi buka di Blok M~

Oh well, mungkin target marketnya bukan gw, tapi teman-teman Sherina atau fans seperti Nanien. Ybs tadi ga komplen harga kemahalan sih. Cuma komplen porsi kurang gede. Hahaha~ 

Petualangan kita di Blok M Plaza cukup solid. Nanien memperkenalkan gw pada Angsley—kios kuliner Malang yang lagi hits. Gw mencoba wedang ronde, yang b-aja juga. LOL~ Napa sih lu, Nien? Hari ini rekomendasinya fail semua gitu~

Tapi kemudian Nanien make it up by traktir Chatime pake voucher dari goodie bag wartawan, dan akyu dibeliin Chatime Pokemon special~ Gemoyyyy~~ Mamaciyy Nienceuuu~~



Setelahnya kami pulang, gw menebeng sampai Bambu Apus karena Nanien bawa mobil. Sekitar jam 9 sampai rumah disambut dengan 5 paket hasil Shopee 12.12 haul yang semuanya masih tertutup rapat karena belom sempet diunboxing. Hehe~ That would be kerjaan gw hari Minggu. Okelah.

Segitu aja hari ini. Thank you for reading, everyone!

No comments:

Post a Comment